Drama Addict

drama addict

Just a really simple ff. Enjoy!

**

“Jang Surin, mau sampai kapan kau berkutat pada laptopmu dan berhenti menonton drama-drama itu? Aku benar-benar bosan.”

Alih-alih mendapat jawaban dari ucapannya barusan Surin kini malah beranjak dari kasur berukuran king size-nya untuk mengambil kotak tisu di meja rias. Surin kembali duduk ditempatnya semula, lalu mulai menangis sambil memeluk kotak tisu yang baru saja diambilnya. Sehun yang kini tengah menyandarkan dirinya pada sandaran kasur tersebut hanya menggeleng tidak percaya, menyaksikan kekasihnya itu menangis.

“Ya, Jang Surin. Berhentilah melakukan hal ini. Aku bersumpah hobi menonton dramamu itu harus benar-benar dikurangi. Kau mau matikan atau aku yang matikan?” Ancam Sehun namun isakan tangis dari bibir Surin semakin terdengar membuat Sehun lagi-lagi hanya menghela napasnya dengan berat. “Aku bilang matikan.” Ujar Sehun sekali lagi membuat Surin langsung mengalihkan pandangannya pada sosok Sehun yang sekarang ini duduk tepat disebelahnya. Laki-laki itu sedari tadi hanya sibuk menggerutu sambil memainkan bantal kecil kesayangan Surin yang selalu dipeluk gadis itu saat ia tidur.

“Dramanya sudah hampir habis. Hanya tersisa tiga episode lagi. Aku ingin menontonnya sampai habis, kalau kau tidak mau menemaniku ya sudah sana pulang saja.” Ujar Surin sambil menghapus air mata yang seakan tidak ingin berhenti keluar membasahi kedua belah pipinya. “Ya! Bagaimana kau bisa berkata seenaknya seperti itu? Tidak tahukah kau bahwa dua hari yang lalu kita sudah berjanji bahwa kita akan menghabiskan waktu malam minggu kita yang tepatnya adalah hari ini untuk pergi menonton? Ah, jadi semua alasanmu menolak ajakan kencan dariku di akhir pekan tiga minggu terakhir ini sebenarnya adalah hanya karena sebuah drama? Woah, aku merasa sakit hati sekarang.”

“Memangnya kita sekarang sedang apa? Sedang bermain bola kaki? Kita ini sedang menonton, Oh Sehun. Dari pada membuang-buang energi menonton diluar, lebih baik menonton disini saja. Sangat nyaman, kan?” Surin membagi selimut yang sedari tadi dipakainya seraya mengacak rambut Sehun dengan gemas, setelah itu kembali berkutat pada laptopnya yang saat ini tengah menampilkan adegan-adegan dramatis yang sama sekali tidak ingin Sehun tonton. Sehun langsung memejamkan kedua matanya sambil menahan amarahnya yang sudah memuncak sampai pada ubun-ubun kepalanya.

“Aku bersumpah, Jang Surin. Aku sudah benar-benar bosan. Sedari tadi siang aku hanya duduk disini, sampai sekarang jam sudah menunjukan pukul delapan malam. Beristirahatlah sejenak, kita harus makan malam sekarang.” Sehun masih belum menyerah untuk memisahkan Surin dengan drama yang sedari tadi siang Surin tonton itu. “Aku tidak ingin makan malam hari ini. Aku masih ada persediaan makanan ringan.” Surin tersenyum girang seraya menunjukan satu kantung plastik berukuran besar berisi berbagai jenis makanan ringan. Surin menyerahkan plastik tersebut pada Sehun setelah ia mengambil satu bungkus makanan ringan kesukaannya membuat Sehun hanya menatapnya dengan tidak percaya.

“Sedari tadi siang kau hanya memakan makanan ringan. Kau tidak lihat sampah yang kau kumpulkan dalam plastik itu sudah terisi penuh?” Laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut hitam itu hanya berdecak ketika Surin tidak merespon ucapannya. Gadis itu sekarang malah dengan lahap memakan makanan ringannya sambil tertawa-tawa, padahal sepertinya belum genap dua puluh menit lalu ia menangis karena drama tersebut.

Sehun memijat pelan dahinya yang terasa berdenyut ketika lagi-lagi Surin tertawa terbahak bahkan sampai memukul lengan Sehun berkali-kali. “Astaga, mengapa Song Joongki sangat tampan?” Ujar Surin seperti orang yang tengah berbunga-bunga akibat baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Sehun berusaha untuk bersabar dengan turut mengalihkan pandangannya pada layar laptop Surin, mencoba mencari tahu setampan apakah seorang Song Joongki. “Ya! Ya! Ya! Sehun-a, itu lihatlah sebentar lagi si tampan Song Joongki akan bertarung melawan penjahat! Tidak hanya tampan tapi ia juga benar-benar tampak seperti seorang pahlawan. AAAA! Jauh-jauhlah para musuh! Jangan menyakiti Joongki-ku! Astaga, mengapa punggung Song Joongki lebar sekali?!” Sehun hanya kembali menghela napasnya dengan berat sambil memperhatikan tampak samping gadisnya itu dari tempatnya saat ini.

