One Of That Day

D8JJ_DXUYAAJgox

A really simple one! Happy reading!

**

 

Kakaotalk.

 

Surin ❤

11.10 pm :

Oh Sehun aku membencimu, jangan hubungi aku lagi.

 

Surin ❤

11.10 pm :

Aku serius. Aku lelah berpacaran dengan laki-laki popular sepertimu. Lihat saja para gadis yang masih genit di kolom Instagram-mu meskipun jelas-jelas kau mengunggah foto bersamaku.

 

Surin ❤

11.11 pm

: Kau pasti membalas pesan-pesan mereka dan menyembunyikannya dariku, kan?!

 

Surin ❤

11.11 pm

: Aku benci!!!!

 

Surin ❤

11.12 pm

: Jangan hubungi aku lagi!!!!

 

Sehun yang baru saja hendak mengirimi gadisnya pesan selamat tidur itu menautkan kedua alis tegasnya ketika mendapatkan Jang Surin, gadis yang telah menyandang status sebagai kekasihnya selama kurang lebih lima tahun itu lebih dulu mengiriminya pesan. Maksudnya, setumpuk pesan yang berhasil membuat kantuk Sehun seolah hilang begitu saja.

 

Baru saja Sehun hendak membalas pesan-pesan yang baginya sadis tersebut, namun tangannya terhenti diatas layar sentuh ponselnya karena lagi-lagi Surin lebih dulu membombardirnya seperti barusan.

 

Surin ❤

11.16 pm

: ☹ Lihat saja kau bahkan tidak langsung membalas pesanku selama empat menit.

 

Surin ❤

11.16 pm

: Aku tidak jadi membencimu. Aku menyayangimu. ☹

 

Surin ❤

11.17 pm

: Aku hanya sedang banyak pikiran.

 

Surin ❤

11.17 pm

: Dan sedari tadi aku tidak bisa tidur karena sakit perut. Sakiiiit sekali. ☹

 

Surin ❤

11.18 pm

: Selamat tidur, Hun. Love youuu. ❤

 

Setelah membaca pesan tersebut, Sehun langsung tahu alasan mengapa gadisnya bertingkah demikian. Sehun buru-buru bangkit dari tempat tidurnya seraya meraih kunci mobil dan hoodie abu-abu dari dalam lemarinya. Satu tangannya menekan tombol panggil pada kontak Surin yang ada di ponselnya. Laki-laki itu tersenyum ketika yang diseberang sana langsung mengangkat panggilannya.

 

“Hei, gadis berisik. Ada apa?” Tanya Sehun tanpa berbasa-basi. Sehun tertawa kecil ketika Surin mengamuk karena dipanggil berisik.

 

“Jangan mengajak aku bertengkar, ya. Aku sedang sakit perut.”

 

Sehun tersenyum. “Aku sedang dalam perjalanan untuk menyelamatkanmu.”

 

**

 

“Besok kan kau harus bekerja. Ditambah katamu kemarin akan ada meeting penting. Untuk apa malah datang kesini?” Surin berujar pada Sehun yang kini sibuk meletakan barang-barang belanjaannya diatas meja dapur Surin membuat gadis itu langsung membuka dua kantong plastik belanjaan tersebut.

 

“Semua makanan ringan ini untuk apa?” Tanya Surin heran sementara Sehun belum menanggapi. Laki-laki itu meraih susu rasa pisang dari kantong belanjaan tersebut, menusukkan sedotan lalu menyerahkannya pada Surin.

 

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari menjadi kekasih siaga.” Ujar Sehun membuat Surin terheran-heran namun tetap mengambil susu tersebut dari tangan Sehun dan mulai meminumnya sambil memperhatikan Sehun yang kini mengeluarkan makanan-makanan ringan itu dari dalam kantong plastik.

 

“Oooh aku tahu.” Surin langsung menatap Sehun dengan tatapan garangnya. “Jangan-jangan seperti yang aku bilang di pesan singkat, kau benar-benar membalas semua pesan para gadis genit itu, ya?!”

 

Surin berpindah ke sisi kanan Sehun dengan tidak sabaran, menyuruh Sehun untuk memperhatikannya yang sudah emosi. “Ya, kan?! Bilang padaku, Oh Sehun. Kau pasti kesini untuk menutupi kesalahanmu. Ha! Kau pikir aku akan luluh begitu saja karena kau datang tiba-tiba dengan segambreng makanan ringan seperti ini?!” Surin memukuli lengan Sehun membuat laki-laki itu menghindar sambil mengaduh kesakitan.

