Ribbon

ribbon

Happy reading from me and Sehun!

**

“Rupanya kau masih ingat juga kalau kau mempunyai seorang kekasih?”

Jang Surin, gadis yang kini menggunakan piyama berwarna merah muda itu tampak berdiri menyandar di pintu kamarnya yang terbuka. Ia memandangi kekasihnya, Oh Sehun, laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut hitam serta paras tampan yang mampu meluluhkan hati setiap wanita itu dengan tatapan tidak suka sementara Sehun yang sedang meletakan tas kerjanya di sofa ruang tamu apartment milik Surin langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat ke arah gadis yang tampak marah, terbukti dengan sindirannya barusan untuk Sehun. Sehun hanya terdiam sambil melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya itu dan kemudian mengacak rambutnya asal.

“Aku lelah, Jang Surin. Bisakah kita tidak bertengkar untuk hari ini saja?” Ia menempatkan tubuhnya yang terasa lelah dari ujung kepala sampai ujung kaki itu pada sofa ruang tamu apartment tersebut, kemudian memejamkan kedua matanya setelah tengkuk kepalanya bertemu pada sandaran sofa yang terasa sangat nyaman. “Kau lelah? Lalu bagaimana denganku yang setiap hari berusaha menghubungimu namun sama sekali tidak pernah kau gubris? Bagaimana denganku yang menunggumu tanpa kabar selama dua minggu seperti orang bodoh? Kau pikir hanya kau saja yang lelah?”

Surin berjalan menuju dapur, tanpa mempedulikan Sehun yang kini masih bersandar lesu pada sofa apartmentnya. Surin hanya ingin menyegarkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering ketika beberapa menit lalu ia mendapati Sehun, laki-laki yang selama kurang lebih empat tahun menempati tempat pertama di hatinya itu berjalan gontai memasuki apartmentnya.

Wajahnya terlihat begitu letih membuat Surin tidak sanggup untuk melanjutkan amarahnya pada laki-laki yang selama dua minggu ini sama sekali tidak berusaha untuk menghubunginya atau mengajaknya bertemu. Laki-laki itu seolah hilang tanpa kabar, meninggalkan Surin yang hanya tahu bahwa laki-laki bernama lengkap Oh Sehun itu tengah sibuk dengan proyek besar yang tengah ia garap.

Arsitek handal itu tengah mengerjakan sebuah rancangan pembangunan sebuah tempat perbelanjaan di daerah Ilsan. Ya, Surin hanya tahu sampai situ saja. Surin hanya tahu alasan Sehun tidak menghubunginya dan menemuinya selama dua minggu ini adalah karena alasan pekerjaan yang mengharuskan Sehun, calon penerus perusahaan keluarga Oh itu bekerja lebih keras.

“Mengapa kau kesini? Bukankah kau tengah sibuk dengan pekerjaanmu yang tidak ada habisnya itu?” Sindir Surin lagi sambil menghabiskan jus jeruk yang ia ambil dari dalam lemari pendingin. Awalnya Surin mencoba untuk mengerti dan membiarkan Sehun dengan pekerjaannya. Surin tekankan sekali lagi, ia bahkan sudah mencoba untuk menghubungi Sehun setiap hari dengan mengirimi pesan singkat, maupun menelpon Sehun bekali-kali, namun laki-laki itu malah mengabaikan semua usahanya. Hal inilah yang membuat Surin merasa tidak tahan. Surin bahkan sudah mempunyai pemikiran bahwa jika dalam tiga hari kedepan Sehun masih tidak berusaha untuk menghubungi atau menemuinya, Surin akan datang ke kantor laki-laki itu dan mengakhiri semuanya.

Surin sendiri tidak ingin hal itu terjadi, maka walaupun sekarang ia sendiri kesal sampai ke ubun-ubun melihat Sehun menginjakan kaki di apartmentnya, tapi tetap hatinya merasa sedikit lega karena rencana ‘mengunjungi kantor laki-laki itu dan mengakhiri semuanya’ itu tidak jadi terlaksana. “Ya, aku memang sibuk. Lalu bagaimana denganmu? Bukankah kau juga sibuk dengan partner kerjamu yang bernama Do Kyungsoo itu? Ku dengar kau sedang mengerjakan beberapa artikel tentang cinta dengannya? Kalian sampai harus ke beberapa tempat romantis yang ada di Jeju berduaan saja, kan? Bagaimana? Apa perjalananmu seminggu yang lalu dengan laki-laki itu menyenangkan?” Sehun menekankan kata-katanya, bermaksud membalas sindiran Surin yang sedari tadi terus menyulut api pertengkaran di antara mereka.

Surin langsung memandang laki-laki itu tidak percaya. Dari mana Sehun tahu bahwa atasannya di kantor majalah yang selama ini menjadi tempat kerjanya itu, menyuruhnya dan salah satu wartawan baru bernama Do Kyungsoo, mengerjakan beberapa artikel mengenai cinta yang berlatarkan pulau Jeju? Lalu bagaimana bisa laki-laki itu tahu bahwa seminggu yang lalu Surin pergi ke Jeju bersama dengan Kyungsoo?

“Aku ingin memberitahumu tapi kau tidak bisa dihubungi. Ya, perjalananku menyenangkan. Sangat menyenangkan. Kenapa? Kau merasa cemburu? Baguslah kalau kau cemburu. Hanya untuk sekedar informasi, aku memang lebih suka dengan laki-laki yang tahu cara mengangkat telepon dan setidaknya memberi kabar kala ia sedang sibuk. Dan Kyungsoo tidak pernah sekalipun mengabaikan semua panggilan telepon serta pesan singkatku meskipun ia tengah sangat sibuk dengan pekerjaannya.”

