Mémoire

new42

(from French: mémoire: memory or reminiscence.)

Happy Reading:)

**

“Kau tidak bisa seperti ini terus, Jang Surin. Kau harus melanjutkan hidupmu.”

Gadis yang diketahui bernama lengkap Jang Surin itu mengalihkan pandangannya dari tenangnya aliran air sungai Han yang berada dihadapannya ke arah sahabat karibnya—orang yang baru saja menampar wajah Surin dengan kalimatnya barusan. Surin tersenyum samar manakala kedua matanya sudah kembali mengeluarkan cairan bening yang kini membasahi masing-masing pipinya, kemudian mengering seiring dengan angin malam yang sedari tadi menghantam tubuh gemetarnya dengan tidak berperasaan.

Hatinya sakit, hanya itu yang dapat Surin simpulkan mengenai keadaan dirinya sekarang ini. Pikirannya kacau dan Surin yakin sekali tubuhnya sudah tidak mampu menahan rasa sakit yang kini bukan hanya terasa pada hatinya melainkan pada tulang-tulang disekujur tubuhnya jauh lebih lama daripada ini.

“Ini sudah berlalu selama dua tahun, Surin-a. Kau benar-benar harus melupakannya. Biarkan ia berbahagia.” Jimi memandang Surin dengan tatapan iba sementara tangannya sudah menepuk bahu gadis yang tengah menangis itu berkali-kali. Alih-alih menghibur Surin, kini gadis bernama Jimi itu pun sudah turut meneteskan air matanya, seolah dapat merasakan rasa sakit yang selama ini Surin rasakan.

Dua tahun adalah waktu yang tidak sebentar. Jimi benar-benar mengerti dengan persis bagaimana Surin melewati hari-harinya yang berat semenjak kekasihnya, Oh Sehun, mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu. Surin berkata berkali-kali pada Jimi bahwa gadis itu bersyukur Sehun dapat terselamatkan dan sekarang sudah dapat melakukan kegiatan seperti biasanya. Namun Jimi tahu ada rasa pedih tak terperi yang Surin rasakan setiap kali gadis itu menuturkan kata-kata tersebut pada Jimi.

Sejak kecelakaan parah yang dialami oleh Sehun, laki-laki itu kehilangan sebagian ingatannya. Yang Jimi tahu, Sehun masih mengingat semua tentang dirinya sendiri, entah itu mengenai statusnya sebagai seorang mahasiswa Seoul National University yang akan diwisuda bulan depan, ataupun hal-hal kecil lain mengenai dirinya, seperti makanan apa yang ia sukai dan yang tidak ia sukai. Sehun masih mengingat bagaimana dirinya mencintai photography dan kegemarannya bermain ski bersama temannya, Chanyeol.

Sehun masih mengingat seluruh anggota keluarganya dengan jelas. Sehun masih mengingat semua teman-temannya, bahkan Sehun masih mengingat bahwa Jimi adalah kekasih dari Byun Baekhyun, laki-laki yang bulan depan juga akan diwisuda dan akan membacakan ikrarnya sebagai seorang dokter. Ah, dan Sehun juga masih mengingat sebuah rahasia umum bahwa sampai saat ini Jongin masih tidak bisa melupakan Jimi.

Sehun masih mengingat dua bulan lagi Chanyeol akan membuka sebuah restaurant di daerah Itaewon. Sehun masih mengingat kabar bahagia dari pasangan Junmyeon dan Taerin yang akan menikah tahun depan setelah Junmyeon dinobatkan sebagai direktur perusahaan keluarganya, menggantikan ayahnya yang akan pensiun. Sehun juga tidak lupa dengan Minseok dan Cheonsa yang akan melangsungkan pertunangan mereka dalam beberapa hari lagi.

Sehun benar-benar mengingat banyak hal tentang dirinya ataupun orang-orang disekitarnya dengan baik. Semua orang lega setelah mendengar hal tersebut. Mereka bahagia karena keadaan Sehun sudah membaik, terutama ketika teman-temannya melakukan kunjungan ke rumah sakit tempatnya dirawat.

Dokter berkata, hanya ada satu hal yang Sehun lupakan. Satu hal yang benar-benar mendominasi otaknya.

Ya, Sehun melupakan Surin.

Laki-laki itu benar-benar tidak mengingat satupun hal tentang Surin.

