No Make Up

no make up

Hope you like it! Happy reading!

**

“Tumben sekali. Seperti ada yang salah. Benar, sepertinya memang ada yang salah denganmu. Surin-a, ada apa? Mengapa seharian ini aku perhatikan kau benar-benar tidak bersemangat sama sekali?”

Sehun berujar seraya melanjutkan aktivitasnya menghabiskan bekal makan siang yang Surin bawakan untuknya sementara kedua bola matanya tidak beralih dari kekasihnya yang kini tampak memangku dagunya dengan kedua telapak tangannya. Jang Surin, begitu nama lengkap kekasih dari seorang Oh Sehun yang kini tengah duduk tepat berhadapan dengan Sehun berhasil membuat laki-laki berperawakan tinggi dengan kulit putih susu itu bertanya-tanya. Wajah Surin tampak lesu dan tidak ada senyum manis yang selalu disunggingkannya setiap gadis itu menonton Sehun menghabiskan bekal yang dibuatnya, padahal biasanya Surin akan sangat bahagia. Gadis itu bahkan selalu memotret Sehun yang tengah makan bekal buatannya dan sesekali mereka berdua harus berdebat hanya karena Sehun yang tidak terima Surin menertawakan hasil jepretannya sendiri, yang Sehun yakin ekspresinya di foto itu benar-benar tidak mengenakan sampai-sampai gadis itu tertawa dengan menggelegar seperti orang kesetanan.

Surin menghela napasnya, membuat tanda tanya dalam benak Sehun bertambah banyak. Sebenarnya ada apa sampai-sampai kekasihnya yang biasanya ceria bahkan hampir ceria berlebihan setiap mereka bertemu dikantin kampus setelah menyelesaikan kelas masing-masing, malahan berbalik seratus delapan puluh derajat siang ini?

“Aku tidak apa-apa. Lanjutkan saja makan siangmu.” Surin menjawab tanpa memandang wajah Sehun sedikitpun. Gadis itu malah mengalihkan pandangannya pada kotak makan yang berada dihadapan Sehun dengan ekspresinya yang terlihat semakin sendu. Sehun menempelkan punggung tangannya pada dahi Surin dengan alis yang bertaut sementara Surin langsung menyingkirkan tangan Sehun dari dahinya. “Kau tidak sedang sakit. Jadi, ada apa sebenarnya? Jangan seperti ini. Kau tahu sendiri aku tidak pandai menebak perasaan seseorang.” Sehun berujar jujur namun yang di dengarnya setelah ucapannya barusan adalah helaan napas panjang Surin.

“Ya, kau memang tidak pandai menebak perasaan seseorang. Dengan kata lain, kau benar-benar tidak peka. Tidak peka atau tidak peduli? Tidak peduli atau tidak mau peduli sama sekali?” Nada suara Surin terdengar sangat sarkastik membuat Sehun kembali menautkan alis tebal dan tegasnya itu dengan heran. Mengapa tiba-tiba Surin menyalahkannya?

Ponsel Surin yang tergeletak diatas meja tersebut menyala, menampilkan sebuah notifikasi dari aplikasi Youtube. Sehun mengintipnya, lalu wajahnya berubah keheranan sementara Surin langsung buru-buru memasukan ponselnya kedalam tas selempang hitam miliknya. “Notifikasi dari Beauty Vlogger? Itu channel tentang tutorial make up, kan? Sejak kapan kau menyukai hal-hal seperti itu?” Sehun tertawa kecil disela-sela ucapannya.

“Memangnya tidak boleh?”

“Bukannya tidak boleh, hanya aneh saja seorang Jang Surin tiba-tiba ingin mengenakan make up dengan baik.” Surin langsung menatap Sehun dengan tatapan garangnya membuat Sehun yang tengah menyuap makanan kedalam mulutnya seketika bertanya-tanya dalam hati apa ia baru saja mengatakan kata-kata yang salah dan menyakiti hati gadis itu.

“Dengan baik? Maksudmu selama ini make up-ku tidak baik?”

Sehun menelan ludahnya sendiri ketika melihat Surin tampak benar-benar marah. “Bukan begitu maksudku, Surin-a. Selama ini kan kau hanya mengenakan make up tipis bahkan seringkali tidak mengenakan make up. Jadi, wajar saja kan kalau aku bilang kau ingin belajar mengenakan make up dengan baik?” Surin menghela napasnya kemudian memakan tas selempangnya dengan kesal.

“Bilang saja kalau selama ini aku tidak tampil dengan baik. Bilang saja kalau kau malu memiliki kekasih yang tidak bisa berdandan. Lalu mengapa kau masih bersamaku? Pergi saja sana. Bukankah ratusan bahkan ribuan penggemarmu diseluruh penjuru kampus banyak yang lebih cantik, yang dapat mengenakan make up dengan baik?!”

