Love You Right

loveyourightposter

 

Poster made by Jimiya! Thanks a lot to her!

A really long ff hope you wont get bored! Enjoy. xoxo.

 

**

 

Suasana salah satu restaurant yang terletak di daerah Gangnam itu terlihat ramai di dominasi oleh para pekerja kantor yang hendak menikmati makan siangnya dengan Samgyupsal, daging panggang yang memang merupakan keunggulan dari restaurant tersebut. Diantara para pekerja kantor itu, terdapat ketiga sekawan yang kini tengah asik menikmati makan siang mereka bersama meskipun kantor mereka saling berjauhan. Mereka adalah Kim Junmyeon, direktur utama perusahaan taman wisata terbesar yang ada dibeberapa daerah terkenal diseluruh penjuru Korea Selatan, Oh Sehun, direktur utama perusahaan property yang ia teruskan dari keluarga besarnya, dan Byun Baekhyun, seorang dokter dari salah satu rumah sakit ternama yang ada di Seoul.

 

Sebenarnya pertemuan makan siang itu di idekan oleh salah satu dari mereka yang dengan tiba-tiba berkata bahwa ia ingin merundingkan sesuatu yang sangat penting. Dan orang itu tidak lain tidak bukan adalah sang arsitektur handal sekaligus direktur utama perusahaan Oh Property.

 

“Ya, Oh Sehun! Ada apa denganmu? Mengapa alismu bertaut seperti orang tengah banyak pikiran seperti itu? Makanlah saja makan siangmu dan jangan terlalu banyak berpikir. Aku yang akan membayar makan siang kalian hari ini.” Kim Junmyeon, laki-laki yang kini tengah mengenakan setelan jas itu berujar membuat Byun Baekhyun, laki-laki dengan kaca mata berbentuk bulat serta kemeja biru muda bermotif kotak-kotak yang sekarang ini duduk disebelah Sehun bersorak girang, menanggapi ucapan Junmyeon barusan. Sehun tampak tidak mendengarkan dan terus terlarut dalam pikirannya sendiri. Pikirannya yang akhir-akhir ini berhasil membuat tidurnya menjadi kurang begitu nyenyak seperti biasanya.

 

“Oh ya, Sehun-a, kau bilang ada hal penting yang harus kita rundingkan. Ada apa? Apa jangan-jangan kali ini istrimu yang tengah hamil lima bulan itu memintamu untuk mencarikan buah durian rasa stawberry? Ah, Jang Surin memang tidak pernah berubah sedari dulu. Ia masih saja sulit dimengerti. Untung saja istriku, Jimi tidak sering meminta hal-hal yang memusingkan meskipun kandungannya sekarang sudah berumur sama dengan Surin.” Baekhyun berujar membuat Junmyeon tertawa sementara Sehun langsung melirik Baekhyun dengan garang.

 

“Apanya yang mudah? Bukankah kemarin Jimi baru memintamu untuk membelikannya ice cream rasa buah naga?” Sehun membalas membuat tawa Junmyeon kembali terdengar nyaring sampai-sampai laki-laki itu kini sudah terbatuk, tersedak makanannya sendiri. “Ya, Kim Junmyeon! Jangan tertawa saja, memangnya istrimu tidak merepotkanmu? Aku rasa bahkan Taerin jauh lebih merepotkan dari Jimi maupun Surin. Bukankah kau sampai harus dirawat dirumah sakit karena tersengat lebah-lebah ganas saat hendak membuatkan Taerin selai roti dari madu asli? Taerin bahkan tidak mau selai madu yang sudah dikemas. Ia ingin kau membuatkannya sendiri untuknya, dan akhirnya kau benar-benar pergi ke perternakan lebah penghasil madu manis itu. Woah, Taerin benar-benar jauh lebih merepotkan.” Baekhyun berujar seraya menggelengkan kepalanya sementara Junmyeon langsung menghela napas berat ketika mengingat kejadian yang ingin ia lupakan itu.

 

Sehun langsung menepuk pundak Baekhyun membuat daging panggang yang hendak Baekhyun masukan ke dalam mulutnya jatuh begitu saja. Baekhyun berdecak kesal sementara Sehun kini memandang Baekhyun dan Junmyeon dengan tatapan yang tidak dapat dimengerti. “Itu dia. Itu dia masalahnya.” Ujar Sehun serius membuat Baekhyun dan Junmyeon saling berpandangan dengan tatapan penuh tanya.

 

“Aku rasa Surin berpikir demikian sehingga belakangan ini ia tidak pernah meminta apapun lagi padaku. Surin merasa ia akan merepotkanku kalau ia meminta ini dan itu, sehingga ia memendamnya dan tidak mengatakan keinginannya padaku akhir-akhir ini. Ah, betapa bodohnya aku karena baru menyadari hal serius ini sekarang.” Sehun mengacak rambut hitam pekatnya dengan asal sementara Junmyeon dan Baekhyun hanya mendengarkan dengan alis yang bertaut. Seketika Sehun merasa ia merindukan Surin yang sekarang ini pasti sedang sendirian dirumah.

 

“Waktu itu aku baru pulang dan hari sudah sangat larut. Aku langsung menuju ke kamar dan mengucapkan selamat tidur padanya karena aku terlalu lelah, sementara Surin masih berada diruang tamu. Saat itu sepertinya Surin ingin mengatakan sesuatu padaku namun karena kelelahan, aku mengabaikannya dan memilih untuk langsung menjatuhkan diriku ke kasur. Saat aku benar-benar hampir terlelap, aku mendengar suara motor matic yang sering Surin gunakan. Saat itu aku langsung keluar dari rumah dan mendapati Surin sudah pergi dengan motornya. Aku tekankan, dengan motornya, dalam keadaan hamil lima bulan, dan saat itu hari juga sudah sangat larut. Aku menunggunya pulang dan ternyata Surin pergi ke minimarket yang berada di daerah sekitar komplek perumahan kami untuk membeli beberapa jenis cokelat yang ia habiskan sendiri sambil menonton televisi. Setelah kejadian itu, aku baru menyadari bahwa Surin tidak pernah meminta apapun lagi padaku. Ah, aku benar-benar merasa gagal menjadi seorang suami yang baik sekarang.”

 

Sehun berujar panjang lebar dengan nada suara yang terdengar frustasi. Sehun sekarang sudah benar-benar yakin bahwa alasan Surin tidak pernah meminta apapun lagi padanya adalah karena wanita itu takut merepotkan Sehun. Surin memang tidak menunjukan bahwa ia kecewa pada Sehun, tidak sama sekali. Sehun malah merasa Surin begitu tulus menjalani kewajibannya sebagai seorang istri dan hal itu makin terpancar setiap harinya.

 

Surin menyiapkan Sehun sarapan, makan siang dalam sebuah kotak makan yang pasti selalu Sehun habiskan jauh sebelum jam makan siang tiba, makan malam dengan berbagai menu terbaru meskipun Surin baru belajar masak dan masakannya tidak begitu memuaskan, menyiapkan baju kerja untuk Sehun setiap harinya, mengurusi urusan rumah dengan sangat baik, menyemangati dan memberi perhatian yang tulus ketika Sehun baru pulang dari kantornya dan harinya berjalan tidak begitu baik, juga kewajiban-kewajiban lainnya yang berhasil Surin lakukan dengan sempurna tanpa kurang satu apapun.

 

Sehun benar-benar merasa bersalah sekarang. Sehun baru menyadari bahwa meskipun Surin tidak mengatakan apa yang ia inginkan pada Sehun secara langsung, seharusnya laki-laki itu berinisiatif untuk bertanya lebih dulu. Seharusnya Sehun melakukan hal itu sebagai tanda terima kasihnya atas segala ketulusan yang sudah Surin berikan padanya selama ini.

 

“Ah, mengapa sekarang aku juga merasa bersalah karena telah menyebut istri-istri kita itu ‘merepotkan’? Bukankah justru itu kewajiban kita sebagai seorang suami? Aish, rasa-rasanya aku ingin pulang sekarang juga untuk memeluk Jimi.” Baekhyun meletakan sumpit yang tengah dipegangnya diatas meja. Seketika nafsu makannya hilang begitu saja setelah mendengar ucapan Sehun beberapa menit yang lalu, dan pikirannya kini benar-benar hanya dipenuhi oleh Jimi seorang.

 

Seharusnya Baekhyun tidak berkata bahwa Jimi merepotkannya dengan semua kemauan wanita itu yang memang terkadang tidak masuk diakal. Baekhyun harus berusaha memenuhi semua kemauan Jimi meskipun itu sangat sulit karena memang itulah kewajibannya sebagai satu-satunya orang yang Jimi miliki.

 

Selama ini wanita itu bekerja dengan keras meskipun kandungannya sudah memasuki umur lima bulan. Jimi tetap mengelola semua cabang usaha laundry miliknya dan Baekhyun dengan baik tanpa sekalipun mengeluh pada Baekhyun. Selain itu, ia juga tidak lalai dalam tugasnya mengurus rumah tangga. Jimi bahkan sampai naik bus sendiri ke rumah sakit tempat Baekhyun bekerja untuk mengantarkan makanan juga baju ganti untuk Baekhyun jika laki-laki itu memiliki jadwal operasi dan harus lembur sampai pagi dirumah sakit. Jimi sangat menyayanginya. Jimi memberikan segalanya yang ia bisa untuk Baekhyun sementara laki-laki itu merasa ia belum melakukan apapun untuk wanita yang paling disayanginya itu.

 

Junmyeon yang melihat kedua temannya itu berubah murung hanya dapat menghela napas dengan berat. Nasibnya juga sama seperti kedua temannya yang sekarang ini berada tepat dihadapannya. Junmyeon merasa ia belum dapat dikategorikan sebagai seorang suami yang baik.

 

Junmyeon adalah orang yang sangat sibuk. Bahkan untuk makan siang kali ini saja ia tidak bisa tenang karena sedari tadi ponselnya terus bergetar menandai adanya sebuah panggilan masuk serta puluhan pesan singkat yang tentunya berhubungan dengan pekerjaannya. Junmyeon berangkat dari rumah pagi-pagi buta dan hal tersebut menyebabkan istrinya, Taerin harus bangun dari tidur nyenyaknya untuk menyiapkan sarapan. Setelah itu Junmyeon akan langsung berangkat dan kembali ke rumah saat hari sudah benar-benar larut sehingga menyebabkan Taerin harus menahan kantuknya untuk menunggu Junmyeon tiba dirumah.

