Complex

complex

Happy reading! Just a simple one!

**

Surin memutar bola matanya malas ketika melihat pintu perpustakaan kampusnya itu terbuka dan seorang laki-laki bertubuh tinggi semampai dengan bahu yang lebar berjalan menghampirinya. Tanpa bersuara dan berpikir panjang, Surin memasukan buku-bukunya kedalam tas selempangnya kemudian segera berjalan cepat untuk meninggalkan perpustakaan tersebut.

Saat tepat berpapasan dengan laki-laki itu, Surin merasakan tangan yang jauh lebih besar dari miliknya mencengkram satu pergelangan tangannya. “Kita harus bicara.” Bisik laki-laki itu dengan ekspresi wajah datar khas miliknya. Surin menepis tangannya kemudian bergegas keluar tanpa mempedulikan laki-laki yang ternyata bernama lengkap Oh Sehun tersebut.

Surin marah pada Sehun. Surin marah pada laki-laki yang sudah menjadi kekasihnya selama hampir lima tahun itu. Dan hari ini adalah tepat hari ke tujuh mereka berdua saling berdiam tanpa ada yang lebih dulu mencoba untuk memperbaiki suasana. Oh, kecuali tadi di perpustakaan, atau kemarin di kantin, atau dua hari yang lalu di halte seberang kampus, atau tiga hari yang lalu di depan kelas Surin, atau empat hari yang lalu di café bubble tea yang tidak jauh dari kampus. Sebenarnya Sehun selalu mencoba untuk memperbaiki suasana dengan mengajak Surin bicara, namun itu yang malah membuat Surin semakin marah dan tidak mau bicara pada laki-laki bertubuh tinggi itu.

Surin berpikir bahwa Sehun benar-benar tidak peka dengan kesalahannya. Sudah berulang kali Surin harus bersabar dan bersabar, namun kali ini ia tidak lagi bisa menahan emosi yang seolah berhasil membuat kepalanya mengeluarkan asap panas. Seharusnya tanpa perlu diberitahu Sehun tahu letak kesalahannya dimana, seharusnya tanpa perlu Surin jelaskan dengan panjang lebar yang Surin tahu malah akan menambah emosinya, Sehun langsung meminta maaf dan menyadari letak kesalahannya.

Tapi laki-laki itu memang benar-benar keras kepala. Dari tatapan tajamnya tadi saat di perpustakaan saja Surin sudah tahu bahwa Sehun kesal terhadap sikap Surin yang seperti ini. Surin yakin laki-laki itu berpikir bahwa Surin marah tanpa alasan terhadapnya, dan itu benar-benar membuat Surin semakin kesal terhadap Sehun.

“Lihatlah siapa yang sepertinya baru saja bertemu dengan kekasih tidak pekanya.” Jimi menyenggol lengan Taerin yang sedang asik menikmati makan siangnya sementara Surin yang kini berdiri dihadapan mereka berdua segera menempatkan diri di kursi yang berada disebelahnya. Surin meletakan tas selempangnya diatas meja kantin tersebut dengan kesal membuat katsu yang berada disendok Taerin dan hendak masuk ke dalam mulut gadis itu jatuh begitu saja. “Aish, gadis ini.”

“Ada apa lagi? Sehun kembali menemuimu dan kau dengan bodohnya melarikan diri lagi?” Taerin berujar membuat Surin menghela napas. Ia memangku dagunya dengan telapak tangan kirinya kemudian mengangguk pelan.

“Kau benar-benar harus berhenti menghindar seperti ini, Surin-a. Semprot saja langsung Sehun dengan hal yang mengganjal dalam hatimu, jangan malah disembunyikan.” Saran Jimi yang langsung disetujui oleh Taerin. “Aku ingin kali ini ia yang menyadari kesalahannya sendiri, tapi sepertinya aku terlalu berharap banyak. Ia malah tampak juga kesal denganku sekarang.” Ujar Surin seraya mengambil ponselnya dari dalam tas selempangnya.

Satu pesan masuk dari Sehun. “Kau lihat kan? Ia bahkan tidak mencoba menelponku dan hanya mengirimi satu pesan saja setiap harinya selama kita bertengkar.” Surin membuka pesan tersebut kemudian ia menghela napasnya, menyerah akan laki-laki berwatak keras kepala itu. “Pesannya pun bahkan berisi sama persis dengan pesan-pesan yang sebelumnya.” Ujar Surin seraya terus memperhatikan tiga kata itu dengan kesal.

From: Sehun

Kita harus bicara.

“Sehun tidak salah. Kau memang harus bicara dengannya.” Jimi membela Sehun setelah mencuri pandang kearah layar sentuh ponsel milik Surin. “Kalau aku terus mendiktekan kesalahannya, maka selamanya aku harus melakukan hal itu. Kali ini ia benar-benar harus menyadari kesalahannya sendiri. Laki-laki itu memang harus diajarkan caranya memeriksa diri sendiri meskipun harus memakan waktu yang lama.” Tangan Surin menari diatas layar ponselnya, menutup pesan Sehun yang tidak ingin dibalasnya, dan membuka aplikasi Instagram miliknya. Tanpa sadar tangannya mengetikan username Sehun pada mesin pencari dan membuka profil akun milik kekasihnya itu. Surin mendengus, menyadari bahwa dari situlah kekesalannya terhadap Sehun muncul. Dari akun Instagram Sehun itulah pertengkarannya dengan laki-laki itu selama satu minggu ini bermula.

