Driving

driving

Enjoy this mini series!

**

“Baiklah, nyonya Oh. Aku sudah berkata padamu bahwa aku yang akan menjadi supirmu kemana pun kau ingin pergi. Jadi, lebih baik sekarang kita turun dari mobil ini.”

Oh Sehun, laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut hitam pekat itu berujar seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil anak laki-lakinya dengan wanita yang kini sibuk memasang sabuk pengaman itu. Anak kecil berumur delapan bulan itu dengan riang menginjak-injak perut Sehun dengan kedua kakinya yang kecil sementara kedua tangannya yang juga kecil tampak dengan seru memukul udara disamping kanan dan kiri kepala Sehun. Sesekali anak kecil bernama lengkap Oh Rei itu tertawa, terlalu senang berada di pelukan ayahnya yang kini terlihat kerepotan.

“Bagaimana kalau kita antar Rei kerumah ibuku terlebih dahulu baru kita lanjutkan acara latihan membawa mobil ini?” Sehun berujar lagi namun wanita yang diketahui bernama Surin itu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan mulai menyalakan mesin mobil, membuat Sehun seketika langsung diserang rasa tegang yang begitu tinggi. Bukan apa-apa, pasalnya ini bukan pertama kalinya istri sahnya itu latihan membawa mobil. Dulu, sebelum Rei datang ke kehidupan rumah tangganya dan Surin, wanita itu sudah pernah mencoba untuk berlatih membawa mobil dan berujung menabrak tiang listrik yang berada di komplek perumahannya dan Surin. Untungnya baik Sehun maupun Surin tidak ada yang cedera akibat hal tersebut. Namun kali ini berbeda, mereka bersama dengan anak mereka satu-satunya yang baru berumur delapan bulan. Sehun tidak mengerti lagi apa yang ada dipikiran wanita kesayangannya itu sekarang ini. Mengapa pula Surin tiba-tiba ingin kembali latihan membawa mobil?

“Sudahlah, Oh Sehun. Tenang saja. Aku yakin sedikit lagi aku benar-benar bisa membawa mobil sendiri. Pegang saja Rei erat-erat. Nah, sekarang ayo mulai!” Surin mengubah kopling dan menginjak gas dengan perlahan membuat jantung Sehun hampir loncat begitu saja dari tempatnya. Mobil mulai berjalan dengan sangat pelan sementara Sehun sibuk mempererat pelukannya pada tubuh mungil Rei. “Ah, untuk menambah kecepatan aku hanya perlu menginjak pedal gas ini lebih dalam, bukan?” Surin bertanya, lebih tepatnya pada dirinya sendiri. Kecepatan mobil tersebut mulai bertambah secara perlahan namun tiba-tiba Surin menginjak rem membuat Sehun yang kini masih memeluk Rei hampir saja berteriak kaget.

“Ya! Rei bisa saja terbentur dashboard kalau kau menginjak rem mendadak seperti tadi! Surin-a, ini terlalu berbahaya. Kita tidak bisa teruskan latihan ini. Ayo tukar tempat denganku sekarang juga.” Ujar Sehun panjang lebar sembari memegang tangan Surin yang kini masih memegang stir mobil tersebut. “Maaf, aku hanya terkejut karena melihat polisi tidur.” Ujar Surin kemudian kembali melajukan mobil tersebut sementara Sehun hanya menghela napasnya berat.

“Hati-hati di depan ada tikungan. Belokan stirnya dengan perlahan, jangan terlalu dalam.” Ujar Sehun seraya memegang tangan Surin yang berada di stir mobil tersebut kemudian mengarahkan tangan istrinya itu sehingga ia bisa melewati tikungan tersebut dengan baik. Untung saja komplek perumahan mereka benar-benar sepi dan jalanannya cukup luas sehingga Sehun tidak perlu khawatir Surin akan menabrak mobil lain.

Kecepatan mobil tersebut mulai stabil, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat seperti beberapa menit yang lalu. Surin pun sudah lebih siaga dengan polisi tidur, dengan kata lain ia sudah mulai bisa mengendalikan pedal rem tersebut dengan baik. Selama kurang lebih satu setengah jam mereka mengitari daerah komplek perumahan tersebut. Sehun sudah jauh lebih tenang dan mulai memberikan masukan-masukan mengenai bagaimana cara menyetir yang baik. Ia juga menjelaskan satu persatu pada Surin mengenai simbol-simbol yang ada di kendali pengemudi.

Ketika Sehun sedang sibuk menjelaskan, tiba-tiba sebuah mobil melintas dengan cepat membuat Surin yang terkejut akan hal itu langsung menginjak rem dengan tiba-tiba. Sehun hampir saja mengumpat karena lagi-lagi kalau saja pelukannya terhadap Rei tidak erat, anak satu-satunya itu hampir terbentur dashboard mobil.

