First Snow

firstsnow

Happy December and happy reading from me and Sehun!

( Ps: Bisa baca ‘Good Bye, My Spring’ dulu karena ada sedikit kaitannya dengan ff ini. Sedikit doang sih hehe. Berikut linknya: https://ohmarie99.wordpress.com/2016/05/01/goodbye-my-spring/  )

**

Malam itu suasana Seoul Plaza Ice Skating Rink terlihat cukup ramai dari biasanya. Sebagian besar pengunjung tempat berselancar itu adalah para pasangan serasi yang kini tampak berselancar ria diatas es dengan sepatu khusus yang disewakan tempat tersebut. Jang Surin, gadis yang kini tengah duduk di area beristirahat, sibuk memperhatikan orang-orang tersebut. Tanpa ia sadari kini ia sudah tersenyum melihat wajah-wajah bahagia mereka, seolah Surin juga merasakan rasa bahagia yang dirasakan oleh mereka saat berselancar diatas es tersebut bersama orang yang mereka sayangi.

“Pesananmu datang, nona bawel.” Oh Sehun, laki-laki bertubuh tinggi yang sedari tadi Surin tunggu akhirnya tiba dengan sebuah nampan berisi dua gelas cokelat hangat dan dua piring kecil berisi cheese cake yang menggugah selera, salah satu makanan yang tidak pernah dilewatkan Sehun dan Surin saat mereka berada disebuah cafe seperti sekarang ini. “Ada apa kau sedari tadi senyum sendiri seperti itu? Sudah tidak sabar untuk segera ke arena itu? Habiskan dulu cheese cake dan cokelat hangatmu, aku tidak mau kau berakhir flu nantinya. Aish, lagi pula di udara sedingin ini mengapa juga kau tetap memaksa untuk memilih tempat ini sebagai tempat kencan kita? Menonton film di bioskop akan lebih baik. Aku lebih suka berhangat ria dengan memelukmu sampai film selesai dibanding berselancar di udara sedingin ini.”

“Lihat sendiri kan, sekarang yang bawel siapa? Lagi pula, aku rasa ini adalah pilihan yang paling tepat untuk kencan pertama kita di bulan Desember. Lihat saja pasangan-pasangan serasi itu, mereka benar-benar tampak romantis bukan? Ah, aku berharap salju pertama di tahun ini turun sekarang juga untuk menambah keromantisan mereka.” Surin berujar seraya menyesap cokelat hangatnya.

“Baiklah, baiklah perempuan memang akan selalu benar. Aish, lihatlah bahkan hidungmu memerah karena udara yang dingin ini.” Sehun membetulkan letak syal tebal berwarna putih milik Surin sementara gadis itu hanya memperlihatkan deretan giginya yang rapi pada Sehun. Surin langsung menyodorkan sendok kecil berisi cheese cake miliknya pada Sehun yang hanya tertawa kemudian tanpa pikir panjang langsung menyantapnya.

“Ah ya, Surin-a, ini adalah Desember ke-empatku bersamamu. Waktu benar-benar cepat berlalu, ya?” Surin mengangguk menanggapi ucapan Sehun barusan. “Apakah kau senang menghabiskan empat tahun-mu bersamaku?” Tanya Sehun membuat Surin menautkan alisnya seolah tengah berpikir keras. Surin tertawa ketika melihat Sehun yang kesal karena ia tidak langsung mengiyakan pertanyaan laki-laki itu.

“Tentu saja aku senang. Aku senang sekaligus bersyukur karena laki-laki yang terkenal dengan penggemarnya yang berada diseluruh penjuru kampus ini memilih untuk menemani gadis yang tidak ada apa-apanya seperti aku ini dari awal aku masih menjadi mahasiswi baru sampai menjadi mahasiswi yang minggu depan sudah akan di wisuda.” Surin berujar seraya menyantap cheese cake-nya sementara Sehun hanya tersenyum mendengar ucapan gadis itu.

“Ya, sudah berapa kali aku berkata padamu untuk jangan merendahkan dirimu seperti itu?” Sehun menyentil dahi Surin pelan membuat gadis itu langsung mendengus seraya mengelus permukaan dahinya. “Lalu bagaimana denganmu? Apa kau juga senang menghabiskan empat tahun-mu bersamaku?” Sehun menyesap cokelat hangatnya seraya menatap kedua manik mata milik Surin yang berwarna hitam pekat kemudian tersenyum lembut.

“Aku senang sekaligus bersyukur karena aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat kita bertemu di cafe seberang kampus. Aku lebih bersyukur lagi karena saat itu pesanan kita tertukar. Aku benar-benar bersyukur.” Sehun tertawa melihat Surin tersedak minumannya sendiri. “Oh Sehun, aku mohon jangan ungkit-ungkit hal memalukan itu lagi.” Tawa Sehun semakin menggelegar membuat Surin langsung menatap laki-laki itu dengan geram.

“Perlukah aku menceritakan apa yang terjadi setelah pesananku dan gadis itu tertukar?” Suara tawa Sehun yang benar-benar terdengar jahil memberikan efek mengerikan pada kepala Surin yang langsung menyetel ulang kejadian empat tahun lalu di cafe seberang kampus, pertemuan pertamanya dengan Sehun yang membawa mereka sampai pada sekarang ini.

“Ya, Oh Sehun! Sudah ku bilang, jangan pernah ungkit hal memalukan itu lagi!”