Surin segera meninggalkan Sehun yang sibuk menyerukan namanya. Selama ini Sehun tidak pernah mengomentari penampilannya, itu yang membuat Surin sedari tadi murung dan diam saja. Sehun dikelilingi oleh gadis cantik yang mendekatinya bahkan hampir setiap hari. Surin hanya ingin berada setara dengan gadis-gadis itu, makanya ia ingin belajar mengenakan make up yang sewajarnya, tidak seperti penampilannya sehari-hari yang terlihat terlalu sederhana, jauh dibanding gadis-gadis itu.

Surin ingin sesekali Sehun mengomentari penampilannya, memberi masukan mengenai make up yang dikenakannya, atau mengenai tata rambutnya. Tapi selama ini Sehun tidak pernah melakukan hal itu, seolah-olah ia tidak peduli. Padahal Surin sendiri khawatir kalau ia terus-terusan berpenampilan sederhana seperti biasanya, Sehun bisa saja dengan mudah berpaling ke gadis-gadis cantik itu.

Awalnya memang Surin ingin Sehun mengomentari penampilannya, tapi ia sendiri tidak menyangka hatinya malah tersakiti ketika Sehun melakukan hal itu. Seperti kejadian beberapa menit yang lalu.

**

“Su-Surin-a, kau yakin akan ke kampus dengan penampilan yang seperti itu?”

Taerin berujar seraya memperhatikan Surin yang kini tengah memoleskan lipstick merah pada bibirnya. Gadis itu kemudian beralih menata rambutnya sendiri dengan alat pembentuk rambut membuat Taerin beserta satu teman Surin yang lain yaitu Jimi hanya saling tatap.

“Memangnya tidak bagus? Menurutku ini bagus sekali.” Surin tersenyum senang melihat tampilan dirinya dari kaca. “Terima kasih karena mau datang pagi-pagi seperti ini untuk membantuku mengenakan make up. Sepertinya aku memang harus belajar banyak mengenai cara merias diri pada kalian berdua.” Sambung Surin membuat Taerin dan Jimi langsung menghampirinya. Jimi kini sudah mengambil alih alat pembentuk rambut yang Surin pegang dan mulai membantu Surin menata rambutnya.

“Tapi tidakkah ini berlebihan? Maksudku, kau memang terlihat cantik. Tapi menurutku pergi ke kampus tidak seharusnya mengenakan make up seperti ini. Kau sudah sangat cantik dengan make up naturalmu yang biasa.” Komentar Jimi membuat Surin menggelengkan kepalanya. “Sehun bilang make up-ku yang biasa itu bukan make up yang baik.” Taerin langsung menghela napas seraya memutar bola matanya mendengar ucapan Surin barusan.

“Aku yakin kau hanya salah paham lagi mengenai ucapan Sehun.” Tambah Taerin namun Surin tampak tidak ingin mendengarkan. Sekitar sepuluh menit rambut hitam pekat milik Surin sudah benar-benar rapi. Rambut panjangnya terurai dengan gelombang pada bagian bawahnya, membuat penampilan Surin benar-benar berbeda dari biasanya. Surin bangkit berdiri menuju lemari pakaiannya dan mulai mencari baju yang cocok dengan riasan wajahnya.

“Aku akan mengenakan rok. Memangnya hanya gadis-gadis penggila Sehun saja yang bisa tampil cantik? Aku juga bisa dan aku akan membuktikannya pada Sehun.” Surin berujar dan sepersekian detik kemudian terdengar helaan napas dari kedua temannya yang benar-benar tidak mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi pada Surin sampai-sampai gadis itu bertingkah demikian.

Surin langsung berhambur ke kamar mandi yang berada dipojok kamarnya untuk berganti pakaian. “Tunggu sebentar ya.” Ujarnya membuat Taerin dan Jimi hanya bertatapan. “Sebenarnya ada apa dengan Surin, sih?” Tanya Taerin yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Jimi.

“Aku tidak tahu. Tapi paling-paling karena ada gadis cantik yang tengah mendekati Sehun sehingga Surin merasa takut tersaingi. Kau seperti tidak tahu masalah Sehun dan Surin saja. Kalau tidak karena penggemar Sehun yang bertubi-tubi, ya pasti karena Kyungsoo yang masih tidak menyerah untuk mendapatkan hati Surin. Dan untuk kasus kali ini, aku yakin penyebabnya bukan Kyungsoo, melainkan hal yang pertama tadi aku ucapkan.” Jelas Jimi membuat Taerin mengangguk-angguk, menyetujui.

“Tada!” Surin keluar dari kamar mandi tersebut. Ia tampak mengenakan rok putih diatas lutut dengan atasan biru muda yang menampilkan bahunya. “Surin-a, kau seperti hendak pergi ke pantai. Untuk apa sih memakai baju dengan model bahu terbuka seperti itu? Kau tampak sama saja dengan gadis-gadis centil yang mendekati Sehun!” Seru Taerin namun Surin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Justru itu kenapa aku berdandan dan mengenakan baju ini. Agar aku setara dengan gadis-gadis cantik yang berusaha menarik perhatian Sehun. Aku sudah cantik, kan?”