 

“Ya! Jang Surin!”

 

“Katakan padaku, kau memang melakukannya! Cepat katakan! Dasar genit! Sama saja dengan para gadis itu!!” Surin terus memukulinya lalu Sehun dengan cepat memeluknya untuk menghentikan amukan gadis itu. Sehun merasa dirinya perlu melakukan sesuatu maka laki-laki itu mengeratkan pelukannya pada tubuh Surin seraya mengelus punggung gadis itu dengan sayang.

 

“Maafkan aku, Surin-a. Aku tahu aku salah.”

 

Seketika tangis Surin pecah ketika mendengar Sehun berkata demikian. Sehun hampir saja tertawa terbahak karena gadis itu benar-benar menangis sekarang, merengek seperti anak kecil dalam pelukannya.

 

“Oh Sehun! Bagaimana bisa kau melakukan itu padaku?! Cepat katakan kalau itu tidak benar. Katakan kalau kau tidak membalas pesan-pesan dari para gadis itu.” Surin memukul dada Sehun berkali-kali, masih sambil menangis tersedu membuat Sehun tidak lagi kuasa untuk menahan tawanya.

 

Sehun menggendong tubuh Surin ke sofa ruang tamu, lalu mendudukannya disana sebelum ia merangkul gadis itu, membawa gadis itu kembali ke pelukannya sehingga kini kepala Surin dapat bersandar pada dada bidang milik Sehun. Surin masih menangis membuat Sehun mengacak rambutnya seraya menepuk-nepuk kepalanya dengan perlahan, bermaksud menenangkannya.

 

“Bagaimana bisa sekarang kau malah menenangkanku setelah kau berbuat seperti itu padaku, Oh Sehun?!” Surin memukul Sehun seraya berujar ditengah tangisannya membuat laki-laki itu tertawa terbahak.

 

“Kau benar-benar menggemaskan, Surin-a.” Sehun mengurung tubuh Surin dengan kakinya yang panjang membuat gadis itu meronta sementara Sehun tidak memedulikan hal itu dan malah mengecupi puncak kepala Surin berkali-kali, merasa begitu gemas pada gadis tersebut.

 

“Bagaimana bisa aku melirik gadis lain ketika aku sudah punya satu yang begitu menggemaskan?”

 

Sehun kembali menghujani puncak kepala Surin dengan kecupan sementara Surin hanya sesenggukan. Sehun tertawa ketika kini Surin membalas pelukannya.

 

“Kau pasti sedang dalam hari itu, kan?” Tanya Sehun seraya melonggarkan pelukannya pada tubuh Surin sehingga ia dapat melihat wajah gadis itu yang kini sangat berantakan. Sehun membantu Surin menghapus sisa-sisa air mata dari wajahnya seraya tertawa kecil ketika Surin mengangguk, menjawab pertanyaan Sehun barusan.

 

Surin memang sedang dalam minggu menstruasinya sehingga apapun terasa benar-benar menjengkelkan baginya. Termasuk kekasih tampannya yang berada begitu dekat dengannya saat ini. Bagaimana bisa Sehun malah menjahilinya ketika ia sedang dalam keadaan sensitive seperti ini?

 

Surin memicingkan matanya tajam pada Sehun. “Sudah tahu aku sedang dalam hari itu, tapi kau malah menjahiliku. Kau benar-benar cari mati, ya?!”

 

“Tentu saja tidak. Justru karena aku tahu makanya aku langsung kesini. Aku tahu kau perlu dipeluk supaya sakit perutnya tidak terasa lagi.” Sehun mengeratkan pelukannya pada tubuh Surin, kedua tangannya yang kekar melingkari pinggang Surin membuat gadis itu kini menahan senyumannya. Sehun benar-benar manis sampai-sampai Surin rasa ia akan terserang diabetes sementar lagi, terutama ketika laki-laki itu kini malah tersenyum lembut, memperlihatkan kedua mata mengantuknya yang membentuk lengkungan bulan sabit.

 

“Mengapa kau harus semanis iniiiiii?” Surin berujar seraya mencubit kedua pipi Sehun dengan gemas sementara laki-laki itu mengaduh kesakitan. “Benar-benar ya tenaga gadis yang sedang dalam masa datang bulannya memang berbeda.” Komentar Sehun. Laki-laki itu menahan senyumnya ketika kini Surin mengelus-elus kedua pipinya dengan sayang.