“Memangnya ia salah apa, sih?” Taerin mengernyitkan dahinya sementara Jimi langsung mengibaskan tangannya. “Kau seperti tidak tahu Surin saja. Paling-paling karena untuk entah yang keberapa kalinya Surin cemburu pada gadis yang sedang kelihatan dekat dengan Sehun.” Taerin menganggukan kepalanya sementara Jimi sudah berdecak berkali-kali sambil memperhatikan Surin, sahabatnya yang kini tengah kesal sendiri kala ia memperhatikan postingan-postingan Sehun selama satu minggu terakhir.

ddd

@oohsehun : Full team. @guardian_suho @real__pcy @baekhyunee_exo @kaiikim @kjong_dae @dokyungsoo93 @exoxm90 @zyxzjs

9412 likes.

Comments:

@real__pcy : Mantap bro!

@guardian_suho : Free time and free food from Junmyeon the number one leader J

@kjong_dae : The best day!

@kaiikim : Lebih sering lebih baik. Minggu depan battle playstation di rumah Chanyeol, ya!

@baekhyunee_exo : Maaf kemarin pulang lebih awal, aku ada janji menjemput Jimi dari kursus masak. @kaiikim minggu depan tidak bisa, aku ada janji kencan dengan Jimi.

@kaiikim : Maksudmu itu ingin pamer atau apa? @baekhyunee_exo

 

Surin terus membuka foto-foto dari akun Instagram Sehun sambil juga membaca komentar-komentar yang ada dimasing-masing foto. “Aku yakin ada alasan lain selain cemburu, Jimi-ya.” Taerin memperhatikan Surin seraya berujar pada Jimi. Mereka berdua hanya memperhatikan Surin yang tampak menautkan alisnya itu dengan bertanya-tanya.

10932310_859711694089816_1647225353_n

@oohsehun : Billiard time. Photo by @guardian_suho

9124 likes.

Comments:

@exoxm90 : Ah, sayang sekali aku tidak bisa ikut!!

@dokyungsoo93 : Yang benar saja kalian mengajak bermain billiard ditengah tugas kuliah yang banyak.

@real__pcy : @dokyungsoo93 Apa-apaan ini? Mengapa mereka mengajakmu tapi tidak mengajakku?!

@baekhyunee_exo : @real__pcy kau tidak diajak? Kasihan sekali. Aku diajak hanya saja aku ada jadwal lain bersama Jimi.

@kaiikim : @baekhyunee_exo pamer itu dosa.

@guardian_suho : @real__pcy kau bilang kau ada kencan dengan salah satu mahasiswa baru, kau ingat?

@real__pcy : @guardian_suho ah iya benar. Maklumlah #seniorkampustertampan2017 HAHAH

 

Surin membuka foto yang lainnya dengan lesu sementara Taerin dan Jimi masih terus menerka-nerka, sebenarnya apa yang telah Sehun lakukan sampai-sampai Surin marah seperti ini? Biasanya apabila mereka berdua tengah bertengkar, paling-paling hanya tahan satu hari saja. Setelah itu, Sehun dan Surin tampak sebagai pasangan paling bahagia lagi seantero kampus. “Kalau aku perhatikan sih memang post Instagram Sehun belakangan ini lebih sering bersama teman-temannya.” Lapor Taerin membuat Jimi mengetukan satu jarinya ke dahinya sendiri. “Cemburu karena teman-teman Sehun? Yang benar saja. Surin tidak akan sekanak-kanakan itu. Pasti ada sesuatu yang lebih besar daripada itu. Kira-kira apa, ya?” Jimi bertanya seraya memperhatikan Surin yang tampak sedih, begitupun dengan Taerin disebelahnya.

15803760_713259885510134_7055701703261159424_n

@oohsehun : Went hiking today with another best photographers from Seoul National University Photography Organization! #SNUPhotography

9912 likes.

Comments :

@SNUphotography : Nice picture, pak ketua!

@real__pcy : Mantaaaap!

@baekhyunee_exo : Tidak salah jadi ketua organisasi fotografi kampus. Sesekali ajak aku, Oh Sehun!

@kaiikim : @baekhyunee_exo mengajakmu itu berisik. Kasihan binatang di hutan nanti terganggu.

@baekhyunee_exo : @kaiikim sirik saja, sendok teh.

@guardian_suho : Ayo kita atur jadwal untuk hiking bersama!! Transportasi dan makan biar aku yang tanggung. Gampang saja tinggal sewa bus biar tidak repot parkir mobilnya. @oohsehun @real__pcy @kaiikim @baekhyunee_exo @kjong_dae @exoxm90 @zjxzjs @dokyungsoo93

@baekhyunee_exo : @guardian_suho boleh saja tapi aku ajak Jimi, ya!

@guardian_suho : @baekhyunee_exo ajak saja. Aku juga ingin mengajak Taerin-ku.

@exoxm90 : @guardian_suho @baekhyunee_exo wah seru sekali ini! Aku juga akan mengajak Cheonsa!

@dokyungsoo93 : @oohsehun dimana kau? Mengapa tidak membalas komentar Junmyeon, Minseok, dan Baekhyun yang akan mengajak kekasih mereka masing-masing? Kau tidak ingin mengajak Surin? Kalau begitu biar aku yang ajak.