Taerin dan Jimi sibuk memijat pelipis mereka masing-masing sementara gadis yang tengah berkaca itu tampak sangat puas dengan penampilannya. Sehun pasti akan terkejut melihat penampilannya hari ini, setidaknya begitulah pikir Surin sampai-sampai sedari tadi Surin tidak bisa berhenti tersenyum.

**

“J-Jang Surin?”

Sehun memandangi Surin yang kini duduk dihadapannya dengan tatapan heran. Surin membetulkan tata rambutnya kemudian tersenyum manis ke arah Sehun. Sungguh, yang ada dipikiran Sehun saat ini adalah Surin cantik. Sangat cantik sampai-sampai matanya tidak bisa lepas dari sosok indah yang kini tengah tersenyum padanya. Namun Sehun tahu Surin tidak seharusnya berpenampilan seperti ini. Surin tidak seharusnya mengenakan make up berlebihan itu dikampus, ditambah lagi dengan baju yang memamerkan bahunya seperti itu.

“Woah, ternyata benar. Kau terpesona pada gadis yang berdandan seperti ini. Baiklah, kalau itu memang yang kau inginkan, aku akan berpenampilan seperti ini setiap hari. Aku akan berpenampilan seperti gadis-gadis cantik yang selama ini mengejarmu itu jika aku bisa melihatmu terpesona seperti ini.” Ujar Surin dengan nada suara yang terdengar kecewa. Surin hanya merasa berarti selama ini ia memang terlihat seperti kentang pasar sampai-sampai Surin tidak pernah melihat Sehun terkagum seperti ini sebelumnya. Entah mengapa bukannya senang, Surin malah merasa tersakiti melihat tatapan kagum itu.

“Bicara apa kau ini? Jadi kau berpenampilan seperti ini karena ingin sama seperti gadis-gadis centil itu?” Sehun segera bangkit dari tempat duduknya dan melepas cardigan hitam yang tengah dikenakannya, kemudian menyampirkannya pada bahu Surin yang terekspos. Sehun berpikir bahwa gadis-gadis yang selama ini mendekatinya itu adalah gadis centil? Surin tenggelam pada pikirannya sendiri. Matanya tidak lepas dari cardigan hitam yang sehun sampirkan pada bahunya.

Sementara itu, Sehun sudah kembali ke tempat duduknya sembari mengacak rambutnya asal. Bukannya Sehun tidak suka dengan penampilan Surin hari ini. Sehun sangat menyukainya, bahkan jantungnya sempat berdesir beberapa saat lalu ketika Surin menyunggingkan senyuman manisnya. Hanya saja jika Sehun tahu Surin berpenampilan seperti ini karena gadis-gadis yang selama ini mengejarnya, Sehun tidak suka. Sehun tidak suka Surin memaksa dirinya.

Dan satu lagi, Sehun tidak suka Surin mengenakan pakaian terbuka seperti itu. Sehun cemburu, bahkan hanya dengan memikirkan bahwa berapa banyak laki-laki yang dapat melihat bahu indah itu hari ini selain dirinya. Sehun benar-benar cemburu sampai-sampai tangannya sudah terkepal kesal.

Melihat tangan Sehun yang terkepal Surin hanya terpaku diam. “Aku melakukan ini untukmu jadi kau tidak boleh marah padaku.” Ujar Surin membuat Sehun langsung menghela napasnya. Baru saja Sehun akan membalas ucapan itu, tiba-tiba seorang gadis cantik datang menghampiri meja mereka.

Gadis itu adalah senior Sehun di organisasi fotografi kampus sekaligus merupakan salah satu model terkenal majalah kampus. Bisa dibilang ia adalah teman kerja terdekat Sehun di organisasi itu. Surin sudah lama mencemburui Sehun dengan gadis bernama Bae Jihyun itu, namun ia menahannya karena berpikir gadis itu hanyalah sebatas senior juga teman kerja Sehun di organisasi yang adalah organisasi kesayangan laki-laki itu. Tapi melihatnya sekarang duduk disebelah Sehun dan memandang Surin dengan tatapan yang tidak Surin mengerti membuat emosi Surin seketika naik ke ubun-ubun. Kelakuannya saat ini seolah-olah membuktikan buah bibir orang-orang tentangnya yang katanya memang menyimpan perasaan pada Sehun sejak lama.

“Jihyun nuna?” Sehun yang heran akan kedatangan tiba-tiba seniornya itu memandang gadis itu dengan heran sementara Surin sudah terbakar api cemburu hanya dengan mendengar sebutan ‘nuna’ yang Sehun tujukan untuk gadis itu. “Aku hanya ingin berkata bahwa kekasihmu hari ini tampak berbeda.” Ujarnya membuat Surin tidak henti-hentinya memandang gadis itu dengan tatapan tidak suka.

“Gadis kecil, jangan berusaha terlalu keras untuk terlihat dewasa seperti ini. Kau khawatir Sehun akan berpaling pada seorang gadis cantik, ya?”