 

Setiap dua bulan, Junmyeon akan pergi ke keluar kota selama dua minggu untuk melakukan kontrol rutin terhadap semua taman wisata yang berada dibawah naungan nama perusahaannya. Walaupun Taerin tidak pernah sekalipun mengeluh dan menunjukan pada Junmyeon bahwa ia membenci jadwal padat suaminya itu, Junmyeon sangat tahu bahwa Taerin merasakan hal itu dan memendamnya sendiri.

 

Junmyeon berdecak, ketika pikirannya malah mulai membayangkan Taerin yang umur kandungannya sama dengan Surin juga Jimi itu tidur sendirian. Junmyeon merasa hatinya terpukul keras ketika membayangkan Taerin melakukan semuanya sendiri. Wanita itu pasti merasa kesepian dan Junmyeon tidak dapat membayangkan hal itu lebih jauh.

 

“Kita harus melakukan sesuatu untuk mereka. Kita harus melakukan sesuatu yang membuat kita pantas dikategorikan sebagai seorang suami yang baik.” Ujar Junmyeon membuat Sehun dan Baekhyun mengangguk setuju.

 

“Tapi, bagaimana caranya?” Baekhyun bertanya, lebih tepatnya pada dirinya sendiri.

 

“Tentu saja dengan cara kita masing-masing.” Sehun tersenyum, membuat Baekhyun dan Junmyeon seketika melakukan hal yang sama.

 

Seperti yang sudah dikatakan Junmyeon, mereka harus melakukan sesuatu untuk istri mereka masing-masing agar mereka pantas dikategorikan sebagai seorang suami yang baik. Sesuatu yang tidak lain tidak bukan bertujuan untuk membuat Surin, Taerin, dan juga Jimi bahagia dengan cara mereka masing-masing.

 

***

 

“Kim Junmyeon?! Ada apa kau pulang jam segini? Bukankah ini masih jam enam sore?” Taerin mengecek jam dinding rumahnya lalu kembali memandang Junmyeon yang kini tengah meletakan tas kerjanya di sofa ruang tamu. Junmyeon menghampiri Taerin yang kini berdiri di depan pintu kamar mereka. Taerin tampak rapi dan tas yang kini tengah dipegangnya membuat Junmyeon hanya tersenyum.

 

“Kau mau check-up kan hari ini? Aku sengaja pulang lebih awal untuk menemanimu check-up ke rumah sakit. Sepertinya kau sudah siap. Bagaimana kalau kita berangkat sekarang?” Junmyeon langsung menggandeng tangan Taerin sementara wanita itu masih dalam keterkejutannya. Saat ini Junmyeon tengah menggandeng tangannya, membukakan pintu mobil untuknya, lalu memasangkan sabuk pengaman untuknya setelah laki-laki itu sudah berhasil mendudukan dirinya dikursi pengendara. Junmyeon bahkan benar-benar melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Taerin melakukan check-up rutin untuk melihat perkembangan kandungannya. Taerin benar-benar tidak menyangka suaminya yang super sibuk itu melakukan ini semua sekarang.

 

Taerin memang seringkali bersedih hati akibat Junmyeon yang jarang memiliki waktu untuknya padahal ia tengah hamil seperti sekarang ini. Tapi setiap kali rasa sedih itu datang, Taerin akan berusaha untuk mengusirnya secepat mungkin. Ia tahu semua yang dijalani Junmyeon adalah kewajiban laki-laki itu. Taerin merasa ia tidak boleh egois karena semua yang dijalani Junmyeon adalah tidak lebih untuknya dan untuk keluarga kecil mereka.

 

Taerin berusaha sebiasa mungkin ketika Junmyeon berkata apakah ia tidak apa jika Junmyeon pergi keluar kota untuk beberapa hari. Taerin selalu berkata pada Junmyeon bahwa hal tersebut tidaklah masalah meskipun kenyataannya semua berbalik dengan apa yang dirasakannya. Taerin merasa sepi harus tinggal dirumah besar itu sendirian. Ia merasa sepi ketika ia harus menikmati makan malamnya dengan sendirian di meja makan yang besar.

 

Tapi Taerin tahu ia tidak bisa egois dan menuntun Junmyeon untuk selalu berada bersamanya. Pada kenyataannya Junmyeon juga merasa tersiksa dengan hal ini. Taerin sering melihat Junmyeon yang baru pulang larut malam tertidur di sofa masih sambil memegang tas kerjanya. Ia juga sering menemukan Junmyeon meminum obat sakit kepala di dapur sebelum laki-laki itu tidur. Pada intinya, Taerin tidak bisa menyuarakan rasa sepinya pada Junmyeon setiap laki-laki itu sibuk dengan pekerjaannya karena Taerin tidak mau Junmyeon malah mengkhawatirkannya dan akhirnya malah menambah beban pikiran laki-laki itu.

 

“Mengapa sedari tadi kau memperhatikanku? Apa ada yang salah dengan wajahku?” Tanya Junmyeon membuat Taerin langsung menggelengkan kepalanya cepat. “Tidak ada. Hanya saja aku merasa aneh. Ini adalah yang pertama kalinya kau menemaniku check-up kandungan.” Ujar Taerin membuat Junmyeon tersenyum lembut. Laki-laki itu tidak menatap Taerin dan hanya fokus pada jalanan yang ada di depannya.

 

Junmyeon menggenggam satu tangan Taerin membuat Taerin hanya menatap tampak samping suaminya itu dalam diam. “Maafkan aku yang sebelumnya tidak pernah menemanimu check-up ke rumah sakit. Aku janji, aku akan selalu menyempatkan waktu seperti ini setiap kau harus melakukan check-up.” Ujar Junmyeon membuat hati Taerin luluh dengan seketika. Taerin mengeratkan genggaman tangan Junmyeon dan kemudian terlarut dalam pikirannya sendiri.

 

Melihat Taerin menundukan kepalanya, tersenyum seraya menggenggam erat tangan Junmyeon membuat laki-laki itu tidak dapat menahan perasaan hangat yang seketika merambati hatinya. Disatu sisi Junmyeon merasa bahagia melihat senyum yang sudah lama tidak dilihatnya itu kembali menghiasi wajah Taerin, tapi disatu sisi Junmyeon merasa hatinya nyeri. Nyeri karena rasa bersalah yang dengan perlahan semakin membesar.

 

Junmyeon selama ini tidak tahu bahwa menemani Taerin untuk check-up malah menjadi hal yang paling wanita itu sukai sampai-sampai senyumannya tidak kunjung luntur dari wajah cantiknya itu. Selama ini Junmyeon benar-benar sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai ia tidak tahu bahwa hal kecil seperti itulah yang dapat membuat senyuman Taerin kembali dapat dilihatnya.

 

**

 

“Karena calon anak kalian adalah laki-laki, jadi dapat dilihat sendiri betapa aktifnya ia di dalam perut ibunya.” Dokter perempuan itu tersenyum seraya menunjuk layar yang tengah memperlihatkan calon anak Taerin dan Junmyeon sementara sepasang suami istri itu hanya tertawa sambil turut memperhatikan layar tersebut.

 

“Woah, dia benar-benar sangat aktif. Astaga, lihatlah kakinya mulai menendang-nendang.” Junmyeon berujar sembari terus menggenggam satu tangan Taerin. “Tangannya kecil-kecil sekali.” Ujar Taerin dengan volume suara yang sangat kecil namun Junmyeon masih dapat mendengarnya. “Pasti ia akan sangat mirip dengan ayahnya.” Ujar Taerin lagi membuat Junmyeon melepas genggaman tangannya pada tangan Taerin lalu berjalan menghadap pintu ruangan tersebut.

 

Junmyeon hanya merasa emosional mendengar ucapan Taerin barusan. Ia bahkan malu untuk berbalik menghadap Taerin yang kini tengah memanggil-manggilnya. Junmyeon mengacak rambutnya dan menahan air mata haru yang seakan ingin keluar dari matanya. Ia benar-benar baru pertama kalinya merasa terharu seperti ini. Senyuman bahagia Taerin, genggaman tangan lembut wanita itu, dan juga anak mereka yang tampak aktif bergerak-gerak membuat Junmyeon merasa hatinya dipenuhi rasa haru.

 

“Hahaha, suami anda lucu sekali. Pasti ia tengah merasa terharu sekarang. Ah ya, ini pertama kalinya saya melihatnya datang kesini. Senang sekali bisa melihat sepasang suami istri yang lucu seperti kalian.” Ujar dokter tersebut membuat Junmyeon langsung kembali mendekat ke arah mereka. Taerin hanya tertawa kecil mendengar ucapan dokter itu. Wanita itu langsung menggenggam tangan Junmyeon yang kini tengah menatapnya dengan tatapan lembut dan juga berkaca-kacanya.

 

“Tuan Kim, lebih baik sering-sering menemani istrinya untuk check-up. Sebelumnya, saya belum pernah lihat anak anda seaktif ini. Mungkin ia senang karena kedua orangtuanya akhirnya dapat melihatnya bersama-sama.” Ujar dokter itu sambil tertawa kecil sementara Junmyeon hanya mengangguk-anggukan kepalanya. “Tentu saja. Seterusnya aku pasti akan menemani Taerin check-up. Ini adalah yang pertama kalinya aku melihat anak kami dan aku jadi merasa lebih tidak sabar menunggu hari kelahirannya.” Junmyeon berujar membuat Taerin tersenyum manis.

 

Junmyeon tidak menyangka bahwa dengan menemani istrinya check-up, perasaan menjadi seorang ayah itu sekarang menjadi lebih kuat. Junmyeon semakin merasa ingin menjadi satu-satunya orang yang dapat Taerin andalkan untuk menjaga wanita itu dan juga anak mereka.

 

**

 

“Mengapa kita ke restaurant ini?” Taerin bertanya sementara Junmyeon melepas sabuk pengamannya dan juga sabuk pengaman yang tengah dikenakan Taerin. “Untuk apa lagi? Tentu saja makan malam.” Ujar Junmyeon kemudian segera turun dari mobil begitupun juga dengan Taerin.

