Publicly Jealous

ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠmubank39 (1)

Just a simple and fluffy oneeee! Hope you enjoy it!

**

 

Suasana salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Seoul malam hari itu cukup ramai, didominasi oleh para pemuda yang ingin menghabiskan waktu malam minggu mereka bersama dengan kerabat dekat. Selain para pemuda, banyak juga terlihat sekumpulan keluarga memenuhi restaurant-restaurant yang ada di pusat perbelanjaan tersebut guna menikmati makan malam bersama. Sisanya adalah para sepasang kekasih yang memilih pusat perbelanjaan tersebut sebagai destinasi kencan mereka. Salah satu diantara para sepasang kekasih tersebut adalah pasangan Sehun dan Surin yang kini tengah berada disalah satu butik besar yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.

 

Surin menusuri satu-per-satu deretan baju yang ada di butik tersebut sementara kekasihnya, Oh Sehun, mengikuti tanpa berkata-kata dibelakangnya. Sehun terlihat asik pada layar sentuh ponselnya terbukti dengan perhatiannya yang tidak teralihkan sama sekali dari sana. Tangan Sehun yang satu lagi membawa beberapa kantong belanjaan Surin.

 

Surin mengambil satu baju terusan berwarna pastel yang berhasil menarik perhatiannya kemudian ia segera menunjukannya pada Sehun. “Aku suka warnanya. Sangat lembut. Menurutmu ini bagus tidak untukku?” Surin berujar seraya menempelkan baju terusan itu pada tubuhnya, mencoba mengira-ngira bagaimana penampilannya nanti ketika ia memakai baju terusan tersebut.

 

Surin dapat melihat kini Sehun tengah meliriknya sebentar. “Itu terlalu ketat. Nanti kau malah terlihat gemuk.” Tanggap Sehun membuat Surin yang tadinya tersenyum senang langsung meletakan baju itu kembali dengan kesal. Surin berjalan menuju deretan baju yang lainnya sementara Sehun yang masih asik dengan ponselnya hanya mengikuti. Surin langsung mengambil rok bermodel kancing dengan warna merah muda, kemudian gadis itu kembali menunjukannya pada Sehun dengan senang seperti beberapa menit yang lalu.

 

“Sehun-a, kalau ini bagaimana? Aku suka sekali dengan modelnya. Benar-benar menggemaskan.” Surin memperhatikan rok merah muda itu dengan senyuman senangnya sementara Sehun langsung mengambil alih rok tersebut dan meletakannya kembali di tempatnya semula. “Terlalu pendek. Kakimu itu kan pendek, untuk apa diumbar-umbar?” Ujar Sehun membuat Surin lagi-lagi hanya menatapnya dengan kesal. Surin tidak ingin bertengkar hanya karena masalah pakaian, jadi gadis itu kembali menusuri butik tersebut sementara kekasihnya yang menurutnya sangat menyebalkan itu mengikuti sambil terus memainkan ponselnya yang entah mengapa mulai mengganggu Surin.

 

Biasanya kalau Sehun tengah menemani Surin berbelanja seperti sekarang ini, laki-laki itu membantu Surin memilih pakaian yang akan dibelinya. Sehun akan cerewet kalau Surin memilih baju yang warnanya terlalu terang, atau modelnya kurang bagus. Tapi saat ini Sehun malah terlihat tidak tertarik sama sekali menemaninya berbelanja dan komentarnya terhadap baju yang Surin pilih berhasil membuat Surin sedikit kesal. Baiklah, siapa yang tidak kesal dengan komentar ‘kau akan terlihat gemuk dengan baju itu’, ‘kakimu pendek jadi jangan diumbar’?

 

Surin rasanya ingin menyuruh Sehun pulang sekarang juga kalau saja ia tidak ingat bahwa ini adalah hari kencan mereka. Surin tidak ingin menyiakannya karena sudah hampir satu bulan lebih mereka tidak berkencan karena urusan kantor dan kesibukan masing-masing sehingga kini gadis itu hanya menarik napas kemudian menghembuskannya secara perlahan bermaksud untuk meredam emosinya sendiri yang entah mengapa semakin bertambah ketika Sehun tampak tertawa kecil karena sesuatu yang dilihat laki-laki itu dilayar ponsel tersebut.