Sehun menatap Surin dengan tidak percaya sementara gadis itu hanya melipat tangannya di depan dada. Kemarahan keduanya benar-benar seolah sudah membuncah. “Oh ya? Kalian bahkan sudah dalam tahap mengobrol melalui telepon dan pesan singkat? Woah, aku salut padamu. Ternyata informasi dari Chanyeol yang aku kira bualan semata itu benar adanya. Rupanya kau memang sedang dekat dengan laki-laki lain selama aku tidak ada disini.” Sehun tertawa sinis kemudian menatap Surin dengan tatapan yang sangat tajam. Chanyeol, laki-laki yang adalah teman Sehun dan Surin sedari SMA itu memang tinggal di sebuah apartment yang bersebrangan dengan milik Surin.

Dua hari yang lalu, Chanyeol mengabarinya melalui pesan singkat dan melaporkan bahwa belakangan ini ia sering melihat Surin keluar bersama dengan seorang laki-laki. Chanyeol berhasil mendapat informasi langsung dari Surin bahwa laki-laki itu hanyalah teman kerja Surin yang bernama Do Kyungsoo. Chanyeol juga memberitahu Sehun bahwa seminggu yang lalu mereka berdua pergi ke Jeju untuk urusan pekerjaan. Chanyeol kembali berhasil mendapat informasi langsung dari Surin bahwa atasan gadis itu di kantor menyuruh Surin dan wartawan bernama Kyungsoo itu pergi ke Jeju untuk membuat artikel-artikel bertemakan cinta. Surin bahkan meminta bantuan Chanyeol untuk turut menyumbang ide mengenai tempat romantis di Jeju. Tidak lupa, Chanyeol berkata pada Sehun bahwa Surin baru kembali dari Jeju sekitar empat hari.

Chanyeol juga berkata bahwa maksudnya mengirimkan pesan singkat berisi informasi penting itu hanya karena ia tidak ingin Sehun salah paham terhadap Surin. Chanyeol menekankan di akhir pesan singkatnya bahwa laki-laki bernama Do Kyungsoo dengan mata bulat berukuran besar itu hanyalah teman kerja Surin. Chanyeol menuliskan di akhir pesan singkatnya bahwa ia hanya berharap dengan informasi itu, Sehun dapat segera mengklarifikasinya sendiri pada Surin sebelum hal ini berjalan semakin jauh.

Itulah sebabnya mengapa Sehun datang ke apartment Surin saat ini, padahal ia tengah sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Sehun hanya ingin memastikan apakah informasi yang diberikan Chanyeol itu benar atau tidak. Sehun hanya ingin mendengarnya langsung dari Surin. Namun sebelum sempat ia membahas masalah tersebut, Surin sudah lebih dulu menghujaninya dengan berbagai cecaran yang menurutnya tidak penting. Surin malah marah-marah tidak jelas hanya karena Sehun sibuk dengan pekerjaannya. Sehun terus berpikir, apa yang masuk akal dari amarah gadis itu? Bukankah sekarang harusnya Sehun yang marah pada gadis itu?

“Awalnya bahkan aku kira informasi kepergianmu ke Jeju yang aku juga dengar dari Chanyeol itu hanya buatan saja, ternyata memang benar kenyataannya bahwa kau pergi berdua bersama laki-laki lain ke pulau Jeju dan mengunjungi tempat-tempat romantis untuk membuat artikel mengenai cinta bersama-sama. Mengapa harus artikel cinta yang kalian buat? Mengapa tidak sekalian saja kalian buat artikel tentang cara berselingkuh yang baik?”

“Maksudmu apa? Sekarang kau menuduhku berselingkuh?”

Sehun tertawa mendengar ucapan Surin barusan. “Jadi, kau sendiri merasa kalau kau sudah berselingkuh?”

Surin menarik napasnya. Mati-matian ia menahan air matanya yang seolah akan jatuh dalam hitungan detik. “Aku tekankan padamu, kepergianku dengan Kyungsoo ke Jeju hanyalah untuk urusan pekerjaan. Tidak masuk akal sekali kalau kau cemburu hanya karena hal itu dan kemudian membesar-besarkannya seperti ini sementara permasalahan yang sebenarnya ada padamu. Permasalahan kita yang sebenarnya hanya karena kau yang tidak mau mengangkat teleponku, membalas pesan singkatku, ataupun sekedar memberi kabar padaku. Kalau kau melakukannya, aku sudah dari jauh-jauh hari memberitahumu tentang kepergianku ke Jeju bersama dengan laki-laki itu. Jangan bersikap egois, Oh Sehun.”

“Egois? Berkacalah, Jang Surin. Kau pikir aku mau melakukan ini semua? Kau pikir aku mau tidak menjawab panggilan teleponmu? Kau pikir aku mau tidak membalas semua pesan singkatmu? Kau pikir aku mau tidak memberimu kabar? Aku bekerja hampir dua puluh empat jam dan aku sama sekali tidak mempunyai waktu untuk beristirahat ataupun sekedar mengecek ponselku. Ini semua tentang pekerjaan. Ini semua tentang karirku. Ini semua tentang tanggung jawabku. Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Bukannya mendukungku, memberiku motivasi, ataupun menyemangatiku, kau malah marah-marah seakan aku melakukan sebuah kesalahan besar? Sekarang, siapa yang lebih egois?”

Sehun memberikan penekanan pada setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya barusan. “Lalu, ketika aku tengah dalam keadaan yang benar-benar sibuk seperti itu, Chanyeol memberiku kabar tidak mengenakan yang menyebabkanku langsung memutuskan untuk mengunjungi apartmentmu hari ini hanya untuk memastikan apa kabar itu benar atau tidak. Ternyata benar. Kau memang sedang dekat dengan laki-laki itu. Sementara aku sibuk, kau malah bersenang-senang dibelakangku. Sekarang, sekali lagi, siapa yang lebih egois?” Sehun mengacak rambutnya frustasi ketika melihat kedua mata gadis yang paling disayanginya itu mulai berkaca-kaca.

