Moodmaker

moodmaker

Hello! Its been a while. Enjoy!

**

Surin membenamkan wajahnya pada bantal kepalanya yang nyaman. Sesekali gadis itu menggeliat di dalam selimutnya yang tebal lalu memijat pelan bahu kanannya yang terasa pegal. Gadis itu terlihat benar-benar lelah, terbukti dengan sepasang matanya yang tidak lagi memancarkan adanya sinar semangat serta dua buah kantung matanya yang terlihat mulai menghitam. Keadaannya sekarang ini sudah jauh lebih baik daripada pada saat pulang dari kampusnya tadi sore. Wajahnya benar-benar lusuh dan rambutnya yang di sanggul asal benar-benar kelihatan berantakan bahkan Surin sendiri sampai bergidik ngeri melihat pantulan dirinya pada kaca meja rias yang terletak di kamarnya sehingga akhirnya gadis itu memutuskan untuk membilas diri, mengingat jam dinding kamarnya juga sudah menunjukan pukul sembilan malam lewat dua puluh menit.

Surin menghela napasnya dengan berat. Surin hanya merasa lelah. Ia lelah karena ia merasa tidak ada satupun hal yang berjalan dengan baik akhir-akhir ini. Laporan tugas penelitiannya yang sudah sangat susah payah ia kerjakan ditolak dosen paling galak dikampusnya hanya karena ia terlambat lima menit untuk mengumpulkan dari waktu yang sudah ditentukan. Bayangkan saja, lima menit dapat menghancurkan semua usaha keras yang sudah Surin kerahkan selama satu bulan penuh untuk dapat menyelesaikan tugas penelitian tersebut.

Surin sudah berkorban banyak untuk tugas tersebut. Wajar jika ia marah sampai menangis seperti sekarang ini. Surin harus melakukan penelitian ke lapangan, menyebarkan kuisioner atau angket untuk para mahasiswa yang ia libatkan langsung dalam penelitiannya, mencari buku-buku yang dapat mendukung penelitiannya sampai ia diusir penjaga perpustakaan kampus karena hari sudah terlalu larut, membaca buku-buku tebal itu dalam waktu yang singkat bahkan ia sampai meminta bantuan Sehun, kekasihnya untuk ikut membaca buku-buku tebal itu dan kemudian menceritakannya kembali pada Surin untuk dapat mengejar waktu, berusaha mencari intisari dari setiap buku dan menggabungkannya dalam sebuah laporan dengan bahasa inggris yang baik dan benar. Tidak jarang juga kekasihnya itu turut turun tangan membantu Surin dalam mengetikan kalimat-kalimat yang Surin diktekan karena tidak tega melihat Surin yang sudah seharian penuh berkutat pada laptop serta buku-buku tebal dan kertas kuisioner yang bertebaran diseluruh penjuru apartment gadis itu.

Semuanya berujung sia-sia hanya karena tadi pagi Surin terlambat datang ke kampus. Itupun bukan salah Surin sepenuhnya. Bukan juga karena Sehun yang tidak bisa menjemputnya tadi pagi karena laki-laki itu ada kegiatan ‘hunting’ tempat-tempat bagus di daerah Busan bersama seluruh anggota organisasi photography kampus yang dipimpinnya. Semua murni karena kesalahan bus yang ditumpanginya. Bus tersebut tiba-tiba mogok dan Surin harus menunggu bus lain padahal batas waktu pengumpulan tugas itu sudah semakin dekat. Akhirnya semua kejadian pahit itu mulai terjadi ketika sang dosen memperhatikan Surin dengan matanya yang memicing sambil menunjuk jam tangannya berkali-kali.

Dosen tersebut berkata pada Surin bahwa ia akan memberikan nilai C untuk laporan penelitian Surin. Setelah semua kerja kerasnya, ia hanya akan memperoleh nilai C. Untuk gadis yang mendambakan kesempurnaan pada setiap pekerjaan yang dilakukannya seperti Surin, mendapat A tanpa plus saja sudah merupakan sebuah masalah. Apalagi jika dosen yang menurut Surin gila itu benar-benar menulis C pada laporan capaian prestasi akhir semesternya nanti? Surin benar-benar tidak dapat membayangkannya.

Tidak apa, silahkan saja berpikir bahwa Surin adalah gadis paling berlebihan yang pernah kalian tahu. Tapi jika boleh, Surin ingin semua orang mengerti keadaannya sekarang ini bahwa ia benar-benar lelah. Ia merasa benar-benar sudah penat. Ia penat dengan tugas-tugas kuliahnya yang menumpuk, dengan dosen-dosennya yang tidak memiliki simpati dan toleransi, dan juga dengan teman-teman kelasnya yang sebagian malah memandangi Surin dengan penuh rasa kasihan, dan sebagian lagi seolah merasa senang karena ia adalah satu-satunya orang yang mendapat nilai C untuk penelitian tersebut. Surin merasa ia hanya benar-benar lelah.