 

Surin menyuruh hatinya untuk sabar dan kembali menusuri deretan baju yang ada di butik tersebut, mencari baju yang dapat memenuhi seleranya. Surin kemudian mengambil baju terusan lainnya. Kali ini berwarna biru langit dengan renda putih yang menurutnya sangat menggemaskan. “Modelnya bahu terbuka?”

 

“Ini namanya model Sabrina.”

 

“Tidak boleh.” Potong Sehun pendek namun perhatiannya masih terpaku pada layar ponselnya dan bukan pada Surin yang kini hanya menatapnya dengan tatapan kesal.

 

“Tapi aku suka. Aku akan memakainya kemana-mana kalau perlu.”

 

“Tidak boleh, Jang Surin. Letakan kembali. Tidak ada Sabrina untukmu.”

 

Surin rasa ia mulai gerah dengan perlakuan Sehun. Pasalnya laki-laki yang kini tengah terus asik pada ponselnya namun melarang-larang Surin itu tidak bertingkah menyebalkan seperti sekarang ini ketika mereka tiba di pusat perbelanjaan tersebut. Di dua butik yang sudah Surin kunjungi sebelumnya, Sehun bahkan tidak mengeluarkan ponselnya sama sekali dan ia tampak seru menyarankan Surin pakaian ini dan itu.

 

Sehun berubah menyebalkan seperti ini tepat ketika mereka keluar dari toko buku kurang lebih setengah jam yang lalu. Surin tidak mengerti apa alasannya, namun kalau boleh Surin menduga-duga, pasti alasan Sehun berhubungan dengan bertemunya Surin dan Kyungsoo secara tidak sengaja di toko buku tersebut. Kyungsoo adalah mantan kekasih Surin, sekaligus kekasih pertamanya.

 

Tapi cerita Surin dan Kyungsoo hanya saat mereka duduk dikursi sekolah menengah atas saja. Kyungsoo harus melanjutkan pendidikannya di Jerman dan hubungan mereka tandas begitu saja di akhir kelas tiga. Selepas itu Surin bertemu Sehun di kampus dan ceritanya dengan laki-laki bertubuh tinggi itu pun bermula. Mereka bahkan kini sudah lima tahun menjalin hubungan, dan Surin rasa Sehun benar-benar lucu kalau alasannya menjadi menyebalkan dengan seketika seperti sekarang ini hanya sebatas karena pertemuan Surin dengan Kyungsoo di toko buku tadi. Meskipun memang Kyungsoo tadi memberikan buku yang dibelinya pada Surin sebagai hadiah pertemuan, tetap saja Surin akan menertawai Sehun kalau laki-laki itu cemburu karena hal sederhana seperti itu.

 

Lamunan Surin mengenai dugaannya buyar ketika Sehun merebut baju terusan berwarna biru langit yang tengah Surin pegang. Laki-laki itu meletakan baju tersebut ditempatnya semula membuat Surin langsung mengambilnya kembali dengan tidak terima.

 

“Aku bilang aku suka baju ini, jadi kau tunggu saja disini karena aku akan mencobanya lebih dulu dan selepas itu aku akan langsung membelinya.” Surin berujar cepat pada Sehun kemudian berjalan meninggalkan laki-laki yang sibuk memanggilnya itu. Surin memasuki salah satu fitting room yang ada di butik besar tersebut sementara suara tidak suka dari Sehun langsung dapat Surin dengar dibalik tirai abu-abu gelap yang menjadi pintu fitting room tersebut.

 

“Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh. Mengapa kau tidak mau mendengarkan, sih?” Sehun menggerutu sementara Surin hanya mendengus.

 

“Memangnya kenapa?!”

 

“Karena modelnya Sabrina!”

 

Surin menautkan alisnya mendengar seruan Sehun barusan. “Lalu kenapa kalau modelnya Sabrina?! Aku bilang aku menyukainya dan aku akan memakainya kemana-mana kalau perlu!” Balas Surin dengan tidak sabaran. Baiklah, kini mereka resmi bertengkar disebuah pusat perbelanjaan tepatnya disebuah butik yang untungnya cukup besar untuk orang mendengar ataupun memperhatikan mereka berdua.