Jimi masih mengingat bagaimana Surin merasa begitu senang setelah mendengar perkataan dokter bahwa Sehun sudah mulai membaik dan amnesia yang dialaminya hanyalah sebuah amnesia yang menghapus beberapa ingatan saja. Surin langsung berhambur ke pelukan Sehun yang saat itu tengah terduduk bersandar di kasur rumah sakit itu seraya tertawa bersama teman-temannya. Jimi ada disitu dan Jimi ingat persis apa yang dikatakan Sehun pada Surin saat itu.

“Maaf, anda siapa? Mengapa anda memeluk saya seperti ini didepan teman-teman saya?”

Dan semua orang tidak bisa untuk tidak hening, terlarut akan rasa terkejut juga sedih yang langsung mendominasi suasana, terutama ketika mereka melihat Surin yang terpaku tanpa tahu harus mengatakan apa.

Ternyata otak Sehun tidak menghapus ‘beberapa ingatan’, otak Sehun hanya menghapus satu ingatan saja. Satu ingatan yang justru adalah hal terpenting.

Sehun melupakan Surin. Tidak ada hal lain yang paling menyedihkan bagi pasangan yang dulunya selalu menjadi pujaan semua teman-temannya itu karena rasa sayang mereka yang besar terhadap satu sama lain.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang, Park Jimi?” Surin memandang wajah sahabatnya itu dengan tatapan kacaunya. Surin sadar bahwa selama dua tahun ini hal yang dilakukannya hanyalah menangis, mencoba memutar otaknya untuk mencari cara agar Sehun dapat mengingatnya kembali walaupun hanya hasil nihil yang didapatkannya.

Seolah seluruh angkasa tidak mengasihaninya yang sudah cukup menderita selama dua tahun lamanya, menangisi orang yang sama setiap pagi dan malamnya, langit gelap tak berbintang juga angin malam yang berhembus jauh lebih keras dari biasanya seolah menambah luka-luka diseluruh sekujur tubuh Surin yang sudah tidak berdaya.

Seolah tidak cukup membuat Surin terjatuh dengan fakta bahwa Sehun benar-benar melupakannya, Sehun kembali mendorongnya dengan keras hari ini. Sehun kembali mendorongnya dengan keras sampai Surin merasa dirinya tersungkur begitu saja di tanah, ketika laki-laki itu datang kerumahnya untuk memberikan sebuah undangan pertunangan cantik berwarna merah muda tadi siang bersama seorang gadis cantik dan anggun. Gadis yang selama ini memang dekat dengan Sehun. Gadis yang selama ini berusaha diberitahukan teman-teman Sehun pada Surin. Gadis yang selama ini tidak mau Surin ketahui sama sekali mengenai identitasnya.

Ya, Surin memilih untuk menutup matanya terhadap fakta bahwa Sehun jatuh cinta terhadap seorang gadis yang menjadi rekan kerjanya di organisasi photography kampus.

Surin memilih untuk menutup matanya terhadap fakta bahwa Surin sering menangkap Sehun tersenyum lembut sambil memperhatikan gadis itu.

Surin memilih untuk menutup matanya terhadap fakta bahwa selama dua tahun terakhir ini, dimana pun Sehun berada, gadis itu berdiri tepat disampingnya, menggandeng tangan Sehun dengan mesra seolah ingin memberitahukan kepada dunia bahwa Sehun adalah miliknya.

Sehun berkata bahwa memberi Surin undangan pertunangan itu secara langsung adalah hal yang penting karena kedua orangtua Surin adalah teman dekat kedua orangtuanya bahkan sebelum Sehun ataupun Surin lahir ke dunia. Surin tidak bisa melakukan apapun. Tubuhnya kaku, manakala Sehun duduk dihadapannya dengan tangan yang bersatu bersama tangan mungil gadis itu.

“Aku harap kalian mau datang.”

Surin menahan kepalan tangan ayahnya yang mengeras mendengar Sehun berkata demikian. Surin mengerti bagaimana perasaan ayah kandungnya yang melihat putrinya sendiri selama dua tahun terakhir sudah cukup menderita akibat laki-laki itu.

Kedua orangtua Sehun pun pernah datang kerumah Surin. Saat itu mereka datang untuk membatalkan rencana pernikahan Sehun dan Surin yang akan dilaksanakan tahun depan dengan alasan mereka tidak ingin memaksa Sehun. Kedua orangtua Surin menerima hal itu dengan lapang dada. Mereka mengerti bahwa sesuatu yang dipaksakan akan berujung tidak baik.

