You.Tube

youtube

Still on Christmas and New Year vibes. Happy reading from me and Sehun!

**

Ding Dong!

Surin beranjak dari tempat duduknya ketika ia mendengar suara bel rumahnya berbunyi. “Semuanya, aku permisi membukakan pintu dulu. Kalian mulai saja langsung makan malamnya.” Surin berujar pada keluarga besarnya yang kini mengelilingi meja makan berukuran besar dengan bentuk persegi panjang itu.

Suasana ramai dan hangat benar-benar mendominasi ruang makan rumah Surin sekarang ini. Tidak hanya ruang makan, di ruang tamu pun sepupu-sepupunya beserta keponakannya yang masih kecil tampak berlari kesana-kemari, bermain dengan riang. Sementara paman dan bibi dari keluarga ayah dan ibunya tampak berkumpul di ruang makan dan hendak memulai makan malam dalam rangka perayaan hari Natal yang memang sudah seperti tradisi setiap tahunnya bagi keluarga besar Surin.

“Ah, itu pasti kekasihmu yang tampan itu kan? Cepat bukakan pintu untuknya Surin-a.” Salah satu bibi dari keluarga ibunya bersuara membuat yang lain langsung menyetujui. “Rumor-rumornya, tahun ini adalah tahun terakhir Surin dan kekasihnya yang bernama Oh Sehun itu makan malam dengan kita sebagai sepasang kekasih. Tahun depan mereka sudah akan berganti status menjadi sepasang suami istri. Bukan begitu, Surin-a?” Ibu kandung Surin menyenggol tangan Surin dari tempatnya duduk sekarang ini sementara Surin hanya tertawa menanggapi membuat yang lain seketika langsung menyorakinya. “Sepertinya ada yang sebentar lagi di lamar ya?” Ujar salah satu pamannya membuat Surin semakin salah tingkah dan sorakan paman serta bibinya yang lain pun semakin meramaikan ruang makan tersebut. Surin segera meninggalkan ruang makan dengan berlari kecil menuju pintu utama rumahnya, berusaha menghindari rasa kikuk yang menyerangnya ketika keluarga besarnya itu mengungkit soal lamaran juga pernikahannya dengan kekasihnya, Oh Sehun.

Surin segera membuka pintu tersebut dan seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan mantel berwarna hitam juga kemeja kotak-kotak merah serta celana panjang hitam langsung menyapanya dengan senyuman hangat. Satu tangan kanannya memegang kamera dslr sementara tangan kirinya memegang bucket bunga besar serta sebuah paper bag. “Selamat Natal, Jang Surin. Ini bunga cantik untuk gadis yang paling cantik juga beberapa kue kering buatan ibuku untuk keluargamu.” Laki-laki yang diketahui bernama lengkap Oh Sehun itu menyerahkan bucket bunga serta paper bag tersebut pada Surin yang sedari tadi hanya tersenyum.

“Kau tampak cantik dengan gaun sederhana berwarna merah itu.” Ujar Sehun membuat senyuman yang kini menghiasi wajah Surin semakin mengembang. “Terima kasih, Oh Sehun. Selamat Natal juga untukmu.” Surin segera memeluk Sehun sementara laki-laki itu mengacak rambut Surin yang kini berada di pelukannya dengan sayang. Surin segera mengajak Sehun untuk masuk ke dalam rumahnya dan seketika itu juga anak-anak yang sedang sibuk bermain diruang tamu langsung berhambur memeluk Sehun dengan suara mereka yang heboh. Sehun yang kini memegang kamera hanya tertawa sambil terus merekam tingkah sepupu beserta keponakan Surin yang lucu itu.

“Paman! Selamat hari Natal. Apa paman membawakan hadiah untuk kami?” Seru Yongjae, keponakan Surin yang berumur lima tahun. “Ah, hadiah! Paman lupa menurunkannya dari bagasi mobil. Nanti akan paman ambilkan untuk kalian.” Ujar Sehun dan seketika itu juga seruan senang dari anak-anak kecil itu memenuhi ruangan. “Asik! Terima kasih paman Sehun yang tampan!” Soeul, keponakan Surin yang lainnya berujar membuat Sehun dengan gemas langsung mengacak rambutnya.

“Oh Sehun, ayo kemari. Kita makan malam bersama.” Ayah kandung Surin berujar dari ruang makan membuat Sehun yang kini tengah menggandeng Surin segera mengiyakan dan berjalan menuju ruang makan yang ramai itu. Sesampainya mereka diruang makan sorakan langsung memenuhi ruangan, menyuruh Sehun dan Surin untuk segera membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi yaitu pernikahan. Sehun sibuk berbungkuk berkali-kali, menyampaikan salamnya pada keluarga besar Surin yang kini masih terus melayangkan seruannya pada mereka berdua. Surin yang salah tingkah hanya mengeratkan pelukannya pada lengan kiri Sehun sementara laki-laki itu sibuk tertawa sambil terus berusaha merekam suasana bahagia yang melingkupi mereka semua dengan kamera DSLR yang dipegangnya pada tangan kanannya, di dukung dengan keluarga besar Surin yang melambai pada kameranya sambil mengucapkan ucapan selamat Natal.

Mereka mulai menyantap makan malam mereka ketika Sehun dan Surin sudah menempatkan dirinya di kursi yang berada dibalik meja makan tersebut. Mereka berbincang seru tentang apapun, membuat suasana makan malam dalam rangka perayaan hari Natal itu dipenuhi gelak tawa dan rasa senang dari semua orang yang berkumpul diruang makan tersebut. “Ku dengar-dengar, kekasih Surin yang tampan ini sangat romantis ya? Aku pernah menonton video yang diunggahnya di Youtube, ketika ia mengantar Surin berbelanja. Video berdurasi lima belas menit itu merekam kegiatan Surin yang sibuk memilah-milih baju. Setiap kali Surin keluar dari fitting room dan bertanya pada Sehun mengenai pakaian yang dicobanya, jawaban yang keluar dari Sehun adalah sama yaitu ‘Surin-a, kau terlihat cantik dengan baju apa saja.’ Bagian yang membuatku sampai memekik karena gemas adalah pada saat Sehun yang tampak bosan menunggu Surin berganti pakaian. Ia terus berkata ‘Jang Surin, cantik. Kau cantik. Kau cantik. Kau cantik. Kau sangat cantik bahkan dengan apa saja. Jadi keluarlah dari ruangan itu sekarang juga.’ Aku bahkan benar-benar mengingat dengan jelas kalimatnya. Astaga, jangan-jangan tanpa sadar aku sudah menjadi bagian dari penggemar kalian berdua.” Salah satu bibi dari keluarga ayah Surin berujar membuat tawa langsung menggema. Sehun sampai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena salah tingkah.

“Tapi memang benar, penggemar Sehun dan Surin sudah sangat banyak. Video yang aku tonton itu bahkan sudah ditonton satu juta orang dengan kalau tidak salah sepuluh ribu komentar. Video yang di unggah sudah cukup banyak dan semua tentang keseruan hubungan mereka berdua yang benar-benar dikemas dengan menarik dalam satu video. Kalian berdua memang luar biasa.” Lanjut wanita berumur empat puluhan tersebut membuat yang lain langsung menatap Sehun dan Surin dengan tatapan kagum. “Maka itu, sebelum Surin semakin sibuk dengan pekerjaan mengajarnya dan sebelum Sehun juga semakin disibukan dengan pekerjaannya sebagai seorang kepala arsitek, kalian berdua segeralah menikah.” Ujar salah seorang paman Surin membuat Sehun dan Surin hanya bertatapan sambil tertawa canggung.

“Pasti. Aku juga tidak ingin mengundur-undur.” Ujar Sehun dan ruang makan itu kembali dipenuhi dengan sorakan heboh untuk sepasang kekasih yang kini hanya tertawa, menanggapi ledekan-ledekan yang dilayangkan pada mereka berdua. Sorakan semakin terdengar nyaring ketika mereka melihat Sehun menggenggam satu tangan Surin yang terletak di meja makan tersebut sambil tersenyum pada satu sama lain.