 

“Kau harus berterima kasih padaku karena telah menjadi kekasih yang paling pengertian di dunia ini.” Ujar Sehun membuat Surin mencapit hidungnya yang mancung dengan jari-jemarinya.

 

“Baiklah, terima kasih Oh Sehun. Sekarang, kau boleh pulang. Lihatlah, jam itu sudah menunjukan pukul satu pagi. Besok kau harus bekerja. Aku tidak mau kau terlambat.”

 

“Kau mengusirku?”

 

Surin langsung mengercutkan bibirnya. “Bukan begitu!”

 

Sehun kemudian menggendong tubuh Surin membuat gadis itu berteriak heboh. “Ya! Oh Sehun! Kau mau kemana?! Turunkan aku!”

 

Sehun membuka pintu kamar Surin, menutupnya dengan kakinya yang panjang lalu dengan berhati-hati ia meletakan tubuh gadis itu pada kasur berukuran king size yang ada dikamar serba pastel tersebut. Sehun menempatkan dirinya di kasur nyaman tersebut seraya memeluk Surin dari belakang.

 

“Sebentar saja, sampai kau tertidur. Aku janji akan langsung pulang setelahnya. Makanya cepatlah tidur.” Pinta Sehun dengan setengah berbisik membuat Surin tersenyum, menahan kikikan senangnya.

 

Sehun selalu berhasil membuatnya senang. Laki-laki itu memang memiliki resepnya sendiri yang dapat membuat Surin jatuh hati pada sosoknya berpuluh-puluh kali. Setiap moment yang ia lalui bersama dengan Sehun seolah seperti moment spesialnya yang pertama, membuat Surin selalu merasa seperti gadis yang baru mengenal apa yang dinamakan jatuh cinta.

 

Surin dapat merasakan betapa Sehun begitu menyayanginya membuat Surin hanya dapat bersyukur setiap kali ia bersama dengan Sehun.

 

Sehun masih memeluk Surin dengan kedua tangan kekarnya, dan tiba-tiba Surin merasakan keram pada bagian perut dan pinggangnya membuat gadis itu harus menahan desisan sakitnya. Surin tidak tahu apa semua gadis diluar sana mengalami sakit yang serupa ketika tengah datang bulan, tetapi bagi Surin yang tidak begitu kuat dalam menghadapi rasa sakit, nyeri yang ia alami setiap kali datang bulan benar-benar begitu menyiksa.

 

“Surin-a, apa benar-benar sakit sekarang?” Sehun bertanya, ingin memastikan Surin yang sedari tadi bergerak-gerak tidak tenang dalam pelukannya baik-baik saja. Surin mengangguk dan Sehun langsung mengelus perut gadis itu dengan lembut, seolah ingin mengusir rasa sakit yang Surin rasakan dari sana.

 

Sehun menahan dirinya dengan satu tangannya pada kasur tersebut, menyuruh Surin untuk mengubah posisi tubuhnya menjadi menghadap langit-langit kamar.

 

“Tadi aku baca di internet bahwa tidur terlentang seperti ini akan mengurangi rasa sakitnya.” Ujar Sehun kemudian satu tangannya kembali mengelus permukaan perut Surin dengan lembut, membuat sakit diperut Surin berubah menjadi geli. Surin tertawa seraya berusaha menghindar ketika kini Sehun benar-benar menggelitik perutnya.

 

“Ya! Dasar jahil!”

 

“Lebih baik begitu daripada kau kesakitan.” Timpal Sehun dan Surin tidak bisa untuk tidak gemas sehingga kini ia berhambur pada pelukan Sehun. Satu tangannya mencubit pipi laki-laki itu.

 

“Terima kasih. Aku merasa jauh lebih baik karena kau ada disini.” Surin tersenyum membuat Sehun mengecup dahinya lambat-lambat, menjawab ucapan terima kasih Surin barusan.

 

“Aku tahu cara supaya kau tidak merasakan rasa sakit itu untuk beberapa menit.” Ujar Sehun dengan mengelus pipi Surin yang berwarna pink itu dengan lembut. Sehun harap Surin tahu betapa ia menyukai warna menggemaskan tersebut.

 

“Bagaimana?”

 

“Seperti ini.” Sehun langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Surin membuat gadis yang terkejut itu hanya mencengkram kaos abu-abu yang Sehun kenakan. Surin tahu ini bukanlah yang pertama kali diantara mereka, tapi Sehun selalu bisa menghadirkan perasaan itu. Perasaan seperti saat pertama kali mereka melakukan hal tersebut, membuat rasa nyeri diperut Surin berganti dengan gelitikan segerombol kupu-kupu yang kini berefek pada debaran cepat di jantungnya. Sehun terus menyapu permukaan bibir Surin dengan lembut, melumatnya dengan pasti tanpa ingin menimbulkan rasa sakit pada bibir gadis itu.