@real__pcy : @dokyungsoo93 WOW WOW WOW nice, Kyungsoo mulai mengambil aba-aba untuk menyerang!!

 

Surin menghela napasnya, entah untuk yang keberapa kali. “Taerin-a, Jimi-ya, kalian benar-benar diajak Junmyeon dan Baekhyun untuk hiking bersama yang lain?” Surin bertanya sementara pandangannya tidak teralihkan dari layar sentuh ponselnya. “Kalau aku sih, iya. Junmyeon bilang baru sekedar rencana tapi sepertinya akan betul-betul segera dilaksanakan.” Taerin menjawab enteng seraya menghabiskan makan siangnya. “Baekhyun juga sudah mengatakan rencana hiking itu padaku. Surin-a, jangan bilang Sehun tidak mengatakan apapun padamu? Ia tidak mengajakmu? Woah, aku rasa aku tahu permasalahan yang sebenarnya sekarang.” Ujar Jimi mengangguk-angguk membuat Surin yang mendengar jawaban Taerin dan Jimi kembali menghela napasnya dengan berat. Surin pun membuka foto yang selanjutnya.

13882522_2068851056673831_8846023443371286810_n

@oohsehun : Went to watch baseball match with the “hyungs” today. @guardian_suho @real__pcy @ryusdb @leeminjoon92 @choijs88

9427 likes.

Comments :

@real__pcy : Seru sekali! Kita harus sering-sering pergi bersama!!

@guardian_suho : @real__pcy betul! (Terima kasih pada @chocolattaerin yang mengambil foto ini dan mau menemaniku menonton pertandingan baseball yang ia bilang sangat membosankan. Hahaha)

@baekhyunee_exo : Ah!! Sayang sekali hari ini aku tidak bisa ikut karena ada jadwal praktikum padahal Jimi suka sekali menonton pertandingan baseball!

@kaiikim : Sial, aku baru bangun dari tidur siangku dan sekarang sudah jam 9 malam! Tiket baseball-ku hangus! Aish.

@real__pcy : @kaiikim kau sudah ditelpon 20 kali tapi tidak juga diangkat. Memang tukang tidur sejati.

@kaiikim : @real__pcy tidak apa, karena hobi tidurku ini sama seperti Jimi.

@baekhyunee_exo : @kaiikim itu sebabnya kalian tidak cocok. Untung sekarang Jimi bersama alarm pribadinya J

@kaiikim : @baekhyunee_exo Aish! Aku benar-benar mengumpat sekarang!

 

Sehun memang terlalu tidak pedulian. Begitulah yang sekarang ada dipikiran Surin. Surin memandang Jimi dan Taerin yang tengah menikmati makan siang mereka dengan tatapan sedih. Berbeda dengan kekasih Jimi, Byun Baekhyun, Sehun bukanlah tipe kekasih yang selalu siap sedia bersama kekasihnya dimanapun dan kapanpun. Lalu berbeda dengan kekasih Taerin, Kim Junmyeon, Sehun juga bukanlah tipe kekasih yang selalu siap sedia membalas setiap pesan singkat yang berisi obrolan-obrolan kecil seperti sedang apa, sudah makan atau belum, dan sejenisnya. Daripada ‘chat’ sepanjang hari, Sehun tipe kekasih yang memilih untuk menelpon sebelum tidur untuk sekedar bertanya bagaimana hari Surin berjalan, apa saja yang ia lakukan, dan semacamnya.

Sungguh, sebenarnya Surin tidak apa-apa. Surin berusaha memahami Sehun yang mungkin saja ingin memiliki ruang untuk dirinya sendiri, misalnya ketika ia bersama dengan teman-temannya. Surin menghormati itu selama lima tahun, dan kali ini Surin ingin meneriaki laki-laki itu agar ia sadar bahwa Surin tidak bisa lagi menahan apa yang selama ini mengganjal dihatinya.

Tidak perlu Sehun menempel terus dengannya, ataupun mengajak Surin ketika laki-laki itu memiliki janji dengan teman-temannya seperti yang sering dilakukan Baekhyun pada Jimi dan Junmyeon pada Taerin, Surin hanya ingin Sehun paling tidak memberitahunya mengenai kemana Sehun akan pergi, dengan siapa, untuk kegiatan apa, meskipun hanya melalui pesan singkat, sehingga Surin tidak perlu bertanya-tanya seharian penuh tentang keberadaan laki-laki itu.

Jujur saja, Surin merasa sedih karena ia mengetahui kegiatan Sehun melalui sosial media laki-laki itu, bukan seperti pasangan kekasih yang lain, yang saling mengabari paling tidak melalui sebuah pesan singkat. Surin sedih karena seharian penuh ia mempertanyakan keberadaan Sehun, namun ia baru mengetahuinya setelah laki-laki itu mengunggah sesuatu yang berhubungan dengan kegiatannya pada sosial medianya. Surin sedih karena seharian penuh ia mempertanyakan apa yang sedang Sehun lakukan, namun Surin baru mendapatkan jawabannya melalui telepon yang berdurasi sebentar ketika gadis itu hendak bergegas untuk tidur.