 

Taerin benar-benar tidak habis pikir dengan Junmyeon. Setelah mengantarnya check-up kini laki-laki itu mengajaknya ke sebuah restaurant besar yang ada di daerah Gangnam. Tidak biasanya Junmyeon seperti ini. Bahkan dihari libur pun laki-laki itu memilih untuk tidur seharian dirumah, menebus rasa lelahnya karena bekerja hampir satu minggu penuh. Keheranan Taerin semakin membesar ketika ia menginjakan kakinya dengan Junmyeon di dalam restaurant yang sepi akan pengunjung itu. Tidak, bukannya sepi. Hanya ada para pelayan juga ia dan Junmyeon di dalam restaurant tersebut.

 

Suasana di dalam restaurant itu benar-benar terkesan romantis. Seorang pelayan bahkan kini menyerahkan satu bucket bunga mawar pada Taerin membuat Taerin langsung menganga tidak percaya ketika ia menatap Junmyeon yang kini hanya tersenyum. Rupanya semua ini adalah kejutan dari suaminya itu untuknya. “Candle light dinner with me?” Junmyeon merangkul bahu Taerin dan seketika itu juga lagu romantis bernada lembut mulai mengalun memenuhi seluruh sudut ruangan restaurant tersebut.

 

Junmyeon menuntunnya pada sebuah meja yang ditengahnya terdapat lilin juga satu tangkai bunga mawar berwarna putih. Makanan pun sudah tersedia di atas meja tersebut sementara disekitar tempat Taerin berdiri sekarang ini lilin-lilin kecil ditata sedemikian rupa sehingga membentuk hati. Taerin hanya dapat tertawa kecil sembari menahan air mata harunya ketika Junmyeon sekarang mempersilahkan Taerin untuk duduk pada sebuah kursi.

 

“Ada apa denganmu?” Tanya Taerin ketika kini Junmyeon sudah duduk dihadapannya. Laki-laki itu hanya tertawa sembari menggenggam kedua tangan Taerin. “Memangnya salah kalau aku melakukan semua ini untuk wanita yang paling aku sayangi?” Ujar Junmyeon membuat Taerin terbisu dengan seketika. Taerin benar-benar merasa ia kembali menemukan Junmyeon yang sangat mencintainya. Taerin benar-benar merasa ia kembali menemukan sosok hangat itu karena semua perlakuan Junmyeon hari ini dan ia tidak ingin kehilangan sosok itu lagi.

 

Junmyeon mengecup masing-masing punggung tangan Taerin dengan bergantian. “Taerin-a, mulai sekarang, aku berjanji akan selalu menyediakan waktu seperti ini untukmu.” Junmyeon menatap kedua bola mata milik Taerin lurus-lurus.

 

“Mungkin aku memang tidak bisa seperti Baekhyun yang selalu mengajak Jimi berolah raga dipagi hari sebelum ia berangkat kerja, atau seperti Sehun yang selalu menemani Surin berbelanja keperluan rumah tangga setiap hari Sabtu. Mungkin aku memang tidak bisa berada di dekatmu setiap waktu karena pekerjaanku, tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa tidak ada satu haripun yang aku lewati tanpa tidak memikirkanmu. Aku selalu memikirkanmu, bahkan diwaktu-waktu tersibukku.” Junmyeon dapat melihat kedua bola mata Taerin mulai berkaca-kaca membuat Junmyeon langsung mengelus kedua punggung tangan Taerin dengan masing-masing ibu jarinya.

 

“Tapi kau tenang saja. Mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu dan rasa sepimu itu lagi. Seperti yang sudah aku katakan, aku berjanji akan selalu menyediakan waktu seperti ini untukmu. Maukah kau percaya padaku?” Tanya Junmyeon membuat Taerin mengangguk dengan senyuman yang seakan tidak ingin luntur dari wajahnya. Junmyeon membentuk lengkungan serupa pada bibirnya lalu kembali mengecup masing-masing punggung tangan milik Taerin dengan bergantian.

 

Junmyeon ingin berusaha. Berusaha untuk mencintai wanitanya itu dengan lebih baik setiap harinya karena bagi Junmyeon, Taerin begitu teramat berarti.

 

***

 

“Aku berangkat dulu. Jaga dirimu baik-baik ya, wanita cantik berperut buncit-ku.” Baekhyun yang kini sudah siap untuk berangkat kerja itu menghampiri Jimi seraya mengecup dahi Jimi dengan lembut. Jimi tersenyum manis seraya merapikan kerah kemeja putih yang kini Baekhyun kenakan. “Jas putihmu sudah, kan?” Baekhyun mengangguk sambil memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi. “Stetoskop juga sudah kau masukan ke dalam tas itu, kan?” Tanya Jimi lagi membuat Baekhyun kembali menganggukan kepalanya. “Bagaimana bisa aku melupakan alat paling penting itu?” Baekhyun berujar membuat Jimi tertawa kecil.

 

“Oh ya, mengapa kau tidak bersiap? Bukankah katamu hari ini kau ingin pergi membeli tiket drama musikal dari Disney yang akan tayang akhir minggu ini?” Seketika Jimi menghela napas membuat Baekhyun langsung menautkan kedua alisnya. “Memang rencananya aku akan pergi untuk membeli tiket Disney On Ice itu hari ini. Tapi setelah aku cek website penjualan tiketnya, ternyata aku sudah terlambat. Semua tiket sudah habis terjual. Padahal aku yakin sekali penjualannya baru dimulai kemarin. Kalau tahu seperti ini, kemarin aku batalkan saja acara arisan itu demi pergi membeli tiket.” Jimi mengercutkan bibirnya membuat Baekhyun hanya memperhatikannya.

 

“Gagal sudah impianku melihat tokoh-tokoh Disney dalam bentuk nyata. Kau tahu kan, mereka tidak hanya menampilkan drama dari masing-masing kartun ciptaan Disney saja tapi mereka juga akan menari, bernyanyi diatas lapisan es dengan sepatu skating. Ah, tapi tidak apa. Kita bisa menghabiskan akhir pekan kita dengan berkencan di istana Gyeongbuk. Aku dengar minggu ini istana Gyeongbuk akan dibuka sampai malam hari agar para pengunjung dapat menikmati lampu-lampu indah yang berada disekitar bangunan kuno istana itu. Pasti bagus sekali.”

 

Baekhyun terdiam mendengar ucapan Jimi barusan. Sudah dari tiga bulan yang lalu pemberitahuan resmi dirilis bahwa Disney akan menggelar drama musikal yang berjudul Disney On Ice itu disalah satu gedung indoor terbesar milik Korea Selatan, Gocheok Sky Dome. Itu berarti sudah tiga bulan juga Jimi menanti-nantikan hal tersebut. Mungkin Jimi berpikir bahwa penggemar Disney tidak akan sebanyak itu sehingga ia mengulur-ulur waktunya untuk membeli tiket. Tapi ternyata dugaannya salah karena tiket tersebut bahkan habis hanya dalam waktu dua jam.

 

Baekhyun tahu bahwa Jimi sangat menyukai semua kartun keluaran Disney sedari dulu. Mulai dari Sleeping Beauty, Beauty and the Beast, Cinderella, Finding Nemo, The Little Mermaid, Maleficent, Rapunzel, Tangled, Frozen bahkan sampai kartun keluaran Disney yang paling baru, Zootopia dan Finding Dori. Jimi bahkan punya seluruh DVD originalnya dan tidak jarang juga ia meminta Baekhyun menemaninya untuk menonton ulang kartun-kartun tersebut. Baekhyun rasa ia benar-benar harus melakukan sesuatu untuk hal ini.

 

“Byun Baekhyun! Mengapa malah melamun? Sudah sana berangkat kalau tidak mau terlambat. Jangan biarkan pasien-pasienmu menunggu.” Baekhyun seketika tersadar dari lamunannya kemudian mengangguk, menanggapi ucapan Jimi barusan. “Kau yakin tidak apa jika tidak menonton Disney On Ice secara langsung?” Baekhyun bertanya sementara Jimi hanya menghela napasnya. “Sudahlah, aku malah akan menyesal kalau kita membahasnya lagi. Cepat sana berangkat.” Jimi berjinjit untuk mengecup dahi Baekhyun sementara laki-laki itu langsung memeluk erat pinggang Jimi, menghirup aroma gadis itu sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah mereka menuju rumah sakit tempatnya bekerja.

 

Dalam perjalanan, Baekhyun benar-benar sibuk berpikir bagaimana cara agar ia bisa mendapatkan tiket Disney On Ice itu. Baekhyun yakin pasti ada cara lain untuk mendapatkannya meskipun tiket tersebut sudah habis terjual.

 

Sesampainya di ruangannya, Baekhyun langsung menyalakan komputernya kemudian mencari sesuatu disana. Baekhyun sudah bertekad bahwa ia harus mendapatkan tiket itu secepatnya untuk Jimi.

 

Baekhyun mengetikan sesuatu pada keyboard yang berada dihadapannya.

 

Kuis gratis tiket Disney On Ice.

 

Baekhyun menekan tombol ‘enter’ dan seketika itu banyak sekali bermunculan link yang bertuliskan kuis gratis untuk mendapatkan tiket Disney On Ice. Baekhyun tersenyum kemudian memilih salah satu alamat link dari sebuah perusahaan susu kotak ternama. Baekhyun tahu ia tidak boleh asal memilih agar ia tidak terperangkap dalam kasus penipuan sehingga Baekhyun memutuskan untuk memilih kuis yang diadakan oleh sebuah perusahaan besar tersebut meskipun kemungkinan menangnya sangatlah tipis mengingat banyaknya orang yang juga berminat untuk mengikuti kuis dari perusahaan susu kotak itu.

 

“Ah, jadi aku hanya perlu berfoto dengan produk perusahaan ini yang tidak lain tidak bukan adalah sebuah susu kotak bergambarkan kartun Frozen? Hm, benar-benar mudah.” Baekhyun berbicara sendiri masih sambil membaca syarat untuk mengikuti kuis berhadiahkan sebuah tiket VIP Disney On Ice itu. Ya, meskipun hadiahnya hanya satu tiket saja dan itu artinya Baekhyun tidak bisa ikut menonton, tapi Baekhyun tetap akan berusaha memenangkan tiket tersebut untuk Jimi.