**

Surin berjalan gontai memasuki cafe yang berada di seberang kampusnya sambil terus menatap layar ponselnya dengan tatapan sedih. Ia memesan strawberry bubble tea dengan harapan suasana hatinya akan membaik setelah meminum bubble tea itu. Surin terus berkutat pada layar sentuh ponselnya sampai tanpa ia sadari matanya mulai berkaca-kaca. Ia langsung mengambil pesanan yang dibawakan oleh pelayan cafe tersebut dan berlalu begitu saja menuju ke pintu utama cafe.

Saat baru saja ia hendak membuka pintu cafe, seseorang menarik tangannya sampai-sampai Surin hampir saja kehilangan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh kalau saja orang itu tidak menahan tubuhnya. Surin terbelak dan segera mendongakan kepalanya untuk melihat siapa yang berani-beraninya melakukan hal demikian terhadapnya. Ia melihat seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan paras wajah yang sangat tampan sedang menatapnya dengan heran.

“Maaf, pesanan kita tertukar. Yang anda pegang itu adalah pesanan saya, dan yang saya pegang ini adalah pesanan anda.” Ujar laki-laki itu membuat Surin yang saat itu sedang tidak dalam suasana hati yang baik juga emosi yang stabil malah menyerahkan bubble tea cokelat yang dipegangnya pada laki-laki itu dengan kasar.

“Tidak bisakah kau biarkan saja pesanan kita tertukar?! Memangnya bubble tea cokelat itu benar-benar penting untukmu sampai-sampai kau harus menahan tanganku dan menyebabkanku hampir saja terjatuh seperti tadi?! Dasar kau laki-laki jahat! Memang semua laki-laki sama saja! Jahat! Kau tidak ada bedanya dengan laki-laki sialan yang hanya membaca pesanku tanpa membalasnya! Jahat!” Surin memukuli laki-laki bertubuh tinggi itu dengan pukulan yang tidak ada tenaga sama sekali membuat laki-laki itu hanya berdiri sambil menatap Surin dengan tatapan herannya sementara Surin yang sudah menangis tersedu itu tidak ada niatan untuk menghentikan pukulan tidak bertenaganya pada dada bidang laki-laki itu ataupun tangisannya yang mengundang perhatian.

Laki-laki bernama lengkap Oh Sehun yang baru sadar bahwa ia diperhatikan dengan tatapan tidak enak sekaligus curiga dari para pengunjung cafe tersebut, tanpa pikir panjang langsung menarik Surin keluar dari cafe. Saat sudah sampai di luar cafe, Surin masih tetap memukuli Sehun sambil menangis tersedu-sedu membuat para pengunjung cafe memperhatikan dari dalam sembari menggeleng-gelengkan kepala seraya menatap Sehun dengan tatapan tidak suka, berpikir bahwa Sehun adalah sebab Surin menangis kencang seperti itu.

“Baiklah, baiklah, nona. Saya meminta maaf atas kejadian tertukarnya bubble tea kita. Anda bisa mengambil bubble tea milik saya ini dan juga bubble tea anda.” Sehun berujar seraya menyerahkan bubble tea yang dipegangnya pada Surin. Tiba-tiba Surin memeluk Sehun dengan erat membuat Sehun benar-benar terkejut. Sekarang, bukan hanya orang-orang yang berada di cafe saja yang memperhatikan mereka, melainkan juga semua orang yang melintasi jalan tersebut. “Ternyata kau tidak sejahat laki-laki yang hanya membaca pesanku itu.” Surin berujar seraya mengeratkan pelukannya pada Sehun.

Mau tidak mau Sehun segera melepas paksa pelukan erat Surin dan membukakan pintu mobilnya untuk gadis itu. Yang pertama yang harus dilakukan menurut Sehun adalah pergi dari tempat ramai itu untuk terlebih dulu menghindari tatapan heran dari semua orang yang tertuju padanya dan gadis yang kini tampak menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan mulai menangis kencang itu.

Sehun dapat mencium bau alkohol ketika ia memasangkan gadis itu sabuk pengaman. Tidak heran jika gadis yang tengah menangis itu melakukan hal tidak wajar seperti beberapa menit yang lalu. Ternyata gadis itu tengah dibawah pengaruh alkohol. “Nona, dimana rumah anda? Saya akan mengantar anda pulang.” Ujar Sehun namun tidak ada jawaban melainkan isakan tangis yang keluar dari bibir Surin.

Sehun melajukan mobilnya tanpa tahu ia harus membawa gadis yang tidak dikenalnya itu kemana. Setelah hampir lima belas menit Sehun menusuri jalanan Seoul tanpa tahu tujuan, akhirnya Sehun menepikan mobil sedan berwarna hitamnya di daerah sungai Han yang tampak sepi. Hanya sinar matahari sore berwarna oranye yang tampak menemani riuk air sungai tersebut. Sehun segera turun dari mobilnya untuk membeli dua kopi hangat di cafe terdekat.

Dari awal, sebenarnya Sehun memang sudah memperhatikan Surin yang dengan tiba-tiba menyelak antriannya tanpa gadis itu sadari. Sehun terus memperhatikan sosoknya dari belakang. Surin yang tampak tertunduk sambil terus memperhatikan layar ponselnya sukses membuat Sehun penasaran. Pertama, Sehun penasaran mengapa gadis itu tidak sadar bahwa ia baru saja menyelak antrian orang. Kedua, Sehun penasaran mengapa punggung kecil gadis itu terlihat sepi dan sedih. Ketiga, Sehun penasaran mengapa jantungnya berdebar dengan kencang ketika ia melihat tengkuk gadis itu juga rambut panjang bergelombang milik gadis itu yang di ikat satu dengan sebegitu menariknya.

Untuk yang terakhir, Sehun benar-benar mempertanyakan hal tersebut dalam hatinya. Lalu ketika gadis itu memeluknya dengan erat, mengapa Sehun merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya? Perasaan seperti sengatan listrik yang berhasil membuatnya beku dengan seketika.