Selepas acara makan malam bersama itu, keluarga besar Surin berkumpul diruang tamu untuk satu per satu mengambil dan membuka kado yang berada di bawah pohon Natal berukuran besar yang terletak di pojok ruang tamu tersebut. Sehun yang kini berdiri di sebelah Surin, sibuk merekam suasana bahagia itu dengan kamera DSLR-nya. Sesekali laki-laki itu tertawa bersama Surin yang kini setia memeluk lengan kirinya karena melihat keponakan-keponakan Surin yang masih kecil itu tampak sangat antusias dengan kado yang mereka dapatkan sampai-sampai tidak sedikit dari mereka yang terpeleset karena melompat-lompat kegirangan.

Surin memperhatikan tampak samping Sehun dari tempatnya berdiri sekarang ini. Tampan. Hanya kata itu yang dapat mendeskripsikan pemandangan yang dilihatnya saat ini. Kedua mata mempesona yang membentuk lengkungan seperti bulan sabit setiap laki-laki itu tertawa, alis matanya yang tegas, hidungnya yang semakin mancung jika dilihat dari samping seperti sekarang ini, sepasang bibir berwarna merah muda natural yang selalu berhasil membuat jantung Surin berdebar dua kali lebih cepat, kulitnya yang putih seperti susu, dan tubuhnya yang tinggi semampai dengan bahu lebar yang menurut Surin merupakan titik ketampanan seorang Oh Sehun. Tidak ada satupun yang tidak Surin sukai dari Sehun.

Mungkin hanya satu hal yang ‘sedikit’ menganggu. Yaitu kamera kesayangan Sehun yang kini sedang laki-laki itu pegang. Tidak, Surin bukannya tidak suka dengan Sehun yang mencintai photography sedari laki-laki itu masih kecil. Surin benar-benar senang jika Sehun melakukan hal yang laki-laki itu sukai termasuk memotret. Hanya saja kegiatan yang dilakukan Sehun selama hampir satu tahun dengan kameranya itu lama-kelamaan membuat Surin merasa sedikit terusik. Kegiatan yang tidak lain tidak bukan adalah merekam semua moment mereka berdua kemudian mengunggahnya ke akun Youtube pribadi Sehun yang kini seakan menjadi sorotan banyak orang. Bahkan semenjak Sehun mengunggah video-video yang berhubungan dengan hubungan mereka berdua, pengikut di Instagram Surin maupun Sehun bertambah dengan sangat drastis. Mereka terus membanjiri kolom komentar disetiap postingan Instagram Surin terutama jika Surin mengunggah fotonya bersama dengan Sehun.

Awalnya Surin merasa biasa saja, bahkan awalnya ia merasa senang ketika melihat Sehun yang tampak antusias setiap jumlah penonton video yang diunggahnya mencapai satu juta orang. Tapi itu semua hanya ‘awalnya’. Sekarang, Surin merasa ia sedikit terganggu. Surin merasa ia tidak lagi memiliki privasi baik untuk dirinya sendiri maupun untuk hubungannya dengan Sehun. Tidak jarang jika Surin tengah berkencan dengan Sehun diluar, banyak anak-anak muda yang menegur mereka dan setelah itu pasti foto maupun cuplikan video Sehun dan Surin yang tengah berkencan menyebar di internet.

Yang membuat Surin terkejut, pernah satu kali ketika ia tengah berkencan bersama dengan Sehun di Busan, beberapa turis asing meminta untuk berfoto dengannya dan Sehun. Kurang lebih tiga rombongan turis dari tiga negara berbeda yaitu China, Jepang, dan yang membuat Surin benar-benar terkejut adalah turis dari Amerika meminta untuk berfoto dengannya dan Sehun. Mereka berkata dengan bahasa Inggris bahwa mereka adalah penggemar berat Sehun dan Surin. Mereka juga berkata bahwa video-video yang diunggah Sehun benar-benar manis dan tidak sedikit dari mereka yang mengaku bahwa mereka ingin memiliki kekasih seperti Sehun. Surin ingat betapa mood-nya benar-benar turun drastis ketika salah satu perempuan cantik yang tidak lain tidak bukan adalah salah satu turis dari China meminta ijin pada Surin untuk mengajak Sehun berfoto berdua dengannya.

Sampai sekarang pun hal tersebut masih berlanjut bahkan menurut Surin, semakin parah. Surin hanya merasa tidak betah dengan keadaan yang seperti ini. Perhatian semua orang pada hubungannya dan Sehun menurut Surin terlalu berlebihan dan membuat Surin tidak nyaman.

Sebenarnya bukan hanya perhatian orang-orang itu saja. Jika Surin boleh jujur, lama-kelamaan ia lelah berhadapan dengan Sehun yang selalu memegang kamera ketika tengah melakukan apapun bersamanya. Sehun berbicara melalui kamera, dan Surin seolah berbicara dengan lensa kamera. Lalu tidak hanya itu, Surin jadi mulai merasa bahwa semua hal manis yang dilakukan Sehun untuknya semata-mata hanya untuk keperluan video yang akan di unggahnya di Youtube maupun sosial medianya yang lainnya seperti Instagram. Setiap kali pikiran itu muncul, Surin berusaha mengusirnya karena bagaimanapun Surin percaya bahwa Sehun benar-benar mencintainya. Hanya saja, Surin benar-benar tidak dapat mengatur ketidaknyamanan yang semakin hari semakin mendesak hatinya itu.

“Ada apa kau memperhatikanku terus seperti itu? Sebegitu terpesonanya kah kau dengan ketampananku?” Sehun berujar seraya merengkuh pinggang Surin, mendekatkan gadis itu padanya. Surin hanya tersenyum kaku, membalas senyuman manis kekasihnya itu. “Percaya dirimu terlalu tinggi. Itu rambutmu sedikit berantakan.” Ujar Surin berusaha menyembunyikan pikiran panjangnya barusan dengan merapikan rambut Sehun yang sebenarnya tidak berantakan itu dengan tangannya.

Sehun mengarahkan kameranya pada Surin yang kini masih menyentuh rambutnya. “Lihatlah, ada gadis cantik yang tidak mau mengakui bahwa ia baru saja terpesona dengan ketampanan seorang Oh Sehun.” Surin hanya tersenyum kecil sambil memperhatikan Sehun yang tampak senang dibalik kameranya itu. “Maukah kau mengucapkan selamat Natal pada kameraku ini bersama denganku?” Tanya Sehun masih sambil memegang kameranya sementara suasana ramai dan gelak tawa masih menyelimuti ruang tamu itu. Surin hanya dapat mengangguk kecil seraya memaksakan senyumannya yang tidak disadari oleh Sehun.

Sehun membalik kameranya sehingga kini lensa DSLR itu menghadap kearah wajahnya dan Surin yang kini menyandarkan dagunya pada sebelah bahu Sehun. “Aku hitung sampai tiga. Satu, dua, tiga.”

“Selamat Natal!” Ujar Sehun dan Surin bersamaan. Tiba-tiba Sehun mengecup sebelah pipi Surin kemudian tertawa karena melihat ekspresi terkejut dari gadis itu.

Surin hanya terus memperhatikan Sehun yang masih tertawa itu dalam diam. Lagi-lagi pikiran bahwa Sehun melakukan hal itu hanya untuk keperluan videonya semata terlintas di pikiran Surin, membuat mood Surin turun begitu saja.

Seperti apapun Surin mencoba untuk terbiasa dengan hal tersebut, ia tidak mampu. Surin merasa bahwa dirinya sudah tidak mampu menghadapi kamera itu juga semua keadaan memusingkan yang terjadi semenjak Sehun mengunggah video-video itu ke Youtube. Dan sialnya, ia tidak tahu bagaimana cara memberitahukannya pada Sehun. Maka itu sampai sekarang Surin mencoba untuk tetap bersabar dan bertahan meskipun ia benar-benar merasa terganggu.

**

“Oh astaga, aku tidak bisa berkata-kata. Video yang baru diunggah Sehun ini benar-benar menggemaskan. Surin-a, apa kau sendiri sudah menontonnya?” Ujar Taerin yang kini duduk dihadapan Surin masih sambil memperhatikan layar ponselnya, begitu pula dengan Cheonsa yang duduk tepat disebelah Taerin. “Bagian yang paling menggemaskan adalah ketika Sehun mengecup pipi Surin dengan tiba-tiba di akhir video setelah mereka mengucapkan selamat natal bersama-sama. Ah, coba saja Minseok juga membuat video-video yang merekam moment kita selama ini.” Sambung Cheonsa yang langsung disambut seruan setuju dari Taerin.