Namun, sejak kejadian itu semua berubah. Keluarga Surin tidak ingin berurusan lagi dengan keluarga Sehun. Mereka tidak membenci keluarga Sehun. Hanya saja, bayangkan bagaimana perasaan sedih seorang orangtua melihat anaknya seolah dibuang begitu saja. Bayangkan bagaimana perasaan sedih seorang orangtua melihat anaknya seolah-olah ditinggalkan begitu saja tanpa ada sedikit usaha untuk mengembalikan semuanya seperti semula.

Kedua orangtua Surin memilih untuk menyuruh Surin melupakan Sehun dibanding melihat Surin dicampakan untuk yang kesekian kali.

“Surin-a, sudahlah. Jangan menangis lagi. Aku tahu kau akan menemukan orang lain yang lebih baik darinya. Lepaskan dia pergi atau tidak kau hanya akan terus berada dilingkaran kesedihan yang tidak berujung ini.” Jimi memeluk Surin yang kini menangis tanpa tahu bagaimana caranya untuk berhenti.

Surin tidak tahu apa ia bisa jatuh cinta lagi seperti ia jatuh cinta pada sosok Sehun. Surin tidak tahu apa ia bisa memperbaiki hatinya dan membuka pintu yang tertutup rapat itu untuk orang lain selain Sehun yang kini sudah benar-benar melupakannya. Semua terdengar begitu mustahil bagi Surin.

Seandainya Surin berada diposisi Sehun, seandainya Surin yang mengalami kecelakaan itu, seandainya Surin yang lupa akan semua hal tentang Sehun, Surin yakin seratus persen bahwa ia akan kembali jatuh cinta pada Sehun.

Dan semakin Surin memikirkan hal itu, Surin semakin membenci dirinya.

Ia membenci dirinya yang tidak bisa membuat Sehun jatuh cinta untuk yang kedua kali pada dirinya.

 

**

 

Oh Sehun adalah laki-laki teristimewa yang pernah aku temui. Ia membuatku jatuh cinta, bahkan pada pandangan yang paling pertama.

Oh Sehun adalah laki-laki teristimewa yang pernah aku temui. Ia membuatku menjadi gadis paling bahagia dengan hanya berada di dekatnya.

Oh Sehun adalah laki-laki teristimewa yang pernah aku temui. Ia membuatku menjadi gadis paling beruntung ketika ia menyatakan cintanya padaku.

Oh Sehun adalah laki-laki teristimewa yang pernah aku temui. Ia membuat lima tahunku bersamanya begitu berwarna dan berarti.

Oh Sehun adalah laki-laki teristimewa yang pernah aku temui. Ia membuatku terperangkap dalam pesonannya yang tidak berujung terutama ketika ia tengah tersenyum dan tertawa sampai kedua matanya menjelma menjadi dua pasang bulan sabit.

Oh Sehun adalah laki-laki teristimewa yang pernah aku temui. Ia membuatku merasa aman hanya dengan memelukku erat.

Oh Sehun adalah laki-laki terstimewa yang pernah aku temui. Ia berhasil membuat hati dan pikiranku berantakan ketika bibirnya yang sempurna mendarat pada sepasang bibirku. Membuat jantungku berpacu cepat bersama miliknya, seiring dengan gerakan lembut yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang bisa aku ketahui dengan jelas setiap bibir kami bertemu adalah perasaan Sehun yang besar terhadapku. Aku berharap Sehun tahu bahwa aku juga melakukan hal yang sama dengannya.

Oh Sehun adalah laki-laki teristimewa yang pernah aku temui. Ia membuatku bahagia bahkan disetiap hariku.

Kini Sehun melupakan semuanya.

Sehun melupakan rasanya terhadapku.

Sehun melupakan lima tahun hubungan kita.

Sehun melupakan semua janji-janji yang kita buat bersama.

Sehun melupakan semua kejadian manis yang pernah terjadi diantara kita berdua, membiarkan dan meninggalkan aku sendiri bersama semua kenangan ini.

Sehun menganggapku asing.

Sehun melupakan aku.

Dan seketika aku lupa bagaimana cara untuk bahagia.

 

Surin kembali menangis kencang ketika ia menyelesaikan kalimat terakhirnya pada buku hariannya.

Surin merasa sepi. Ia merindukan Sehun. Ia merindukan laki-laki itu. Sangat merindukannya.

Surin memeluk lututnya sendiri seraya terus menangis. Surin tahu ia tidak bisa merubah keadaan. Surin harus membiarkan Sehun pergi. Laki-laki itu telah menemukan kebahagiaannya yang baru dan sudah seharusnya Surin turut berbahagia bersamanya.

Meskipun itu artinya ia harus menangis jauh lebih lama dari biasanya.

 

-FIN.