Sehun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengusir pikirannya barusan. Apa ia baru saja merasakan apa yang dinamakan dengan jatuh cinta pada pandangan pertama? Tidak. Tidak mungkin. Hal itu harusnya tidak akan pernah ada didalam kamus hidup seorang Oh Sehun. Harusnya.

Sehun jadi benar-benar penasaran, sebenarnya apa hal yang membuat gadis itu menjadi benar-benar kacau?

Sehun mempercepat langkahnya ketika ia melihat gadis itu tengah menyandarkan dirinya di bagian depan mobil Sehun seraya melipat kedua tangannya dan memperhatikan air sungai Han dengan tatapan sendu. “Ini. Minumlah kopi hangat ini.” Sehun menyerahkan kopi hangat tersebut pada gadis yang kini berada disebelahnya lalu Sehun menyesap kopinya sendiri.

“Terima kasih, dan maaf untuk kejadian di cafe tadi.” Ujar Surin seraya menatap Sehun dengan matanya yang bengkak karena terlalu lama menangis. “Tidak apa-apa, anda sepertinya sedang tidak dalam kondisi yang baik, jadi saya akan memaklumi kejadian di cafe tadi.” Sehun dapat melihat kedua manik mata hitam pekat milik gadis itu yang entah mengapa sangat menarik bagi Sehun, mulai berkaca-kaca. Surin mengalihkan pandangannya pada air sungai tersebut ketika beberapa detik beradu tatap dengan Sehun. Sehun yang tiba-tiba merasa gugup langsung berdeham.

“Bisakah aku menceritakan hal yang menyesakan ini padamu?” Ujar Surin dengan bahasa yang tidak formal membuat Sehun sempat terkejut kemudian ia berdeham lagi. “Silahkan saja kalau itu akan membuatmu lebih lega.” Sehun menjawab dengan bahasa yang juga tidak formal membuat Surin tersenyum kecil lalu menghela napasnya.

“Aku menyukai seseorang saat aku duduk dibangku kelas tiga sekolah menengah atas. Bermula dari temanku yang menyuruhnya untuk menjadi tutor sebayaku dalam pelajaran matematika, kami menjadi dekat. Ia adalah siswa berprestasi. Matanya begitu bulat dan bersinar, satu hal yang benar-benar aku sukai darinya. Alisnya tebal menawan. Bibirnya berbentuk hati, sangat manis apabila ia sedang tersenyum. Ia adalah laki-laki pertama yang dapat membuatku tertawa lepas. Ia adalah laki-laki pertama yang dapat membuatku cerita tentang banyak hal mengenai diriku dan keluargaku. Ia adalah laki-laki pertama yang datang ke rumahku untuk mengantarkan makanan ketika aku sedang sakit. Ia adalah laki-laki pertama yang mengajakku untuk makan berdua. Pada intinya, ia adalah laki-laki pertama yang dapat membuatku merasakan jatuh cinta. Dari semua perlakuannya kepadaku, walaupun tanpa ikatan apapun, aku dapat merasakan bahwa ia adalah milikku dan aku adalah miliknya.”

Sehun terus mendengarkan sementara Surin mulai menitikan satu bulir air matanya. “Tapi ternyata aku salah. Tidak seharusnya aku nyaman dengan hubungan yang tidak pasti seperti itu. Tidak seharusnya aku nyaman dan tenang-tenang saja menunggunya menyatakan perasaannya padaku untuk membuat hubungan kita menjadi lebih dari sekedar teman. Karena hal itu, aku tidak bisa menahannya ketika ia berkata ia akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Karena hal itu, aku menjadi tidak punya hak untuk menunggunya kembali.”

Sehun menautkan alisnya, turut merasakan emosi gadis yang kini sudah kembali meneteskan air matanya itu. Laki-laki kurang ajar macam apa yang berani membuat gadis menunggunya menyatakan cinta? Tidak, menurut Sehun laki-laki itu bukan hanya kurang ajar, tapi juga pengecut. Laki-laki itu membuat gadis ini berpikir bahwa ia adalah miliknya dengan semua perlakuan manisnya tanpa memberikan sebuah kejelasan. Lalu laki-laki itu juga berlaku seolah ia memiliki gadis ini, padahal ia tidak memiliki keberanian apapun untuk memulai. Benar-benar pengecut sekaligus kurang ajar.

“Lalu ia pergi. Ia pergi jauh dariku dan tidak mengirimkanku kabar apapun sampai hari ini. Meninggalkanku yang putus asa mengirimkannya ratusan pesan melalui e-mail yang tidak satupun dibaca ataupun dibalasnya. Aku berusaha untuk berhenti mengiriminya pesan dan aku sudah berhasil melakukan itu selama dua minggu terakhir. Tapi ketika aku sudah berhasil, ketika aku sudah hampir seratus persen berhasil, ia membaca satu e-mailku yang berisi permintaanku padanya untuk kembali di liburan musim dingin nanti. Aku juga berkata bahwa aku merindukannya. Sangat merindukannya.” Surin tidak mampu lagi menahan rasa kecewa yang dipendamnya dalam hati. Surin benar-benar ingin menangis dengan kencang dan berteriak sekeras-kerasnya sampai laki-laki yang menyakitinya itu mendengar bahwa Surin benar-benar tidak baik-baik saja sejak kepergiannya.