“Barusan anda bicara apa pada kekasih saya?” Sehun langsung memandang Jihyun dengan tatapan tidak terima. “Wow, tenang Oh Sehun. Mengapa malah jadi kau yang termakan emosi? Jangan langsung bicara formal seperti itu. Aku suka sebutan ‘nuna’ darimu. Lagipula, aku hanya bicara fakta. Kekasihmu ini khawatir kau akan jatuh hati padaku, Oh Sehun. Makanya ia berdandan berlebihan seperti ini. Selamat, nona Jang atas penampilan barumu. Akhirnya kau sadar kalau selama ini aku muak melihat perempuan yang sangat biasa berdampingan dengan laki-laki setampan Sehun.”

Surin meneteskan sebulir air matanya kemudian tertawa tidak percaya akan pendengarannya. Gadis bernama Jihyun itu hanya melipat tangannya didepan dada dengan senyuman yang berhasil membuat Surin mual dengan hanya melihatnya. Surin langsung beranjak pergi membuat Sehun memanggil-manggil namanya. Sehun bangkit berdiri kemudian menatap gadis bernama Jihyun itu dengan tidak suka.

“Tolong perhatikan cara anda berbicara dan tolong juga untuk tidak mencampuri urusan orang lain seperti orang yang tidak pernah diajarkan sopan santun. Saya permisi.”

**

Surin memperhatikan penampilan dirinya sendiri dikaca besar yang berada dihadapannya. Surin langsung menyalakan keran air di westafel tersebut kemudian mencuci wajahnya, membiarkan make up itu berantakan pada wajahnya. Isakan tangisnya mulai terdengar dan Surin harus bersyukur karena toilet diujung kampus itu kosong sehingga tidak ada seorang pun yang melihatnya kacau seperti sekarang ini.

Surin mencari tisu basah penghapus make up dari tasnya kemudian ia mulai menghapus semua make up tersebut dari wajahnya sambil tidak henti-hentinya menangis. Maskaranya luntur, membuat Sehun terlihat benar-benar berantakan. Surin baru menyadari betapa bodohnya ia saat ini. Jika saja Surin dapat merias diri dengan baik, jika saja Surin memiliki tubuh yang ideal, mungkin Surin tidak akan direndahkan seperti tadi. Surin tidak menyangka selama ini orang lain tidak betah melihatnya dan Sehun berjalan berdampingan. Kali ini Surin benar-benar merasa tidak pantas.

“Jang Surin, aku tahu kau di dalam. Jangan buat aku khawatir diluar sini. Cepat keluar sekarang.” Surin dapat mendengar suara Sehun dari luar toilet tersebut. Surin benar-benar tidak ingin menemuinya saat ini, tidak saat ia tengah benar-benar berantakan seperti sekarang ini. “Kalau kau tidak keluar, aku akan memaksa masuk.” Ujar Sehun lagi. Entah mengapa Surin malah menuruti kata-kata laki-laki itu sehingga saat ini Surin sudah berdiri dihadapan Sehun dengan semua kekacauan dirinya. Sehun berdecak kemudian menarik Surin untuk pergi dari tempat tersebut.

Sehun membawanya ke ruang organisasi fotografi yang tidak berpenghuni, menduduki gadisnya itu disebuah kursi, kemudian menarik kursi lainnya sehingga kini laki-laki itu sudah duduk berhadapan dengan Surin. Tanpa berkata satu patah katapun Sehun mengambil alih tisu basah yang tengah Surin pegang kemudian mengambil beberapa lembar tisu dan mulai membersihkan sisa-sisa make up yang berantakan itu pada wajah Surin.

Surin hanya dapat memandangi wajah Sehun yang berada tepat dihadapannya. Sehun tampak begitu sempurna. Rambutnya hitam pekat tertata rapi, alis matanya begitu tegas, kedua manik mata cokelat pekatnya terlihat sangat lembut dan hangat, hidungnya lancip, tulang pipinya berbentuk sempurna, bibirnya pun berwarna merah muda alami yang membuat wajah laki-laki itu semakin menarik. Surin jadi berpikir, apa yang membuat laki-laki setampan dan sesempurna Sehun mau bersanding dengannya yang bahkan tidak tahu cara merias diri dengan baik?

“Oh Sehun.” Panggil Surin membuat tangan Sehun yang masih membersihkan wajah Surin berhenti untuk sesaat. “Sebenarnya apa yang membuatmu memilihku, dan masih bertahan bersamaku yang tidak ada apa-apanya ini dibanding ribuan gadis yang berusaha mendekatimu itu?”

“Kau tahu, Jang Surin? Sejujurnya aku sudah lelah berkali-kali bertengkar denganmu mengenai masalah ini. Jadi, aku tidak akan menjawabnya karena aku tahu kita hanya akan berakhir dengan pertengkaran bodoh itu.” Jawab Sehun kemudian melanjutkan kegiatannya membersihkan wajah gadis itu. Surin menahan tangan Sehun kemudian menatap kedua manik mata cokelat pekat itu dengan serius. “Jawab aku. Buat aku yakin. Buat aku percaya bahwa aku pantas berdampingan denganmu.” Surin berujar dengan mata yang berair membuat Sehun menghela napasnya panjang. Sehun menyelipkan rambut Surin dibalik daun telinga gadis itu kemudian mengelus sebelah pipinya.