 

Tidak ada balasan dari Sehun diluar sana. Surin yang sudah kesal sampai keubun-ubun pun langsung menyampirkan tas selempang kecilnya pada gantungan yang ada di fitting room tersebut dan mulai mengganti pakaiannya dengan baju terusan itu. Surin tidak peduli apabila Sehun terus menyuruhnya untuk tidak membeli pakaian tersebut. Ia juga tidak peduli apabila Sehun akan mencacinya ketika melihat Surin mengenakan baju bermodel Sabrina yang sepertinya sangat tidak disukai oleh Sehun. Surin tetap akan membelinya dan ia benar-benar tidak akan mempedulikan apapun yang dikatakan laki-laki itu.

 

Tidak sampai sepuluh menit, Surin sudah memandangi pantulan dirinya dengan puas melalui kaca besar yang ada di fitting room tersebut. Baju terusan itu tampak begitu sempurna ditubuhnya sampai-sampai Surin kini sudah tersenyum senang. Baru saja Surin akan berputar untuk melihat tampak belakang tubuhnya, tiba-tiba Sehun membuka tirai abu-abu yang menjadi pintu fitting room itu dengan cepat membuat Surin berteriak karena benar-benar terkejut.

 

“Oh Sehun! Jantungku hampir saja lepas dari tempatnya, kau tahu tidak?!”

 

Sehun masuk kedalam fitting room itu dan menutup tirai abu-abu itu membuat Surin yang masih terkejut kini hanya memandanginya dengan heran. “Mau apa, sih? Cepat keluar sebelum orang mengira yang tidak-tidak! Lagipula aku ingin berganti baju, sudah sana keluar!” Surin berusaha mendorong tubuh Sehun untuk keluar namun tenaga laki-laki yang tubuhnya jauh lebih besar daripada Surin itu memang tidak bisa Surin kalahkan sehingga kini gadis itu hanya memukul lengan Sehun berkali-kali.

Sehun menangkap kedua tangan Surin dengan tangannya kemudian mendorong Surin ke kaca fitting room tersebut membuat punggung kecil gadis itu langsung bertabrakan dengan kaca dan kepalanya terbentur sedikit. Surin berpura-pura mengaduh kesakitan sementara Sehun yang kini sudah mengunci tubuh gadis itu dengan tubuhnya yang besar, tidak terpengaruh sama sekali dengan aduhan tersebut.

 

“Kalau aku bilang tidak boleh pakai Sabrina, ya tidak boleh.” Sehun berujar sementara Surin yang kini mendongak untuk menatapnya hanya merasa jarak tubuhnya dan Sehun yang benar-benar dekat saat ini mulai mengganggu cara kerja otaknya. Terutama ketika aroma tubuh laki-laki itu dapat dihirupnya. Ditambah lagi dengan bahu laki-laki itu yang terlihat sangat lebar dan kuat dibalik kemeja bermotif sederhananya. Ditambah lagi dengan rambut hitam pekatnya yang terlihat begitu lembut. Ditambah lagi pula dengan wajah tampannya yang kini dapat Surin lihat dengan jelas.

 

Surin rasa otaknya berhenti bekerja untuk sesaat dan hanya semua hal tentang Sehun yang berputar diseluruh sudut ruang otaknya.

 

Surin memekik tertahan ketika Sehun merengkuh pinggangnya dengan kasar, tidak ingin menyisahkan jarak sedikitpun pada tubuh mereka. “Kau membuatku khawatir. Habis bertemu mantan kekasihmu, mengapa kau harus memilih terusan yang terlihat ketat? Lalu mengapa juga harus rok pendek berwarna merah muda itu? Dan mengapa juga harus baju bermodel Sabrina yang memperlihatkan bahu indahmu ini? Kau tidak ingin memakai baju-baju tersebut didepannya, kan?”

 

Dugaan Surin benar. Sehun cemburu karena pertemuannya dengan Kyungsoo di toko buku tadi. Surin tadi berkata kalau sampai dugaannya benar, gadis itu akan menertawai Sehun dengan keras namun entah mengapa sekarang ini ia tidak bisa sama sekali untuk tertawa. Bahkan bernapas saja Surin merasa kesulitan. Surin kembali memekik ketika kini kedua tangan kekar Sehun merengkuh pinggangnya dengan jauh lebih erat dari sebelumnya.