Jangan kira Surin tidak pernah mencoba untuk melakukan obrolan kecil itu pada Sehun. Surin seringkali mengiriminya Kakaotalk berisi ‘sedang apa?’ ‘sedang ada dimana kau sekarang?’ ‘sudah makan atau belum?’. Surin benar-benar sudah terlalu sering memulai itu semua terlebih dulu namun obrolan mereka hanya akan berakhir sampai situ saja. Sehun hanya menjawabnya dengan ‘sedang baca buku’ ‘sedang diruang organisasi’ ‘sudah makan, tenang saja’, tanpa basa-basi sedikitpun.

Sehun memang menyebalkan jika berhubungan dengan ‘chat’ karena memang Sehun bukanlah tipe orang yang ‘chatty’. Sehun bahkan jarang membuka aplikasi Kakaotalk ataupun aplikasi chat messenger lainnya di ponselnya, kecuali kalau memang diperlukan.

Sebenarnya Surin sudah bersyukur karena Sehun tidak pernah sekalipun mendiamkan chatnya ataupun membalas chatnya dengan waktu yang lama. Jika Surin mengirimkan sebuah pesan, Sehun akan membalasnya sekitar tiga detik kemudian. Selalu seperti itu, dari lima tahun yang lalu. Hanya saja seperti yang tadi sudah dijelaskan, Sehun hanya akan membalas pesan Surin dengan jawaban yang memang benar-benar jawaban, tanpa diikuti basa-basi.

Sehun juga tidak sepenuhnya abai pada Surin meskipun jika orang lain membaca chat history mereka, sebagian akan berpikir bahwa Sehun benar-benar tidak peduli pada Surin. Sehun akan menelpon Surin sebelum ia tidur, atau Surin akan menelpon Sehun sebelum gadis itu tidur. Sehun akan bertanya bagaimana hari Surin berjalan, apa saja kegiatan yang gadis itu lakukan, dan begitupun sebaliknya. Meskipun sebentar, Surin sudah sangat senang.

Jangan kira juga hubungan mereka sebegitu tidak menariknya. Sehun dan Surin tampak sering bersama dikampus, mereka juga sering menghabiskan waktu diluar kampus bersama-sama. Entah itu makan malam, menonton film, berbelanja bersama, wisata kuliner diakhir pekan, dan hal-hal lainnya yang sering dilakukan pasangan diluar sana.

Oleh sebab itu diawal tadi Surin bilang sebenarnya ia tidak masalah dengan Sehun yang seperti ini. Ia sama sekali tidak masalah dengan Sehun yang hanya membalas chatnya dengan seadanya. Surin juga tidak masalah apabila ia yang memulai chat terlebih dahulu. Selain itu, ia pun tidak masalah dengan telepon singkat mereka dimalam hari untuk sekedar bercerita mengenai hari masing-masing.

Permasalahannya memang hanya pada Sehun yang tidak pernah memberitahu mengenai kegiatan apa yang akan ia lakukan, bersama siapa, dimana, dan semacamnya pada Surin meskipun hanya melalui pesan singkat sekalipun. Ditambah lagi belakangan ini laki-laki itu memang lebih sering menghabiskan waktunya sendiri. Sehun sangat sibuk dengan ini dan itu, sampai-sampai laki-laki itu seakan lupa bahwa ia memiliki kekasih bernama Jang Surin yang selalu mempertanyakan keberadaannya akhir-akhir ini.

Surin mau Sehun memberitahunya mengenai kegiatan yang akan atau sedang Sehun lakukan selagi laki-laki itu sedang tidak bersama dengannya, sehingga Surin tidak perlu khawatir dan cemburu seperti sekarang ini. Iya, Surin cemburu. Ia cemburu karena post Instagram Sehun yang terakhir, dan Surin kesal karena laki-laki itu tidak berkata apapun ataupun berinisiatif untuk memberitahunya mengenai hal tersebut.

d

@oohsehun : New project for new semester.

4129 likes.

Comments :

@baejihyunnn : Ada akuuu! Hahaha>< Semangat! Kita bisa!

@baekhyunee_exo : Oh jadi ini ‘partner project’ yang kau bilang itu? Kalian benar-benar hanya bekerja berdua untuk menyelesaikan project tersebut? Pasti sangat amat berat. Untung saja aku bukan anak arsitektur.

@real__pcy : Surin mana Surin hmmm.

@kaiikim : Surin mana Surin hmmm. (2)

@kjong_dae : Hati-hati sebentar lagi ada bahaya bom atom dari Surin. Tapi serius, mengapa belakangan ini kau tidak pernah mengunggah foto dengan Surin?!

@exoxm90 : @kjong_dae betul. @oohsehun @surinjjang kalian baik-baik saja, kan?

@zyxzjs : #GerakanKembalikanSehunSurin

@guardian_suho : Wah wah, kerja kelompoknya bersama dengan Bae Jihyun? Gadis paling cantik seantero kampus?

@dokyungsoo93 : Aku harap Surin sudah tahu mengenai hal ini sehingga ia tidak berpikir yang tidak-tidak.

@real__pcy : @dokyungsoo93 aba-aba kedua dari Do Kyungsoo. Ini akan sangat menarik!!