Surin menghapus sisa-sisa air matanya kemudian mengambil napas dalam-dalam ketika ia melihat ponselnya menampilkan panggilan video call dari laki-laki yang paling ia sayangi, Oh Sehun. Surin segera meraih ponselnya dari atas meja kecil tersebut dan seketika sapaan riang dari seberang sana terdengar melalui speaker ponsel Surin.

“Selamat malam, nona bawel-ku. Tumben sekali jam sepuluh kau sudah berada dibalik selimut tebalmu itu. Bukankah hari ini kau harus merayakan hari kebebasanmu dari tugas penelitian itu dengan menonton semua episode drama kesukaanmu yang kau lewatkan? Ah ya, Surin-a! Biar aku tebak. Pasti dosen galak itu langsung luluh karena melihat hasil laporanmu yang sangat bagus itu, kan?” Sehun berujar panjang lebar sementara Surin langsung menghela napas panjang. “Aku mendapat C karena terlambat lima menit dari batas waktu pengumpulan.”

Surin dapat melihat kedua alis tegas Sehun bertaut tidak suka. “Apa-apaan dosenmu itu?! Sudah aku bilang, dari awal dia memang tidak suka denganmu karena kau selalu lebih unggul dalam mengerjakan tugas-tugasnya dibanding dengan mahasiswa-mahasiswa favoritnya. Bagaimana bisa masih ada saja dosen yang gemar menerapkan sistem ‘pilih kasih’?! Benar-benar tidak masuk akal.” Surin hanya tersenyum lemah membuat Sehun langsung menghela napasnya.

“Tenang saja, biarpun nilaimu Z sekalipun, aku akan selalu ada untuk mendukungmu.” Ujar Sehun sambil tersenyum manis membuat Surin langsung menyemburkan tawanya. “Terima kasih. Ini adalah tawa pertamaku hari ini.” Surin berujar sementara Sehun masih mempertahankan senyuman manisnya yang seolah tidak ingin luntur itu.

“Bagaimana Busan? Kapan kau akan kembali ke Seoul? Besok pagi atau besok siang?” Tanya Surin dan tawa jahil Sehun langsung terdengar setelahnya. “Mengapa malah tertawa, sih?” Surin berpura-pura menyentil layar ponselnya dan Sehun pun pura-pura tersentil membuat Surin kembali menyemburkan tawanya.

“Aku akan kembali ke Seoul besok siang, jadi kira-kira aku baru bisa menemuimu sore hari. Ehem, akui saja kalau kau merindukanku, Jang Surin. Baru tidak bertemu sehari saja kau sudah terlihat lemas seperti sekarang ini. Kau benar-benar tidak bisa jauh dariku ya?” Sehun tertawa terbahak sementara Surin hanya mendengus pelan.

Suasana hening untuk sesaat. Hanya tatapan satu sama lain yang berbicara diantara mereka. Surin yang seolah menceritakan semua perasaan lelahnya pada Sehun melalui tatapan mata mereka, tidak lama pun akhirnya berkaca-kaca.

“Aku lelah, Oh Sehun.”

“Aku tahu.”

“Aku penat. Aku merasa semua ini tidak adil. Aku ingin marah, tapi aku tidak tahu harus marah pada siapa. Apa aku terlalu berlebihan? Semua ini bukan karena aku terlalu menginginkan nilai yang sempurna. Aku hanya ingin usahaku dihargai.”

“Aku tahu itu. Aku tahu semuanya.”

Surin seketika sadar bahwa setidaknya ia memiliki Sehun yang mengerti ketika tidak ada satupun yang mau mengerti keadaannya. “Surin-a.” Panggil Sehun yang hanya Surin sahuti dengan gumaman. Surin merasa matanya yang lelah mulai terasa berat oleh karena rasa kantuk. “Aku mengantuk.” Ujar Surin sementara Sehun hanya memperhatikan wajah mengantuk kekasihnya itu dengan senyuman manis yang berhasil membuat Surin spontan membentuk lengkungan serupa.

“Segera tidurlah. Aku akan memelukmu selagi kau tertidur. Tidak akan aku biarkan mimpi buruk memperburuk harimu ini. Aku yang akan menjadi penghadang mimpi-mimpi buruk itu.” Surin hanya tertawa mendengar ucapan Sehun barusan.