 

“Tidak ada terusan ketat. Tidak ada rok pendek. Tidak ada Sabrina. Kau mengerti?” Surin merasa kakinya lemas dengan seketika ketika Sehun mengecup bahu kanannya berkali-kali yang saat ini terekspos akibat model baju terusan tersebut. Kecupannya begitu lembut, seolah ia tengah mengikuti jejak yang ada disana.

 

Jejak untuk sampai pada leher Surin.

 

Surin benar-benar mengumpati laki-laki yang berhasil membuat napasnya tercekat itu sekarang ini.

 

“Tapi aku rasa kau boleh beli Sabrina ini. Kau terlihat luar biasa dengan terusan ini.” Sehun berujar seraya mengecup dagu Surin yang kini sudah benar-benar tidak bisa berkata-kata. Jantung Surin berdebar cepat, jauh lebih cepat dari biasanya.

 

Baiklah, ini adalah tempat publik, dan tidak seharusnya mereka bermesraan ditempat ini. Surin meremas lengan kemeja Sehun ketika laki-laki itu kini malah menghujani kedua belah pipi Surin yang sudah memerah dengan kecupan lembut dari bibir sempurnanya.

 

Surin bersumpah, kalau akhirnya malah seperti ini, Surin tidak ingin bertemu dengan Kyungsoo lagi disebuah pusat perbelanjaan terutama ketika ia tengah bersama dengan Sehun.

 

“Jangan buat aku khawatir dan cemburu lagi. Jangan tersenyum padanya seramah tadi jika nanti kau bertemu dengannya lagi. Jangan baca buku darinya. Jangan menghubunginya lagi karena aku tahu dari tatapannya ia masih menyimpan sesuatu untukmu. Satu lagi, Sabrina ini hanya boleh kau pakai ketika kau hanya tengah bersama denganku.” Sehun berujar sementara Surin yang hendak tertawa karena ucapan kekanakan kekasihnya itu dengan seketika batal begitu saja karena kini Sehun sudah mengecup bibir Surin berkali-kali. Mata Surin membelak lebar sementara yang didapat dari laki-laki itu hanya kedua mata berbentuk bulan sabitnya yang seolah tengah tersenyum jahil.

 

Surin langsung mendorong tubuh Sehun dan memukul laki-laki yang sudah tertawa itu dengan tas selempang kecilnya yang ia ambil dari gantungan baju. Sehun buru-buru berlari kecil keluar dari fitting room itu sementara Surin sudah mengejarnya.

 

“Oh Sehun! Habis kau kalau tertangkap!”

 

Surin berseru sementara Sehun masih berusaha menghindar diantara deretan-deretan baju. Ketika Surin berhasil menggapai ujung kemejanya, gadis itu langsung memeluk Sehun dari belakang kemudian memukuli punggungnya yang lebar sementara Sehun hanya berpura-pura kesakitan sambil terus tertawa terbahak-bahak meminta ampun.

 

Sehun memutar tubuhnya sendiri dan kini malah laki-laki itu yang memeluk tubuh Surin dari belakang. Surin berusaha menghindar namun pelukan Sehun pada pinggangnya sangat erat, sementara Sehun yang masih asik tertawa tampak tidak begitu mempedulikan usaha Surin untuk lepas dari pelukannya.

 

“Dasar tidak tahu tempat! Ini kan tempat umum!”

 

“Kau juga tidak tahu tempat. Mengapa harus membuatku cemburu ditempat umum?”

 

Kini Surin baru dapat tertawa keras akibat ucapan kekanakan Sehun. Untuk beberapa detik tawa Surin semakin terdengar membahana, membuat Sehun tanpa pikir panjang pun memprotes gadis itu dengan suaranya yang terdengar seperti orang tengah merajuk.

 

“Jangan menertawai hati ini, Surin-a!”

 

Surin kembali tertawa sementara Sehun langsung menggeletiki pinggul gadis yang sudah sibuk menghindar sambil tertawa terbahak itu.

 

Sehun memang pencemburu dan Surin rasa titik terlucu laki-laki itu adalah ketika ia tengah cemburu.