“Harus berapa kali aku membuatmu yakin dan percaya? Harus dengan cara apalagi aku membuatmu yakin dan percaya?” Sehun menatap lurus manik mata milik Surin.

“Aku mencintaimu. Aku hanya mencintaimu, Jang Surin. Apa itu tidak cukup menjawab semua keraguanmu?”

Surin berhambur memeluk Sehun membuat laki-laki itu tersenyum tipis seraya memejamkan matanya. Sehun mengelus punggung kecil Surin yang bergetar seraya mengecup bahu gadis itu dengan lembut. Sehun tahu ucapan tulus dan seriusnya barusan meyakinkan keraguan dihati Surin, dan Sehun senang akan hal itu. “Aku ingin pikiran semacam ‘aku tidak pantas bersanding dengan Oh Sehun’ dapat kau hapus sekarang juga dari kepalamu.” Pinta Sehun membuat Surin mengangguk dalam pelukannya.

Sehun melepas pelukan mereka kemudian tersenyum ketika melihat Surin menghapus airmatanya dengan asal. “Mengapa kau malah tersenyum? Aku tidak mengenakan apapun pada wajahku sekarang ini, jadi maaf saja kalau aku terlihat sangat jelek.” Ujar Surin membuat Sehun tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

“Kau masih belum mengerti juga rupanya.” Ujar Sehun kemudian mencubit kedua pipi Surin. “Kau cantik, Jang Surin. Kau cantik, kau cantik, kau cantik, dan kau sangat cantik. Saat kau mengenakan make up, saat kau tidak mengenakan make up, bagiku sama saja, kau tetap cantik.”

“Ini bukan sekedar rayuan saja, kan?” Surin tertawa kecil membuat Sehun gemas. “Tentu saja bukan. Itu adalah kenyataan. Tapi yang harus kau tahu, aku lebih suka melihat wajahmu yang tidak mengenakan riasan apapun seperti ini.” Sehun merapikan tata letak rambut Surin membuat gadis itu tersenyum. “Kau tampak natural.” Sambung Sehun membuat Surin langsung memukul lengannya. “Sudahlah, Oh Sehun. Kau memang pandai berkata-kata.” Balas Surin yang sudah salah tingkah sampai-sampai ia hanya memperhatikan kuku-kukunya sendiri.

“Terserah saja kalau tidak percaya. Intinya, aku lebih suka kau yang tampil natural. Mengenakan make up berlebihan itu tidak sehat untuk kulit wajahmu. Jadi mulai sekarang kalau kau ingin mengenakan make up, kenakanlah make up yang natural. Atau bahkan tidak mengenakan apa-apa juga aku tetap akan suka.” Sehun berujar panjang lebar sembari terus memperhatikan gadisnya yang makin salah tingkah.

“Surin-a.” Panggil laki-laki itu seraya mendekatkan kursi Surin pada kursinya. Sehun menahan kedua kaki Surin diantara kakinya. “Aku bisa membantumu memakaikan make up yang natural pada wajahmu.” Surin langsung menatap Sehun dengan mata terbelak. “Benarkah? Kalau begitu, cobalah sekarang.” Surin membuka tas selempangnya untuk mengambil tas kecil berisi peralatan make up, namun Sehun menahan tangan Surin membuat gadis itu mengernyitkan dahinya heran.

“Tidak dengan itu. Tapi dengan ini.” Sehun mendaratkan bibir sempurnanya pada bibir Surin membuat Surin yang tidak siap itu terkejut setengah mati. Surin dapat melihat kedua mata Sehun membentuk lengkungan seperti bulan sabit. Ketika matanya bertemu dengan kedua manik mata berwarna cokelat pekat milik Sehun, Surin buru-buru memejamkan kedua matanya. Sehun menangkup kedua belah pipi Surin, memperdalam tautan bibir mereka yang dalam sepersekian detik langsung berhasil membuat perut Surin seolah diremas begitu saja. Surin tahu ini bukan yang pertama kali bagi mereka, tapi setiap kali Surin merasakan benda lembut itu menyapu permukaan bibirnya, meninggalkan rasa manis yang memabukan, Surin benar-benar tidak kuasa sampai-sampai kakinya terasa lemas. Surin tahu pikirannya sudah tidak sehat sejak ia memunculkan kata ‘rasa manis yang memabukan’ itu dikepalanya. Lagi-lagi Oh Sehun benar-benar sudah membuatnya kalah telak.