“Betul itu. Sayang sekali Junmyeon tidak ada jiwa anak mudanya seperti Sehun. Instagramnya saja tidak ada ‘aesthetic’-nya sama sekali. Hanya berisikan selfie dan foto-foto kita berdua yang biasa saja.” Taerin berkomentar dan kini giliran Cheonsa yang menyetujui ucapan gadis berambut sebahu itu. “Isi Instagram Minseok bahkan hanyalah foto-foto makanan. Ada satu foto kita berdua tapi itupun hanya foto sepatu kita berdua yang sengaja kita seragamkan. Minseok itu tipe orang yang tidak sama sekali mau foto wajahnya tersebar di sosial media.” Ujar Cheonsa membuat Taerin tertawa kecil, menanggapi.

Menyadari Surin yang diam saja, Taerin langsung menyenggol tangan gadis itu. “Ya, Jang Surin! Ada apa denganmu? Mengapa tiba-tiba kau diam saja?” Tanya Taerin sementara Surin hanya menghela napasnya sembari menyesap vanilla latte-nya yang sudah mulai mendingin. “Kau tidak suka video yang baru Sehun unggah?” Tebak Cheonsa membuat Surin lagi-lagi hanya menghela napasnya, kali ini lebih berat.

“Aku bahkan tidak berniat untuk menontonnya.” Ujar Surin membuat Taerin dan Cheonsa saling bertatapan heran. “Surin-a, jangan bilang kau belum pernah satu kali pun menonton video-video yang Sehun unggah? Aku bersumpah kau akan menyesal. Semua video itu benar-benar menggemaskan. Aku dapat mengetahui bahwa Sehun benar-benar mencintaimu dengan hanya menonton semua video itu. Video yang paling aku suka adalah ketika kalian berdua berlibur ke Thailand. Sehun bahkan selalu menggenggam tanganmu erat-erat ketika kalian berjalan di tengah keramaian. Lalu video dimana Sehun merawatmu ketika sakit, video kalian berpiknik bersama keponakan Sehun, video kalian saat berkunjung ke rumah nenek dan kakek Baekhyun bersama Baekhyun dan Jimi, video ketika Sehun memberikanmu kejutan ulang tahun tepat jam dua belas malam, video ketika Sehun belajar memasak hanya untuk mengadakan makan malam romantis untuk kalian berdua, video—”

“Aku sudah menonton semuanya, Hwang Taerin. Aku bahkan adalah termasuk salah satu penonton awal semua video yang Sehun unggah. Tapi sekarang aku sudah tidak mau lagi. Aku lelah. Aku merasa bahwa video-video itu membawa efek samping yang tidak mengenakan bagi hubunganku dengan Sehun.” Potong Surin membuat Taerin dan Cheonsa lagi-lagi hanya bertatapan heran.

“Maksudmu?” Tanya sahabat sedari sekolah dasarnya itu dengan bersamaan. “Kalian tidak akan mengerti sampai kalian merasakan rasanya dimintai foto saat kalian tengah berkencan dengan kekasih kalian. Kalian tidak akan mengerti rasanya terganggu sampai kalian merasakan rasanya benar-benar seperti tidak punya privasi karena semua orang seakan mengomentari hubungan kalian dengan kekasih kalian disetiap sosial media yang kalian punya.” Ujar Surin membuat keheningan seketika melingkupi mereka bertiga. Cheonsa bahkan hanya berdeham sembari meminum americano-nya tanpa berkomentar.

“Benar juga, sih. Tapi kalau aku lihat komentar-komentar itu kebanyakan adalah komentar positif yang mendukung hubunganmu dengan Sehun.” Taerin meletakan ponselnya pada meja cafe tersebut sambil terus menatap Surin yang kini tampak lesu. “Coba kau perhatikan lagi. Memang sebagian besar adalah komentar yang positif, tapi tidak sedikit juga orang-orang yang mengirimkan komentar negatif. Tanpa berpikir lagi, mereka berkata bahwa aku tidak pantas bersanding dengan Sehun yang terlalu sempurna.”

“Seharusnya kau tidak perlu menanggapi komentar-komentar itu. Aku tahu kau sudah dapat berpikir dewasa dan hal itu harusnya tidak menjadi masalah yang harus dibesar-besarkan. Biarkan saja orang mau berkata apa. Toh, perkataan mereka tidak akan merubah hubunganmu dengan Sehun barang sedikitpun.” Cheonsa berujar sementara Taerin langsung membenarkan ucapan Cheonsa.

“Aku juga tidak terlalu memikirkan hal itu. Tapi, aku hanya benar-benar merasa tidak nyaman dengan perhatian yang banyak orang berikan pada hubunganku dan Sehun. Bayangkan saja, memangnya kalian mau foto kalian ketika kalian tengah berkencan dengan kekasih kalian tersebar diseluruh penjuru internet seakan-akan kalian adalah seorang selebriti yang tertangkap paparazi?” Cheonsa dan Taerin hanya terdiam, memikirkan kebenaran yang diucapkan Surin barusan.

Cheonsa dan Taerin langsung mengerti bagaimana rasanya berada di posisi Surin. Betapa tidak enaknya hal yang seharusnya menjadi privasi tersebar begitu saja dan dibicarakan orang banyak. Selebriti saja banyak yang tidak betah kehidupan pribadinya terlalu diumbar ataupun dibincangkan, apalagi Surin yang hanya seorang guru biasa disalah satu sekolah dasar. Kalau mereka menjadi Surin, baik Cheonsa maupun Taerin mungkin akan merasakan hal yang sama dengan Surin dan mereka yakin sekali akan hal tersebut.

Tiba-tiba ponsel Surin berdering nyaring, menandai adanya sebuah panggilan masuk. Surin, Taerin, dan Cheonsa langsung memperhatikan nama sang penelpon yang muncul dipermukaan layar sentuh ponsel Surin yang kini terletak diatas meja cafe tersebut. Surin segera menghela napasnya kemudian langsung mengangkat panggilan masuk yang tidak lain tidak bukan adalah dari kekasihnya, Oh Sehun.

“Halo? Iya aku masih berada di cafe biasa bersama Taerin dan juga Cheonsa. Baiklah, jam tujuh jemput saja dirumahku. Iya, sampai jumpa nanti.” Ujar Surin kemudian segera memutus sambungan telepon tersebut. “Sehun mengajakku makan malam di Walking On The Cloud Restaurant.” Ujar Surin membuat kedua temannya langsung berseru heboh sementara Surin langsung merasakan jantungnya berdebar cepat. Surin hanya meremas ponselnya dengan kedua tangannya sambil menggigit bibir bawahnya, memandangi Taerin juga Cheonsa yang masih sibuk berseru kegirangan.

“Surin akan dilamar! Oh astaga, restaurant itu adalah restaurant paling terkenal diseluruh penjuru Korea Selatan. Siapa yang tidak tahu 63 Building atau Walking On The Cloud? Bahkan jika ingin makan malam disitu kita harus melakukan reservasi dari satu bulan sebelumnya! Sesuatu yang spesial diantara kalian pasti akan terjadi malam ini!” Ujar Taerin kegirangan sementara Cheonsa langsung memandang Surin dengan penuh antusias.

“Baiklah, ambil napas, hembuskan. Ini saatnya kau berkata pada Sehun bahwa kau tidak ingin ada video yang diunggah selepas makan malam. Biarkan makan malam kalian ini menjadi privasi kalian saja. Kalau perlu, kau curahkan saja rasa ketidaknyamananmu soal video-video itu pada Sehun malam ini. Siapa tahu saja Sehun terus melakukan hal ini karena ia pikir kau tidak keberatan dan merasa baik-baik saja. Iya, kan?” Cheonsa memberikan Surin saran membuat Surin segera menganggukan kepalanya.

“Untuk apa kau masih disini? Cepat sana pulang dan bersiaplah. Berdandanlah yang cantik dan kenakan dress terbaikmu!” Pinta Taerin membuat Surin langsung buru-buru menyampirkan tas selempangnya.