 

Meskipun sekarang ini dalam hati Surin berjanji untuk tidak membuat Sehun merasa cemburu lagi, terutama saat mereka tengah berada ditempat umum. Apa yang terjadi sebelumnya di fitting room akibat laki-laki pencemburu itu benar-benar berhasil membuat jantung Surin hampir lenyap dari tempatnya.

 

**

 

83878

@oohsehun : Surin is a cake lover but actually she is Sehun lover. And I don’t share with anybody.

 

199499 likes.

 

Comments :

 

@kjong_dae : Supeeeeeer!

 

@exoxm90 : Aku dengar-dengar mantan Surin yang dulu di SMA sudah kembali kesini, ya? Pantas saja Sehun mengunggah foto dengan caption seperti ini HAHAHA.

 

@baekhyunee_exo : @exoxm90 Iya! Jimi kemarin bercerita panjang lebar denganku mengenai laki-laki bernama Kyungsoo itu! Hahahahah. Ini akan sangat menarik! Istilahnya #CintaLamaBelumKelar

 

@kaiikim : @baekhyunee_exo maaf, permisi, jadi aku yang tersindir dengan hashtagmu. #KembalikanJimiPadakuByunBaekhyun

 

@baekhyunee_exo : @kaiikim kasihan ya, kalau kau #CintaLamaBelumKelar dengan Jimi, Jimi-nya sih sekarang #CintaLamaResmiKELAAAARRRR

 

@kjong_dae : @baekhyunee_exo @kaiikim HAHAHAHA AKU TERTAWA SEKARANG!

 

@guardian_suho : @exoxm90 @baekhyunee_exo pantas saja Taerin juga kemarin cerita padaku mengenai si Kyungsoo ini. Wah, wah, sepertinya asik nih kalau diajak bertemu. AHAHA.

 

@real__pcy : SADIS BROOO. Seram juga captionnya. @guardian_suho @exoxm90 @baekhyunee_exo Kyungsoo itu teman SMA-ku juga, bukan hanya teman SMA Surin. Ini Instagramnya @dokyungsoo93. Kapan-kapan kita kumpul saja agar lebih seru. HAHAHA.

 

@dokyungsoo93 : Mind to followback?:-) @oohsehun

 

@real__pcy : ^ WOW OWOWOWOW PERTEMPURAN BARU SAJA AKAN DIMULAI @guardian_suho @exoxm90 @kjong_dae @baekhyunee_exo @kaiikim

 

@surinjjang : ❤

 

@oohsehun : ❤ ❤ @surinjjang only you-nya mana?

 

@surinjjang : @oohsehun only Vivi. ❤

 

@oohsehun : @surinjjang dasar. Maksudnya only Vivi’s appa, iya tahu kok tahu, Vivi’s eomma. ❤ ❤ ❤

 

 

-FIN.

 

Hanya sehari jadiiiiii! HAHAHA. Sebetulnya aku lagi gaada ide banget tapi mau aja gitu ngepost. Happy September semuanya! Semoga suka sama ff sederhana ini ya!

Jadi sebenernya ini juga karena lagi efek sayang-sayangnya sama Oh Sehun. (padahal setiap hari sayang. HAHAHA)

Hari Sabtu tanggal 2 September lalu Tuhan kasih aku ketemu lagi sama EXO untuk yang kedua kali! Aku bener-bener seneeeeng banget bisa dapet kesempatan buat malem mingguan sama mereka lagi dan pastinya sama Sehun huhu. Tuhan baik banget ya sama aku padahal akunya bangor banget. :”) Intinya seneng banget bisa liat mereka perform lagi. Mereka berusaha ngomong Bahasa dan itu cute parah! EXO-nya juga keliatan enjoy dan seneng banget, bikin rasa seneng aku makin bertambah dua ratus kali lipat HUHUHU.

Semoga bisa dikasih kesempatan lagi sama yang diatas untuk ketemu mereka lagi!

See you next time, loves. We should meet again, someday.

IMG_1092 (1)

IMG_1163

 

“I will only look at you forever.”

Terima kasih sudah mau baca sampe akhir!

See you on the next ff!