“Lalu kau tahu apa yang ia lakukan? Ia hanya membaca pesanku itu tanpa membalasnya. Membuatku tersadar bahwa aku adalah gadis paling bodoh yang mengharapkan sesuatu yang terlalu tinggi. Membuatku tersadar bahwa selama ini aku benar-benar telah membuang waktuku untuk menunggu laki-laki itu.” Tangis Surin pecah saat itu juga. Surin tidak tahu harus bagaimana dengan perasaannya. Ia ingin melupakan laki-laki itu, tapi ia merasa tidak sanggup. Semua yang dilewatinya bersama dengan laki-laki itu, tidak akan bisa ia buang begitu saja.

Sehun merasa ia benar-benar harus menenangkan gadis itu sekarang. Dengan perlahan Sehun meletakan tangannya pada punggung kecil gadis itu kemudian menepuknya berkali-kali, berusaha untuk menenangkan. “Kau tahu? Kau terlalu baik untuk laki-laki sepertinya yang tidak berani untuk memulai. Kau terlalu baik untuk laki-laki sepertinya yang tidak berani untuk berkomitmen. Kau terlalu baik untuk laki-laki yang berpikir panjang untuk menjadikanmu miliknya. Sudahlah, jangan menangis lagi. Berjanjilah bahwa ini air matamu yang terakhir untuk laki-laki kurang ajar itu.” Ujar Sehun kemudian ia tersenyum ketika isakan tangis gadis itu dengan perlahan menghilang.

“Terima kasih, aku jadi benar-benar lega sekarang. Aku bersyukur bubble tea kita tertukar.” Surin menghapus cepat sisa-sisa air matanya kemudian menatap Sehun yang sudah lebih dulu menatapnya. Sehun tidak tahu sejak kapan manik mata hitam pekat itu menduduki peringkat satu daftar hal yang disukainya, melebihi bubble tea cokelat. “Sebagai imbalan karena aku sudah mendengarkan ceritamu, boleh aku tahu namamu? Perkenalkan, namaku Oh Sehun, mahasiswa baru dari jurusan arsitektur.” Ujar Sehun seraya menyodorkan tangannya.

Surin menjabat tangan yang dua kali lebih besar dari tangannya itu sambil tersenyum senang. “Namaku Surin. Jang Surin, mahasiswi baru dari jurusan sastra inggris.”

“Jadi, apa sekarang ini kita berteman?”

“Tentu saja. Kau sudah mengetahui rahasiaku, bagaimana bisa kita tidak berteman?” Surin menyenggol lengan Sehun membuat laki-laki itu tertawa kecil.

“Rahasia yang mana? Rahasia kalau kau baru saja menjadikan seorang laki-laki sebagai korban sakit hatimu dengan memaki dan memukuli orang yang hanya ingin mengembalikan bubble teamu yang tertukar itu? Rahasia kalau sehabis memaki dan memukuli laki-laki itu kau dengan tiba-tiba memeluk orang itu, begitu?”

“Oh Sehun, jangan ingat bagian memalukan itu!”

**

“Berhentilah tertawa, Oh Sehun! Aku bersumpah saat itu aku sedang tidak sadar karena efek dari dua gelas kecil soju yang aku minum.” Surin mencubit kedua pipi Sehun, berharap laki-laki yang baginya menyebalkan itu mau menghentikan tawa menggelegarnya kala ia bercerita tentang kejadian pertama kali mereka bertemu. Kejadian yang tidak akan pernah Sehun maupun Surin lupakan.

“Kau harusnya benar-benar bersyukur memiliki penyembuh patah hati yang tampan seperti aku.” Ujar Sehun membuat Surin hanya mendengus pelan. “Ah ya, Sehun-a.” Surin menyesap cokelat hangatnya sembari memperhatikan tatapan Sehun yang lembut, menunggu ucapan Surin yang selanjutnya.

“Kau ingat tidak, kejadian saat kau memutuskan untuk menyatakan cintamu? Kau tahu? Itu adalah titik teromantismu.”

**

Surin merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku setelah hampir lima jam lebih ia berkutat dengan berkas-berkas organisasi majalah kampus yang menjadi tanggung jawabnya sebagai sekretaris utama organisasi tersebut. Gadis yang kini tengah mengenakan kemeja putih juga celana hitam yang tampak begitu pas ditubuhnya itu melirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul delapan malam. Ponselnya sudah berdering kurang lebih delapan kali, menandai adanya panggilan masuk dari laki-laki yang menurut Surin tidak sabaran, Oh Sehun.

“Ya, mengapa kau tidak kunjung mengangkat teleponku? Apa kau masih ada diruang organisasi? Cepatlah, aku sudah menunggumu selama dua puluh menit di parkiran. Aku kan sudah berkata padamu bahwa hari ini aku ingin menunjukan sesuatu padamu.” Sehun langsung mencecar Surin ketika gadis itu mengangkat panggilan masuknya. “Aish, iya, iya aku akan segera kesana. Lagi pula, sebenarnya apa hal yang ingin kau tunjukan itu sih? Aku benar-benar sibuk hari ini. Tidak bisakah lain kali saja?”

“Tidak bisa, aku sudah mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari jadi cepat turun ke parkiran sekarang juga.” Ujar Sehun membuat Surin menghela napasnya lalu dengan terpaksa mengiyakan perkataan laki-laki itu. Belum sempat Surin menutup panggilan teleponnya, lima orang perempuan yang Surin ketahui adalah deretan perempuan popular di kampus mendobrak pintu ruangan organisasi tersebut dengan kasar. Surin tersentak ketika salah satu yang paling cantik dari mereka mencekik Surin, membuat gadis itu memekik dengan seketika.