“Lihatlah, aku sudah berhasil memasangkan make up natural diwajahmu. Pipimu merona sempurna, dan bibirmu juga tampak jauh lebih menarik. Mana bayaranku?” Sehun tertawa kecil sementara Surin langsung memukuli lengan laki-laki itu tanpa ampun. “Oh Sehun, kau benar-benar keterlaluan!” Ujarnya membuat tawa Sehun memenuhi seluruh penjuru ruangan.

“Surin-a, ampun! Itu sakit sekali!” Sehun masih berusaha memberhentikan tawanya sambil berujar minta ampun sementara Surin tampak tidak mempedulikan laki-laki yang sudah membuat kedua pipinya serasa terbakar itu. “Habis kau, Oh Sehun!” Sehun langsung menarik tangan Surin, kemudian memeluk gadis itu dengan erat.

“Jangan hukum aku dengan pukulanmu. Aku lebih suka dipeluk daripada dipukul, jadi hukumannya pelukan saja, ya?” Sehun tertawa ketika Surin mencubit perutnya pelan. “Ah, Surin-a, aku lupa memberitahumu bahwa aku tidak suka pakaianmu hari ini. Tidak tahukah kau bahwa dengan hanya memikirkan bahwa banyak laki-laki yang melihat bahu indahmu ini aku sudah cemburu sampai ke ubun-ubun?” Kini gantian Surin yang tertawa sementara Sehun hanya mendengus.

“Aku serius. Jangan kenakan baju semacam ini lagi, kecuali kalau kau sedang hanya bersamaku. Mengerti?”

“Mengerti tidak, ya?”

“Aish, kau akan menyesal kalau tidak mengiyakan dengan segera.”

“Oh ya?”

“Jang Surin, cepat bilang iya.”

Surin hanya diam membuat Sehun langsung menggelitikinya. “Ah, iya, iya! Ampun! Hahahaha, Oh Sehun hentikan!” Tawa Sehun dan Surin menggema diseluruh penjuru ruangan tersebut. Sehun mengecup masing-masing bahu Surin kemudian membetulkan letak cardigan hitam miliknya pada bahu gadis itu. Sehun beralih mengecup dahi Surin dengan lambat-lambat.

“Sehun-a, apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?” Surin berujar sementara Sehun masih menempelkan bibirnya pada permukaan dahi Surin. Sehun mengacak rambut Surin pelan kemudian menusuk pipi gadis itu dengan satu telunjuknya.

“Aku baru saja menanamkan sesuatu dikepalamu.”

“Maksudmu?”

“Aku baru menanamkan dalam kepalamu sebuah fakta bahwa aku menyayangimu. Aku menyayangimu disamping penampilanmu yang seperti apapun. Aku menyayangimu saat kau tidak mengenakan make up, maupun saat kau mengenakan make up. Aku menyayangimu saat kau berantakan, maupun saat kau rapi. Aku menyayangimu, Jang Surin. Jadi kau tidak diperbolehkan lagi berpikiran diluar fakta itu.”

Surin langsung berhambur kedalam pelukan Sehun. Senyuman bahagia mengembang begitu saja diwajahnya. Gadis itu tahu bahwa dirinya adalah gadis paling beruntung karena mempunyai seorang laki-laki yang benar-benar menyayanginya. Seorang laki-laki sempurna bernama Oh Sehun.

“Aku juga sangat menyayangimu, Oh Sehun.”

**

“Kita kembali lagi di Seoul National University’s radio bersama DJ CY dalam Happy Virus FM! Selamat menikmati makan siang kalian, ya! Masih dengan Oh Sehun, bintang tamu kita siang ini. Setelah di segment dua tadi sudah puas berbincang mengenai rencana lomba fotografi yang akan diselenggarakan oleh organisasi fotografi kampus minggu depan, kita harus mengucapkan selamat tinggal pada bintang tamu kita yang tampan ini. Yah, sayang sekali ya.” Suara milik DJ CY yang diketahui adalah Park Chanyeol itu menggema diseluruh penjuru kantin kampus membuat Surin yang tengah menikmati makan siangnya bersama Taerin dan Jimi hanya tertawa pelan.

“Sebagai perpisahan, Sehun-ssi apa ada lagu yang ingin anda putarkan untuk seseorang? Ah ya, sekedar informasi untuk listeners, ketua organisasi fotografi ini memang sudah memiliki kekasih. Jadi, jangan kecewa dan patah hati ya. Masih ada DJ CY disini, yang mau mendaftar silahkan saja. Hahahaha.” Ujarnya lagi membuat Surin, Taerin, dan Jimi tertawa terbahak, bahkan orang-orang yang ada dikantin kampus itu pun sebagian besar turut tertawa.

“Tentu saja ada. Aku ingin memutarkan lagu No Make Up dari Zion-T untuk seorang gadis bernama Jang Surin.” Suara Sehun terdengar membuat orang-orang yang ada dikantin itu pun heboh.