“Ya, aku memang egois. Aku egois karena mengharapkan kabar darimu. Aku egois karena mengharapkanmu setidaknya mengirimi pesan singkat untukku yang sudah menunggu disini. Aku egois karena mengharapkanmu setidaknya mau mengangkat panggilan telepon dariku. Aku egois karena mengharapkanmu setidaknya mengingatku sedikit saja ditengah kesibukanmu.” Suara Surin bergetar, diiringi dengan jatuhnya satu bulir air mata dipipi sebelah kanannya.

“Dan untuk masalah rekan kerjaku, seharusnya kau menjaga ucapanmu. Aku tidak serendah itu, Oh Sehun. Kau mau aku mengerti pekerjaanmu yang tidak ada habisnya itu, namun sekarang kau tidak mau mengerti pekerjaanku yang mengharuskanku untuk dekat dengannya guna menyelesaikan pekerjaan yang diberikan perusahaan pada kami berdua. Tidakkah kau sadar bahwa kau baru saja meragukan kesetiaan yang sudah selama empat tahun ini aku berusaha jaga dengan baik?” Surin menunduk, menatap lantai dengan tatapan kecewa.

Untuk beberapa menit, keheningan menyelimuti mereka. Surin akhirnya memutuskan untuk menegakan kepalanya sambil berusaha tersenyum. Ia menghapus air matanya dengan cepat kemudian berjalan menuju Sehun. “Tidak apa, aku mengerti. Terima kasih sudah mengingatkanku kalau aku yang paling egois. Aku egois karena ingin mempertahankan hubungan yang seharusnya tidak perlu dipertahankan lagi.”

Surin berdiri tepat di hadapan Sehun sementara laki-laki yang jauh lebih tinggi darinya itu hanya terus memperhatikannya tanpa sekalipun berkedip. Surin mencoba untuk terus mempertahankan senyumannya sementara hatinya semakin sakit kala ia menatap kedua bola mata berwarna cokelat pekat milik Sehun yang sangat ia rindukan itu.

“Selama empat tahun ini, kita selalu bertengkar karena masalah yang sama. Tidakkah kau lelah? Tidakkah kau ingin menyudahinya? Aku lelah, Oh Sehun. Ayo kita akhir—”

Ucapan Surin berhenti bergantikan suara ricuh yang disebabkan oleh pecahnya sebuah vas bunga yang beberapa detik lalu baru saja di banting oleh Sehun. Surin menutup mulutnya dengan terkejut sementara Sehun hanya memandangnya penuh amarah.

“Kita bertemu lagi saat pikiran kita masing-masing sudah lebih jernih.”

Sehun langsung meninggalkan apartment Surin begitu saja sementara gadis itu terduduk di lantai sambil menangis tersedu. Surin sendiri tidak percaya ia hampir menyudahi semuanya. Menyudahi empat tahun yang sudah berhasil ia lewati bersama-sama dengan Sehun.

Surin benar-benar hanya sudah lelah. Surin lelah dengan topik pertengkaran yang sedari dulu tidak berubah. Ia lelah karena lagi-lagi mereka berdua tidak bisa mengatasi masalah tersebut. Di satu sisi, Surin merasa semakin lama ia bertahan, ia malah hanya akan menyakiti dirinya sendiri. Namun disisi yang lain, Surin benar-benar merasa tidak bisa melepaskan Sehun begitu saja.

Surin menatap vas bunga yang sudah tidak berbentuk itu dengan tatapan iba. Saat itu Surin tahu bahwa hari ini adalah pertengkarannya dengan Sehun yang paling parah, dan ia tidak tahu bagaimana harus memperbaikinya.

**

Jam makan siang tiba, membuat Surin dengan buru-buru mematikan laptopnya. Surin mengambil tas kecil berisi kotak makan yang ia letakan di pojok meja kerjanya sambil tersenyum senang. Gadis itu langsung menyampirkan tas selempang berwarna merahnya kemudian berjalan tergesa-gesa meninggalkan ruang kerjanya. Hari ini ia akan mengantarkan makan siang ke kantor Sehun. Surin tidak tahan bertengkar terlalu lama dengan laki-laki itu. Sudah cukup satu minggu sejak pertengkaran besar mereka itu mereka tidak saling menghubungi dan menemui. Surin hanya ingin segera berdamai dengan Sehun dan memulai semuanya kembali.

Surin melajukan mobil mini coopernya dijalanan Seoul yang siang itu cukup ramai sambil mendengarkan radio. Surin tahu bahwa hari ini Chanyeol, teman dekat sedari SMA-nya itu memiliki jadwal siaran hari ini. Ya, Chanyeol adalah seorang penyiar radio terkenal yang memiliki ribuan bahkan ratusan penggemar wanita diluar sana karena kemahirannya dalam menarik hati para wanita dengan suaranya yang berat dan menenangkan itu. “Selamat siang, listeners! Masih bersama dengan saya DJ CY, yang akan menemani waktu makan siang anda dengan berbagai macam lagu penyemangat hari. Tapi sebelum saya memutarkan lagu berikutnya, saya baru saja mendapat pesan singkat dari teman dekat saya yang juga adalah pendengar setia saluran Happiness Delight ini. Bagaimana kalau kita dengarkan cerita dari teman saya terlebih dahulu sebelum memutar lagu berikutnya?”