Suasana hening untuk sesaat. Hanya suara tawa girang Rei saja yang terdengar menggema diseluruh sudut mobil sedan tersebut. Sepertinya anak laki-laki Sehun dan Surin itu menikmati jalan-jalan sorenya dengan tumpangan ‘berbahaya’ yang diberikan ibunya itu. Sehun baru saja akan memarahi Surin namun ketika melihat tangan istrinya itu bergetar, Sehun mengurungkan niatnya. Ia menggenggam tangan Surin yang mencengkram stir mobil itu kemudian menatap Surin dengan khawatir. “Aku sudah bilang ini berbahaya. Kau tidak apa-apa?” Tanya Sehun. Rautnya benar-benar khawatir, terutama ketika ia merasakan tangan Surin yang bergetar hebat dibawah telapak tangannya.

“O-oh Sehun. A-aku takut.” Ujar Surin seraya menatap Sehun dengan tatapan berkaca-kacanya. Sehun berdecak kemudian turun dari mobil tersebut dan membuka pintu pengemudi. Sehun yang masih menggendong Rei dengan cepat melepas sabuk pengaman yang dikenakan Surin sementara Rei langsung meminta ibunya untuk menggendongnya. Surin segera mengambil alih Rei dari gendongan Sehun sementara laki-laki itu hanya menghela napas, memperhatikan Surin yang masih duduk di kursi pengemudi bersama dengan anak laki-laki mereka. Siku tangan Sehun bersandar pada pintu mobil yang terbuka.

“Jadi, bisa kau jelaskan mengapa kau tiba-tiba ingin kembali berlatih membawa mobil? Aku tahu kau trauma semenjak kejadian menabrak tiang listrik itu. Apa kau yakin trauma membawa mobilmu itu sudah benar-benar sembuh?” Sehun memperhatikan Surin yang tampak masih gemetar sambil memeluk Rei yang terus bergerak-gerak.

“Aku hanya tidak ingin merepotkanmu terus. Setiap Sabtu kau harus mengantarku ke supermarket untuk berbelanja. Lalu kalau hari Minggu aku ada acara dengan teman-temanku, kau terpaksa mengantarku dan bahkan menjemput. Kau jadi tidak punya waktu untuk berisitirahat setelah lelah bekerja dari Senin sampai Jumat. Ah, dan kalau nanti Rei sudah masuk sekolah, tidak mungkin kan kau yang mengantar-jemputnya juga?” Surin mengercutkan bibirnya membuat Rei yang melihat hal itu langsung mengecup bibir ibunya kemudian tertawa girang. Sehun hanya melipat kedua tangannya di depan dada sembari terus memperhatikan istrinya itu dengan senyuman di wajahnya.

“Aku harus segera bisa mengendarai mobil sendiri, Oh Sehun.” Ujar Surin membuat Sehun langsung menarik wanita itu keluar dari mobil dan membawanya menuju kursi penumpang yang berada di sebelah kursi pengemudi. Sehun berlari kecil menuju ke arah kursi pengemudi kemudian memasangkan sabuk pengaman untuk Surin ketika ia sudah memasang miliknya. Sehun mengacak rambut Surin dengan gemas kemudian beralih untuk mengecup pipi Rei yang berada di pelukan Surin.

“Surin-a, dengar. Kau boleh saja mengendarai mobil sendiri. Aku tidak akan melarangmu. Tapi untuk sekarang ini, sampai trauma-mu benar-benar hilang, aku sudah berkali-kali berkata bahwa aku siap dan dengan senang hati menjadi supir pribadimu. Mengantarmu berbelanja, mengantar-jemputmu kalau kau sedang ada acara bersama teman-temanmu, mengantar dan menemanimu ke salon untuk perawatan rutinmu, itu semua sudah menjadi kewajibanku. Kau adalah prioritas nomor satu-ku. Jadi, mulai sekarang jangan lagi berkata bahwa kau merepotkanku. Mengerti?”

Sehun tersenyum seraya mengecup dahi Surin lambat-lambat ketika melihat wanita kesayangannya itu menyetujui perkataannya barusan. Sehun dan Surin tertawa bersama ketika melihat rei menepuk-nepuk dahinya sendiri sambil merengek, meminta kedua orangtuanya mengecup dahi kecilnya itu. Sehun segera mengecup dahi Rei sementara Surin mengecup kedua pipi anak laki-laki yang kini tampak sangat senang itu.

“Cepatlah besar, Oh Rei. Kalau kau sudah besar nanti, kau yang harus menjadi supir pribadi wanita cantik ini. Mengerti?” Sehun mencubit satu pipi Rei yang gembul kemudian tersenyum senang melihat anaknya itu tertawa. “Berarti aku akan punya dua supir yang tampan-tampan.” Ujar Surin mengeratkan pelukannya pada Rei.

“Apa dua saja cukup? Aku rasa aku dan Rei butuh satu teman lagi.” Sehun berujar jahil sembari tertawa kecil karena melihat ekspresi terkejut dari Surin yang baginya menggemaskan, tidak kalah menggemaskan dari kedua pipi gembul milik Rei.

“Maksudmu?”

Sehun mengecup sebelah pipi Surin yang merona merah kemudian membisikan sesuatu di telinga wanita kesayangannya itu. “Maksudku, ayo wujudkan permintaan masing-masing orangtua kita untuk cucu yang kedua.”

“Ya! Oh Sehun!”