“Semoga saja hari ini adalah hari spesial itu. Doakan aku ya, kawan-kawan. Aku pamit.” Ujar Surin kemudian ia segera berjalan keluar dari cafe tersebut dengan tergesa-gesa sementara Taerin dan Cheonsa masih mempertahankan keantusiasan mereka. Mereka berdua benar-benar tidak sabar mendengar kabar bahagia dari Surin dan Sehun, pasangan yang menurut mereka paling menggemaskan itu.

**

“Jang Surin, kau benar-benar cantik.” Sehun berujar seraya tidak henti-hentinya memperhatikan Surin yang kini berdiri tepat dihadapannya. Surin tampak mengenakan terusan berwarna hitam selutut dengan heels lima centinya. Rambutnya yang berwarna hitam pekat dibentuk bergelombang pada bagian bawahnya, mempermanis penampilannya. Surin memoleskan make up tipis pada wajahnya yang berhasil membuat Sehun semakin jatuh hati terutama ketika ia menyadari Surin mengenakan lipstick berwarna merah muda, warna yang menurut Sehun benar-benar cocok untuknya sehingga sedari lama Sehun sudah menjadikan lipstick berwarna merah muda milik Surin menjadi salah satu hal yang paling ia sukai.

“Kalau begitu, ayo langsung saja kita berangkat.” Sehun segera meletakan tangan Surin pada lengannya ketiga gadis itu mengangguk setuju. Sehun membukakan pintu mobil sedan berwarna hitamnya untuk Surin dan kemudian berlari kecil menuju kursi pengemudi. Setelah mengenakan sabuk pengamannya, Sehun membantu Surin untuk mengenakan sabuk pengaman gadis itu kemudian mulai melajukan mobilnya dijalanan Seoul yang pada malam itu cukup ramai.

Surin terus memperhatikan tampak samping Sehun. Ketampanan laki-laki itu seolah bertambah entah berapa kali lipat karena ia menata rambutnya juga mengenakan tuxedo berwarna hitam. Dasi hitam yang menghiasi kemeja putih dibalik jas hitamnya pun menambah nilai tersendiri dari penampilan Sehun malam ini. Tiba-tiba jantung Surin benar-benar berdesir, ketika hatinya menerka-nerka maksud dari acara makan malam mereka berdua. Sehun yang berpenampilan rapi, juga tempat yang akan mereka datangi untuk menikmati makan malam mereka adalah sesuatu yang pasti memiliki maksud spesial dibaliknya dan Surin benar-benar tidak dapat menyuruh hatinya untuk berhenti berharap bahwa mungkin saja malam ini Sehun akan meminta Surin untuk menjadi pendamping hidupnya.

Surin juga tidak melihat Sehun membawa kamera kesayangannya diacara makan malam mereka kali ini. Bolehkah Surin berharap Sehun berpikiran sama dengannya yang ingin makan malam spesial ini menjadi privasi mereka berdua saja? Surin tersenyum kemudian memperhatikan kuku-kukunya. Tiba-tiba ia terserang salah tingkah membuat Sehun yang sedari tadi fokus pada jalanan didepannya pun menoleh singkat ke arah Surin.

“Malam ini kita tidak hanya akan makan malam biasa.” Ujar Sehun membuat Surin langsung mengalihkan pandangannya pada Sehun yang kini kembali fokus menyetir. Surin hanya tersenyum senang kemudian berusaha menyembunyikan rona merah yang kini mulai muncul dimasing-masing pipi gadis itu.

Surin hanya tidak sanggup untuk membayangkan Sehun benar-benar akan melamarnya di lantai 63 restaurant yang paling terkenal itu. Semuanya bahkan terdengar hanya seperti sebuah drama romantis yang sering ia tonton.

**

Sehun dan Surin mulai menyantap makan malam mereka sambil memperhatikan pemandangan diluar kaca jendela besar dari tempat mereka duduk sekarang ini. “Ini adalah yang pertama kalinya aku berkunjung kesini. Pantas saja banyak orang rela melakukan reservasi dari jauh-jauh hari, ternyata tempatnya memang benar-benar indah.” Surin melemparkan pandangannya pada jendela kaca besar yang berada disebelahnya kemudian tanpa henti memandangi pemandangan yang dapat dilihatnya dari jendela kaca tersebut. Surin benar-benar merasa seolah ia berada diatas awan ditemani lampu-lampu yang gemerlap dibawahnya karena dari lantai 63 restaurant tersebut, ia seolah dapat melihat seluruh penjuru kota Seoul malam hari itu. Lampu-lampu dari seluruh penjuru kota yang bersinar dan gemerlap itu seolah seperti bintang-bintang kecil yang banyak, benar-benar indah sampai-sampai Surin tidak dapat mendeskripsikannya dengan kata-kata.

“Kau menyukainya?” Tanya Sehun membuat Surin langsung mengangguk senang. Suasana seketika hening, hanya alunan musik klasik dari speaker restaurant itu saja yang mengisi kekosongan diantara mereka berdua. Sebenarnya Surin ingin langsung bertanya apa maksud Sehun mengajaknya makan malam spesial seperti sekarang ini, namun Surin mengurungkan niatnya. Surin hanya tidak ingin merasa melangkahi Sehun kalau-kalau laki-laki itu memang sedang menunggu waktu yang tepat untuk mungkin saja… melamarnya?

“Oh Sehun.” Surin memanggil laki-laki itu yang langsung dibalas gumaman oleh Sehun. Surin tengah berusaha mencari kalimat yang tepat untuk memberitahu Sehun mengenai rasa ketidaknyamanan yang disebabkan oleh video-video mereka yang Sehun unggah ke Youtube namun otak Surin seolah berhenti dan membeku begitu saja, sementara Sehun masih tampak menunggu perkataan selanjutnya dari gadisnya itu sambil terus memandangi Surin.

“Mengenai video-video yang kau unggah, bisakah kau tidak lagi—” Ucapan Surin terputus begitu saja ketika satu orang laki-laki dengan kamera yang Surin tahu adalah sebuah kamera yang biasanya digunakan oleh sebuah stasiun televisi dan satu orang perempuan dengan microphone ditangannya menghampiri Sehun dan Surin. Surin dapat membaca nama stasiun televisi terkenal pada microphone yang perempuan itu pegang, membuat Surin menganga tidak percaya. Surin semakin tidak mempercayai apa yang dilihatnya sekarang ini ketika Sehun malah mempersilahkan kedua kru televisi itu untuk bergabung bersama mereka. Sehun segera duduk disamping Surin sementara kedua kru televisi itu duduk dihadapannya dan Surin.

Surin yang benar-benar bingung dengan keadaan mereka sekarang ini hanya memandangi Sehun, menunggu penjelasan dari kekasihnya itu. Surin hanya tidak habis pikir, apa yang sebenarnya baru saja dilakukan kru televisi itu? Lalu, mengapa Sehun tanpa Surin sangka-sangka dengan begitu saja menyuruh kru televisi itu untuk bergabung ditengah-tengah makan malam spesial mereka? Tidak sadarkah Sehun bahwa makan malam yang seharusnya menjadi makan malam spesial bagi mereka itu sudah benar-benar diganggu oleh kru televisi tersebut?

“Aku sengaja menjadikan ini kejutan. Sebuah channel televisi terkenal inilah yang mengatur makan malam kita hari ini. Mereka berencana akan mewawancarai kita untuk salah satu program spesial akhir tahun mereka disini. Kau tidak keberatan, kan?”

Jantung Surin seolah lepas begitu saja dari tempatnya dan kepalanya seketika berdenyut keras. Apa yang baru saja Sehun katakan padanya? Jadi, acara makan malam yang Surin pikir akan membawa kemajuan baru untuk hubungannya dengan Sehun ini sebenarnya hanyalah sesuatu yang berhubungan dengan video-video itu? Lalu, apa katanya? Sebuah stasiun televisi terkenal akan mewawancarai mereka berdua? Itu tandanya besok wajah Surin dan Sehun akan muncul di televisi dan ditonton ratusan bahkan ribuan orang diluar sana? Surin benar-benar kecewa. Ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya lebih lama terhadap Sehun. Ini semua sudah keterlaluan.