“Tidak lelahkah kau enam bulan terakhir ini menempel pada Sehun seperti benalu?! Semua ancamanku juga luka-luka ditanganmu masih belum cukup rupanya untuk menyingkirkanmu dari sisi Sehun. Masih kurang kah? Perlukah sekalian aku membuat kedua tanganmu ini tidak dapat berfungsi lagi?” Surin merasakan tatapan membunuh gadis itu juga empat temannya yang lain, yang kini sudah mengelilingi Surin seolah mereka siap menerkam Surin kalau-kalau gadis yang tengah mencekiknya sekarang ini memerintahkan mereka.

“Sadarlah akan posisimu. Penampilanmu saja bahkan sangat sederhana. Kau merasa pantas bersanding dengan Oh Sehun? Aku tekankan padamu untuk yang kesekian kalinya, menjauhlah darinya!” Gadis itu menghempaskan Surin ke lantai lalu keempat temannya sudah bersiap dengan gunting di tangan masing-masing. Mereka mulai menjambak rambut Surin dan hendak mengguntingnya begitu saja sampai ketika seseorang mendobrak kasar pintu ruang organisasi yang terkunci itu. Seseorang bernama Oh Sehun.

“Menjauh darinya!” Sehun segera membantu Surin untuk berdiri kemudian memeluk bahu gadis itu yang kini sudah bergetar hebat. Bahkan Sehun dapat mendengar isakan tangis mulai keluar dari bibir Surin membuat emosinya benar-benar naik ke ubun-ubun. “Oh Sehun! Sadarlah, kalau kau bersamaku kita akan menjadi pasangan serasi. Kau tidak pantas bersanding dengan gadis yang tidak ada apa-apanya seperti dia!” Sehun tertawa tidak percaya mendengar ucapan gadis cantik yang kini tengah memegang lengannya itu. Sehun menghempaskan tangan gadis itu begitu saja kemudian menatap kelima gadis yang ada dihadapannya itu dengan tatapan sedingin es.

“Menjauh dariku dan dari gadis ini. Sampai ada satupun dari kalian yang berani menyakiti gadis ini, kalian akan berurusan denganku. Ah, dan yang perlu kalian tahu, aku tidak ingin dekat dengan gadis berparas cantik berhati buruk rupa seperti kalian.” Sehun menarik tangan Surin sementara kelima gadis itu hanya menatap Sehun dan Surin yang pergi dari tempat tersebut dengan tatapan tidak percaya.

Sehun menghentikan langkahnya saat ia hendak membawa Surin menuruni tangga kampus ketika ia mendengar Surin menangis terisak. Laki-laki bertubuh tinggi itu menarik Surin ke dalam pelukannya seraya mengelus rambut gadis itu dengan lembut. “Sudah, berhentilah menangis. Aku disini dan aku berjanji, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi mulai sekarang.” Sehun berjongkok di depan Surin kemudian menyuruh gadis itu untuk naik ke punggungnya.

“Kakimu bergetar hebat sekarang, lebih baik kau naik saja ke punggungku.” Sehun berujar sementara Surin hanya menuruti ucapan laki-laki itu sambil terus menangis. Surin memeluk leher Sehun dengan kedua lengannya membuat lengan kemeja putih panjangnya tertarik sampai sebatas siku, memperlihatkan bekas lebam yang sangat banyak bersemayam dikedua tangannya. Sehun yang melihat hal itu langsung terkejut dan hendak menurunkan Surin dari gendongannya untuk mengecek luka lebam itu terlebih dahulu, namun Surin malah mengeratkan pelukannya pada leher Sehun dan menenggelamkan kepalanya di bahu kanan Sehun sambil menangis.

“Tidak apa, tidak usah khawatir, aku baik-baik saja.” Ujar Surin sementara Sehun mulai menuruni anak tangga satu per satu dengan tatapan sendu. Ia tidak percaya selama ini Surin mengalami hari yang berat karena berada di dekatnya. “Aku memang keras kepala. Aku tidak ingin menjauh darimu meskipun setiap hari mereka menyuruhku untuk melakukan hal tersebut.” Surin berujar sambil terisak membuat Sehun tidak tahan lagi. Sehun menurunkan Surin dari gendongannya dan mendudukannya di salah satu anak tangga, kemudian menempatkan dirinya sendiri disebelah gadis itu.

Sehun memegang kedua tangan Surin dan mengelus luka lebam yang berada di sekujur tangan gadis itu. “Jang Surin.” Ujar Sehun seraya menatap kedua manik mata berwarna hitam pekat milik Surin yang dipenuhi dengan air mata. “Ijinkan aku memberikan mereka alasan untuk tidak dapat menyakitimu lagi.” Surin hanya terdiam dengan air mata yang terus mengalir tanpa mau berhenti.

Sehun mengeluarkan sebuah kotak berisi gelang perak dan memakainya di tangan kanan Surin. “Ijinkan aku untuk menjadi kekasihmu agar aku dapat terus melindungimu.”

Surin langsung memeluk leher Sehun membuat laki-laki itu langsung mengeratkan pelukan mereka dengan membenamkan wajahnya di bahu gadis itu.

Dan mulai dari situ, Sehun benar-benar berjanji pada dirinya sendiri untuk membuat gadis yang berada dipelukannya itu bahagia.

**

“Ah sudahlah, ayo cepat kita ke arena itu sekarang juga. Aku malu kalau mengingat-ingat kejadian jaman dulu. Mengapa aku benar-benar terlihat seperti laki-laki yang memiliki emosi berlebihan, sih?” Sehun berujar seraya memasangkan sepatu khusus untuk berselancar itu pada masing-masing kaki Surin setelah ia mengenakan miliknya. Surin hanya memperhatikan kekasihnya yang manis itu sambil tersenyum senang. Surin memegang kedua telinga Sehun yang memerah kemudian tertawa sementara Sehun hanya sibuk pada pekerjaannya untuk memasangkan sepatu itu di kaki Surin.