Surin tersenyum, menunggu cerita yang akan Chanyeol sampaikan. “Ya, panggil saja teman saya ini dengan sebutan O. Singkat cerita, O sekarang sedang dirawat dirumah sakit sejak dari tiga hari yang lalu. Saya sudah menjenguknya kemarin dan keadaannya sudah lumayan membaik, jadi tenang saja ya para listeners. O ini memiliki seorang kekasih. Panggil saja J. Sebelum dirawat dirumah sakit, O mengalami pertengkaran hebat dengan J. O berkata bahwa selama empat tahun mereka berkencan, pertengkaran mereka selalu disebabkan karena hal yang sama. O yang sibuk dengan pekerjaannya, dan J yang terkadang tidak mau mengerti. Atau bahkan karena O yang terlalu sering cemburu jika J sedang berdekatan dengan seorang laki-laki.”

Surin dengan spontan langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan sambil terus mendengarkan perkataan Chanyeol yang seolah menusuk hatinya berkali-kali dengan sebuah belati. “O sangat mencintainya. O ingin J mengetahui hal tersebut. O ingin memperbaiki semuanya meskipun ia sendiri tidak tahu bagian mana dari hubungan mereka yang harus diperbaiki terlebih dulu. Woah, benar-benar hubungan yang sedang berada diujung tanduk. Bagaimana kalau kita hubungi saja si O itu langsung agar ia dapat menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan pada gadis berinisial J itu?” Seketika jantung Surin berdebar dengan sangat kencang saat nada sambung telepon menggema diseluruh penjuru mobilnya.

“Ya! Aku kan berkata padamu bahwa kau cukup membacakan pesanku saja. Aku hanya ingin berkata bahwa aku merindukannya. Hanya itu. Mengapa kau malah menceritakan semuanya? Ah, aku menyesal karena telah menceritakan semuanya padamu kemarin.” Belum sempat Chanyeol berkata halo, laki-laki berinisial O itu sudah lebih dulu mencecarnya membuat tawa Chanyeol langsung menggema. “Tenang saja, sekarang suara aslimu bahkan sudah disamarkan. Kalau kau ingin mengatakan bahwa kau merindukannya, mengapa harus aku yang mengatakannya? Sekarang, aku memberimu kesempatan. Siapa tahu saja ia sedang mendengar siaran ini. Cepat katakan apa yang ingin kau katakan.”

Hening. Chanyeol berusaha untuk mengatakan kata ‘halo’ berkali-kali namun laki-laki berinisial O itu tidak menyahut. “Listeners, saya yakin sekali kalian semua sedang menunggu-nunggu apa yang akan dikatakan oleh O untuk J. Sekarang mari kita dengarkan bersama-sama.”

“Baiklah. Park Chanyeol, habis kau setelah siaran ini.” Chanyeol tertawa mendengar ucapan laki-laki itu sementara Surin hanya menatap jalanan di depannya tanpa berkedip sedikitpun. Tangannya bahkan masih memegang setir. “Seharusnya kau memanggilku dengan DJ CY, tapi sudahlah karena kau temanku jadi aku maafkan. Cepat katakan apa yang ingin kau katakan karena sekarang semuanya tengah menunggu perkataanmu untuk J.” Ujar Chanyeol membuat jantung Surin lagi-lagi berdebar cepat.

“Aku sebenarnya bukan tipe orang yang suka mengirim pesan anonymous melalui siaran radio tapi kali ini aku rasa aku harus melakukannya. J, aku tahu kau merasa lelah denganku. Dengan semua pertengkaran kita yang selalu bertopik sama. Tapi yang perlu kau tahu, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu sampai-sampai aku tidak sanggup mendengar kata ‘berakhir’. Tidak bisakah kita lupakan saja semua pertengkaran kita itu? Tidak bisakah kita memulai sesuatu yang baru? Tidak bisakah kita memperbaiki semuanya sekarang? Aku benar-benar ingin menghubungimu sejak pertengkaran kita yang terakhir namun aku terlalu takut. Aku takut kau akan mengakhiri empat tahun kita begitu saja kalau aku menghubungimu. Aku ingin kau tahu bahwa aku benar-benar merindukanmu sekarang. Aku merindukan kita. Terakhir, aku hanya ingin meminta maaf meskipun aku tidak tahu apakah kata maaf dapat memperbaiki ini semua atau tidak.”

Surin merasa pandangannya mengabur oleh air mata. Surin ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh otaknya saat ini. Surin ingin mempercayai bahwa orang yang baru saja mengatakan semua perkataan tulus itu adalah Oh Sehun, kekasihnya. Surin benar-benar merindukan laki-laki itu sampai ia merasa dadanya begitu sesak. Rasa khawatir akan keadaan laki-laki itu pun bersatu dengan rasa rindu tersebut membuatnya serasa ingin menangis sekencang yang ia bisa.

“Baiklah, itulah yang ingin disampaikan O pada J. Semoga saja J sedang mendengar siaran ini sehingga pesan tersebut dapat tersampaikan dengan baik. Sebelum kita mengakhiri sambungan telepon ini, O apakah ada sebuah lagu yang ini kau persembahkan untuk J?” Chanyeol berujar dan laki-laki berinisial O yang Surin yakini adalah Sehun itu dengan cepat menjawab pertanyaan tersebut.

“Tentu saja ada. Karena ia sangat menyukai Beast, aku ingin mempersembahkan lagu berjudul Ribbon dari Beast untuknya.”