“Kalau bisa, sedari tadi juga aku sudah memintamu untuk memelukku. Kau tahu sendiri bahwa itu obat terbaik jika aku sedang dalam emosi yang labil seperti ini.” Sehun tertawa kecil sementara Surin hanya memperhatikan kekasihnya yang tampan itu dengan mata yang sudah terlampau lelah.

“Kalau begitu, aku benar-benar akan memelukmu malam ini.”

“Ya, ya, baiklah. Aku tunggu kau memelukku dimimpi. Kalau begitu, selamat tidur, Oh Sehun! Sampai jumpa besok sore ketika kau sudah sampai di Seoul.”

**

Surin menyunggingkan senyumnya tanpa ia sadari. Gadis itu menggeliat nyaman dibawah selimut tebal miliknya tanpa enggan membuka kedua matanya meskipun sinar matahari Minggu mulai menyeruak masuk melalui kaca jendela kamarnya yang hanya dihalangi gorden putih.

Surin masih ingin berlama-lama dimimpinya sekarang ini. Mimpi dimana Sehun memeluknya dari belakang kala ia tertidur nyenyak. Surin rasa segala perasaan lelah yang sudah membuatnya muak itu seolah hilang dengan hanya merasakan tangan kekar Sehun yang memeluk pinggangnya juga dada bidang laki-laki itu yang menempel pada punggungnya yang kecil. Jika boleh, ia ingin untuk terus berada di dalam mimpi itu seharian penuh.

Surin kembali menggeliat namun tiba-tiba matanya terbuka begitu saja ketika ia merasakan dengan jelas seseorang baru saja mengecup puncak kepalanya. Surin melihat tangan kekar seorang laki-laki melingkari pinggangnya dan saat itu juga Surin langsung berbalik ke arah laki-laki yang sedang tersenyum sambil memandangi Surin dengan tatapan lembut bercampur mengantuknya.

“Oh Sehun?! Bagaimana kau bisa ada disini? Bukankah kau berkata bahwa kau baru akan kembali ke Seoul siang hari nanti?”

“Sst, kau ini pagi-pagi saja sudah cerewet. Ucapkan selamat pagi dulu yang benar. Seperti ini contohnya.” Ujar Sehun seraya kembali mengecup puncak kepala kekasihnya itu. Surin tersenyum membuat Sehun menyunggingkan lengkungan serupa. “Aku langsung berangkat menuju Seoul setelah melihat keadaanmu melalui video call kemarin. Tenang saja, semua urusan yang ada di Busan sudah aku serahkan pada wakil-ku.”

“Aish. Seharusnya kau tidak perlu melakukan itu. Toh, nanti sore kita akan bertemu. Aku malah membuatmu jadi tidak bertanggung jawab seperti ini.” Surin menyentil dahi Sehun yang masih memeluk pinggangnya dengan keras membuat Sehun mengaduh kesakitan.

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari pekerjaan untuk memelukmu saat kau sedang dalam mood yang tidak baik seperti kemarin.” Surin langsung mencubit sebelah pipi Sehun dengan gemas kemudian langsung membalas pelukan Sehun dengan erat. Surin menyandarkan kepalanya di dada bidang laki-laki itu sementara Sehun meletakan dagunya yang runcing pada puncak kepala Surin seraya tersenyum senang.

“Terima kasih. Lelahku langsung meluap entah kemana dan yang aku rasakan saat ini hanyalah perasaan senang dan lega.” Surin mendongakan kepalanya sambil tersenyum pada kekasihnya yang penuh perhatian itu. Surin bersyukur memiliki Sehun, sumber penyemangatnya yang selalu ada didekatnya disaat hari-harinya yang paling buruk sampai hari yang paling menyenangkan sekalipun.

“Aku masih mengantuk.” Ujar Surin seraya menguap lebar. Sehun yang melihat itu pun turut menguap membuat Surin yang juga menyaksikan adegan Sehun menguap tadi, tidak tahan untuk kembali menguap. Sehun pun turut menguap kembali membuat mereka berdua langsung tertawa terbahak. Perang menguap pagi itu benar-benar menambah rasa senang dibenak Surin semakin bertambah. Semua ini karena Sehun. Ya, semua alasan rasa senangnya memang selalu tentang laki-laki bertubuh tinggi dan berkulit putih susu itu.

Sehun mengelus rambut Surin kemudian beralih mengelus permukaan pipi gadisnya itu dengan lembut. Tatapan mata keduanya seolah berbincang satu sama lain, menceritakan perasaan masing-masing yang tidak dapat mereka letakan pada rangkaian kalimat langsung.