Surin tiba-tiba mengecup puncak kepala Sehun membuat Sehun langsung mendongak dengan tatapan terkejut sementara gadis itu hanya tersenyum manis. “Tumben sekali. Apa-apaan itu barusan?” Tanya Sehun sambil melanjutkan pekerjaannya memasangkan sepatu yang sempat tertunda karena keterkejutannya akan perlakuan tiba-tiba Surin. “Tidak apa-apa. Hanya ingin saja, memangnya tidak boleh?” Sehun tertawa kecil mendengar ucapan Surin barusan.

“Nah, sudah selesai. Ayo kita kesana.” Sehun bangkit berdiri kemudian mengulurkan tangannya pada Surin yang dengan senang hati langsung menyambarnya. Mereka mulai berselancar di atas es tersebut dengan berpegangan tangan. Surin tampak menjadikan kedua tangan Sehun sebagai penyanggah tubuhnya sementara Sehun yang berada di depan Surin tampak seolah menarik gadis itu. Mereka tertawa lepas ketika Sehun hampir saja terjatuh dan kehilangan keseimbangan tubuhnya. Sehun tiba-tiba mempercepat lajunya, membuat Surin yang berada di belakangnya langsung mengencangkan pegangan tangannya pada kedua tangan Sehun dan sibuk berteriak menyuruh Sehun untuk mengurangi kecepatannya namun Sehun tidak menurut dan malah menambah kecepatan laju sepatu berselancarnya sambil tertawa senang.

Sehun melepas pegangan tangannya dengan Surin dan menarik kedua tangan gadis itu untuk memeluk pinggangnya. Sehun mulai mempercepat laju sepatu berselancarnya membuat Surin yang kini tengah memeluk Sehun dari belakang ikut tertarik. Gadis itu tertawa, membuat Sehun melakukan hal yang sama. Ternyata memang benar, Sehun sama sekali tidak menyesali permintaan Surin untuk menikmati kencan pertama mereka dibulan Desember dengan berselancar di udara yang dingin seperti sekarang ini.

Tiba-tiba salju turun membuat orang-orang yang ada di arena itu langsung menghentikan laju sepatu selancar mereka dan  menatap langit seraya mengadahkan kedua telapak tangan mereka, persis dengan yang Surin lakukan sekarang ini. “Salju pertama tahun ini.” Ujar Surin sambil tersenyum senang, masih sambil menatap salju yang mulai berjatuhan itu sementara Sehun hanya memperhatikan gadis itu dengan tatapan sayang.

“Kau percaya dengan mitos bahwa semua kesalahan akan dihapuskan pada turunnya salju yang pertama?” Surin bertanya pada Sehun sementara Sehun hanya menganggukan kepalanya. Surin memeluk Sehun dengan erat kemudian melepasnya. “Aku meminta maaf jika selama empat tahun ini aku banyak membuatmu kesal. Aku meminta maaf atas pertengkaran yang terjadi diantara kita selama empat tahun ini. Dari pertengkaran kecil, pertengkaran yang disebabkan karena aku malah marah-marah saat kau sedang sibuk dan tidak bisa menemaniku makan ramen di warung pinggir jalan, sampai pertengkaran besar yang tidak ingin aku ingat lagi.” Ujar Surin sambil menatap kedua manik mata cokelat milik Sehun yang tampak seolah sedang tersenyum padanya.

Sehun menarik syal putih yang dikenakan Surin guna mendekatkan tubuh Surin dengan tubuhnya. Sehun menempelkan dahinya pada dahi gadis itu, sambil masih terus menatap kedua mata milik Surin yang juga tidak lepas dari miliknya.

“Aku juga meminta maaf karena sering kali aku berlaku kekanakan dan keras kepala.” Ujar Sehun membuat Surin tertawa. “Kau memang harus meminta maaf soal itu.” Surin berujar jahil. Sebenarnya gadis itu berusaha mati-matian untuk menahan debaran jantungnya mengingat wajahnya dengan wajah Sehun yang benar-benar dekat saat ini. Surin bahkan berharap agar ia tidak pingsan karena harus menatap kedua bola mata cokelat pekat yang sangat menarik milik kekasihnya itu.

“Ada satu hal yang belum kau mintai maaf dariku.”

“Apa? Apa aku pernah melakukan kesalahan lainnya yang tidak aku sadari?” Sehun mengangguk menanggapi ucapan Surin barusan.

“Yap. Kau belum meminta maaf karena selama empat tahun ini kau terus berlarian di hati dan pikiranku. Kau belum meminta maaf karena selama empat tahun ini setiap baru bangun tidur dan menjelang tidur malamku, hal yang aku doakan hanyalah kau, gadis pendek bernama Jang Surin.”

Surin tertawa kala kedua pipinya memerah merona membuat Sehun gemas. Sehun mengelus masing-masing pipi Surin yang masih memerah itu dengan kedua telapak tangannya.

“Ayo lewati salju pertama bersama-sama di tahun-tahun berikutnya, Jang Surin.” Sehun menatap Surin dengan serius membuat Surin mengangguk mantap sambil tersenyum lembut. Surin mengecup cepat bibir berwarna merah muda milik Sehun yang sedari tadi mengganggu konsentrasinya kemudian memukul kepalanya sendiri ketika menyadari perlakukan spontannya barusan membuat Sehun langsung menatapnya dengan tatapan penuh arti sambil tertawa.