 

“Setelah berfoto, kau harus mengirim foto tersebut di Twitter? Oh astaga.” Baekhyun segera membuka aplikasi Twitter disamping website tersebut. Baekhyun membuat akun baru kemudian segera mencari username dari perusahaan susu itu untuk melihat sejauh mana perkembangan kuis tersebut. Dalam beberapa detik kemudian, Baekhyun langsung menganga melihat banyak sekali akun yang ikut meramaikan kuis tersebut.

 

Foto-foto yang mereka kirimkan pun tidak hanya sekedar berfoto dengan susu kotak itu saja, tapi juga dengan berbagai macam properti yang benar-benar membuat Baekhyun tidak habis pikir. Rupanya banyak sekali peminat Disney On Ice yang belum mendapatkan tiket sampai harus melakukan hal yang menurut Baekhyun memalukan seperti itu. Untuk beberapa saat Baekhyun merasa ragu karena melihat calon saingan-saingannya yang begitu berniat mengikuti kuis tersebut. Baekhyun segera menggelengkan kepalanya kemudian mengepalkan kedua tangannya, memberi semangat pada dirinya sendiri. “Tidak, kau tidak boleh menyerah Byun Baekhyun. Ini semua untuk Jimi. Kau harus mendapatkan tiket tersebut bagaimanapun caranya.”

 

Baekhyun segera membongkar kontak nama pada ponselnya. Ia yakin sekali ada temannya yang dapat ia mintai tolong jika sudah berurusan dengan film kartun. Ya, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol, salah satu penggemar kartun keluaran Disney yang sama fanatiknya dengan Jimi, hanya saja lebih fanatik. Itu sebabnya setiap Chanyeol dan Jimi bertemu, yang mereka obrolkan hanyalah seputar barang-barang koleksi Chanyeol yang tentunya berkaitan dengan Disney. Untuk sekedar pemberitahuan, Chanyeol tidak hanya menyukai kartun keluaran Disney saja, ia juga sangat menyukai Rilakkuma.

 

“Park Chanyeol, aku butuh bantuanmu. Bisakah kita bertemu saat jam makan siang nanti?”

 

**

 

“Aku bersumpah, Byun Baekhyun kau terlihat bodoh dengan kostum Kristof ditengah musim panas seperti sekarang ini.” Chanyeol tertawa terbahak ditengah-tengah ucapannya sembari terus memperhatikan Baekhyun yang kini terlihat kerepotan dengan kostum kebesaran yang dipinjamnya dari Chanyeol. “Aku bahkan belum pernah memakai kostum itu sejak membelinya di toko Disney yang ada di Jepang tahun lalu.” Chanyeol kembali tertawa seraya melemparkan boneka wortel yang kini tengah dipegangnya pada Baekhyun.

 

Wortel tentu adalah property pelengkap dari kostum karakter Kristof yang kini tengah Baekhyun kenakan. Kristof merupakan salah satu peran penting di kartun Frozen. Ia adalah laki-laki yang menemani putri Anna sampai dapat menemukan Elsa. Kristof pun berakhir bersama dengan Anna di akhir cerita. Itu yang menyebabkan Chanyeol memutuskan untuk membeli kostum Kristof. Tidak lebih tidak kurang adalah karena Chanyeol menyukai karakter Kristof yang baik dan penuh tanggung jawab. Chanyeol sendiri tidak mengerti mengapa ia berakhir mengoleksi barang-barang dari kartun yang ia sukai. Mulai dari puluhan boneka Rilakkuma, One Piece, sampai Frozen.

 

“Sudah jangan banyak tertawa dan foto saja aku! Aish, kostum ini benar-benar berat.” Baekhyun memegang dua susu kotak pada tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang boneka wortel. “Tunggu sebentar. Ada yang kurang.” Chanyeol menuliskan sesuatu pada sebuah kertas yang segera diberikan double tip pada sisi belakangnya. Tidak lama kemudian ia pun menempelkan kertas tersebut pada kostum yang kini tengah Baekhyun kenakan.

 

Kertas bertuliskan ‘Butuh Cepat : Tiket VIP Disney On Ice untuk bertemu putri Anna-ku.’ Chanyeol tertawa begitupun juga dengan Baekhyun. “Ya, Park Chanyeol. Apakah aku benar-benar terlihat bodoh sekarang?” Chanyeol tidak menjawab dan malah bertepuk tangan heboh dengan suara tawa yang semakin menggelegar. Baekhyun sempat bersyukur karena ruang studio rekaman milik Chanyeol yang ada di apartment laki-laki bertubuh tinggi itu kedap suara sehingga tetangga-tetangga Chanyeol tidak akan terganggu dengan tawa keras laki-laki itu.

 

“Bersiaplah, aku akan segera memotretmu.” Chanyeol berujar seraya mengambil kamera digitalnya. Chanyeol hanya tidak habis pikir mengapa seorang dokter profesional seperti Baekhyun rela melakukan hal konyol ini hanya untuk mendapatkan sebuah tiket Disney On Ice. Namun sebenarnya Chanyeol merasa salut pada temannya itu karena ia melakukan semua ini pada kenyataannya hanya untuk membahagiakan istrinya. Saking salutnya, Chanyeol sempat berpikir untuk memberikan tiket Disney On Ice miliknya pada Baekhyun.

 

Saat hendak berpose untuk foto, tiba-tiba ponsel Baekhyun berdering nyaring membuat laki-laki itu dengan segera mengangkatnya setelah melihat bahwa panggilan masuk itu ternyata dari rumah sakit.

 

“Dokter Byun, kami membutuhkan bantuan anda sekarang. Ada operasi darurat dan tidak ada satupun dokter yang bersedia menanganinya!”

 

“Apa?! Baiklah, siapkan semuanya. Aku akan sampai disana sekitar lima belas menit dari sekarang. Oh tidak, mungkin sepuluh menit.” Ujar Baekhyun sambil membuka kostum yang tengah dipakainya itu. Baekhyun segera berjalan keluar dari ruang studio Chanyeol dengan sangat terburu-buru membuat laki-laki yang kini tengah memegang kamera digitalnya itu kebingungan. “Ya, Byun Baekhyun! Bagaimana nasib sesi fotonya? Kau bahkan belum mengambil satu foto-pun! Kau akan menyerah dengan kuis itu?” Chanyeol berseru namun Baekhyun sudah pergi meninggalkan apartment tersebut.

 

Yang paling penting sekarang adalah keselamatan hidup pasiennya dan Baekhyun tidak bisa mengesampingkan hal tersebut begitu saja meskipun ia sangat ingin mendapatkan tiket tersebut untuk Jimi.

 

**

 

“Dokter Byun, kami benar-benar berterima kasih pada anda karena sudah menyelamatkan anak kami. Kami tidak tahu kalau tidak ada anda yang bersiap melakukan operasi darurat, kami harus meminta tolong pada siapa. Tidak ada satupun dokter yang bersedia untuk melakukan operasi darurat dan tadinya kami sudah benar-benar pasrah sampai akhirnya salah satu perawat berkata bahwa ada salah satu dokter yang bisa diandalkan. Sekali lagi kami berterima kasih.”

 

Baekhyun melepas masker operasi yang masih dikenakannya seraya membungkuk pada kedua orangtua anak kecil yang baru saja diselamatkannya di ruang operasi. “Ah, tidak perlu berterima kasih seperti ini. Ini adalah tugasku sebagai seorang dokter. Sekarang, kalian tidak perlu khawatir lagi. Heejun akan segera sadar dalam beberapa jam kedepan.” Ujar Baekhyun sambil tersenyum lembut. Meskipun operasi ini bukanlah tugasnya, Baekhyun benar-benar merasa ikhlas melakukannya. Meskipun operasinya berjalan sangat panjang, dari siang hari tadi sampai sekarang jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, Baekhyun merasa ikhlas. Ia benar-benar merasa sangat ikhlas terutama ketika melihat kedua orangtua Heejun, pasiennya, menatap Baekhyun dengan tatapan berkaca-kaca penuh haru.

 

“Dokter!” Seorang anak kecil yang berada ditengah-tengah kedua orangtua itu memanggil Baekhyun membuat Baekhyun segera berjongkok sambil mengacak rambut gadis kecil itu. “Kau tenang saja. Kakak laki-lakimu akan sembuh total sebentar lagi dan kau dapat bermain bersamanya seperti semula.” Ujar Baekhyun seraya tersenyum senang. Gadis kecil yang tidak Baekhyun ketahui namanya itu melepas ransel kecil berwarna pink yang tengah dikenakannya seraya merogoh isinya. Gadis kecil itu mengeluarkan dua buah kertas yang berhasil membuat mulut Baekhyun menganga lebar karena tidak percaya. Kertas yang tidak lain tidak bukan adalah tiket Disney On Ice.

 

“Eomma, aku ingin memberikan ini pada dokter. Boleh, kan?” Ibunya langsung mengangguk sambil tersenyum membuat gadis kecil itu dengan ekspresi senang menyerahkan dua buah tiket tersebut pada Baekhyun. “Terimalah rasa terima kasih Heejin karena kau sudah menyelamatkan kakak laki-lakinya, dokter Byun.” Ujar ayah kandung gadis itu membuat Baekhyun hanya terpaku ditempatnya.

 

“Ini untuk dokter. Aku rasa Heejun oppa tidak akan keberatan karena tiketnya aku berikan pada dokter. Terima kasih karena dokter sudah menyelamatkan kakakku. Dokter benar-benar keren bahkan lebih keren dari Kristof yang membantu putri Anna mencari Elsa.” Gadis kecil itu memeluk Baekhyun membuat Baekhyun tertawa kecil seraya mengelus punggung kecil gadis itu.

 

Harinya benar-benar berjalan panjang namun Baekhyun tahu ia mendapat banyak pelajaran dari kejadian hari ini. Jika kau bersedia mengesampingkan keingianmu untuk membantu orang lain maka yang diberikan padamu akan jauh lebih besar.