“Baiklah, O. Terima kasih banyak atas waktumu. Istirahatlah yang banyak. Kita harus segera bertemu ketika kau sudah keluar dari rumah sakit. Listeners, mari kita akhiri cerita O dan J dengan mendengarkan lagu dari O untuk J. Ini dia Ribbon dari Beast.” Chanyeol berujar dan seketika itu juga lagu Ribbon dari Beast yang memiliki sejuta makna terputar begitu saja beriringan dengan jatuhnya satu bulir air mata Surin.

dandanhaessdeon maedeubi gyeolgugen pullyeobeorigo maneyo

A tight knot comes untied in the end

seolma haessdeon ibyeori gakkai dagawa beoryeossneyo jeongmallo

Farewell came close I didn’t want

amado jigeum i sungani gajang himdeun sunganieyo naegen

Maybe this moment is the hardest time to me

geokjeong marayo geuraedo geudae wonmanghajin anhayo

But don’t worry I will not blame you

modeun geol ilheodo dollil su eopsgo

Can’t back the time even I lose everything

sojunghan geol jikil sujocha eopsneun

My shabby look that couldn’t protect precious things

chorahan nae moseup ttel su eopsneun ipsuri geudael jabeul su eopsge hajyo

I could say nothing, so I couldn’t hold you

nan dasi han beon pullyeobeorin urireul yeppeuge mukkgo sipeo

I want to retie us beatifully

issneun himkkeot seororeul danggimyeo

Pulling each other tightly

sarangeul maedeupjieul su issge

So our love can be tied

Tie up a ribbon jeoldae pulliji anhge

Tie up a ribbon that never untied

Tie up a ribbon seororeul noheul su eopsge

Tie up a ribbon that can’t let us go

ajik neujeun ge aniramyeon neodo nawa gateul su issdamyeon

If it’s not too late, if you have the same thoughts as me

badadeurineun ge anya nae tteusdaero hal su issneun geon

I don’t want to just take it

jigeumcheoreom jiljil jjageona chwihan chaero neol hyanghae geotneun geo

What can I do by myself is crying or walking to you while drunk

aju gakkeumssik kkume chajaon neol bangapge majajuneun geo

Saying hello happily when you sometimes came to my dream

amureohji anheun cheok gwaenchanhdamyeo useojuneun geosppuniya baby

I smiled with pretending I’m fine, baby

 

maja joheun namjan anieosseo naneun neoege

Right, I was not a good man

eonjena bujokhan saramieossgie

I’m always not enough to you

jigeumcheoreom norae bureuneun geosdo budamiramyeon mianhae

If you feel pressured from this song then sorry

jeonbureul beoryeodo bakkul su eopsgo

I can’t switch even I put everything

silheodo ppaeasgil subakke eopsneun

My shabby look that I have to be lose even I didn’t want to

chorahan nae moseup ttel su eopsneun ipsuri geudael jabeul su eopsge hajyo

I could say nothing, so I couldn’t hold you

nan dasi han beon pullyeobeorin urireul yeppeuge mukkgo sipeo

I want to retie us beatifully

issneun himkkeot seororeul danggimyeo

Pulling each other tightly

sarangeul maedeupjieul su issge

So our love can be tied

Tie up a ribbon jeoldae pulliji anhge

Tie up a ribbon that never untied

Tie up a ribbon seororeul noheul su eopsge

Tie up a ribbon that can’t let us go

ajik neujeun ge aniramyeon neodo nawa gateul su issdamyeon

If it’s not too late, if you have the same thoughts as me

neomu areumdapge tto dangyeonhan deusi nae gyeote meomulleojun neo

You were always by my side beautifully

geuraeseo gakkai wabeorin ibyeoljocha arachaeji moshan geolkka

Is that the reason I couldn’t recognize farewell was coming?

ireohge swipge kkeutnabeorin mankeum geuriumdo swipge jiul sun eopseulkka

Can’t I erase the longing easily as we broke up easily?

eonjejjeumimyeon naneun neol useumyeo tteoollil su isseulkka

When can I imagine you while smiling?

nan dasi han beon pullyeobeorin urireul yeppeuge mukkgo sipeo

I want to retie us beatifully

issneun himkkeot seororeul danggimyeo

Pulling each other tightly

dasi neol saranghal su issge

So I can love you again

Tie up a ribbon jeoldae pulliji anhge

Tie up a ribbon that never untied

Tie up a ribbon seororeul noheul su eopsge

Tie up a ribbon that can’t let us go

ajik neujeun ge aniramyeon neodo nawa gateul su issdamyeon

If it’s not too late, if you have the same thoughts as me

Tie up a ribbon.

 

Surin buru-buru meraih ponselnya dari dalam tas selempang yang ia letakan pada kursi yang berada disebelahnya. Surin ingin memperbaiki semuanya. Surin ingin mengikat ulang pita yang selama ini mengikat hubungannya dengan Sehun. Surin ingin mengikat ulang pita itu agar mereka tidak akan pernah lagi terlepas karena baik Surin maupun Sehun, keduanya sama-sama tahu bahwa semua belum terlambat, persis seperti pesan dari lagu yang baru saja Sehun persembahkan untuknya.

Surin segera menempelkan ponselnya pada telinganya ketika ia mendapatkan kontak yang sedari tadi dicarinya.

“Park Chanyeol, dimana rumah sakit tempat Sehun dirawat?”

**

“Sudahlah, Jang Surin. Jangan marah lagi. Sekarang kau lihat sendiri kan, aku sudah tidak apa-apa. Aku hanya terlalu lelah belakangan ini.” Sehun berusaha menggapai tangan Surin yang kini tengah menautkan kedua alisnya seperti orang yang sedang benar-benar marah. Gadis itu hanya menghela napas lalu menatap Sehun dengan garang. “Bagaimana bisa kau tidak memberitahuku bahwa kau dirawat dirumah sakit?!” Sehun hanya tersenyum seraya menggenggam satu tangan Surin dengan erat membuat gadis itu kembali menghela napasnya. Kali ini Surin sudah benar-benar luluh, terutama ketika Sehun memperlihatkan senyuman manisnya yang sangat Surin rindukan itu.