“Sudah mulai berani kau rupanya. Bukan begitu yang benar, sini aku ajarkan cara yang benarnya.” Surin langsung melajukan sepatu selancarnya guna menghindar dari Sehun yang kini mengejarnya sambil tertawa. “Ya! Oh Sehun! Jangan mendekat!” Surin berseru disela-sela tawanya sementara Sehun masih mengejarnya. “Kau duluan yang memulainya. Rasakan pembalasanku kalau aku berhasil mendapatkanmu, Surin-a!” Sehun membalas seruan Surin kemudian mempercepat laju sepatu selancarnya.

Tidak lama kemudian Sehun semakin dekat dengan Surin. Sehun langsung memeluk gadis itu dari belakang dan tawa bahagia dari keduanya langsung terdengar membuat orang-orang yang memperhatikan kedua sejoli itu seolah turut berbahagia bersama mereka. Sehun menghujani puncak kepala Surin dengan kecupan seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh Surin yang jauh lebih kecil darinya.

Surin bersyukur ia bertemu dengan Sehun di cafe seberang kampus empat tahun yang lalu. Ia bersyukur laki-laki itu menjadi penyembuh sakit hatinya. Ia bersyukur atas semua kejadian yang telah ia lewati bersama dengan laki-laki itu selama empat tahun terakhir ini.

Surin hanya ingin Sehun tahu bahwa ia sangat menyayangi laki-laki itu lebih dari apapun.

Salju pertama di tahun ini benar-benar membawa kebahagiaan baik bagi Surin maupun bagi Sehun, laki-laki yang masih memeluk Surin sambil menghujani puncak kepala gadisnya itu dengan kecupan sayang.

**

large-62

@oohsehun : Ice skating date with my shortie, @surinjjang ❤

1230 likes.

Comments :

@_jimiyya : Aish, kalian berhasil membuatku iri sampai ke ubun-ubun!

@chocolattaerin : Aaaaaa! Pasangan paling romantis sepanjang segala masa.

@justcheonsa : Seminggu yang lalu aku baru pergi kesana bersama Minseok hihi. Coba saja kalian juga seminggu yang lalu pergi kesananya. Kita bisa double date!

@exoxm90 : Double date adalah ide yang bagus! Ayo kapan-kapan kita double date, Sehun-a, Surin-a!

@guardian_suho : @exoxm90 @oohsehun jangan double date. Triple date saja bersamaku dan @chocolattaerin juga. Aku yang akan mentraktir makan malamnya!

@baekhyunee_exo : @_jimiyya aku bisa membawamu sekarang juga kesana kalau kau mau. Aku jemput ya?

@_jimiyya : @baekhyunee_exo siapa ya? memangnya kita mengenal satu sama lain?

@kjong_dae : @_jimiyya @baekhyunee_exo astaga kalian berdua bertengkar lagi? masalah apa kali ini? Ya! Byun Baekhyun, cobalah belajar lebih mengerti wanita seperti Sehun. Lihatlah Sehun dan Surin akur-akur saja dan tentram sentosa, itu semua karena Sehun mau mengerti wanita!

@real__pcy : @kjong_dae paling-paling karena @_jimiyya cemburu buta pada senior di kampus @baekhyunee_exo

@kaiikim : @real__pcy @kjong_dae Jimi tidak pernah cemburu ketika bersamaku. Terbukti aku lebih pantas untuknya, bukan?

@zyxzjs : @kaiikim diam lah, kau juga sama saja dengan Baekhyun. Setelah putus dari Jimi kau langsung menjadi pacar salah satu perempuan populer di kampus. Benar-benar kalian ini. Sudahlah, Jimi aku jodohkan dengan temanku saja yang bernama Jinhwan.

@kaiikim : @zyxzjs JANGAN.

@baekhyunee_exo : @zyxzjs JANGAN.

@real__pcy : @zyxzjs JANGAN.

@baekhyunee_exo : @real__pcy apa-apaan ini? Mengapa kau jadi ikut-ikutan seperti Jongin?

@kaiikim : @real__pcy ku pikir kita adalah teman?!

@real__pcy : Aku lelah melihat kalian berdua menyakiti Jimi terus-menerus. Jangan salahkan aku kalau kali ini aku mengambil langkah. @baekhyunee_exo @kaiikim

@oohsehun : @real__pcy @baekhyunee_exo @kaiikim Ya! Ini adalah postingan romantisku untuk Surin! Bertengkarlah di postingan orang lain!

-FIN.

AAAAAAA kangen nulis. Kangen Sehun, kangen begadang cuma buat nulis, kangen readers setia yang rela nungguin dan bolak-balik ke wordpress ini buat ngecek apakah author males ini udah update apa belum. Pokoknya kangen.

Gak kerasa ya udah Desember aja? Cepet banget, bentar lagi udah mau 2017 dan itu berarti ini adalah liburan terakhir sebelum Januari harus fokus sama Ujian Nasional. BENTAR LAGI MAU JADI MAHASISWI AMIIIIN. Doain semua lancar ya.

Ah ya, semoga kalian suka ya sama ff simple ini!

Selamat bulan Desember, dan selamat berlibur!