 

Tadinya Baekhyun hanya menginginkan sebuah tiket untuk Jimi. Ia benar-benar menginginkan satu tiket itu sampai-sampai ia rela mengikuti sebuah kuis, bahkan sampai meminta bantuan Chanyeol. Sampai akhirnya Baekhyun harus melakukan operasi darurat yang bukanlah tugasnya. Baekhyun tahu bahwa jika ia tidak mengikuti kuis itu maka kesempatannya untuk mendapatkan tiket akan hilang begitu saja namun ia tetap memprioritaskan tugasnya untuk membantu orang lain dan mengesampingkan keinginannya untuk mendapatkan satu tiket tersebut.

 

Siapa yang tahu bahwa pada akhirnya Baekhyun malah memperoleh dua buah tiket karena hal itu, padahal tadinya ia benar-benar hanya menginginkan sebuah tiket untuk Jimi. Siapa yang tahu bahwa akhir pekan nanti, tidak hanya Jimi yang menonton drama musikal tersebut, tapi Baekhyun juga akan menemani Jimi karena buah dari ketulusannya membantu orang lain.

 

**

 

Jimi tersenyum ketika melihat komentar-komentar pada post terbarunya di aplikasi instagram miliknya.

 

111-607x404

 

@_jimiyya : Disney On Ice-date with Byun Baekhyun. I’m so happy! Perfect date we ever had.

 

2256 likes.

 

Comments :

 

@baekhyunee_exo : Aku yang senang karena melihatmu tersenyum bahkan tertawa antusias sepanjang waktu pertunjukan ❤

 

@kaiikim : Ah, betapa sedihnya aku karena aku malah menontonnya dengan Chanyeol kemarin.

 

@surinjjang : Pasti Jimi tidak bisa tidur nyenyak satu hari sebelumnya karena terlalu antusias dengan pertunjukan itu hahaha!

 

@chocolattaerin : Hati-hati, kalau terlalu antusias takutnya kau malah melahirkan di arena pertunjukan!

 

@zyxzjs : Aku punya satu tiket tidak terpakai karena aku lupa bahwa jadwal pertunjukannya itu kemarin dan bukannya besok. Aish.

 

@kjong_dae : Kau dan Chanyeol memang harus diberi obat agar cepat sadar bahwa kalian sudah berumur dan tidak cocok lagi untuk hal-hal seperti ini!

 

@exoxm90 : @kjong_dae tapi bukan hanya Jimi-Baekhyun dan Chanyeol-Jongin saja yang menonton Disney On Ice, kemarin aku dan Cheonsa juga menontonnya dan pertunjukan itu benar-benar memuaskan!

 

@justcheonsa_ : Hidup Disney-lovers!

 

@dokyungsoo93 : @exoxm90 @kjong_dae aku bahkan menontonnya sendiri kemarin.

 

@guardian_suho : Ah, aku berani taruhan Baekhyun berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan tiket tersebut. Aku dengar tiketnya habis dalam waktu dua jam.

 

@oohsehun : @guardian_suho betul. Aku benar-benar penasaran bagaimana bisa Baekhyun mendapatkan tiket itu padahal semua tiket sudah habis terjual di hari pertama. Bahkan seharusnya aku dan Surin juga menonton pertunjukan ini tapi sayangnya kami kehabisan tiket.

 

@real__pcy : @guardian_suho @oohsehun kalian mau tahu bagaimana cara Baekhyun mendapatkan tiket tersebut? Awalnya Baekhyun mengikuti sebuah kuis dari salah satu perusahaan susu kotak. Ia meminta bantuanku dan ia bahkan sampai rela memakai kostum karakter kartun Frozen, Kristof yang aku beli di toko Disney yang ada di Jepang tahun lalu. Aku benar-benar tertawa terbahak-bahak ketika Baekhyun berpose dengan susu kotak dan boneka wortel yang tengah dipegangnya! Kalian harus melihatnya sendiri! Tapi, belum sempat Baekhyun berfoto tiba-tiba pihak rumah sakit menelponnya untuk melakukan operasi darurat. Setelah itu aku tidak tahu lagi, tapi yang aku tahu ia tidak jadi mengikuti kuis itu padahal aku yakin seratus persen ia pasti dapat memenangi kuis tersebut. Jimi-ya, Baekhyun benar-benar melakukan semua ini hanya untukmu. Ia sangat menyayangimu sampai-sampai ia tidak takut foto konyolnya dengan kostum itu menyebar di sosial media hanya untuk mendapatkan tiket tersebut.

 

Jimi langsung mengerutkan dahinya setelah membaca komentar Chanyeol yang terakhir. Jimi yakin sekali Baekhyun berkata padanya bahwa ia mendapatkan tiket tersebut dari dokter Haneul, teman kerjanya yang memberinya secara cuma-cuma pada Baekhyun karena ia tidak bisa menghadiri acara tersebut mengingat istrinya sedang sakit.

 

Tapi kenyataannya Baekhyun hampir mengikuti sebuah kuis hanya untuk mendapatkan tiket itu untuknya? Baekhyun sampai harus memakai kostum memalukan dan berfoto dengan susu kotak hanya untuk mendapatkan tiket itu untuknya? Tapi, Chanyeol berkata bahwa ia tidak jadi mengikuti kuis tersebut. Lalu sebenarnya apa yang laki-laki itu lakukan sehingga ia bisa mendapatkan dua tiket itu?

 

Baekhyun keluar dari kamar mandi yang terletak dipojok kamarnya dengan Jimi. Ia mengeringkan rambutnya seraya memperhatikan Jimi yang kini tengah menyandarkan punggungnya pada sandaran kasur berukuran king size milik mereka sambil memegang ponselnya.

 

Baekhyun segera duduk di pinggiran kasur tersebut seraya mengelus kedua tangan Jimi. “Ada apa? Mengapa alismu bertaut seperti itu?” Ujar Baekhyun membuat Jimi langsung menatapnya. “Byun Baekhyun, aku tidak tahu kalau kau sampai berusaha sekeras itu hanya untuk mendapatkan tiket tersebut. Aku dengar dari Chanyeol, kau hampir mengikuti kuis yang mengharuskanmu untuk berfoto dengan susu kotak. Aku benar-benar merasa bersalah sekarang. Lalu, apa yang kau lakukan sampai akhirnya kau berhasil mendapatkan tiket itu? Katakan padaku sekarang. Apa kau melakukan hal yang tidak ingin kau lakukan hanya untukku?”

 

Baekhyun tersenyum seraya mengelus rambut wanita kesayangannya itu. “Tidak. Justru aku mendapatkan tiket itu karena aku melakukan hal yang ingin aku lakukan. Aku menangani operasi darurat, dan seorang anak kecil dengan hati yang sangat baik memberikanku dua buah tiket tersebut sambil berterima kasih karena aku telah menyelamatkan kakaknya.” Jimi dengan setia mendengarkan. Tatapan Jimi berubah menjadi sinar mata yang mengatakan bahwa ia sangat bangga pada laki-laki itu. Jimi langsung berhambur kedalam pelukan Baekhyun membuat laki-laki itu tersenyum lembut.

 

“Kau tahu? Kau bahkan jauh lebih keren daripada Kristof yang melindungi putri Anna selama ia mencari Elsa digunung es. Aku menyayangimu, Byun Baekhyun.” Ujar Jimi sementara Baekhyun hanya tertawa kecil. Baekhyun mengecup puncak kepala wanita itu seraya memejamkan kedua matanya. “Aku juga menyayangimu, Jimi-ya.”

 

Mungkin Jimi tidak sempat melihat post terbaru Baekhyun yang laki-laki itu update beberapa menit yang lalu saat ia tengah berada di dalam kamar mandi. Jika Jimi melihatnya, maka Baekhyun yakin sekali wanita itu pasti akan memekik sambil mencubit Baekhyun berkali-kali dengan gemas.

 

9087219_disney-on-ice-magical-ice-festival-singapore_c963cf93_m

 

5622 likes.

 

@baekhyunee_exo : Aku menyayangimu seperti Kristof menyayangi Anna. #disneyonice #disneylove #ilovejimi #jimilovesme #byunkristof #byunanna

 

***

 

Sehun terbangun dari tidurnya setelah mendengar ponselnya yang sengaja ia letakan dibawah bantalnya berbunyi. Sehun buru-buru mematikan alarm ponselnya ketika melihat Surin menggeliat dibawah selimut yang sekarang ini mereka kenakan, takut-takut alarmnya itu akan membangunkan Surin.

 

Sehun memang sengaja memasang alarm kemarin malam sebelum ia tidur agar ia dapat bangun lebih dulu dari Surin hari ini. Sehun menopang kepalanya dengan telapak tangannya lalu memperhatikan wajah Surin yang kini masih terlelap. Sehun tersenyum seraya mengelus rambut wanita yang kini tengah mengandung anak pertama mereka itu. “Selamat pagi. Hari ini aku akan membiarkanmu istirahat sepuas yang kau mau.” Sehun berujar dengan berbisik lalu mengecup dahi Surin dengan rasa sayang sebelum akhirnya ia beranjak dari kasurnya dan Surin. Sehun mematikan alarm yang dipasang Surin pada jam waker yang berada dimeja kecil sebelah kasur mereka dan berjalan mengendap-endap keluar dari kamar tersebut.

 

Ya, hari ini adalah hari Sabtu dan Sehun tidak pergi bekerja. Sehun sudah bertekad untuk melakukan semua kegiatan yang Surin lakukan dipagi hari dan membiarkan wanita itu beristirahat lebih lama hari ini. Sehun ingin melakukan hal itu namun ia bingung harus melakukannya dari mana. Haruskah ia membuat sarapan terlebih dahulu? Atau haruskah ia mandi terlebih dahulu lalu membersihkan rumah? Kalau ia membuat sarapan terlebih dahulu, ia takut makanan buatannya akan mendingin karena harus menunggu Surin bangun dari tidurnya. Tapi kalau ia mandi dan setelah itu membersihkan rumah terlebih dahulu, ia takut mandi dan membersihkan rumah akan memakan waktu yang banyak dan akhirnya ia malah tidak sempat membuat sarapan.