Surin menahan air matanya yang sepertinya akan tumpah sebentar lagi itu dengan susah payah. Rasanya ia ingin menampar Sehun saat itu juga karena sudah membuatnya berharap terlalu tinggi kemudian menjatuhkannya begitu saja. Rasanya ia ingin pergi dari tempat itu sekarang juga namun kakinya seolah dipaku dan tubuhnya merasa tidak mampu untuk bergerak barang sedikit pun. Surin hanya tidak mau ia dan Sehun berakhir memalukan dan video bertengkarnya dengan laki-laki itu muncul di televisi kalau saja Surin benar-benar melakukan adegan-adegan yang ada dikepalanya sekarang ini.

Jadi Surin hanya dapat terdiam, membiarkan Sehun menggenggam satu tangannya dengan erat yang membuat kru televisi itu tersenyum bahagia karena melihat hal tersebut. Mereka memulai acara wawancara tersebut sementara Sehun sibuk menjawab dengan sangat lancar. Surin hanya dapat memperhatikan kekasihnya itu dengan tatapan yang berkaca-kaca, berusaha dengan susah payah untuk tidak menangis ketika Sehun menceritakan pertemuan pertamanya dengan Surin sampai akhirnya mereka bisa seperti sekarang ini pada kru televisi itu.

Kru televisi itu terus memuji keserasian mereka dan hal itu berhasil membuat Surin muak. Surin tidak ingin lagi menyangkal pemikirannya sendiri bahwa selama ini Sehun bertingkah manis padanya didepan kamera itu hanya untuk keperluan video-videonya saja agar ia bisa mendapatkan ‘popularitas’ yang sepertinya sangat diinginkan oleh laki-laki itu. Senyuman dan tawa bahagia Sehun kala ia diwawancara oleh kru televisi itu benar-benar membuktikan semuanya.

“Banyak sekali orang diluar sana yang iri pada hubungan manis kalian berdua terutama ketika menonton video-video tersebut. Jang Surin-ssi, apa anda sendiri menyukai semua video-video yang diunggah oleh kekasih anda ini?” Reporter perempuan itu mengalihkan microphonenya pada Surin sementara Surin hanya dapat tersenyum paksa pada Sehun yang kini tengah menatapnya dengan sebuah senyuman manis. Surin bahkan tidak tahu apakah senyuman manis dari Sehun itu benar-benar tulus ataukah hanya untuk keperluan wawancara ini semata. Ia benar-benar tidak lagi bisa membedakan mana Sehun yang tulus dan mana Sehun yang hanya menginginkan popularitas dengan mempublikasikan hubungan mereka seperti sekarang ini.

“Maaf, tapi lebih baik sampai sini saja wawancaranya. Saya rasa kondisi tubuh saya sedang tidak begitu baik. Permisi.” Ujar Surin kemudian meninggalkan Sehun juga kru televisi yang hanya bingung melihat Surin pergi begitu saja bahkan dengan berlari kecil. Sehun memohon diri pada kru televisi itu seraya mengejar Surin yang sudah lebih dulu mencapai lift. Surin menyandarkan dirinya pada lift tersebut kemudian menangis sejadi-jadinya didalam lift yang membawanya turun dari tempat yang Surin pikir akan menjadi tempat paling spesial dalam sepanjang sejarah hidupnya itu.

Sesampainya di lobby, Surin hendak langsung pergi dari tempat tersebut dengan sebuah taksi. Baru saja Surin akan membuka pintu taksi tersebut, tangan kekar seorang laki-laki menahan pergelangan tangannya. Surin menoleh dan matanya langsung bertemu dengan kedua bola mata berwarna cokelat pekat milik Sehun. Laki-laki itu seolah meminta penjelasan akan apa yang dilakukan Surin barusan.

“Sudah puas? Aku tanya padamu, apa kau sudah merasa puas karena kini kau berhasil mendapatkan popularitas yang kau inginkan itu?!” Surin meninggikan nada bicaranya dan sambil menangis, ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Sehun dari pergelangan tangannya, namun tenaga Sehun jauh lebih kuat darinya yang saat itu sudah benar-benar rapuh.

“Popularitas? Sebenarnya apa maksudmu?”

“Kalau bukan karena kau menginginkan sebuah popularitas, lalu apa yang ingin kau dapatkan dari video-video itu? Aku lelah, Oh Sehun. Aku lelah dengan semua orang yang sepertinya menaruh perhatian pada hubungan kita. Aku lelah dengan mereka yang mengikuti kita ketika kita tengah berkencan, memotret kita dengan sembunyi-sembunyi, lalu menyebarnya di internet dan kemudian foto itu menjadi perbincangan orang banyak. Sedari lama sebenarnya aku sudah benar-benar muak tapi aku berusaha untuk menahannya karena aku pikir kau menyukai keadaan tersebut. Untuk sekarang, aku rasa aku sudah tidak sanggup lagi.” Suara Surin melemah. Ia menatap sepasang mata Sehun yang tajam dengan matanya yang sudah basah.

“Lalu apa semua ini? Kau mengajakku ketempat ini hanya untuk wawancara televisi? Woah, aku benar-benar merasa bodoh karena aku sudah menaruh harapan yang terlalu tinggi. Aku benar-benar merasa bodoh karena berpikir kau akan melamarku malam ini. Tidak tahukah kau betapa kecewanya aku padamu saat ini?” Surin berujar frustasi membuat Sehun hanya menautkan alisnya sambil terus mencengkram pergelangan tangan Surin dan mendengarkan semua perkataan Surin yang sepertinya sudah benar-benar lama gadis itu pendam.

“Satu hal, Oh Sehun. Kau harus tahu bahwa aku bukanlah selebriti. Aku hanya orang biasa dan aku merindukan privasi yang dulu aku miliki. Aku pergi.” Surin segera melepas paksa tangan Sehun dari pergelangan tangannya kemudian masuk ke dalam taksi tersebut yang tidak lama kemudian pergi menjauh meninggalkan Sehun. Surin menangis tersedu. Dadanya begitu sakit dan rasa kecewa yang merambat ke seluruh penjuru hatinya sekarang ini benar-benar membuatnya merasa lelah. Ia tidak ingin bertemu Sehun dulu. Ia tidak ingin bertemu Sehun sampai rasa kecewanya terhadap laki-laki itu hilang dengan sendirinya.

Disatu sisi, seorang laki-laki bertubuh tinggi yang kini hanya memperhatikan taksi itu menjauh, hanya mengacak rambutnya frustasi. Sehun berjalan kesana-kemari, berusaha mencari cara untuk dapat menjelaskannya pada Surin sebelum akhirnya ia berlari menuju parkiran untuk mengambil mobilnya lalu pergi dari tempat tersebut menuju rumah Surin.

Sehun tidak tahu semuanya akan berakhir berantakan seperti ini. Ia bersumpah kalau seandainya ia tahu dari awal bahwa video-video itu akan membawa akhir yang tidak baik bagi hubungannya dengan Surin, Sehun tidak akan pernah mengunggah satu video pun sedari dulu.

**

“Surin-a, sebenarnya ada apa denganmu dan Sehun? Kasihan sekali itu Sehun menunggu di depan pagar rumah dan tidak mau masuk sampai kau yang membukakan pintu.” Ibunya mengetuk pintu kamar Surin yang terkunci sementara Surin hanya membenamkan wajahnya di bantal kepalanya. “Sudah tiga jam ia berdiri disana dan jam sudah akan menunjukan pukul sepuluh tepat. Ditambah lagi diluar sedang hujan salju. Kau benar-benar tidak kasihan dengan Sehun?” Surin segera terduduk dikasurnya kemudian membuka tirai jendela kamarnya yang menghadap keluar. Surin dapat melihat Sehun bersandar pada tembok yang berada disebelah pagar rumahnya dengan tangan yang ia lipat di depan dada. Laki-laki itu hanya menunduk dan Surin dapat melihat dengan jelas tubuhnya menggigil.

Surin berdecak kemudian membanting tubuhnya sendiri pada kasurnya yang nyaman. “Surin-a, Sehun berkata ia ingin menjelaskan sesuatu padamu. Keluarlah sebentar dan temui dia.” Ujar ibunya namun Surin tetap tidak bergerak sedikit pun. Surin hanya memperhatikan langit-langit kamarnya dan kemudian air matanya jatuh begitu saja. Ponselnya sedari tadi berdering nyaring, dan puluhan pesan singkat pun sedari tadi muncul di layar sentuh ponsel Surin yang tidak lain tidak bukan adalah dari Sehun.

Surin menghela napas kemudian membuka satu pesan Sehun.