 

Surin menautkan kedua alisnya dengan kesal. Pertama, ia kesal membaca komentar gadis bernama Jihyun itu. Kedua, ia kesal karena Sehun kerja kelompok bersama gadis yang dinobatkan sebagai gadis tercantik seantero kampus namun tidak memberitahu apapun padanya. Ketiga, ia benar-benar kesal karena ternyata Sehun bercerita mengenai ‘partner project’ tersebut pada Baekhyun sementara Surin, yang notabene adalah kekasihnya selama hampir lima tahun tidak tahu menahu sama sekali mengenai hal tersebut.

“Apapun yang menyebabkan kalian seperti ini, kau harus segera memberitahunya, Surin-a. Laki-laki itu memang sepertinya sudah ditakdirkan untuk tidak peka terhadap sesuatu. Bagaimanapun caranya, kau harus segera memberitahu letak kesalahan Sehun dimana sehingga laki-laki itu mengerti.” Taerin berujar membuat Surin mendengus. Apa yang dikatakan Taerin memang benar. Surin pun dari kemarin-kemarin ingin sekali meneriaki laki-laki itu mengenai hal ini agar ia sadar, namun gengsinya terlalu tinggi sehingga saat ini ia hanya duduk dikantin kampus guna menghindari Sehun, dan memendam rasa kesalnya dalam-dalam.

“Surin-a.”

Surin langsung memakai tas selempangnya seraya bangkit berdiri. “Aku pulang duluan, ya. Aku sudah tidak ada kelas.” Ujar Surin seraya berjalan begitu saja, melewati Sehun yang beberapa detik lalu memanggilnya. Sehun berjalan dibelakang Surin seraya terus mengajak gadis itu bicara namun Surin terus berjalan cepat tanpa mempedulikan laki-laki itu.

“Aku serius, kita harus bicara.” Sehun berusaha memegang pergelangan tangan Surin namun gadis itu dengan cepat menepis tangan Sehun begitu saja. “Jang Surin, aku mohon jangan siksa aku lebih lama lagi. Ini adalah pertengkaran kita yang paling lama. Kau akan membiarkanku terus-terusan tidur dengan tidak tenang?” Sehun berusaha membujuk Surin namun gadis yang berjalan cepat itu masih tampak tidak mempedulikan.

“Sungguh aku tidak bisa mengerti. Berkali-kali aku berpikir mengenai apa yang telah aku lakukan sehingga kau marah seperti sekarang ini, namun aku tidak menemukan apapun.” Ungkap Sehun dengan nada suaranya yang frustasi. Alis tebalnya bertaut kala Surin terus saja berjalan menyusuri lorong sepi kampus yang mengarah ke parkiran. Surin sendiri tidak tahu mengapa ia berjalan kesini padahal seharusnya ia berjalan ke pintu utama kampus, dan pergi dengan taksi. Emosi Surin bahkan sudah berhasil membutakan arah tujuan kakinya melangkah.

Sehun yang sudah tidak sabar menarik lengan Surin dengan kasar dan mendorong gadis itu ke tembok yang berada tidak jauh darinya, mengunci gadis itu dengan kedua tangannya yang sebelah menyebelah dengan Surin ditengahnya. “Kita harus benar-benar membicarakan hal ini. Jangan bersikap kekanakan, karena aku sudah benar-benar lelah.” Ujar Sehun membuat Surin membelak tidak percaya akan pendengarannya sendiri.

Surin mendorong tubuh Sehun dengan kuat namun tenaga laki-laki itu jauh lebih kuat sehingga Surin sekarang sudah memukul Sehun berkali-kali sementara laki-laki itu masih berhasil mempertahankan posisi tubuhnya untuk mengunci tubuh Surin yang jauh lebih kecil darinya ditembok lorong kampus yang sangat sepi itu.

“Haruskah aku selalu mendiktekan padamu dimana letak kesalahanmu? Aku juga lelah, Oh Sehun. Sekarang aku tanya padamu, apa kau khawatir padaku seperti aku mengkhawatirkanmu? Apa kau pernah seharian penuh bertanya-tanya tentang apa yang sedang aku lakukan, bersama siapa, dan dimana? Semua pertanyaan itu berputar berulang-ulang dikepalaku setiap harinya, dan kau bahkan tidak menyadari hal itu sampai-sampai baik kita berdua tidak ada yang tahu bahwa itu sudah berlangsung selama lima tahun terakhir hubungan ini berjalan.”

“Sebenarnya apa maksudmu? Kita bertemu dikampus. Aku bahkan selalu makan siang bersamamu di kantin kampus. Kita juga menghabiskan akhir pekan bersama, jadi apa sebenarnya maksud perkataanmu itu?” Sehun berujar membuat Surin menatapnya kesal.

“Lalu apa itu semua berarti aku tidak berhak mengetahui keberadaanmu, kegiatan apa yang sedang kau lakukan, dimana, bersama siapa saat kau tidak sedang bersamaku? Aku hanya ingin kau mengabariku paling tidak melalui pesan singkat. Jangan harus selalu aku yang bertanya, tapi tidak bisakah kau berinisiatif melakukan itu lebih dulu? Baiklah, jika kita berada jauh dari satu sama lain, setiap malam kita tetap akan bercerita tentang hari masing-masing, tapi apakah aku harus selalu menunggu malam hari tiba dengan setumpuk pertanyaan dikepalaku mengenaimu?” Suara Surin terdengar serak.