 

Sehun memandangi ponsel yang kini tengah dipegangnya lalu seketika itu ia tersenyum. Sehun tahu ia harus bertanya pada siapa ditengah kebingungan tanpa akhirnya ini. “Halo, eomma?” Sehun menyapa ibu kandungnya yang kini langsung memarahinya karena menelepon di pagi buta seperti sekarang ini. Sehun langsung meminta maaf namun enggan mematikan sambungan teleponnya sampai akhirnya ibu kandungnya itu bertanya apa maksud Sehun meneleponnya pagi-pagi buta.

 

“Aku hanya ingin bertanya. Eomma kan selalu bangun lebih awal dari appa, apa yang akan eomma lakukan pertama kali setelah keluar dari kamar? Apakah eomma langsung membuat sarapan atau malah mandi dan membersihkan rumah terlebih dahulu?” Sehun bertanya membuat ibunya kembali mengomel karena pertanyaan tidak jelas itu. “Aku ingin mengerjakan hal-hal yang Surin lakukan dipagi hari saat aku belum bangun tapi aku tidak tahu apa saja yang harus aku lakukan.” Ujar Sehun dan seketika itu juga ibunya tertawa mendengar ucapan lucu anaknya.

 

“Astaga, jadi kau sedang berusaha untuk menjadi seorang suami yang romantis?” Ledek ibunya membuat Sehun hanya mendengus mendengarnya. “Selama ini Surin harus terus-terusan bangun pagi untuk menyiapkan ini dan itu. Aku hanya ingin membiarkan ia tidur lebih lama hari ini.” Jawab Sehun membuat dehaman jahil dari ibunya terdengar jelas ditelinganya.

 

“Karena sekarang masih terlalu pagi, lebih baik kau mandi terlebih dahulu lalu bersihkan rumah dan setelah itu barulah kau menyiapkan sarapan.” Ujar ibunya membuat Sehun mengangguk-angguk. “Tapi, eomma, sebenarnya aku bingung. Apa yang harus aku berishkan?” Tanya Sehun membuat ibunya langsung tertawa nyaring. Sehun sampai harus menjauhkan ponselnya dari telinganya karena hal tersebut.

 

“Tentu saja kau harus menyapu, mengepel, dan sebagainya.” Ujar ibunya membuat Sehun kembali mengangguk-angguk mengerti. “Eomma, lalu apa yang harus aku masak untuk sarapan?” Tanya Sehun seraya membuka lemari pendinginnya, melihat-lihat bahan makanan yang dapat dimasaknya.

 

“Bukankah kau hanya bisa membuat telur dadar?” Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya menutup kembali pintu lemari pendingin tersebut. “Ah, betul juga. Baiklah, kalau begitu aku harus segera mandi dan membersihkan rumah sebelum akhirnya memasak sarapan.” Ujar Sehun sambil mengingat-ingat apa yang harus dilakukannya pagi ini.

 

“Masak saja apapun yang kau bisa. Perempuan sangat suka dengan sarapan pagi spesial buatan suaminya. Catat itu.” Ibunya terkikik pelan kemudian langsung mematikan sambungan telepon mereka begitu saja. Sehun langsung memutar otaknya, berusaha mengingat masakan apa saja yang dapat ia buat. “Aha! Pasta! Tapi memangnya pasta cocok untuk sarapan?” Sehun bertanya lebih tepatnya pada dirinya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk lebih dulu melakukan tugas utamanya sebelum nantinya ia bingung dengan menu apa yang harus dimasaknya untuk sarapan.

 

**

 

Sehun mulai menyapu halaman rumahnya ketika ia sudah selesai menyingkirkan debu-debu yang ada di dalam rumah dengan vacum cleaner. Sesekali Sehun bernyanyi, tidak peduli apakah caranya menyapu sekarang ini benar atau tidak. Yang pasti Sehun akan menyingkirkan debu-debu itu dari halaman rumahnya.

 

“Selamat pagi, tuan Oh!” Seorang pengantar susu baru saja hendak memasukan dua botol kaca berisi susu pada kantong susu yang berada di depan pagar rumah mereka, namun Sehun lebih dulu menghampirinya dan mengambil dua botol susu tersebut seraya mengucapkan terima kasih.

 

“Tumben sekali pagi-pagi seperti ini anda sudah menyapu halaman. Apakah nyonya Oh sedang tidak dirumah?” Sang pengantar susu bertanya membuat Sehun hanya tertawa kecil. “Ia ada dirumah, hanya saja saya sedang ingin membantunya pagi ini.” Ujar Sehun membuat sang pengantar susu langsung mengangguk-anggukan kepalanya.

 

“Woah, tuan Oh ini ternyata romantis sekali, ya. Biar tambah romantis, lebih baik anda menyiapkannya sarapan spesial. Saya yakin sekali ia pasti akan sangat senang dengan hal tersebut. Kalau begitu selamat bekerja. Saya permisi dulu.” Sehun segera tersenyum sambil mengiyakan sementara sang pengantar susu langsung berlalu dengan sepedanya.

 

Sehun memperhatikan dua botol susu tersebut kemudian berjalan menuju rumahnya dengan senang. “Saatnya sarapan spesial.”

 

Sehun mulai merebus pasta dan tangannya sibuk dengan bahan-bahan pelengkap yang saat ini tengah dicucinya. Tidak lama kemudian Sehun pun sudah sibuk memotong-motong bahan pelengkap tersebut. “Oh Sehun?” Suara Surin berhasil mengejutkannya membuat jari telunjuknya harus menjadi korban dari pisau yang tengah digunakannya. Sehun mengaduh kesakitan sementara Surin langsung panik dan menghampiri laki-laki itu.

 

Surin menyalakan keran air pada westafel lalu mencuci tangan Sehun yang masih mengeluarkan darah. “Tidak apa-apa. Hanya tergores. Tidak perlu sepanik itu.” Sehun mengecup puncak kepala Surin membuat wanita itu hanya menautkan kedua alisnya. Surin berlalu mengambil kotak obat dan segera membungkus ujung jari telunjuk Sehun dengan sebuah plester bermotif kartun binatang.

 

“Sudah kuduga. Kau mematikan alarm-ku dan mengerjakan semua pekerjaan rumah pagi ini?” Surin mencubit pelan perut Sehun membuat laki-laki itu berpura-pura kesakitan. “Dan sekarang kau mau menyiapkan sarapan spesial untukku. Benar begitu, tuan Oh?” Surin kembali mencubit pelan perut Sehun dan lagi-lagi Sehun berpura-pura mengaduh kesakitan. Surin langsung memeluknya membuat Sehun tertawa kecil.

 

“Aku akan membantumu memasak.” Ujar Surin namun Sehun segera melepaskan pelukan mereka. Sehun menuntun Surin menuju kursi yang ada dibelakang meja makan dan mendudukannya disana. “Kau diam saja disini dan jangan banyak cerewet.” Sehun mengacak rambut Surin sementara wanita itu hanya mendengus. Surin terpaksa menurut dan hanya memperhatikan Sehun yang kini sudah mulai sibuk dengan alat-alat masaknya.

 

Surin sesekali tertawa kecil melihat tingkah lucu Sehun yang masih harus membaca resep masakan di ponselnya. Surin meletakan dagunya pada telapak tangannya, terus memperhatikan laki-laki bertubuh tinggi itu sibuk dengan masakannya. Tanpa Surin sadari, sekarang ini ia sudah menyunggingkan senyuman di wajahnya. Pagi ini tidak seperti pagi-pagi yang biasanya. Pagi ini benar-benar pagi yang manis sampai-sampai Surin tidak ingin berhenti tersenyum.

 

Sehun sengaja mematikan alarmnya dan membiarkannya tidur lebih lama sementara laki-laki itu melakukan semua pekerjaan rumah yang biasanya Surin lakukan saat laki-laki itu masih tertidur lelap. Saat Surin bangun dari tidurnya dan berjalan keluar kamar, ia benar-benar terkejut melihat kondisi rumah yang sudah benar-benar bersih dan Sehun yang tengah sibuk memasak di dapur. Mungkin sekarang kau akan berkata bahwa Surin terlalu berlebihan tapi sungguh, Surin merasa sangat senang pagi ini. Niat baik dan perhatian Sehun padanya benar-benar membuat Surin tidak bisa menahan rasa senangnya.

 

“Pasta sudah siap!” Ujar Sehun seraya meletakan pasta tersebut di dua piring yang berada di hadapannya. Sehun membawa dua piring tersebut pada Surin dan menuangkan susu pada gelas Surin juga gelasnya. “Meskipun aku tahu ini jauh dari kata spesial, tapi anggap saja pasta ini adalah makanan paling spesial yang pernah kau makan karena yang memasaknya adalah orang spesial.” Sehun berujar membuat Surin tertawa kecil.

 

“Ah, tunggu sebentar. Kau tidak boleh memakannya dulu.” Sehun berlalu menuju kamar dan tidak lama kemudian ia kembali dengan kunciran berwarna hitam ditangannya. “Kau melupakan kunciran rambutmu.” Ujar Sehun lalu ia dengan susah payah berusaha menguncir rambut Surin sementara wanita itu hanya menyunggingkan senyuman manisnya. “Aish, mengapa sepertinya kau mudah sekali melakukan ini?” Tanya Sehun sambil terus berusaha mengikat satu rambut Surin. Sehun tersenyum ketika ia berhasil melakukan hal tersebut. “Nah, sekarang kau boleh menyantap sarapanmu.”

 

“Terima kasih. Ini benar-benar kelihatan enak.” Surin langsung melahap pasta tersebut membuat Sehun hanya memperhatikannya dengan penuh harap. Surin mengacungkan kedua jempolnya membuat Sehun tersenyum lega lalu turut menyantap pasta buatannya itu. “Woah, pasta ini benar-benar enak. Sepertinya aku harus membayar semua jasamu pagi ini.” Surin berujar membuat Sehun hanya tertawa kecil.

 

“Kalau begitu bayarlah segera. Kebetulan sekali kau belum sama sekali memberiku morning kiss pagi ini.” Sehun langsung memajukan tubuhnya menjadi lebih dekat dengan Surin seraya memejamkan kedua matanya. “Nanti saja sehabis makan.” Ujar Surin tidak mempedulikan Sehun yang kini sudah menatapnya dengan tidak terima. Surin tersenyum seraya terus memakan pastanya, namun tiba-tiba Sehun mengecup bibir Surin dengan cepat.