Diusahakan Desember bakal sering update. Diusahakan ya hihi. Stay tune terus! See you on the next ff. xoxo

Advertisements

11 comments

  1. ahnnncs · December 11, 2016

    Owwwhhh~~~
    First snow ya??? Co cweetttttttt ❤️❤️ suka bangettt
    Aku bacanya aja sampe senyum-senyum begini
    Bener-bener terbawa suasana dan ini keren bangettt so sweet bangeyttt
    Makasih udah ngepost ff terbaik lagi kakak!!❤️💙

    p.s. saat lagi kangen-kangennya sama ff buatan kakak akhirnya ngeluarin yang baru jugaaa kkk

    • Oh Marie · December 12, 2016

      AWAWAWAWWW Makasih ya udah mau suka sama ff ini>< makasih juga buat komennya dan waktunya buat baca ff ini hihihi.
      Super bersyuuuukur punya reader yang manis kayak gini HUHUHU. Sekali lagi terima kasih❤️

  2. izzatuljannah1404 · December 12, 2016

    Awww, setelah sekian lama aku tunggu in, akhirnya update juga 😆😆😆 dateng dengan sweet story kaya gini lagi, semua trbyarkan wkwk. Ahh sehun so sweet amat sih bangggg 😍😍 makin cinta dehh wkwk. Surin beruntung banget punya cogan kek sehun. Coba aja ada cpeo kek sehun >.<
    Ahh semangat yaa yg mau UN wkwk ditungu cerita cerita selnajutnyaaaa. Ini bener bener aweetm bikin aku pengen baca ulangulang tauuu wkwk. Thankss udah mau begadang nyelsein inii. Keep fighting 😚😊😊

    • Oh Marie · December 12, 2016

      HALOOOOO aaaa kangen banget sama komen kamu!! Makasih ya udah mau suka sama ff ini>< bersyukur banget asli punya reader setia yang mau nungguin huhuuuuuu❤️ makasih juga buat semangatnya, mohon doanya ya>< tetep stay tune untuk ff selanjutnyaaaa❤️

  3. junmyunni · December 12, 2016

    seriously bakal ditunggu update annyaaa~~~~ kalo kangen aku bakal baca series yang lain sehun suring, aku gatau udah berapa kali baca series mereka. sumpah seger banget begitu ada update baru. seneng baaaaangeeeeeeet!!!!!
    semoga sukses UN nya, emang sih nentuin kedepannya, tapi jangan terlalu juga, sebenenrnya cari kuliahnya lebih sulit dari lulus UN, lulus kuliah lebih sulit dari masuk kuliahnya! wkwkwkwkwk
    SEMANGAAAAAT!!! SUKSES TERUUUUSSSS!!!! bakal ditunggu sehun-surin series yang laiiiin~~~~~~~ yay desember bakal sering update!! ><

    • Oh Marie · December 13, 2016

      AAAAAAAAAAA makasih ya udah mau bulak-balik ke sini dan bahkan nungguin huhuhu seneeeeeeeng banget punya reader setia plus manis gini huweeeeee.
      Amiiin makasih ya doanya! BETUUUUL wkwk berpasrah, berdoa, sama berusaha dulu aja deh yang penting hihi.
      MAKASIH SEMANGATNYAAAAA! Seneng banget liat notif dari junmyunni lagi huhuhu kangen berat.
      Stay tune terus ya! See you on the next ff! ❤

  4. realljo · December 13, 2016

    adeUUUUUUU lucu anet nie behind the scene sehun surin jadian kek waktu baca di ff good bye my spring rasanya kek ‘apaan si sehun surin tuh punya kyungsoo’ trs disini w kek ‘ih apaansi pengecut bgt tu cowo beraninya deketin doang nembak kaga’ ea curhat. btw bagian main ice skating perut w ampe sakit sakit authornim APALAGI PAS TBTB SURIN MENGECUP PALA SEHUN UGH BAYANGIN ALUS NYA TU RAMBUT. trs gely bgt surin tau aja yg cakep ya ena mukul mukul orang ganteng mah coba mukanya kaya byun sape tu lupa maunya gampar aj. OK INI BAGUS ANET SUASANA CHRISTMAS DINGIN ANGET ANGET PELUKAN SEHUN NYA BERASA GT, such a great job bgt buat pengganti ff sejak lama tak update menghabiskan waktu dengan kyungsoo real e e e sala. Pokoknya mantap contohnya bagian terakhir jimi direbutin kane bgt yah idup jimi. ok de dr realljo di ciomas

    • Oh Marie · December 13, 2016

      MANGSTAP KOMENNYA QAQAAAAAAAA. Memotivasi banget buat bikin ff selanjutnya ea ea eaaaaa. Emang tuh ya surin udah punya sehun aja gaada yang laen bye sebye bye nya bye. Kalo doi tidak memperjuangkan untuk apa lah di pertahankan yoi gak inget kata sehun ‘kau lebih baik untuk laki-laki yang tidak berani untuk memulai’ WOI RELATABLE ABIS.
      HUHUHUHUHUHUHUHUHU sehun is the best.
      Ddaengkyu realljo di ciomas buat komen manisnyah salam buat abang byun di ciampelas semoga cepat baik rumah tangganya tq.

  5. rahsarah · January 2, 2017

    aaa ternyata surin juga suka sama kyungsoo tapi sayanggg kyungsoonya terlalu takut jntuk mengatakannyaaa dan keberuntungan yg sangat envy datang kepada surin dengan kehadiran oh sehun yg super duper keren atas sikap + penampilannya untuk menjadi obat sakit hati surin hmm selalu sweet si couple kesayangan ini gemesss mau cium juga wkwkwk

  6. oohsehunfangirls · March 29, 2017

    PERMISI KAK NUMPANG BUKA LAPAK TAHU BULAT (tijel). Halo kak salam tahu bulat panas readers baru, izin baca baca ff ya kak. Kesan baca ff ini adadalah simple but cheesy! 😆

    • Oh Marie · March 31, 2017

      HALOHAAAAAAAAA! Silahkan silahkan buka lapak HAHAHAH. Seneng banget dapet reader baru! Sering-sering mampir kesini dan tinggalin jejak ya!><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s