Surin tidak peduli jika Sehun berpikir bahwa ia benar-benar terlalu berlebihan sekarang. Tidakkah kalian berpikir bahwa mengetahui kegiatan yang dilakukan kekasihmu sendiri hanya melalui sosial medianya membuat kalian seakan sama saja seperti teman dekatnya yang lain?

“Permasalahanmu hanya disitu? Kau marah-marah seperti ini karena hal kecil itu? Karena aku tidak memberimu kabar mengenai kegiatan apa yang sedang aku lakukan melalui pesan singkat?” Kedua mata Surin langsung berkaca-kaca ketika kalimat itu keluar dari bibir Sehun, orang yang selama ini ia anggap paling istimewa dihatinya.

“Mungkin bagimu itu adalah hal kecil. Tapi bagiku yang selalu bertanya-tanya, itu adalah hal yang lebih dari sekedar kecil. Tidak sadarkah kau bahwa kau baru saja benar-benar membuatku merasa seperti sama saja dengan teman-temanmu yang lain? Apa bedanya aku dengan mereka? Oh, bahkan kau memberitahu Baekhyun mengenai ‘partner project’ atau apalah itu, sedangkan aku? Kau tidak bicara apapun mengenai hal itu dan aku benci karena aku mengetahuinya hanya dari sosial mediamu. Lalu sebenarnya aku ini kau anggap sebagai apa, Oh Sehun?”  Surin menitikan satu bulir air matanya sembari terus menahan bobot tubuhnya agar tidak jatuh begitu saja. Surin menguatkan dirinya untuk terus menatap kedua manik mata berwarna cokelat pekat milik Sehun meskipun kakinya sudah gemetar.

“Baiklah, mungkin kau memang perlu ruang untuk sendiri. Aku hargai itu. Sedari dulu aku juga tidak pernah protes mengenai hal ini. Aku bahkan tidak mempermasalahkanmu yang tidak pernah menanyaiku dimana, apa yang sedang aku lakukan, bersama siapa, saat aku tidak sedang bersamamu. Mungkin juga keinginanku yang tidak penting ini hanya bagian dari egoisku saja.” Surin menghapus air matanya dengan cepat kemudian mengulas senyum singkat.

“Aku egois karena aku ingin kau paling tidak mengirimiku pesan untuk bertanya apakah aku sudah makan atau belum, aku egois karena aku ingin kau paling tidak mengabariku mengenai kegiatan yang sedang dan akan kau lakukan, aku egois karena aku ingin kita selalu berkomunikasi saat tengah jauh dari satu sama lain, aku egois karena aku ingin bicara lebih lama denganmu daripada sekedar telepon berdurasi singkat sebelum masing-masing dari kita bergegas untuk tidur, meskipun itu hanya dalam bentuk pesan singkat saja.” Surin mendorong Sehun yang tampak terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya itu, kemudian berjalan cepat meninggalkan Sehun dibelakangnya.

“Jang Surin!”

Sehun berlari kecil lalu memeluk Surin dari belakang ketika ia berhasil menggapai lengan gadis itu. Sehun mengecup puncak kepala gadis itu kemudian kembali menenggelamkan kepalanya pada bahu kanan Surin sementara kedua tangannya mendekap erat pinggul gadis itu.

“Maafkan aku. Aku tidak tahu bahwa hal ini menganggu pikiranmu.” Sehun berujar dengan suaranya yang berat. “Tapi kumohon padamu, jangan sekali-kali berpikir bahwa aku tidak peduli. Aku peduli. Aku memang tidak menunjukannya, tapi aku peduli. Kalau mengenai pesan singkat, aku akui itu salahku. Aku janji aku akan memperbaiki itu. Terima kasih karena sudah memberitahuku.” Sehun melepas pelukannya sementara Surin kini sudah berbalik menghadap laki-laki itu. Sehun menghapus sisa-sisa air mata Surin sementara gadis itu sudah memukul Sehun dengan pelan.

“Aku tidak suka kau mengunggah foto ketika sedang bersama gadis lain.” Surin berujar dengan nada merajuk membuat Sehun tertawa. “Itu aku sengaja. Siapa suruh tujuh hari ini mengabaikanku? Aku senang kalau ternyata foto itu ampuh.” Sehun berujar kemudian tertawa melihat Surin yang sudah menatapnya dengan garang.

“Jangan tertawa, aku serius.” Surin kemudian mencubit lengan Sehun berkali-kali membuat laki-laki yang tengah tertawa itu mengaduh kesakitan disela-sela tawanya. “Dasar menyebalkan! Menyebalkan! Oh Sehun, kau benar-benar menyebalkan!” Surin terus menghujani Sehun dengan pukulan dan cubitan sementara Sehun sibuk mengaduh dan menghindar. Sehun memegang tangan Surin erat-erat kemudian mendorong gadis itu ke tembok, persis seperti beberapa menit yang lalu. Sehun hanya tersenyum ketika mendapati gadisnya itu salah tingkah. Satu tangan Sehun sudah berada disamping kepala Surin sementara gadis itu berusaha menyembunyikan rasa gugup yang dengan seketika menyerangnya.

“Kau lucu sekali ketika sedang cemburu.”