 

“Hm, saus pastanya benar-benar enak.” Ujar Sehun sambil tersenyum jahil sementara Surin tidak bisa menyembunyikan kedua pipinya yang langsung merona merah akibat perlakuan Sehun tadi. “Dasar menyebalkan.” Surin langsung menyentil dahi laki-laki yang kini tengah tersenyum sampai matanya membentuk lengkungan seperti bulan sabit itu dengan keras membuat laki-laki itu langsung mengaduh kesakitan.

 

Surin buru-buru memajukan tubuhnya untuk mengecup dahi Sehun ketika menyadari sentilannya benar-benar terlewat keras barusan. “Hm, rasa sentilanku benar-benar enak.” Ujar Surin dan seketika Sehun tertawa terbahak sampai-sampai matanya kembali membentuk lengkungan seperti bulan sabit yang sangat Surin sukai. “Cepat habiskan sarapanmu. Kita akan pergi ke supermarket untuk berbelanja keperluan rumah setelah ini.” Surin berujar seraya menuangkan susu pada gelas Sehun yang sudah kosong.

 

Lima belas menit berlalu dan pasta yang ada dipiring masing-masing sudah hampir habis. “Surin-a.” Panggil Sehun membuat Surin yang masih menikmati pastanya itu hanya menjawabnya dengan gumaman.

 

“Mengapa kau tidak pernah lagi meminta sesuatu padaku? Seperti memintaku untuk membelikanmu makanan atau semacamnya. Apa kau marah karena waktu itu kau harus pergi sendiri ke minimarket untuk membeli makanan ringan di malam hari? Tidak tahukah kau bahwa aku benar-benar mengkhawatirkanmu yang pergi begitu saja dengan motormu padahal hari sudah benar-benar larut dan kau juga tengah mengandung?” Sehun menatap Surin dengan serius.

 

“Saat itu sepertinya kau terlihat sangat lelah dan aku tidak tega jika meminta tolong lagi padamu jadi aku memilih untuk pergi sendiri. Jangan terlalu khawatir, buktinya aku tidak apa-apa sekarang.” Surin menjawab membuat Sehun hanya menautkan alisnya sembari menghela napas.

 

“Lain kali aku tidak mau melihatmu keluar rumah sendirian dimalam hari. Jika kau ingin sesuatu, langsung saja katakan padaku. Aku akan melakukan apapun karena itu memang kewajibanku.” Ujar Sehun membuat Surin hanya mengangguk mengerti sambil tersenyum. Lagi-lagi Surin merasa tersentuh karena perhatian yang Sehun berikan padanya. Selama ini Surin tidak pernah meminta apapun lagi pada Sehun karena pada kenyataannya Surin memang tidak menginginkan apapun untuk saat ini. Surin tidak menyangka hal tersebut justru mengganggu pikiran laki-laki itu.

 

“Aku serius. Katakan saja apa yang kau inginkan padaku. Aku tidak ingin kau malah berpikir bahwa permintaanmu itu akan menjadi beban untukku. Kau harus tahu bahwa sebisa mungkin aku akan berusaha untuk mewujudkannya, jadi kau tidak perlu khawatir akan hal tersebut dan langsung saja katakan apapun yang kau inginkan padaku. Sekarang, apakah ada sesuatu yang kau inginkan? Cepat beritahu aku.” Surin terus memandangi Sehun dengan gemas. Entah mengapa hari ini Sehun benar-benar berubah menjadi laki-laki yang sangat menggemaskan bagi Surin. Mulai dari Sehun yang mematikan jam waker Surin untuk membiarkan wanita itu tidur lebih lama, Sehun yang dengan tulus menggantikan Surin untuk membersihkan rumah juga menyiapkan sarapan, sampai saat ini ketika laki-laki itu menautkan kedua alisnya dengan serius, menyuruh Surin untuk mengatakan apapun yang diinginkannya seakan ia bersedia melakukan apapun untuk Surin.

 

“Nyonya Oh, cepat katakan apa yang kau inginkan sekarang.” Sehun mengulang perintahnya membuat Surin tertawa mendengarnya. “Aku ingin eskrim.” Ujar Surin membuat Sehun mengangguk sambil tersenyum puas. Akhirnya Surin kembali menyuarakan apa yang diinginkannya pada Sehun dan ia tidak bisa lebih lega dari ini.

 

Selama ini Sehun khawatir alasan Surin tidak meminta apapun lagi padanya adalah semata-mata karena wanita itu merasa bahwa permintaannya akan merepotkan Sehun. Sehun bersumpah ia malah lebih suka Surin yang dengan tiba-tiba mengatakan apa yang diinginkannya daripada Surin harus berdiam dan menyimpannya dalam hati. Sehun sudah berkata dari awal bahwa ia akan melakukan apapun untuk mewujudkan semua hal yang diinginkan Surin karena itu adalah kewajibannya. Kewajiban yang menurutnya adalah sebuah prioritas.

 

Surin bangkit berdiri dari tempat duduknya seraya mengambil piringnya juga piring Sehun yang sudah kosong. Sehun dengan cepat merebut piring tersebut dan segera berjalan mendahului Surin menuju westafel membuat senyuman lagi-lagi kembali mengembang diwajah Surin. “Aku yang akan mencuci piring dan semua peralatan masak ini. Sana cepat mandi. Setelah ini kita akan pergi ke supermarket untuk membeli keperluan rumah juga eskrim untukmu.” Ujar Sehun sambil mulai melakukan tugasnya di westafel sementara Surin langsung menghampirinya dan berdiri disebelah laki-laki itu.

 

“Hanya eskrim, kan? Apa ada yang lain?” Surin tertawa mendengar ucapan Sehun barusan. “Ada.” Sehun langsung menghentikan kegiatannya dan menatap Surin. “Apa? Katakan saja.” Ujar Sehun membuat Surin tersenyum manis, senyuman yang tidak akan pernah bosan untuk Sehun lihat. “Saos pastamu yang ada disitu.” Surin berjinjit dan untuk sepersekian detik berikutnya Sehun sudah merasakan bibir Surin yang selalu dapat membuat perutnya seakan dipenuhi kupu-kupu itu menempel pada ujung bibirnya untuk menghapus saos pasta yang berada disana dengan cepat.

 

“Sudah mulai berani kau rupanya.” Sehun langsung menggelitiki Surin sementara wanita itu sibuk menghindar sambil tertawa terbahak-bahak. “Ya! Oh Sehun! Itu airnya jadi terbuang! Sudah sana cepat cuci saja piringnya!” Seru Surin namun Sehun tidak memberikan ampun sampai akhirnya ia memeluk tubuh wanitanya itu dengan erat.

 

“Ah, rasanya benar-benar hangat berpelukan bertiga seperti ini. Benarkan, nak?” Ujar Sehun seraya mengalihkan perhatiannya pada perut buncit Surin yang kini menempel pada perutnya yang rata. Surin hanya tersenyum seraya mengeratkan pelukannya pada pinggang Sehun. “Benar-benar hangat.” Ujar Surin membuat Sehun segera mengecup puncak kepala wanita itu lambat-lambat.

 

“Oh Sehun, kita benar-benar sudah membuang banyak air.” Sehun tertawa kemudian mematikan keran air tersebut. “Aku rasa piring-piring itu bisa menunggu.” Sehun berujar seraya kembali memeluk tubuh Surin dengan erat.

 

“Ah, aku benar-benar merasa sanggup memelukmu seperti ini sampai sore bahkan sampai besok sekalipun.” Tambah Sehun membuat Surin yang kini berada dipelukannya hanya tertawa kecil. Semburat merah pun mulai menghiasi masing-masing pipi Surin membuat Sehun yang melihat hal itu langsung mengecup kedua belah pipi Surin bergantian karena merasa benar-benar gemas dibuatnya.

 

Banyak orang diluar sana menilai Sehun adalah orang yang arogan, dingin, dan galak karena parasnya yang tidak begitu bersahabat. Namun pada kenyataannya jika mereka sudah benar-benar mengenal Sehun, Surin yakin seratus persen mereka akan langsung merubah pikiran mereka. Sehun adalah orang yang hangat, penyayang, dan juga perhatian. Meskipun sifat jahil yang melekat pada dirinya itu menurut Surin tidak dapat dihilangkan sampai kapanpun dan meskipun terkadang Sehun benar-benar bisa berubah menjadi sangat manja juga keras kepala, Surin yakin sekali semua orang yang sudah benar-benar mengenal Sehun akan menyayangi laki-laki itu karena sosoknya yang manis dan penuh kehangatan.

 

**

large (18)

 

@surinjjang : Tidak, aku tidak ingin mengunggah foto ini karena eskrimnya. Aku ingin mengunggah foto ini karena ingin menunjukan hasil kerja Sehun pada kuku-ku. Meskipun berantakan, karena dilakukannya dengan hati maka aku maafkan. Hahaha.

 

3012 likes.

 

Comments :

 

@oohsehun : Sungguh, mengecat kukumu adalah hal yang paling membuatku frustasi. Meskipun berantakan aku tahu kau tetap menyukainya bahkan lebih suka hasil kerjaku daripada hasil kerja salon kecantikan kuku langgananmu itu. Mengakulah, Surin-a. Hahaha ❤

 

@guardian_suho : @real__pcy @dokyungsoo93 @kjong_dae @kaiikim @zyxzjs @exoxm90 kapan kalian dapat melakukan sesuatu untuk wanita yang kalian cintai seperti apa yang sudah aku, @oohsehun dan @baekhyunee_exo lakukan? Kalian harus banyak belajar dari kami bertiga! Hahahaha.

 

@exoxm90 : @guardian_suho sebentar lagi aku dan Cheonsa akan melangkah ke pernikahan jadi tunggu saja tanggal mainnya. Hahaha. Yang harusnya kita khawatirkan itu ya @real__pcy @dokyungsoo93 @kjong_dae @kaiikim dan @zyxzjs

 

@real__pcy : @guardian_suho @exoxm90 apa-apaan ini. Kalian tidak tahu bahwa aku ini adalah penyiar radio terkenal pujaan para gadis? Aku hanya perlu memasang target. Jangan kaget jika aku mendahului Minseok hyung melangkah ke pernikahan. Hahahaha!