From : Oh Sehun

 

Kau boleh marah padaku. Silahkan saja. Aku tidak akan melarangmu. Tapi yang perlu kau tahu, aku membuat semua video itu bukan untuk meraih popularitas. Semua video itu adalah salah satu caraku untuk menunjukan bahwa aku benar-benar mencintaimu. Aku mencintai semua yang kau lakukan, aku mencintai tawamu setiap kita melakukan hal seru pada saat kita tengah berkencan, aku mencintai senyumanmu setiap kau menatapku, dan hal-hal kecil lainnya yang sepertinya tidak kau sadari. Aku mencintaimu dan semua video itu adalah caraku menyampaikan perasaanku ini padamu. Maafkan aku kalau ternyata video-video itu malah hanya mengusikmu dan privasimu. Aku memang seharusnya memikirkan itu sedari awal. Maafkan aku, Jang Surin. Aku akan menghapus semua video itu kalau itu yang kau inginkan.

 

Seketika hati Surin melembut, membaca kata per kata yang Sehun tuliskan pada pesan singkat tersebut. Jauh dalam hati sebenarnya Surin menyesal karena sudah melontarkan amarahnya pada Sehun dan malah membawa akhir yang tidak enak seperti ini. Namun rasa kecewa dalam hatinya belum sepenuhnya terhapus begitu saja. Sebagaimana pun hatinya memaksa Surin untuk turun dan menghampiri Sehun, Surin lebih memilih untuk menuruti otaknya yang menyuruhnya untuk membiarkan Sehun yang sudah berhasil membuatnya kecewa dua kali lipat hari ini.

Surin terduduk dikasurnya kemudian pandangannya tertuju pada sebuah paspor juga tiket pesawat yang berada di meja riasnya. Surin ingat kemarin Sehun memberikannya tiket pesawat menuju Australia sebagai hadiah Natalnya. Mereka berdua sudah berencana untuk berlibur mengelilingi Australia diawal bulan Januari nanti dengan mengambil cuti satu minggu dari tempat kerja masing-masing.

Surin rasa ia akan berpikir dua kali mengenai liburan itu.

**

“Ya! Jang Surin! Sebenarnya ada apa denganmu dan Sehun?” Taerin langsung mencecar Surin ketika gadis itu mengangkat panggilan masuknya. Surin yang kini tengah berjalan menuju dapur rumahnya untuk mengambil jus jeruk di dalam lemari pendingin itu hanya terdiam tanpa berniat membalas seruan Taerin. Tahun sudah berganti dan Taerin masih saja tidak pernah mengucapkan ‘halo’ diawal kalimat setiap kali ia menelpon.

“Halo? Surin-a? Apa kau mendengarku?! Aish, kau harus tahu kalau Sehun menghapus semua video yang ada di akun Youtube-nya dan membuat semua orang bertanya-tanya mengenai kalian berdua!” Surin langsung terbatuk mendengar ucapan Taerin barusan. Surin buru-buru menuju kamarnya dan membuka laptopnya. Benar saja. Sehun sudah menghapus semua video yang ada di akunnya tersebut. Hanya tersisa satu video berjudulkan ‘You’ yang di unggahnya pada tanggal 31 Desember atau tepatnya kemarin.

“Kalian tidak putus, kan? Oh ayolah, Jang Surin. Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua? Bukankah terakhir kita bertemu kau bercerita bahwa kau dan Sehun akan pergi berlibur ke Australia tanggal 2 besok hari? Jangan bilang kau akan membatalkan rencana itu. Aku akan menghabisimu, Jang Surin.”

Surin langsung menautkan alisnya tidak terima. Surin memang sudah tidak bertemu dengan Sehun selama beberapa hari terakhir ini. Surin bahkan tidak menghabiskan malam tahun barunya bersama dengan Sehun seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia benar-benar menghindari Sehun. Namun semua itu karena Surin yang masih merasa kecewa pada Sehun. Sekarang, Taerin bukannya memihak Surin malah beralih memihak Sehun yang jelas-jelas sudah menyakiti hati sahabatnya ini.

“Mengapa kau jadi membela Sehun?”

“Bukan begitu. Kau tonton dulu video terakhir yang ada di akun Youtube milik Sehun. Aku yakin kau akan menyesal karena sudah mengacuhkannya selama beberapa hari ini. Aku hanya tidak ingin kau bertambah menyesal karena kau yang dengan bodohnya akan merelakan liburanmu bersama dengan Sehun ke Australia esok hari, makanya aku langsung menghubungimu. Jangan coba-coba bertindak bodoh atau aku jamin kau akan benar-benar menyesal, Jang Surin!” Ujar Taerin kemudian gadis itu langsung memutus sambungan telepon mereka berdua membuat Surin hanya menghela napas seraya memperhatikan video satu-satunya yang ada di akun Youtube milik Sehun sebelum akhirnya ia benar-benar menonton video tersebut.

Surin meringis ketika melihat wajah Sehun muncul di layar laptopnya. Ia merindukan laki-laki itu dan Surin harus mengakuinya. Dalam video itu Sehun tampak duduk disalah satu kursi yang berada di kamar apartmentnya. Surin yakin sekali Sehun merekam video tersebut dengan kamera laptopnya.

“Halo. Mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa saya menghapus semua video yang ada di akun ini. Untuk alasan sebenarnya, saya juga tidak menyangka video-video yang saya unggah ini berujung dengan mengundang banyak perhatian. Saya bahkan tidak menyadarinya sampai akhirnya Surin berkata bahwa ia merasa tidak nyaman dengan keadaan yang seperti sekarang ini dimana semua orang seperti menaruh perhatian pada kami berdua. Saya pikir memang ada benarnya juga. Mempublikasikan sesuatu mengenai kehidupan pribadi ke internet itu berarti anda siap dengan resiko hilangnya privasi bagi kehidupan pribadi anda dan itulah yang saya dan Surin rasakan.” Surin dapat melihat Sehun terus berujar serius membuat hati Surin seolah diremas begitu saja.

“Mulai sekarang, saya tidak akan mengunggah video yang berhubungan dengan hubungan saya dan Surin lagi. Ini adalah video terakhir sebagai penutup dari akun ini. Terima kasih kepada semua orang yang selama ini mengirimkan komentar positif dan mendukung kami berdua. Video terakhir ini saya persembahkan secara khusus untuk Surin. Saya berharap ia bersedia untuk menontonnya.”

Perlahan scene berganti menjadi sosok Surin yang tengah sibuk mengajar. Dalam video dengan latar belakang lagu dari penyanyi Roy Kim yang berjudul ‘Maybe I’, Surin tampak tengah membacakan cerita dengan bahasa Inggris pada anak-anak murid kelas satu sekolah dasar itu yang duduk mengelilingi Surin. Surin tampak tertawa gembira bersama anak-anak kecil itu.

Dalam scene itu pula, Surin tampak menyuruh anak-anak muridnya untuk bangkit berdiri kemudian bernyanyi bersama. Hanya tawa juga rasa bahagia yang dapat dilihatnya dalam video tersebut. Surin bahkan tidak tahu kalau Sehun merekamnya dari jendela luar kelas ketika ia tengah mengajar. Surin merasakan air mata mulai memenuhi pelupuk matanya. Sehun benar. Laki-laki itu hanya berusaha untuk menyampaikan betapa besar ia mencintai Surin melalui video-video yang diunggahnya. Surin merasa ia benar-benar bodoh telah menuduh Sehun ingin mendapatkan popularitas dan sebagainya. Pada kenyataannya, Surin sendiri benar-benar tersentuh dengan video terakhir yang Sehun unggah itu.

Surin terus menonton video tersebut sampai akhirnya ketika Surin mengajak anak-anak itu keluar kelas untuk kegiatan belajar ditaman belakang sekolah. Surin tertawa ketika kamera Sehun tampak tidak stabil karena ia tahu laki-laki itu langsung berlari kecil untuk bersembunyi dibalik tembok yang berada tidak jauh darinya agar Surin yang sedang mengarahkan anak-anak muridnya untuk keluar dari kelas itu tidak melihatnya. Surin pun menyuruh anak-anak itu untuk berbaris seperti kereta panjang dan anak-anak itu pun langsung menurut.

“Surin seonsaengnim, kapan paman Oh main kesini lagi dan membawakan kita banyak cokelat seperti saat ulang tahun seonsaengnim dulu?”