“Memangnya hanya kau saja yang bisa? Aku juga bisa membuatmu-”

“Jangan sekali-kali.” Potong Sehun cepat-cepat dan kini gantian Surin yang tertawa. Sehun hanya memperhatikan gadis itu lambat-lambat. Sehun merindukannya. Sehun merindukan tawanya, kalau saja Surin ingin mengetahui hal itu. “Kau harus menerima hukuman.” Ujar Sehun dan seketika Surin mengernyitkan dahinya.

“Untuk apa?”

“Untuk membuatku tidak bisa tidur satu minggu ini.” Sehun menempelkan dahinya pada dahi Surin dengan perlahan, menyisahkan jarak yang tidak lebih dari lima sentimenter. Surin bahkan dapat merasakan ujung hidungnya dan ujung hidung Sehun bersentuhan, membuat jantungnya serasa jatuh begitu saja.

“Aku mohon lain kali jangan membuatku tidak tenang selama berhari-hari. Aku ingin mulai sekarang ketika kita sedang menghadapi masalah, kita tidak saling menghindar lagi dan langsung membicarakannya sampai semua jelas.” Ujar Sehun setengah berbisik. Surin dapat melihat kedua manik mata berwarna cokelat pekat itu melembut dan senyuman tipis terulas dibibir berwarna merah mudanya ketika Surin menganggukan kepalanya dengan pelan.

Sepersekian detik kemudian Sehun menghapus jarak diantara mereka dengan mendaratkan bibirnya pada bibir Surin, membawa kedua tangannya untuk memeluk pinggang gadis itu ditengah-tengah tautan bibir mereka.

Sehun hanya terlalu merindukannya.

Sehun senang karena Surin mau membicarakan permasalahan yang tengah mereka hadapi sehingga kini semuanya sudah benar-benar jelas.

Sehun juga bertekad untuk memperbaiki kesalahannya karena pada dasarnya ia hanya terlalu mencintai gadis itu.

 

**

 

Kakaotalk.

Sehun♡ : Selamat pagi, tuan putri!

Sehun♡ : Sudah sarapan belum?

Sehun♡ : Sudah mandi?

Sehun♡ : Mengapa hanya dibaca saja dan tidak dibalas?

Sehun♡ : Kau pasti sedang terkejut ya?

Sehun♡ : Hari ini hari Sabtu, bagaimana kalau kita pergi?

Sehun♡ : Sudah, setuju saja ya.

Sehun♡ : Karena aku sudah berada didepan apartment-mu sekarang.

 

Belum tersadar dari keterkejutannya ketika membaca pesan Kakaotalk berentet dari Sehun, pintu apartment Surin terbuka begitu saja, memperlihatkan laki-laki bertubuh tinggi semampai yang kini tengah tersenyum senang seraya berjalan masuk. Sehun menempatkan dirinya disebelah Surin yang masih duduk mematung disofa ruang tamu apartmentnya. Gadis itu memandangi layar ponselnya kemudian bergantian memandangi Sehun. Laki-laki itu tertawa menyaksikan ekspresi Surin yang baginya benar-benar menggemaskan.

Sehun menangkup kedua belah pipi Surin dengan masing-masing tangannya kemudian mengecup dahi gadis itu. “Sebegitu senangnya kah kau karena pesan berentet itu? Kalau begitu aku akan melakukannya lebih sering mulai sekarang.” Surin hanya mengerjapkan matanya berkali-kali.

“Mau kemana kita hari ini? Bagaimana kalau ke Busan dan makan Tonkatsu Ramen?” Saran Sehun namun Surin masih belum tersadar dari keterkejutannya. Sehun mengecup bibir Surin dengan cepat membuat jantung Surin melemah seketika.

“Mengapa tidak ampuh, sih? Padahal pangeran di cerita Snow White kan membangunkan Putri Salju yang tidak sadarkan diri dengan cara ini. Hm, mungkin sekali lagi?” Sehun kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Surin, namun kali ini bukan hanya sebuah kecupan singkat. Surin merasa seluruh sel diotaknya saling setrum-menyetrum satu sama lain, bersamaan pula dengan jantungnya yang seakan lepas kendali ketika merasakan bibir Sehun hinggap terlalu lama pada bibirnya. Kedua belah pipi Surin memerah seperti warna tomat matang dan Surin merasa dirinya akan gila ketika ia dapat dengan jelas merasakan Sehun tersenyum dipermukaan bibirnya karena menyaksikan hal tersebut dan sepersekian detik kemudian laki-laki yang sedari tadi sudah Surin sumpah serapahi dalam hati menarikan bibirnya dengan perlahan, membuat Surin langsung merasa kalah telak.

“Nah, sekarang sudah sadar. Kalau begitu, ayo kita mulai kencan kita hari ini.” Sehun berujar senang sementara Surin yang merasa pipinya panas dan wajahnya benar-benar berubah warna menjadi warna merah segera memukuli laki-laki itu dengan bantal kecil yang terletak tidak jauh darinya.

“Oh Sehun! Kau benar-benar keterlaluan!” Seru Surin sementara Sehun berusaha melindungi diri sambil tertawa senang. “Siapa suruh pagi-pagi sudah menggemaskan?”

“Habis kau, Oh Sehun!”

 

**

adsads

@oohsehun : Saturdate? ❤ @surinjjang

9994 likes.

Comments :

@chocolattaerin : Akhirnya baikan!!!