 

Sehun tersenyum ketika kini Surin menyamai pergerakan lembut bibirnya. Sehun rasa ia sanggup melakukannya semalaman penuh. Ia tidak perlu mengatakan betapa ia menyukai pergerakan bibir Surin yang malu-malu diatas bibirnya ataupun rasa raspberry dari lipbalm yang Surin kenakan. Sehun menyukai semua yang ada pada Surin. Gadis itu benar-benar menggemaskan sehingga Sehun tidak sanggup untuk menahan senyumannya diantara tautan bibir mereka.

 

Setelah beberapa menit berlalu, Sehun melepas tautan bibir mereka seraya tersenyum senang pada Surin.

 

“Rasa sakitnya benar-benar hilang, kan?” Sehun berujar jahil membuat Surin tertawa kecil seraya menganggukan kepalanya, menyetujui ucapan Sehun barusan. Kini Sehun lah yang tertawa akibat jawaban Surin.

 

“Berhentilah menjadi menggemaskan.” Sehun memeluk tubuh Surin jauh lebih erat lalu mengecup bibir Surin dengan cepat. Melihat ekspresi kaget Surin. Sehun kembali mengecup bibir Surin untuk yang kedua kalinya.

 

“Oh Sehun, hentikannnn! Bisa-bisa sakit perutnya berubah menjadi sakit jantung.” Ujar Surin dan mereka berdua pun tertawa karenanya. Laki-laki itu mengacak rambut Surin dengan gemas ketika kini gadis itu menyembunyikan kedua pipinya yang memerah dengan masing-masing telapak tangannya.

 

Seketika Surin merasa sakit karena datang bulan tidak buruk juga.

 

…karena ia memiliki penawar rasa sakit dari Sehun. Sensasi gelitikan dari kupu-kupu pada perutnya tentu lebih baik dari rasa nyeri datang bulannya.

 

Sehun memang benar-benar adalah kekasih yang pengertian.

 

**

Instagram.

large (17)

@surinjjang : Kedatangan tamu tak diundang. ❤

99412 likes.

Comments :

@_jimiyya : Menggemaskan sekaliiiii!

@baekhyunee_exo : @_jimyya Seperti kita berdua ya.

@zkdlin : @_jimiyya Seperti kita dulu ya.

@baekhyunee_exo : @zkdlin Jangan sampai aku block!

@kjong_dae : @zkdlin @baekhyunee_exo Jangan mulai di komentar orang lain, kawan-kawan. Bisakah kita menikmati betapa lucunya Sehun dan Surin di foto ini? Kalian menggemaskan!

@real__pcy : @dokyungsoo93

@dokyungsoo93 : @real__pcy untuk apa tag ini?? Aku tahu Surin memang cantik.

@zyxzjs : @dokyungsoo93 Sebentar lagi ada semburan api dari Sehun. Hati-hati!

@kimjuncutton : @real__pcy @dokyungsoo93 @zkdlin @baekhyunee_exo @kjong_dae @zyxzjs sudah, sudah. Besok aku akan mentraktir kalian di restaurant Chanyeol!

@baekhyunee_exo : @kimjuncutton uyey makan gratis!!

@real__pcy : @kimjuncutton UYEY! Akan ku beri diskon 50%!

@oohsehun : Tamu tak diundang penawar rasa sakit. 🙂

@surinjjang : @oohsehun sssssst. Berisik. 🙂

@oohsehun : @surinjjang hehehe. ❤

 

-FIN.

 

AAAAAAA. Simple bangeeeet! Ff ini resmi cuma karna aku mau manis-manis aja sama Sehun HUHUHU. Semoga manisnya tersampaikan ya! Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian hihi. See you on the next ff, lovely readers!

Advertisements

2 comments

  1. leeaerinsite · June 12

    Kapan tamu tak diundang penawar rasa sakitku datang heemm
    Kaum jomblo mah bisa apa

    • Oh Marie · June 13

      HAHAHAHAHA aku juga astaga kapan yaaa :”D
      Makasih ya sudah mau mampir, baca dan ninggalin jejak lagi hihihi.
      Semoga suka sama ffnya ❤ see you on the next project!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s