“Iya, seonsaengnim. Kapan paman Oh yang tampan itu memotret kita lagi? Aku akan berpose dengan gaya paling cantik!”

“Seonsaengnim, seonsaengnim harus menyuruhnya main lagi ke kelas kita, ya! Jika seonsaengnim dan paman Oh membacakan ceritanya berdua seperti dulu, ceritanya akan jauh lebih seru untuk di dengarkan!”

Surin hanya tertawa seraya menahan air mata harunya. Surin tentu saja tahu bahwa anak-anak muridnya itu sangat menyukai Sehun yang akan berkunjung ke sekolah tempatnya mengajar setiap Surin berulang tahun dan membagikan cokelat untuk mereka semua. Setiap hari bahkan anak-anak muridnya itu masih sering bertanya pada Surin mengenai Sehun. Gadis itu sekarang seolah benar-benar disadarkan betapa beruntungnya ia mempunyai seorang kekasih yang manis seperti Sehun.

“Surin-a, bagaimana? Apa kau menyukainya? Maafkan aku yang lebih terlihat sebagai seorang penguntit dalam video itu. Aku merekammu yang sedang mengajar karena aku benar-benar terpesona pada sosokmu ketika kau sedang bersama dengan anak-anak muridmu. Jadi, tidak apa kan kalau sesekali aku datang terlambat ke kantor hanya karena ingin melihatmu mengajar terlebih dulu? Hanya sesekali.” Sehun tertawa membuat air mata haru jatuh begitu saja dari kedua mata Surin. Surin memang berubah menjadi gadis cengeng dan melankolis jika sudah berhubungan dengan semua hal yang menyangkut laki-laki bertubuh tinggi dan berkulit putih susu itu.

“Surin-a, aku ingin meminta maaf. Aku benar-benar minta maaf padamu. Semoga dengan video permintaan maafku ini kau benar-benar mau memaafkanku. Kau tidak lupa dengan acara berlibur kita ke Australia tanggal 2 nanti, kan? Aku akan menunggumu dibandara sampai kau datang. Sampai bertemu nanti, Jang Surin.” Sehun tersenyum kemudian video tersebut berakhir begitu saja. Surin menghapus air matanya dengan cepat kemudian segera mengambil paspor juga tiket pesawat yang terletak di atas meja riasnya. Surin membanting tubuhnya pada kasur berukuran king size tersebut kemudian menatap paspor juga tiket pesawat itu dengan lama.

Surin terlalu merindukan Sehun dan untuk kali ini ia akan menuruti apa yang dikatakan oleh hatinya.

**

Sehun memperhatikan jam tangan yang kini dikenakannya sembari berjalan kesana dan kemari dengan koper berwarna birunya. Saat ini Sehun sudah berada di depan pintu keberangkatan bandara Incheon. Sebentar lagi pesawat dengan tujuan penerbangan menuju Australia akan berangkat namun gadis yang ditunggunya tidak kunjung menunjukan dirinya padahal Sehun sudah kurang lebih dua jam menunggunya. Sehun mencoba untuk menelepon gadis itu namun sedari tadi ponselnya tidak aktif membuat Sehun semakin khawatir, takut apabila Surin benar-benar belum memaafkannya dan memutuskan untuk melupakan semua rencana liburan bersama yang sudah Sehun siapkan dari jauh-jauh hari untuk mereka berdua.

“Tuan, pesawatnya akan berangkat dalam waktu kurang dari lima belas menit. Anda harus segera masuk.” Ujar penjaga pintu keberangkatan itu pada Sehun membuat Sehun hanya mengangguk sambil tersenyum kaku. Sehun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru bandara tersebut namun ia tidak kunjung menemukan sosok Surin. Sehun menghela napasnya berat seraya menundukan kepalanya, memperhatikan sepatunya tanpa tahu harus berbuat apa. Ia kini bahkan sudah mengacak rambutnya asal.

“Oh Sehun!” Suara khas yang Sehun tahu adalah milik Surin berhasil membuat Sehun langsung menegakan kepalanya kembali dalam hitungan detik. Sehun menghela napas lega sembari tersenyum ketika melihat Surin yang kini berdiri kurang lebih sepuluh langkah dari Sehun, melambaikan tangannya sambil tersenyum senang. Sehun merindukan senyuman itu. Sehun merindukan gadis itu. Ia benar-benar merindukan Surin sampai sekarang ini tanpa ia sadari ia sudah melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Surin kemudian tanpa aba-aba langsung merengkuh Surin kedalam pelukan eratnya.

“Aku merindukanmu, Jang Surin.” Ujar Sehun membuat Surin yang terkejut karena perlakuan tiba-tiba dari Sehun hanya tersenyum seraya mengeratkan pelukan mereka berdua. “Aku juga.” Ujar Surin dalam pelukan Sehun. Laki-laki itu langsung melepas pelukan mereka kemudian memandangi wajah Surin dengan tatapannya yang serius sampai kedua alis tegasnya itu bertaut.

“Aku benar-benar minta ma—”

Ucapan Sehun terpotong begitu saja ketika ia merasakan gadis itu menarik syal hitam yang tengah Sehun kenakan kemudian Sehun tidak merasakan otaknya bekerja seperti biasa ketika ia merasakan bibirnya menempel pada bibir gadis itu untuk beberapa detik. Sehun membelakan matanya seraya menatap Surin yang hanya tesenyum itu dengan tatapan tidak percayanya.

“Tidak, kau tidak perlu meminta maaf lagi. Aku sekarang mengerti mengapa kau melakukan itu semua. Terima kasih, Oh Sehun. Karena video-videomu itu aku semakin tahu bahwa kau benar-benar mencintaiku.” Ujar Surin membuat Sehun langsung kembali merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. “Aku tidak keberatan dan malah akan senang kalau kau tidak berhenti membuat video-video semacam itu.” Ujar Surin sementara ia dapat merasakan tangan Sehun mengelus pelan punggungnya yang kecil dengan rasa sayang.

“Tentu saja aku akan terus membuatnya kalau kau menyukai video-video itu. Tapi kali ini aku hanya akan menjadikan video-video itu sebagai dokumentasi khusus untuk kita berdua saja.” Ujar Sehun membuat Surin tersenyum senang sambil menganggukan kepalanya. Sehun melepas pelukan mereka berdua kemudian kembali menatap kedua manik mata hitam pekat milik Surin yang adalah favoritnya itu dengan tatapan lembutnya.

“Ada apa lagi? Ayo kita segera berangkat atau kita benar-benar akan ketinggalan pesawat.” Ujar Surin dengan senyuman yang terus mengembang diwajahnya. “Kau belum mengucapkan selamat tahun baru padaku.” Ujar Sehun membuat Surin tertawa kecil karena mendengar nada suara Sehun yang terdengar seperti suara anak kecil. “Mengapa kau malah tertawa? Ini adalah yang pertama kalinya kita tidak melewati acara tahun baru bersama setelah setiap tahun kita selalu melewatinya bersama-sama.” Protes Sehun membuat tawa Surin kembali terdengar.

“Baiklah, Oh Sehun. Selamat tahun baru. Aku berharap ditahun ini semuanya yang terjadi adalah hal yang baik.” Sehun tersenyum senang seraya mengacak rambut Surin dengan sayang. “Selamat tahun baru juga, Jang Surin. Semoga semua yang terjadi dalam hubungan kita tahun ini adalah yang terbaik.” Ujar Sehun seraya mengecup dahi Surin dengan perlahan. Surin bahkan harus meremas mantel Sehun karena debaran jantungnya yang seketika tidak bisa ia kendalikan ketika ia merasakan kecupan tulus dari Sehun pada permukaan dahinya itu.

“Nah, sekarang ayo kita berangkat.” Ujar Sehun seraya memeluk bahu Surin dan menuntunnya untuk berjalan ke arah pintu keberangkatan.

“Surin-a.”

“Hm?”

“Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu.” Bisik Sehun ditelinga Surin membuat kedua pipi gadis itu seketika memerah merona.

“Sehun-a.”

“Hm?”

“Aku juga menyayangimu.” Kini gantian Surin yang berbisik pada telinga Sehun dengan sedikit berjinjit membuat keduanya setelah itu tertawa bersama. Sehun mengeratkan pelukannya pada bahu Surin sementara satu tangan gadis itu sedari tadi sudah bertengger apik dipinggang kekasihnya itu.