@_jimiyya : Selamat dating kembali pasangan paling lovey dovey sepanjang masa!!

@justcheonsa_ : Akhirnyaaa!

@baekhyunee_exo : Akhirnya Sehun sudah benar-benar dewasa, bisa menyelesaikan masalah sendiri meskipun aku dan yang lain harus pusing karena mendengarkan keluhannya satu minggu terakhir ini!

@kjong_dae : Senang sekali akhirnya baikan juga. Surin-a, Sehun benar-benar stress karena kau menghindarinya selama satu minggu. Aku senang akhirnya kalian benar-benar berbaikan! @surinjjang

@guardian_suho : Untunglah sekarang akhirnya aku bisa bebas dari terror Taerin untuk membantumu dan Surin berbaikan. Bagaimana kalau kita makan-makan untuk merayakan ini?

@exoxm90 : @guardian_suho apa saja dirayakan. Siapa yang senang, kau yang merayakan. Hahahaha. Tapi ide bagus juga! Sudah lama kita tidak kumpul di restaurant Chanyeol bersama Surin, Jimi, Taerin, dan Cheonsa!

@zyxzjs : @exoxm90 kasihanilah yang tidak punya kekasih seperti @real__pcy @kaiikim @dokyungsoo93

@real__pcy : @zyxzjs enak saja! Kalau aku mau, aku tinggal tunjuk dengan jari telunjukku ini. Hahaha. Yang harus dikhawatirkan itu ya @kaiikim dan @dokyungsoo93

@kaiikim : @real__pcy belum pernah disiram kuah tteokbbeoki?

@dokyungsoo93 : @real__pcy belum pernah disiram kuah samyang?

@surinjjang : ❤

 

-FIN.

 

Yeyyyy! Akhirnya selesai juga! Gimana ff ini? ASDFGHJKL ngetik bagian SehunSurin baikan rasanya pengen terjun aja. Semoga kalian suka dan semoga tidak membosankaaaan! See you on the next ff!

 

Advertisements

10 comments

  1. izzatuljannah1404 · June 18

    Yuk kita terjun sama smaa 😂😂 duh manis bener sehun 😍 speechless aja bawaanya wkwkw. Sering sering aja surin ngambek, biar seru pas baikan wkwkw.next yaaa ditunggu 😙

    • Oh Marie · June 20

      AYUUUUUUUK HAHAHAHAHA.
      Makasih banyak ya udah mau baca dan komen lagiiiiii>< seneng banget setiap baru update pasti liat kamu lagi di notif:") bikin makin semangat!!
      Siap deeeh! See you on the next ff yaaa<3

  2. ahnnncs · June 18

    yawlahhh baper gueeee 😭
    pokoknya sehun surin lovyaaa
    gapapa berantem asalkan happy ending 😊 dan itu ending aww so sweet sekalehhh
    makin cinta gue hun sama lo haha

    • Oh Marie · June 20

      HALO ANGIEEEEEEE!
      Yesssss bisa bikin anak orang baper yesssss!! Sehun kita berhasil huuuun wkwk
      Seneng banget kalo kamu suka sama ffnya! Makasih banyak udah nyempetin waktu buat baca dan komen ya>< super duper seneng!!
      Salam makin cinta balik dari Sehun wadaw wadawww.
      See you on the next ff<3

  3. Lee Aerin · June 20

    Ga bisa komen panjang panjang, yang pasti ff ini kereen .. ❤

    • Oh Marie · June 20

      HALO HALOOOO><
      Seneng deh kalo kamu suka sama ffnya! Makasih ya udah mau sempetin mampir dan baca bahkan ninggalin komen jugaaa! Sering-sering mampir ke sini yaaa!! ❤

  4. rahsarah · June 21

    superrrr gemesssss merekaaa ♥♥
    emang oh sehun tuh harus digituin surii biar pekaaa, pokonya love love banget si pas balikanyaa gemessss akur2 ya kalian iniii

    • Oh Marie · June 22

      Gemes bangeeeeetttt♥♥
      Huhuhuhu kak sarah juga komen disini TuT♥
      Makasih banyak ya kak sarah udah suka sama ffnyaaa! See you on the next ff!

  5. northpole · June 23

    Hihi udah lama ga baca sehun – surin. Kangen deh sama pasangan ini ❤
    Btw ide ceritanya wkwkwkwkwkkw diri ini pernah di posisi surin hihi, bedanya ujung2nya ga seromantis ini alias </3 jadi agak baper bacanya #eaaaa
    Scene terakhir di apartemen surin lucu banget aaaakkk, ya jadi surin pasti speechless lah ini orang tau2 nongol depan muka wkwkwkwk
    Thank you sudah menulis lagi untuk mengobati kangennya fans sehun-surin ❤

    • Oh Marie · June 25

      HALOOOOOO SUMPAH SENENG BANGET LIAT KAMU LAGI DI NOTIF SUMPAH TT__TT
      Seneng banget juga baca komentar kamu astaga sampe aku foto *ini beneran* WKWKWKWK.
      Oh ya? Pernah diposisi itu? Pasti sakit banget huhu gapapa masih banyak cogan diluar sana, oppa contohnya(?)
      Aku seneng banget (lagi) kalo kamu suka sama ff iniiii! Makasih banyak ya buat nyempetin waktunya untuk baca dan komen!
      See you on the next ff❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s