 

@kjong_dae : @guardian_suho @exoxm90 betul apa kata @real__pcy, kami sedang dalam masa berburu, kalian tenang saja. Hahahaha!

 

@zyxzjs : @guardian_suho @exoxm90 punya wanita spesialnya nanti saja setelah aku sudah berhasil membeli rumah untuk kakek dan nenekku di sebelah rumah neneknya Baekhyun. Sebuah rumah ber-design kuno di daerah pegunungan. Ah, mereka pasti akan sangat bahagia apalagi mereka juga akan mempunyai teman baru yaitu neneknya Baekhyun!

 

@kaiikim : @guardian_suho @exoxm90 no comment, hyung.

 

@dokyungsoo93 : @guardian_suho @exoxm90 bagaimana bisa aku melakukan sesuatu untuk wanita yang aku cintai kalau saja wanita itu sudah memiliki orang lain yang bersedia melakukan apapun untuknya?

 

Jangan tanya bagaimana kelanjutan dari komentar Kyungsoo selanjutnya karena setelah itu Junmyeon, Minseok, Chanyeol, Baekhyun, Jongdae, Jongin, dan bahkan Yixing langsung memaksa Kyungsoo untuk menghapus komentarnya yang seratus persen ditujukan untuk pasangan Sehun dan Surin. Memangnya siapa juga yang tidak tahu bahwa Kyungsoo mencintai Surin bahkan sampai saat ini?

 

Sehun sudah mengetahuinya namun ia merasa hal tersebut bukanlah masalah. Selama Surin hanya mencintainya, Sehun benar-benar tidak menganggap hal tersebut adalah masalah. Menurut Sehun, semua orang berhak untuk mencintai orang lain. Selama ini Kyungsoo juga tidak pernah sekalipun mengusik hubungannya dengan Surin, dan Sehun juga benar-benar tahu bahwa Kyungsoo tidak akan pernah melakukan hal tersebut.

 

Selain itu ada alasan penting lainnya mengapa Sehun tidak perlu mengkhawatirkan Kyungsoo. Alasan penting itu tidak lain tidak bukan adalah Sehun tahu dengan pasti bahwa wanita yang kini tengah mengandung anak pertama mereka itu hanya akan mencintainya dan selamanya akan begitu.

 

“Oh Sehun! Mengapa kau tampan sekali kalau tengah terpaku pada ponselmu seperti itu?” Surin yang kini tengah meletakan kepalanya pada paha Sehun hanya tertawa ketika laki-laki itu menyentil dahi Surin dengan pelan seraya meletakan ponselnya pada meja kaca yang berada dihadapannya.

 

“Dan mengapa kau terlihat cantik sekali meskipun perutmu ini membuncit?” Sehun berujar membuat Surin tertawa. Sehun langsung mengecup perut Surin dengan cepat. “Nak, cepatlah keluar dari dalam sana dan mari kita hujani wanita cantik ini dengan kecupan setiap harinya. Seperti ini.” Sehun mengecupi permukaan wajah Surin berkali-kali membuat wanita itu berusaha menghindar sambil tertawa.

 

“Surin-a.”

 

“Ya?”

 

“Aku ingin mencintaimu lebih baik setiap harinya.” Ujar Sehun membuat Surin terpaku dengan seketika.

 

“Aku mencintaimu, nyonya Oh-ku.”

 

“Aku juga mencintaimu, Oh Sehun. Sangat mencintaimu.”

 

Baik Sehun maupun Surin sama-sama tahu bahwa tidak ada yang dapat merubah perasaan mereka terhadap satu sama lain sampai kapanpun.

 

-FIN.

 

Panjang sekali ya tapi semoga tidak membosankan! Gimana, gimana? Semoga kalian suka sama ff ini karena ngetiknya pake cinta huahaha. Gak nguras pikiran juga karena menurut aku kalo Junmyeon, Baekhyun, Sehun udah punya istri mereka bakal 99,9% kayak gini.

Junmyeon yang suka ngajak istrinya candle light dinner di restaurant yang fancy. Baekhyun yang suka ikut kuis-kuis buat dapet tiket konser, liburan, atau yang lainnya (jangan kaget nanti suara Baekhyun ada di tipi lagi ikut kuis bola yang dapet dua juta maratus dipotong pajak. HAHAHA.) Terus Sehun yang sayaaaaang banget sama istrinya dan nunjukinnya gak cuma pake kata-kata juga pake perbuatan yang selalu berhasil bikin istrinya asdfghjkl.

Jadi, menurut kalian pasangan siapa nih yang paling lucu disini? (wajib dijawab ya karena aku penasaran akan pendapat kalian hihi.)

Semoga kalian suka, ya! See you on the next ff!

Advertisements

10 comments

  1. izzatuljannah1404 · July 15, 2016

    akhirnyaa, comeback lagi!!! *prok *prok kalo ditanya siapa yang paling aku suka, jawabannya ya pasti OH SEHUN lahh hahahaahaha
    sehun tuh sweeeeeett banget sihh, jumyeon sama baekhyun juga sweeet koo, tapi masih sweeet-an suami gue/ eh sehun deh/ wkwkwk. kalo ngebayangin suami aku kaya sehun /eh gadeng sehun beneran aja hahaha/ melting tiap hari dahh gue hahahaha 😀 wkwkwk
    bisa banget yaa, kamu bikin ff kek gini, kerasaaa banget kalo aku jadi surin nya langsung /dream high/ hahaha.
    pkoknya kereeeeen dehh 😀 sangat menghibur di liburan ini 🙂 sehun nya iitu lohh, bikin ga kukuwww
    Like banget kooo, ditunggu yaa next nya, selalu ditunggu koo, 😀
    nb: req akuuu 😀 next surin nya nya coba dibikin sakit dehh, wkwkwk biar makin sweet si ohseh nya hehehehe 😀 gomawooo 😀

    • Oh Marie · July 17, 2016

      HUWAAAAAAAA terima kasih ya karena kamu udah setia mau baca dan ninggalin komen lagi huhu jadi terharuuuuuu!
      Seneng banget kalo kamu suka sama ffnya huhu manis banget sih komentarnya><
      Untuk next aku usahain ya pake req dari kamu tapi masih harus mencari inspirasi dan ide ide dulu(?) huahahaha.
      Sekali lagi terima kasih banyak! Jangan bosen-bosen baca dan ninggalin jejak disini! Wajib ditunggu next projectnya!<3

  2. Junmyunni · July 15, 2016

    Oh sehuuuuuun! Ga ngluarin biaya banyak, cukup membantu dan surprise! Hahahahahhahahaha
    Aduh kyungsoo ya ampuun, jujur bangetlah

    • Oh Marie · July 17, 2016

      Setujuuuuuuu! Buahahaha kyungsoo mungkin udah lelah jadi dia begitu(?)

      Terima kasih banyak karena udah mau baca dan ninggalin jejak lagi>< jadi makin semangat deh buat nulis yang selanjutnya! huahaha. wajib ditunggu ya untuk post selanjutnya<3

  3. nurulaini · July 25, 2016

    sumpah ya….ini aq yg error atau apa ya???
    baca cerita gini malahan nangis haru hiks’….hiks’….
    lagi sensi kayaknya….apalagi pas bagian suho aq lgsung mewek saking terharunya 😥
    aq suka bgt ceritanya, gk pernah bosen buat baca walaupun pnjang….
    mulai dari suho-taerin yg romantis bgt 🙂
    baekhyun-jimi yg kocak abis 🙂
    dan sehun-surin yg pastinya sweet banget….banget….
    paling suka pastinya couple HunRin 🙂
    aq suka bgt sama sifat sehun yg penuh perhatian dan begitu menyayangi surin 🙂 hingga layak dinobatkan sebagai suami idaman dsini 🙂
    untuk kyungsoo lbih baik cepetan move on dari surin dan dapatkanlah wanita cantik dluar sana….
    secara surin udh bahagia sama sehun jd aq harap kamu jg bisa mnemukan kebahagiaan kamu sndiri 🙂
    percayalah masih bnyak wanita diluar sana yg lebih baik dr pada surin, yg akan tulus mncintaimu dan menerima kamu apa adanya 🙂

    • Oh Marie · July 26, 2016

      HUUHUHUHU TERHARU BANGET BACA KOMEN INI DEMI APAPUN.
      Makasih banyak ya buat komentar muanisssss lebih manis daripada Sehun ini>< beneran deh aku terharu huahahaha!
      Aku seneng banget kalo kamu suka sama ff ini!! Maaf kalau masih banyak kekurangan yaaaa. Sekarang malah aku yang mau mewek(?)
      YEAY selamat Sehun udah jadi kandidat paling kuat disini buahahahaha! Iya aku juga suka banget sama perhatian Sehun buat Surin yang gaada ujungnya itu huhu.
      HUWAAAA sedih banget pas baca komen kamu buat kyungsoo. semangat move on kyungsoo!!
      Sekali lagi terima kasih ya untuk komen super manis ini! Sampai jumpa di ff selanjutnya!

  4. Mutia Ananda · November 14, 2016

    Makasih yaa cerita2 kamu ini bikin aku senyum2 sendiri 😁
    Btw, kamu umur berapa ya? Kok canggih bgt sih bikin orang baper hehe

    • Oh Marie · December 11, 2016

      HALOOOO Mutia! Maaf ya baru bales komen kamuuu. Makasih banyak karena kamu udah mau sempetin baca-baca dan ninggalin komen hihi. Aku seneeeeng banget kalo kamu suka sama ff ff disini.
      Aku baru umur 17 tahun. Salam kenal yaaaa!:)

  5. byunbaek · January 10, 2017

    Omaygat, warbyasah ka sumpah. Romantis2 bngt sih ih bete jd pengen kan 😦 yg pas terakhirnya itu loh kyung kyung kasian bngt ye kek orng ngenes wkwkwk

    • Oh Marie · January 11, 2017

      HUWEEEEEEEE ‘warbyasah’ SENENG BANGEEEEETTT! Kyungsoo belom bisa move on mohon dimengerti wkwkwkwk. Yuk saya siap jadi tempat move onnya kak kyungsoo #apaini #authorngenes HAHAHHA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s