 

 

 

 

 

Advertisements

8 comments

  1. rahsarah · September 6, 2017

    wkwkwk si sehun cemburu toh ternyata sama si kyungsoo sampe surin di cuekin gtu dan kesel milih baju di tolak mulu sama sehun hahah
    itu yg di bagian sehun masuk ke fiting room bikin nyengir sendiri wkwkwwk *ups gemessss sama mereka pokonya

    aaa seneng banget pasti bisa ketemu exo lagi ya? huhu sedih ga bisa nntn kmren… kamu aslinya lucu yaaa gemesss mau cubit pipinyaa hehehee cantik de

    • Oh Marie · September 7, 2017

      KAK SARAAAAAH! Makasih ya kak udah mau mampir dan baca lagiiiii. Iya karna Sehun pencemburu banget sih anaknya makanya begitu deh so gemeeees wkwkwk. Seneng deh kalo kak sarah ternyata gemes juga sama ff iniiii! Makasih banyak ya kak sekali lagi! Terutama buat komentar manis ini hihihii ❤

      IYA SENEEEEEENG BANGET BISA KETEMU MEREKA LAGI KAKKK T__T < ❤ kak sarah gaboleh sedih doooong kan tahun depan nonton sama aku muehehehe amin :p AWWWW. Note yang terakhir sukses bikin senyum-senyum sendiri! Makasih ya kak saraaaah >< ❤

  2. Zaaaaoh · September 6, 2017

    Sehun manis banget sii kalo lagi jeles 😁 eh tapi kapan ni orang ga manis dah (?) wkwkw visualisasi sehun sama surin knapa selalu aku dapet sii >.< jadi pengen. This is so fluffy but really nice :))) rasanya pengen baca cerita kamu berulang ulang tau 😂 seneng banget kamu update banyak cerita akhir akhir ini :3 kangen sehun-surin soalnya hehe. Next ditunggu pokoknya! Jangan bosen nulis, see yaa 😉

    • Oh Marie · September 7, 2017

      HALOHAAAAAA! ❤
      Iya HAHAHA Sehun gemes banget emang kalo lagi jeles minta diculik bawa pulang aja jadiin pajangan rumah ((gagitu)) wkwkwk. Makasih banyak ya karena udah suka sama ff ini! Aku gabisa berenti makasih sama kamu yang selalu setia baca dan ninggalin komen huhuhu.
      AWWWWW. Aku juga seneng banget akhir-akhir ini sering bacain komen kamuuuu HUAHAHAHA. Siaaaap! Wajib ditunggu next projectnya! See you on the next ff ya ❤ sekali lagi terima kasih banyak untuk waktunya hihi ❤

  3. ahnnncs · September 7, 2017

    Aaaaa sehun lo tuh…
    Sweettttttttttt banget. Dapet banget feelnya dan selalu berhasil bikin aku baper hahah sumpa aku baca ini senyum2 sendiri masaaaa suka ngebayangin itu beneran hahaha suka banget sama yg satu ini dan pasti baklan jadi yg terfavorit, lagi. Hihi luvvv
    Btw kakak cantik yaa hihi
    Ditunggu next project nyaaa

    • Oh Marie · September 7, 2017

      ANGIEEEEE! Senengnya liat kamu di notif komen lagiiii! Sehun emang sweet parah yuk kita serbu dia bareng-bareng huhuhu. AAAA aku seneng banget kalo yang satu ini dapet feelnya meskipun kelewat sederhana :p Makasih ya angie udah mau suka sama ff ini!
      Makasih juga buat waktunya untuk baca dan ninggalin jejak lagiii!
      Ini yang bikin aku makin semangat buat nulis next project hihi. Luv you too angieee!
      Note yang terakhir sukses bikin senyum-senyum! Makasih angie! Aku jadi maluuuu><
      Sipppp, ditunggu ya! See you on the next ff ❤

  4. Lee Aerins · September 15, 2017

    Sehuuun, cemburunya lucuuu.. Tapi kalo kayak gitu ngeselin juga siihhh. ehheheheheh baru sempet comen, ditunggu project selanjutnya yaa :)))

  5. Oh Marie · September 17, 2017

    HAAAAAAAAAAI!! KANGEN LIAT KOMEN KAMUUUU! Makasih ya udah mau nyempetin waktu kamu buat baca dan komen hihi seneng banget deh akunya!
    Sehun emang lucu banget gemes pengen culik aja bawaannya T_T
    Sekali lagi makasiiiih!
    Sampai jumpa di ff selanjutnya ya ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s