 

Sedang dalam mood yang benar-benar gloomy. Secara khusus dipersembahkan untuk Oh Sehun, penyebab ke-gloomy-an dan rindu tidak berujung ini.

Hope you enjoyed it.

Advertisements

10 comments

  1. ahnnncs · January 23, 2017

    ini sedihhhh
    kasian banget sama surin nyaaa
    sehun tega, okeee
    butuh yang lovely dong kak hahaha btw makasih loh udah update aku udah nunggu lama banget dan update meskipun so sadly
    KODE MINTA YANG SWEET INI TUHH HAHAHA
    cepet2 update lagi ya kakkk
    fighting!!!

    • Oh Marie · January 31, 2017

      Halo Angie!!
      Maaf aku baru sempet bales nih hihihi.
      Makasih ya buat komentarnyaaaaaa! Iya soalnya lagi dalam mood sedih banget kemaren ini bahahaha.
      Okesiap lagi dalam proses yaaaa😆 sibuk banget nih aku ada try out dan ini itu. Belum ketemu waktu buat ngetik😭 tapi diusahakan secepatnya ya!
      Keep stay tune!

  2. ddevioh · January 23, 2017

    Sedih banget , jadi baper nih kebawa perasaannya surin . Gak bisa bayangin gimana sedihnya jadi surin
    , fighting buat next seriesnya fighting jan lama2 yaa hehe

    • Oh Marie · January 31, 2017

      Uwaaaaah seneng banget deh kalo rasa sedihnya nyampe😆😆 makasih banyak buat komentarnya ya! Wajib ditunggu next projectnyaaa hihihi. See you on the next ff!

  3. rahsarah · January 26, 2017

    astagfirullah ini sedih banget deeee air mata aku langsung deresss pas dibagian sehun ngmng gtu ke surin waktu sehun sadar 😥 , knpa ini mereka berdua ga ada badai perasaan knpaaaa ujian mereka berat banget knpaaaa kamu deee bisa buat se sedih ini? itu siapa cewenyaaa yg mau tunangan sama sehun? ini knpa jadi mewek bangettt kesell deh sehun itu seriusan lupa banget sama surin? udahhhh mau nikah kaliaaaannn OH SEHUN YANG BENER AJA LO!

    • Oh Marie · January 31, 2017

      HUHUHUHUHU SEDIH KAN KAK:( Efek sedang dalam mood yang pengen sedih sedihan mulu makanya pas ngetik hasilnya begini kak wkwwk😂
      Makasih kak sarah buat komentarnya! Makasih udah mau main lagi kesiniiii!
      See you on the next project😘

      • rahsarah · January 31, 2017

        sedih banget de, aku tuh baca sampe nangis yg hampir sesegukan gtu smpe di tanyain sama ade knpa nangis HAHA
        oala kamunya yg moodnya lagi sedih toh, cup cup jangam sedih lagi yaa kasian suri sama sehun yg kena imbasnya Hehe *canda
        jadi ini nnti di cerita selanjutnya ga ada sangkut pautnya sma sehun ilang ingatankan? mereka tetep jadi nikah dan akur2 ajakan? *mulaipanik
        pokonya bener2 nunggu banget hampir tiap hari bolak balik wp kamu hehe

      • Oh Marie · February 1, 2017

        Gaada hubungannya kok kakkkk. Ini cuma ff oneshot biasa gitu hihihi. Ih terharu banget ngecek hampir tiap hari:”))))
        Ditunggu ya kak hihi. Aku juga lagi nyari kesempatan buat nulis nih. Sekolah lagi sibuk-sibuknya:”)

  4. Destiany Aulia · January 30, 2017

    Baru buka wp ini udah baca yang ini 😦 yaampun sehun masa kamu lupa sama surin 😦 surin pasti sakit banget :(, apalagi orang tua sehun membicarakan pembatal Pernikahan Sehun sama Surin, Pati disana Surin langsung sakit hati dan saat sehun ngasih undangan pertunangan Sehun sama Perempuan yang lainnya :(:( ka bikin Squeal cerita ini :(:(

    • Oh Marie · January 31, 2017

      Iya astaga gimana coba ya sakit banget pasti si Surin gara gara Sehunnya begitu😭😭😭
      Makasih banyak ya udah mau mampir lagi dan baca baca bahkan ninggalin komen jugaaaa huhu seneng banget!
      Untuk yang ini mah sampe sini aja deh gakuat lanjutinnya(?)
      Tunggu next project yaaaa! Wajib stay tune terus😘 sekali lagi terima kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s