Sehun sibuk menertawai Surin yang kini berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah dibalik tubuh mungil Rei. Surin bahagia memiliki dua laki-laki tampan yang siap siaga melindunginya. Ia benar-benar bahagia. Apalagi jika jumlah mereka ditambah, Surin mungkin tidak tahu bagaimana rasanya untuk jauh lebih bahagia.

“Tapi untuk kali ini, aku pikir seorang putri akan lebih baik.” Surin berujar dengan suara yang kecil membuat tawa Sehun langsung menggema diseluruh penjuru mobil sedan tersebut.

“Hm, tidak masalah. Aku sama sekali tidak masalah jika harus memiliki dua ‘Surin’. Tapi kalau seandainya kita memiliki seorang putri, berarti aku dan Rei harus memperkuat pertahanan. Kita tetap butuh satu anak laki-laki lagi. Tenang saja, aku akan selalu siap.”

“Ya! Oh Sehun! Kau ini benar-benar!”

-FIN.

Mini series ini dibuat gak lebih dari tiga jam. Jadi maklum aja kalau pendek dan terlalu simple ya>< Bermula dari rasa pengen belajar mobil bareng Oh Sehun, lalu lahirlah fanfict pendek kelewat pendek ini huhu.

Nantikan mini series yang lainnya ya!

Anyway, enjoy your holiday! xoxo

Advertisements

11 comments

  1. junmyunni · December 26, 2016

    duuuuuh pendek aja udah seneng banget, series baru aja udah seneng banget, terserah panjang apa nggak, baca sehun surin aja udah naikin mood berkali2 lipat. apalagi sambil nunggu sbs gayo daejun, wkwkwkwkwk
    kalo diajarin sehun nyetir sih semuanya juga mau, kyaaaa ><
    semangaaaaaat author buat bikin series baru lainnya!! pasti bakal ditunggu! fighting!!

    • Oh Marie · December 29, 2016

      HALLOOOOO! HUHUHUHU makasih ya udah mau suka sama ff nya! Komen kamu bikin aku tambah semangat banget buat nulis next project hihihi.
      Iya aku juga mau banget diajarin nyetir sama sehun mah>< jangankan diajarin nyetir, diajarin mencintainya juga siap HAHAHAHA.
      Sekali lagi makasih banyak! Sampai jumpa di ff selanjutnya yaaaa<3

  2. ahnnncs · December 27, 2016

    Missing this author so badlyyyy
    Dari kemaren aku tunggu update annya, and it’s so cuteee wkwkwk
    Kenapa cute ya? Mungkin karna cast nya sehun (apaan sih)
    Ditunggu buat next project nyaa ya
    Fighthing!

    • Oh Marie · December 29, 2016

      AAAAAAAA i miss this cute reader too! Terima kasih sudah mau nungguin dan ninggalin komen lagi yaaaa>< motivasi buat nulis tuh ya salah satunya komen kamu ini hihihi.
      Sekali lagi terima kasih! See you on the next ff!

      • ahnnncs · December 29, 2016

        Aaaa jadi terharuuu, panggil aku angie aja yaa angie/enji
        Aku bakalan terus tunggu updateannya kakak tiap hari kok
        Ditunggu next projectnya yaa kalo bisa sih cepet2 dipublish wkwk

  3. ddevioh · December 27, 2016

    Aaaaaaaa spechless sehun sweet bgt keluarga super sweet , btw izin baca yaa . Ditunggu next seriesnya

    • Oh Marie · December 29, 2016

      Halo!! Makasih ya udah sempetin waktu kamu buat baca dan ninggalin komen>< Semoga suka sama ff ff disini! Sering-sering mampir yaaaa!

  4. izzatuljannah1404 · December 30, 2016

    Aihh si sehun suamiable banget sii 😆😆 enak amat yak jadi surin wkwk. Berasa pengen melting sendiri ohh bacanya 😘 itu si rei ya ampun, ngebayanginnya aja lucu banget, sudah gitu punya daddy super gans kaya sehun lagi ihh 😁. Thanks lohh udah uupdate 😁 ada dua chap lagi wkwkw

    • Oh Marie · December 31, 2016

      HALOOOO! Seneng banget liat komen kamu lagi di notif hhihihi.
      Iya bener banget sehun tuh tingkat ke-suami-able-annya bener-bener gak bisa di pungkiri lagi deh. Punggungnya yang lebar itu loh bikin dia daddy look a like abis!
      Aku yang harusnya bilang thanks karena kamu udah mau baca lagi dan suka sama ff ini hihi makasih banyak ya! ❤

  5. rahsarah · January 2, 2017

    aaaa jadi pengen belajar mobil sama sehun juga hahah suami siaga banget dah dah sabarnya itu loh haha.. ikutan deg degan suri belajar mobil sama anaknya juga untung ga kenpa2 si rei huhuhu

    • Oh Marie · January 2, 2017

      IYA BANGEEEEEET.
      Husband material abis Oh Sehun tuh huwahahahahha. Ternekad sih untung aja Reinya seneng-seneng aja padahal gak sadar aja dia kalo dia lagi kayak di film Fast and Furious HAHAHAHA. Makasih kak sarah udah komen><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s