Wajah Sehun masih terlihat pucat, membuat rasa khawatir dalam hati Surin semakin menguasai dirinya. Laki-laki yang paling disayanginya itu kini tengah terbaring dikasur salah satu kamar VIP rumah sakit dengan infusan pada tangan kanannya. Surin menaikan selimut yang menutupi setengah tubuh Sehun menjadi sebatas bahu laki-laki itu. Surin rasa ia benar-benar tidak bisa lebih khawatir dari pada ini.

“Aku senang kau berada disini sekarang. Aku merindukanmu, Jang Surin.” Ujar Sehun seraya mengelus jemari-jemari milik Surin yang masih digenggamnya. “Kau juga merindukanku, kan?” Tanya Sehun membuat Surin mati-matian menahan air matanya. “Bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Aku bahkan tidak bisa tidur satu minggu penuh setelah pertengkaran kita waktu itu. Aku minta maaf, Oh Sehun. Aku tidak seharusnya menyalahkanmu seperti itu. Aku tidak seharusnya bertingkah seperti anak kecil.” Surin menghapus satu bulir air mata yang jatuh begitu saja dengan cepat, berharap Sehun tidak melihatnya.

“Sudahlah, lebih baik kita lupakan saja apa yang sudah berlalu. Yang terpenting adalah belajar dari kejadian itu dan berusaha memperbaikinya.” Sehun tersenyum ketika Surin menganggukan kepalanya, menyetujui ucapan Sehun barusan. Sehun yang kini tengah terbaring diatas kasur rumah sakit berukuran cukup besar itu menggeser tubuhnya ke sisi kiri, menyisahkan sebagian kasur tersebut seraya menepuknya, menyuruh Surin untuk turut berbaring disitu. Surin tertawa membuat Sehun menarik-narik tangannya. “Ya, Oh Sehun! Kalau sampai ketauan perawat aku bisa langsung diusir, kau tahu?” Sehun langsung menggelengkan kepalanya cepat. “Tidak tahu kah kau bahwa obat paling ampuh untukku sekarang ini adalah pelukan darimu?”

Surin tertawa kemudian menaiki kasur rumah sakit tersebut. Surin meletakan kepalanya pada lengan kanan Sehun sementara ia sendiri kini sudah memeluk laki-laki itu, menghirup aroma tubuh Sehun sebanyak-banyaknya, bermaksud untuk berusaha menghilangkan rasa rindu yang selama ini berhasil membuatnya sulit untuk bernapas. Sehun mengeratkan pelukan mereka seraya mengelus rambut gadisnya itu dengan tangan kirinya yang terinfus. Tanpa keduanya sadari, kini baik Sehun maupun Surin tengah mengembangkan senyuman senang mereka.

Surin mendongakan kepalanya, menatap Sehun yang kini juga tengah menatapnya sambil tersenyum. “Sehun-a, aku rasa aku lupa berterima kasih untuk lagu Ribbon dari Beast yang kau putarkan melalui siaran radio Chanyeol. Terima kasih, aku suka makna dari lagu itu.” Sehun tersenyum seraya merogoh saku celana seragam rumah sakitnya membuat Surin langsung melemparkan pandangan tanya pada Sehun. Sehun menunjukan sebuah pita hitam yang biasa Surin gunakan untuk mengikat rambutnya pada gadis itu.

“Pita rambutmu ini tertinggal dimobilku sekitar satu tahun yang lalu. Aku bersyukur karena aku selalu lupa untuk mengembalikannya padamu. Hanya pita ini dan foto-fotomu di ponselku yang dapat mengurangi rasa rinduku ketika aku tidak dapat menemuimu.” Sehun berujar sementara Surin hanya terdiam, menatap kedua manik mata milik Sehun lurus-lurus seraya terus mendengarkan laki-laki itu. “Surin-a, jangan lagi mempunyai pikiran bahwa aku tidak pernah memikirkanmu. Aku selalu memikirkanmu bahkan ketika aku sedang sibuk-sibuknya bekerja. Itu sebabnya aku membawa pita rambutmu ini kemanapun agar ketika aku merindukanmu dan tidak bisa menemuimu, setidaknya aku dapat merasakan kehadiranmu melalui pita ini, juga foto-fotomu yang ada diponselku.”

Sehun mengelus sebelah pipi Surin dengan tangannya yang terinfus. Sehun menyelipkan rambut Surin kebelakang daun telinga gadis itu kemudian tersenyum lembut. Kedua bola mata berwarna hitam pekat milik Surin yang saat ini tengah menatapnya dengan berkaca-kaca itu benar-benar membuat Sehun semakin jatuh hati pada sosoknya. Sehun melepas pelukan mereka berdua kemudian mengikatkan pita berwarna hitam tersebut pada pergelangan tangan Surin.

“Seperti lagu yang aku persembahkan untukmu itu, aku ingin kita mengikat ulang pita yang selama ini sudah mengikat kita berdua. Aku ingin mengikat ulang pita tersebut dengan ikatan yang tidak akan pernah bisa dilepas agar kita berdua juga tidak dapat terlepas sampai kapanpun. Aku ingin mengikat ulang pita tersebut sebagai tanda kita memulai semuanya dari awal dan melupakan semua pertengkaran yang pernah terjadi diantara kita. Bagaimana? Kau setuju?” Sehun kembali memeluk Surin ketika gadis itu menganggukan kepalanya seraya meneteskan satu bulir air matanya. Surin menangis dipelukan Sehun membuat laki-laki itu tertawa kecil.

“Ah, aku benar-benar berubah menjadi gadis cengeng seharian ini.” Surin berujar seraya menghapus air matanya dengan cepat sementara Sehun hanya mengacak rambut gadis itu dengan gemas. “Kau tidak berubah karena kau memang sudah terlahir cengeng.” Ledek Sehun membuat Surin langsung mencubit perut laki-laki itu. “Aish, Jang Surin! Itu cubitan yang benar-benar menyakitkan. Mengapa kau tega sekali? Sudah lupakah kau bahwa kekasihmu ini sedang sakit?” Sehun berujar dengan nada suara manja yang terdengar dibuat-buat membuat Surin langsung tertawa kecil.