 

-FIN.

 

Yeay! Akhirnya selesai juga ff iniiiii! Gimana nih menurut kalian ff yang satu ini? Semoga kalian suka dan enjoy ya bacanya. Sebenernya sedikit khawatir jatohnya malah ngebosenin. Gak ngebosenin kan ya? Huweeee.

Jadi tuh sebenernya aku bosen belakangan ini aku kebanyakan buat ff simple yang menjurusnya ke drabble. Pengen buat yang ada konfliknya tapi rasanya masih gak mau mikir-mikir panjang buat nentuin konflik yang terlalu berat. ((HAHAHA ketauan malesnya.)) Maka itu lahirlah ff ini. Sekali lagi semoga kalian suka ya!

Ah ya, 2017 tinggal menghitung hari aja nih. Semoga ditahun 2017, semua yang terjadi adalah hal-hal yang baik ya seperti kata Surin!

Semoga juga tahun 2017 sampai tahun-tahun berikutnya kita tetep sama-sama bareng Sehun dan EXO.

Semoga yang terakhir adalah supaya readers Oh Marie makin tambah banyak dan semua pembaca setia tetep mau pantengin wordpress ini! Yeaaay!

Terakhir aku ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk pembaca Oh Marie yang selalu ngikutin update-an author malas ini hahaha. Terima kasih untuk tahun 2016 ini ya. Kalian adalah penyemangat aku buat terus nulis!

Sekian pidato panjang ini. Sampai jumpa di ff selanjutnya!

Advertisements

12 comments

  1. ahnnncs · December 30, 2016

    Omg apa ini???
    Lagi-lagi sweettttt
    Kebetulan banget pas aku buka wordpress ada update an oh marie
    Tau ga sih kak senengnya kayak apa??? Wkwkwk aku langsung buka hp dan liat kakak update langsung aku baca
    Padahal itu aku baru nyampe rumah abis belanja sama ibu hahaha (jadi curhat)
    Ini ga ngebosenin kokkk
    Aku malah cinta banget sama semua ff kakak 💛💚
    Dan sumpah ini keren sweet cute bangettt aku aja sampe senyum2 sendiri hahaha

    Jangan berpikiran buat berhenti nulis ya!
    Cepet-cepet update lagi ya kakk!
    Fighthing!
    Sampe ketemu di next project
    (With love angie 😂😂)

    • Oh Marie · December 31, 2016

      Halo Angie!

      ASLIIIIIIIIIIII SENENG BANGET BACA KOMEN INI HUWAAAAAA.
      Makasih banyak ya buat dukungannya! Makasih udah mau baca dan komen lagi bahkan ngelike juga huwaaaa beruntung banget punya reader kayak kamu:”)
      Terharu abiiiiis.

      Huhu padahal masih banyak yang harus aku perbaikin tapi bersyukur banget kalo kamu suka sama ff ini! Stay tune terus ya buat next project! Sampai ketemu di ff selanjutnya, Angie! Selamat tahun baru ya buat kamuuuu hihi.

  2. izzatuljannah1404 · December 30, 2016

    Awww sehun 😍😍 sumpah deh sweet banget ini 😆😆 loveable lah pokoknya hun! Wkwk seneng deh aku bacanya kalo kek begini, melankolis melankolis dulu awalnya, tapi ujung ujungnya bahagia 😅😅 ahh senengnya. Iya deh, banyak banyak in bikin konflik sehun-surin yakk, soalnya mereka kalo baikan dudududuh sweet anett 😙😙 wkwkw. Jadi makin lope lope dah ama sehun. Next ditunggu yaa 😁 semangat nulisnya say 👻👻

    • Oh Marie · December 31, 2016

      HIHIHIHIHI pas liat komen dapet dua komen dari kamu aku langsung seneng tau gak siiiiih. Sekali lagi makasih ya!
      Diusahakan buat next project ada perkembangan ya di ide konfliknya huahaha><
      Awawaw disemangatin langsung semangat 45 deh akunya hihi.
      Oh ya, dapet salam selamat tahun baru dari Rei yang gembul HUEHEHHEE. Selamat tahun baru yaaaa! See you on the next ff!

      • izzatuljannah1404 · January 1, 2017

        Ahhh cuma komen doang udah dibilang nyemangatin 😁😁😁salam balik uncch rei 😙😙 wkwk

  3. realljo · December 30, 2016

    uWADUUUU, akhirnya berantem juga lu sehun surin kan lama bgt tu adem ayem. ok ni ff bagus ya tida membosankan dan sehun surin ni sebernya tida ada habisnya fluff nya dari sayang sayangan trs peluk kecup sana sini inget ya natal bukan valentine. btw lucu sih sebenernya bikin video video cuma emang berasa keselnya jadi surin disuru motoin sehun ama fansnya trs ngira itu cuma buat popularitas (((pls surin, sehun diem aja di sungey han uda banyak yg ngeliatin soalnya emang udah terlahir gantenk))) OOOKKK jd ff ini gemeys bgt berantemnya dapet apalagi pas diajak ke resto tp ga dilamar omg kek udah diterbangin ke lantai 63 tu gedung trs dijatoin!!!! btw jahat bgt surin ngebiarin sehun diluar 3 jem lg dingin gt kalo jd mami surin uda w pelukin (((gak))) btw lagi, couple rusuh gak muncul nie sayah shipper (((tau y syp))) jadi intinya bagus dan gemeys tp kapan dilamarnya kesian surinnya keburu tua nich kebanyakan nunggu, ok sekian dr riljo dari perkampungan gyeonggi.

  4. rahsarah · January 2, 2017

    ikutan nangis pas surin nntn videonya sehun tersentuh banget bacanyaaaaa sehun tuh bener2 jago banget buat hati melayang padahal buat surin bukan buat aku hahaha
    setuju juga sama surin yg sehun ngunggah video2 mereka ke youtube tapi entah knpa kalo ini couple ada benera di dunia nyata aku bakalah setuju banget mereka ngunggah video biar bisaaa ikutan seneng wkwkwwkwkwkw

    ditunggu lamaran sma pernikahan kalian di 2017 hinri ♥

    • Oh Marie · January 2, 2017

      UUUUUUUUU seneng banget kalo kak Sarah suka sama ff ini hihihi. padahal aku khawatir ujungnya ngebosenin><

      Awwww, aku juga setuju banget deh sama Sehun-Surin!♥♥

      Anyway kak Sarah selamat tahun baru ya! Semoga 2017-nya jadi tahun yang baik♥ Sekali lagi terima kasih udah mau mampir dan ninggalin jejak lagiii. See you on the next ff kakkk!

  5. ddevioh · January 2, 2017

    Ahhh makin gemes sama couple ini , bacanya bikin senyum2 sendiri , ngfly bgt ahha , btw happy new year #telat .
    Ditunggu next storynya

    • Oh Marie · January 2, 2017

      HALOOOOOO! Awawaw manis banget sih komennya>< Makasih banyak ya udah nyempetin waktu buat baca dan ninggalin komeeeen! Seneng banget kalo manisnya ff ini tersampaikan dengan baik hihi.

      Happy new year too buat kamuuuu♥ Semoga 2017 ini jadi tahun yang baik ya buat kamu! See you on the next ff! Sekali lagi terima kasih banyak!

  6. byunbaek · January 18, 2017

    Aku berharap banget video itu ada sumpah ihhh, jd pengen beneran ada videonya taugaa ihhh authoorr 😦 pen video juseyo 😦 wkwkwk sehun sweet bngt astaga gakuna dd mas tolong lamar aku naw 😦

    • Oh Marie · January 22, 2017

      IHHHHHHHH KALO BISA UDAH AKU BIKIN DARI KAPAN!!! Maafkan author gaptek ini:”) Sebenernya tuh pengen banget belajar tapi waktu sangat sangat tidak memungkinkan.
      Kalo kamu bisa bikin fmv enak banget nih ohmarie collaboration with byunbaek HAHAHHA.
      Makasih ya udah mau baca ff ini!!! Sehun emang kadar manisnya gak ditakar-takar lagi ya huhuuhu.
      Sekali lagi terima kasih! Sampai jumpa di ff selanjutnyaaaaa<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s