“Wow, pilihan lagu yang sangat manis. Nah, jangan lupa bagi kalian yang ingin mendaftar untuk mengikuti lomba fotografi yang diadakan oleh organisasi fotografi kampus, segeralah mendaftar. Bisa mendaftar langsung diruang organisasi tersebut atau bisa menghubungi panitia. Baiklah kalau begitu terima kasih banyak, Oh Sehun atas waktunya dan langsung saja kita dengarkan lagu No Make Up dari Zion-T untuk seseorang bernama Jang Surin. Selamat menikmati!”

Lagu No Make Up dari Zion-T itu pun mulai mengalun, membuat orang-orang yang ada dikantin kampus itu menatap Surin dengan tatapan iri sekaligus bahagia. Taerin dan Jimi langsung sibuk meledek Surin sementara gadis itu hanya tersipu malu.

Jinhage hwajangeul hago

With thick make-up on

Yeppeuge meorireul hago

And hair done nice

Oneuldo jibeul naseoneun neon yeppeo

You leave the house looking beautiful

Nopeun gudureul singo

In high heels

Jjalpeun chimareul ipgo issneun neo

And a short skirt

Neomuna areumdawo, but

You look so amazing, but

Neon moreul geoya

You have no idea

Jadaga ireona saljjak bueun eolguri eolmana yeppeunji

How pretty you are when you wake from sleep

Neon moreul geoya

You have no idea

Jagi jeon sesuhan ni moseubi eolmana yeppeunji

How beautiful you look as you get ready for bed

Jakku geoul boji ma

Stop looking in the mirror

Mommuge singyeong sseuji ma

Don’t worry about your weight

Neon geunyang geudaero neomu yeppeun geol

You’re already beautiful the way you are

No make up yeah, no make up yeah

No make up il ttae jeil yeppeun neo

No make up looks best on you

Ppalgansaek lipseutikboda

Instead of red lipstick

Tumyeonghan lipbami joha

I like clear lip balm

Jeo haneul gureumboda jayeonseureowo

More natural than the clouds in the sky

Eojedo himdeureossneunji

You seem tired

Neomu jichyeo boyeo neo

Tough day maybe

Iri waseo nae pume angyeo baby

Come rest in my arms baby

Neon moreul geoya

You obviously don’t know

Airain eopsi usneun neoui yeppeun nun useumeul

How pretty your eyes are when they smile without eyeliner

Neon moreul geoya

You obviously don’t know

Meikeueop beiseu jiumyeon biccnaneun uyusbit pibu

How bright your skin glows when you wash off the make-up

Jakku geoul boji ma

Stop looking in the mirror

Mommuge singyeong sseuji ma

Don’t worry about your weight

Neon geunyang geudaero neomu yeppeun geol

You’re already beautiful the way you are

No make up yeah, no make up yeah

No make up il ttae jeil yeppeun neo

No make up looks best on you

Amuri yaegihaedo, neon moreugessdago hajiman

You don’t seem to get it, no matter how many times I say

Babo gata neo

Silly you

Oneul naeil daeum naldo, maeil malhaejugopa

But I want to tell you again and again everyday

Yeppeun eolgul

You’re beautiful

Neon geunyang geudaero neomu yeppeun geol

You’re already beautiful the way you are

No make up yeah, no make up yeah

No make up il ttae jeil yeppeun neo

No make up looks best on you

Dari kejauhan, Junmyeon, kekasih Taerin dan Baekhyun, kekasih Jimi tampak berjalan menghampiri meja mereka. Baekhyun kini bahkan sudah bernyanyi sambil merangkul Jimi yang hanya tersipu.

Surin menyesap cappucinonya sambil menahan senyumannya. Surin bahagia. Ya, dia benar-benar bahagia. Tiba-tiba ponsel Surin yang tergeletak diatas meja menyala, menampilkan notifikasi dari aplikasi Instagram. Ternyata itu adalah notifikasi dari akun Instagram Sehun yang baru saja mengunggah sebuah post baru.

“Ah, sebuah ‘boomerang’ dari kencan kita minggu lalu. Oh Sehun, kau benar-benar menggemaskan!” Lagi-lagi senyuman mengembang diwajah Surin.

Oh Sehun memang selalu tahu caranya membuat Surin bahagia.

INSTAGRAM

tumblr_n1d3daFYXX1s2zjngo1_500

@oohsehun : You don’t seem to get it no matter how many times I say, but I want to tell you again and again everyday that you’re already beautiful the way you are, @surinjjang ❤

9430 likes.

Comments :

@surinjjang : Thanks for the song. I do love it ❤

@kjong_dae : YAAAAA! Bermesraannya jangan lewat radio kampus juga! Argh, kalian benar-benar membuatku iri!

@real__pcy : Nice, nice, nice! Siaran radio-ku ratingnya meningkat drastis karena lagumu untuk Surin! Hahahaha!

@kaiikim : Apa ada yang melihat Jimi dimana??

@zyxzjs : @kaiikim tadi aku lihat dikantin sedang bernyanyi lagu No Make Up dari Zion-T itu bersama-sama. Mereka terlihat romantis. Sabar saja ya, Kim Jongin. Hahahaha.