“Mengapa hanya tertawa saja? Cepat sembuhkan. Tugasmu berbaring dikasur rumah sakit ini bersamaku kan dari awal memang untuk menyembuhkanku.” Surin berdecak kemudian memeluk laki-laki itu dengan erat. “Dasar bawel. Kau tahu tidak kalau kau sedang sakit, tingkat kebawelan dan kemanjaanmu itu bertambah seratus kali lipat?” Sehun hanya tertawa menanggapi ucapan Surin barusan.

Suasana hening untuk sekitar sepuluh menit. Sehun dan Surin hanya berusaha memberitahu perasaan mereka masing-masing dari pelukan erat mereka saat ini. “Sehun-a.” Panggil Surin membuat Sehun langsung menjawabnya dengan gumaman. “Cepatlah sembuh. Aku tidak dapat menahan rasa khawatirku ketika melihat tanganmu yang terinfus itu. Aku juga tidak dapat menahan rasa khawatirku ketika melihatmu terbaring dikasur rumah sakit ini dengan wajah yang pucat seperti sekarang ini. Jadi kumohon padamu, cepatlah sembuh. Mengerti?” Surin menatap lurus-lurus kedua manik mata milik Sehun, menuturkan kalimatnya barusan dengan benar-benar serius.

“Aku menyayangimu, Oh Sehun.” Surin mendaratkan bibirnya pada bibir Sehun dengan singkat namun Sehun langsung menahan dagu gadis itu. Sehun memperdalam tautan bibir mereka, berusaha memberitahu Surin bahwa Sehun juga sangat menyayanginya.

Kini Sehun dan Surin sudah mengikat ulang pita yang selama ini sudah mengikat mereka berdua. Sehun dan Surin sudah mengikat ulang pita tersebut dan mereka sudah sama-sama setuju untuk juga memulai semuanya dari awal dengan ikatan yang jauh lebih erat ini.

Sehun dan Surin sudah sama-sama setuju untuk melupakan segala pertengkaran yang pernah terjadi diantara mereka guna menulis cerita baru pada buku cerita milik mereka berdua.

-FIN.

Huahaha perasaan baru tiga hari yang lalu ngepost dan sekarang udah update lagi aja ya. Ceritanya bonus buat para readers yang setia baca dan ninggalin komen>< Makasih banyak ya buat supportnya. Aku jadi semakin semangat buat nulis setiap harinya karena bacain komen kalian HUHU. (meskipun readersnya juga belom banyak-banyak amat, tapi tetep bersyukur punya kalian. *pelukan teletubies*)

Jadi, gimana ff berjudul Ribbon ini? Sebenernya ini juga biasa aja gak terlalu ribet sama konflik, tapi semoga kalian suka ya sama ffnya! (Aku kebetulan lagi suka banget sama lagu baru Beast yang judulnya Ribbon. Wajib dengerin sambil baca ya HUAHA.)

Kenapa belakangan jadi sering update? Karena lagi libur dan kebetulan banyak banget waktu luang. Nanti kalo masa liburan udah abis dan harus balik lagi ke sekolah, yakin banget deh bakal ngaret mulu updatenya. (im a third grader now><) huweeee udah deh mending gausah bahas sekolah, bahas Sehun aja yang gantengnya udah level atas(?) Tapi semoga para readers gak bosen-bosen ya sama HunRin, couple penuh menyeh-menyeh ini! karena kedepannya masih banyak lagi menyeh-menyeh dari mereka yang bakal aku umbar ke publik(?)

Terima kasih ya karena udah mau baca sampai kata-kata terakhir ini. Sampai jumpa di ff selanjutnya!

Advertisements

19 comments

  1. realljo · July 7, 2016

    apa apaan nie so fluff banget bahkan ampe rasanya mo grebek aja kemana hunrin pergi yah di rumah sakit di aparte minta digerebek mulu kan, btw ini demen banget berantem nya berantem besar ampe mo putus ampe mecahin vas bunga so scary sehun oppanyah)))): tp mang ya masalahnya selalu di do kyungsoo ya siapa sih yang bisa menahan oppa bertampang pintar pengertian penyayang penarik perhatian eomma abeoji rajin dll dsb dst tp mang sehun oppa nya walopun galak cemburu gemes tp so sweet gt gakuat pake acara tiduran bareng kangenan bareng dikasur rumah sakit mang dasar hunrin gak tau tempat!! surin juga paansi rin nyari ribut pake ke jeju bareng segala makanya kalo mo ke jeju biar gada salah paham ajak baekji aja biar ga mengundang fitnah!! hunrin mang berantem mulu cape juga shipperinnya lah mending baekji yah penuh kegemasan gada berantem ampe mo putus tuh cintanya polos banget gt hihihi. tq sekian dr pembaca setia riljo di cibadak

    • Oh Marie · July 8, 2016

      WUAHAHAHAHAHAHAA NGAKAK BANGET WOI. Scary scary juga ganteng abis si Sehun jadi gapapa dimaafkan aja!! Halah alasan suruh ajak baekji ke Jeju padahal mah cuma mau liburan gratis aja kan nih(?)

      HUHU btw thanyou riljo pembaca setia sekaligus korektorku buat komennya mwah<3

  2. izzatuljannah1404 · July 10, 2016

    aihh sehun mah ganteng nya emang level atas hahaha
    sweet banget sihh mereka >,,< biar makin sweet sweet gimana gitu
    okeoke, next ditungggu loohhhh. ini bener2 bikin reader semngat 😀
    next yaa, gomapta 😀

    • Oh Marie · July 11, 2016

      HUWAAAAAA makasih banyak kamu mau baca dan komen lagiiiii. Aku seneng bangeeeeeet liat notif dari kamu lagi astaga><
      Komen ini yang bikin aku semangat!! Sekali lagi terima kasih banyak ya!