“Kau tahu? Kapanpun kau merasa tidak ada yang benar, ketahuilah bahwa aku akan selalu bersedia untuk memperbaiki semuanya untukmu. Selamat pagi, Jang Surin. Semoga harimu hari ini berjalan menyenangkan dan tidak ada hal buruk lagi yang mengganggumu.” Sehun mendaratkan bibirnya pada bibir berwarna merah muda milik Surin dengan cepat kemudian kembali memeluk gadisnya itu erat-erat sambil sesekali mengelus punggung Surin dengan rasa sayang.

Surin yang kini berada didalam pelukan Sehun pun tersenyum senang. “Aku menyayangimu, Oh Sehun.” Ujar Surin dengan volume suara yang sangat kecil. Sehun langsung membisikan sesuatu pada telinga Surin yang berhasil membuat Surin tersenyum bahagia dengan pipi yang merona merah.

“Aku juga menyayangimu, Jang Surin. Sangat menyayangimu.”

-FIN.

Maaaaaaf sekali atas keterlambatan post dan pas nge-post ceritanya sederhana banget kayak gini. Murni banget cerita ini ada intervensi dari kisah nyata(?)

Akhir-akhir ini makin sibuk sama kegiatan sekolah dan tugas-tugas yang numpuk. Guru yang nyebelin, temen-temen yang juga sama aja dan semuanya. Sampe kayak udah bener-bener capek. Akhirnya kemaren langsung ngetik eh malahan ujung-ujungnya ceritanya berakhir pake perasaan real kayak gini hahaha.

Asli ya penyemangat tuh emang cuma Sehun doang:”)

Anyway, terima kasih banyak karena sudah mau membaca ya! Sekali lagi maaf untuk keterlambatan posting! Sampai jumpa di ff selanjutnya ya!

Advertisements

11 comments

  1. angiesuci · October 15, 2016

    Sukaaaaaaaa
    Sweet bangettt😍😍😍

    • Oh Marie · October 17, 2016

      HALOOOOO! Terima kasih banyak karena sudah mau mampir dan sempetin waktu buat baca bahkan komen ya><

  2. izzatuljannah1404 · October 15, 2016

    Duhh sweet banget ihh 😆😆 emng dehh si sehun moodbooster banget yakk *toss wkwk kangen ihh sama ff kamu, aku tungguin lohh 😄😅 akhirnya update juga! Kalo baca ff kamu tuh rasanya pengen ngulang baca mulu deh! Ga bosen deh akuu 😂😂 wwk alay batt yakk, tapi its real koo dari hati akuhh :((
    Lagi kangen ama sehun jadi kek bgini yakk wkwk ditunggu next next nya yakk. Aku setia nunggu koo 😂😁

    • Oh Marie · October 17, 2016

      DUUUUUH baper aku bacanya karna ditungguin huhu. Makasih ya udah mau nungguin!! Makasih banyak juga buat komen manis ini><

  3. Kursi Sofa Tamu Ukir · October 15, 2016

    Duuh ngebacanya sampai di ulang-ulang masih juga Baper.. hehe

    • Oh Marie · October 17, 2016

      Haloooo! Terima kasih banyak karena sudah mau membaca dan ninggalin komen juga>< Sering sering mampir kesini yaaaa! Hihi

  4. rahsarah · October 17, 2016

    haaaaaaa rasanya mau peluk sehun jugaaaa ({}) biar lelahnya ilang jugaaaaa hihihi
    pengen punya orang kaya sehun gini deh yg bener2 bisa nenangin disaat udh lelah sama semuanyaaa
    semangat terus sekolahnya ade ♥

    • Oh Marie · October 17, 2016

      HALO KAK SARAAAAAH!
      Hihihi makasih ya kak udah mau mampir lagi, baca, dan ninggalin komen manis ini!
      Amiiiin aku juga mau huahahaha. Amin aja ya biar beneran jadi kenyataan><

  5. Mutia Ananda · November 13, 2016

    Aigooo, neomu neomu envy u.u mau dong punya pacar kayak sehun gini 😂
    Teruslah berkarya ya, hasilkan cerita2 yg buat orang baper 😁
    Aku suka penulisan kata2nya, gak terlalu lebay dan mudah dipahami, good job and good luck yaa 😉🤗

  6. byunbaek · January 12, 2017

    Tolong sisain orng kek sehun buat aku plis, jan ada yg rebut 😦

    • Oh Marie · January 15, 2017

      DENGARKAN DOA YANG SATU INI YATUHAAAAAN.
      Huahahhaha. Aku bagian amin aja deh sambil dalem ati merapal doa yang sama(???)
      Makasih banyak ya udah mau komen banyak banget. Makasih udah mau mampir lagi kesini huhuhuhu! <3<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s