@kaiikim : @zyxzjs Aish! Aku hampir mengumpat ditempat umum!!

@dokyungsoo93 : @kaiikim aku juga hampir mengumpat ditempat umum mendengar Sehun memutarkan lagu itu untuk Surin melalui radio kampus.

@real__pcy : @kaiikim @dokyungsoo93 haduh, haduh. Kasihan sekali kalian ini. Sudahlah, besok kalian jadi bintang tamu di Happy Virus FM ya. Aku akan menggelar cari jodoh khusus untuk kalian berdua!!

-FIN.

Semacam bonus karena ff sebelumnya, ‘Morning Routine’ menurut saya terlalu pendek dan biasa aja HUHUHUUHU. Semoga ff ini gak biasa aja dan gak ngebosenin ya. Intinya saya berharap semoga kalian sukaaaa!

Besok sebenarnya saya tryout dan jam segini saya malah ngepost. HAHAHA. Doain yang terbaik ya untuk besok dan juga untuk ujian nasional yang sudah semakin dekat!

Stay tune terus untuk project selanjutnya! Seperti yang sudah diberitahu, akan ada birthday project untuk Sehun dari Oh Marie! Semoga berjalan sesuai rencana hihi.

See you on the next ff, loves!

Advertisements

8 comments

  1. ahnnncs · March 29

    Omygod baper baper baperrrrr
    Tanggung jawab nih kakkkk wkwkwk
    Sehun kenapa sih so sweet gituh ke Surin??? Wae???? Tapi kenapa aku jadi baper banget ini yaaa?? Hahahaha
    Sumpah ini bikin aku melted banget kak😍😍😍
    Udah lama banget ga update, tapi sekalinya update malah bikin baperr luv luv banget dehh

    Semangat to nya ya kak!!! Semoga nilainya bagus dan ntar update lagi 😂😂😂
    Fighting!!!

    • Oh Marie · March 31

      HALO ANGIEEEEEEE! Long time no see huhuhu kangen T_T
      Seneng deh kalo ff ini bikin kamu baperrrrr :p
      Makasih ya udah mau mampir lagi, komen lagi, padahal aku udah ga nongol lama banget hihihi.
      Makasih juga semangat dan doanyaaaa! Amiiiin. Kamu juga semangat ya, Angie!
      See you on the next project ❤

  2. izzatuljannah1404 · March 30

    AWW SWEET SEKALEEEE 😘 duh itu si irene yak? Knapa sii dimana mana jadi pho aja dah 😒 sebel sendiri sama irene wkwkw gondok aja ga tau knapa wkwkwk sehun terima apa adanya banget ih 😆 bikin pengen banget jadi jang surin! Asli! 😘 duh sehun lagi seneng bgt boomerangan, kmaren smaa vivi, abis itu maskeran 😰 tambah lope deh ini hati 😘

    Semangat yakk buat kamu ujiannya! 😙 jangan bosen bosem belajar nya wkwk. Moga sukses aamiin. Duh ga sabar nunggu project nya! 😘 udah gatel mata pengen baca ff ff kamu tentang sehun 😆

    • Oh Marie · March 31

      HUWEEEEEE seneng liat kamu di notif post baruuuu. Makasih banyak komen manisnya TuT
      Fixxxxx sehun kalo udah sayang sama satu ya satu aja huhu gemes ya cubitin yuk! (?)
      IYA BENER HAHAHA GEMES LIAT BOOMERANGNYA ASTAGAAAAA. Udah kayak pacar banget dia tuh uggggh mana tahan mas dedeknyaaa wkwk.
      Makasih banyak buat semangatnyaaaaa! Amiiin.
      See you on the next project >< luvvvvv luv!

  3. rahsarah · March 31

    ini sehun ibarat spesies langka banget yg wajib dilindungi wkwkw jaman sekarang langka banget nemu laki2 yg sifatnya kaya sehun gini dan beruntungnyaaaa jang surin yg “memelihara” spesies tersebut wkwkwk

    trio jones chandokai bikin ngakak.. sini bang sama adeee ajaaa HAHAH

    • Oh Marie · April 1

      HAHAHA spesies langkaaa astaga ngakak. Fix sih surin gaada yang ngalahin beruntungnya ya dapet spesies langka manis macem sehun:”)
      ati-ati kak, chanyeol playboy kelas kakap HAHAHA.

      Sekali lagi terima kasih kak sarah untuk komentarnya! See you on the next project<3

  4. claradestiana · April 1

    Ahhh baper baper baper😂😂. Lanjut terus ya kak bikin ff nya ditunggu loh wkwkw😂😂
    Btw semangat ya kak untuk ujiannyaaa!!👍👍👍

    • Oh Marie · April 1

      Halo halo! ><
      Supeeeer seneng banget dapet notif komen dari kamu hihihihi! Makasih ya sudah mau mampir dan ninggalin komen<3 kamu juga lanjut terus ya baca-baca disininya :p
      Terima kasih juga untuk semangatnyaaaa! Love loveeee<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s