  3. junmyunni · July 10, 2016

    kalo kayak gitu aku gatau yang salah yg mana. sama aja sih dua2nya. btw, chanyeol iseng banget, hahahahahahaha
    lagian bisa banget timingnya pas gitu si surin dengerin radionya chanyeol. DJ CY! hahahahahahahha
    duuuh seneng banget update, akhirnyaaa~~~~~~~~
    ditungggu next story nya, semangat!

    • Oh Marie · July 11, 2016

      Iya kurang komunikasi nih sehun-surin gimana sih ya wkwk.
      Chanyeol mah spesialis ngisengin orang kayaknya ya huahahahaha.
      Aku yang seneng karna liat kamu send komen lagi>< makasih ya buat komen dan semangatnya! Wajib ditunggu nextnya aku usahain ada our leader, junmyuni nya HUAHAHA♥ see you on the next ff!

  4. aydanazlie · July 12, 2016

    aah mau deh punya cowok kayak sehun, sweet banget sih tu bocah dia sayang banget lagi sama surin

    • Oh Marie · July 14, 2016

      AMIIIIIN semoga Tuhan mendengarkan komentar yang satu ini huahahaha. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktunya untuk baca dan ninggalin komen ya>< jangan bosen-bosen tinggalin jejak disini huhu♥

  5. NandiniMelani · July 16, 2016

    Halo thor salam kenal, aku reader baru. Izin baca ya

    • Oh Marie · July 17, 2016

      HALOHALOHALOOO! Salam kenal juga ya! Aku seneng banget dapet reader baruuuu! Jangan bosen-bosen main kesini dan jangan bosen-bosen juga buat ninggalin komen kamu ya hihi<3

  6. Destianyaulia · July 16, 2016

    Huaa , aku pembaca baru di sini 😥 , aku suka jalan cerita nya ,
    Aku suka baca pas bagian sehun ngelempar vas bunga sambil ngebayangin ekspresi nya pasti makin tambah ganteng><
    Di tunggu next story nya ya hihihi^^

    • Oh Marie · July 17, 2016

      HALOOOOOOOO! Seeeeeneng banget dapet reader baru yang aktif ninggalin komen><
      Syukur kalo kamu suka sama ceritanya! Wajib baca juga ya ff-ff yang lainnya! Sering-sering main kesini dan ninggalin jejak hihi sekali lagi terima kasih karena sudah mau mampir dan baca-baca<3

  7. nurulaini · July 24, 2016

    koq aq malah ikut mewek ya baca ini 😥
    sedih bgt mereka bertengkar ampe mau putus kyk gitu, nyesek bgt rasanya 😥
    sehun juga ampe masuk rumah sakit gitu, pasti karna kecapean dan jg stres mkirin kerjaan dan mslah mereka….
    tapi syukurlah akhirnya mereka baikan lagi 🙂 rasanya tu seneng dan legaaaa bgt 🙂
    sperti semua beban terangkat begitu saja 🙂
    ending nya jg sweet bgt, suka deh 🙂

    • Oh Marie · July 25, 2016

      HUHUHUHUU sedih ya tapi Sehun saking sayangnya pas Surin bilang mau putus, doi malah gak ngebiarin Surin bilang itu huhu gemes banget sama Sehun ya!!
      Hihi seneng banget kalo kamu suka sama ffnya! Terima kasih sudah mau menyempatkan waktu untuk baca dan komen ya><

  8. rahsarah · August 3, 2016

    APA APA NIH baru baca di awal udah nangisss 😥 mewekk beneran ini
    mereka berduaa ribut di awal duh emang yg sikomunikasi ini suka bikin ulah + selalu baby D.O yg di cemburuin sehun ahahah

    suka bnget sama perannya chanyeol disini bikin rame hubungan orang bikin mewek jugaaa dan bikin happy jugaaa love u park chanyeol yg semakin hari semakin ga kekontrol Absnya (?) effek exo’rdium nih *abaikan

    itu mereka bisa ga kangen2annya ga diatas tempat tidur rumah sakit? kan jadinya so sweet BANGET PARAHHH

    • Oh Marie · August 3, 2016

      GREGET KAN KAK SAMPE MECAHIN VAS BUNGA. Hihi dari jaman bahela kecemburuan Sehun ke Kyungsoo gak berkurang-kurang ya. Bener-bener greget juga aku jadinya(?)

      IYA CHANYEOL KOK JADI BERANI GITU SIH. Bikin gigit jari aja liatnya huhuh.

      AAAAAA seneng banget kalo manisnya bagian itu nyampe juga ke kak Sarah! Sekali lagi terima kasih banyak ya kak udah mau baca dan ninggalin komen>< sampai jumpa di ff selanjutnyaaaa!

  9. byunbaek · January 10, 2017

    WOWOWOWOWOOOOOOOOO sehun serem gile parah, tp swit gimana dong 😦 degdegan akutu pas sehun mecahin vas bunga

    • Oh Marie · January 11, 2017

      Pas mecahin vas bunga mukanya galak-galak ganteng minta di culik bawa pulang terus pelukin aja sampe besok HUHUHUHUHU. Seneng deh kamu suka sama ff iniiiiii! Makasih ya!!!❤

  10. oohsehunfangirls · March 30, 2017

    HUN TAHU BULAT UDAHB PANAS (tijel). Sehun surin kayanya kalo berantem cuma masalah kecil tapi jadi besar gitu, suka sama ff kakak simple tapi kena gitu (kena apa?). Btw, bang ganti ih vas bunganya, baru beli ini atuh si abang jangan main lempar aja 😔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s