Tidak ada satupun yang tidak disukainya dari Surin. Sehun benar-benar menyukai apa yang ada pada Surin. Mungkin terkecuali hobinya menonton drama Korea sampai gadis itu lupa waktu seperti sekarang ini. Ya, sudah hampir tujuh jam Surin tidak bergeming dari tempat tidurnya dan hanya terfokus pada laptopnya saja. Itu berarti sudah hampir tujuh jam juga Sehun berada di apartment Surin, duduk dikasur berukuran king size milik gadis itu dan menggerutu sepanjang hari akibat Surin yang tidak kunjung berhenti menonton drama tersebut.

Sehun memang bukan pertama kalinya berada disituasi seperti sekarang ini. Tiga tahun lebih ia berkencan dengan Surin, dan ia sudah berkali-kali menjadi korban atas hobi Surin menonton drama Korea. Sehun ingin memaklumi hal tersebut karena mungkin saja menonton drama adalah salah satu cara Surin untuk melepas rasa stress. Yang tidak bisa Sehun maklumi adalah gadis itu menonton sampai ia benar-benar lupa waktu. Surin juga tidak memikirkan kesehatan matanya yang pastinya lelah berkutat pada layar laptop sepanjang hari. Gadis itu pun tanpa sadar sudah mengkonsumsi banyak makanan ringan yang tidak sehat saat ia menonton drama,.

Walaupun saat ini Sehun terkesan marah karena Surin mengesampingkannya demi sebuah drama, Sehun sebenarnya tidak marah karena hal itu. Sehun hanya marah karena gadis itu tidak memikirkan dirinya sendiri dan malah memilih untuk melanjutkan kegiatan yang bagi Sehun tidaklah bagus untuk kesehatannya itu. Sehun juga bukannya marah karena Surin tidak jadi pergi menonton dengannya hari ini. Sehun hanya marah karena saat ini Surin seperti sedang menyiksa kedua matanya sendiri. Gadis itu bahkan tidak ingin memakan makan malamnya karena drama tersebut. Itu sebabnya sedari tadi Sehun menggerutu dan menyuruh Surin untuk segera mematikan laptopnya.

Sehun tidak bermaksud untuk melarang Surin melakukan kegiatan yang sudah menjadi hobinya itu. Jika Surin menonton drama selama satu atau dua jam, Sehun benar-benar tidak menjadikannya masalah, bahkan Sehun akan dengan senang hati turut menonton drama tersebut. Yang menjadi masalah bagi Sehun adalah sekarang ini gadis itu tidak sadar bahwa ia sudah berkutat pada laptopnya selama hampir tujuh jam hanya untuk sebuah drama.

Mungkin gadis itu berpikir bahwa penyebab Sehun menggerutu seharian ini adalah karena Surin tidak jadi memenuhi janjinya untuk menonton film bersama di bioskop. Pada kenyataannya Sehun menggerutu karena ia hanya ingin gadisnya itu berhenti melakukan kegiatan menonton drama sepanjang hari seperti sekarang ini, yang tanpa gadis itu sendiri sadari akan membawa dampak yang tidak baik bagi kesehatannya. Bagaimanapun caranya Sehun harus membuat Surin turun dari kasurnya dan lepas dari laptopnya itu secepat mungkin.

“Baiklah, kalau begitu aku pulang saja.” Sehun turun dari kasur Surin kemudian berjalan menuju pintu kamar tersebut dengan langkah malas. “Sehun-a.” Panggil Surin ketika Sehun sudah benar-benar tepat berada dihadapan pintu. Sehun merasa kali ini ia telah memenangkan suasana. “Apa? Bukankah tadi kau menyuruhku untuk pulang saja?” Jawab Sehun tanpa menoleh ke arah Surin yang sepertinya sedang memperhatikannya. “Kau marah?” Tanya Surin sementara Sehun langsung membalasnya dengan helaan napas. “Sehun-a!” Surin berujar lebih keras ketika Sehun sudah memegang kenop pintu tersebut. Untuk kedua kalinya, Sehun merasa lagi-lagi ia memenangkan suasana.

Surin turun dari kasurnya kemudian menghampiri Sehun. “Apa lagi? Sudah sana tonton saja drama itu sampai besok pagi. Tonton saja drama itu sampai kau lupa makan dan lupa kalau matamu itu perlu istirahat.” Ujar Sehun dengan nada serius. Surin terlihat merasa bersalah membuat Sehun mati-matian menahan senyumannya. Ya, kali ini Sehun sudah benar-benar berhasil memenangkan suasana. “Iya, baiklah, aku akan mematikan laptop itu. Sekarang, kau mau kita pergi menonton?” Sehun langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Kasihan matamu kalau dipaksa menonton lagi. Kau harus ikut aku berolah raga karena seharian ini kau hanya duduk dikasur tanpa bergerak sedikitpun.” Sehun langsung menarik tangan Surin untuk keluar dari kamar tersebut. “Ya, Oh Sehun! Kita akan berolah raga dimana? Ini kan sudah malam!” Seru Surin namun Sehun tampak tidak begitu mempedulikan ucapan gadis itu.

“Ya! Aku bahkan masih mengenakan piyama tidurku. Aish, Oh Sehun! Kau benar-benar menyebalkan!”

**

Ya, menonton drama memang adalah hobi Surin yang tidak bisa gadis itu hilangkan. Surin akui ia adalah tipe gadis yang memilih untuk mengurung diri dikamarnya dan menonton drama kesukaannya disaat akhir pekan tiba. Disaat kebanyakan gadis memilih untuk menghabiskan waktu akhir pekannya diluar rumah, Surin malah lebih memilih untuk berkutat pada laptopnya diatas kasurnya yang nyaman sambil menikmati berbagai macam makanan ringan kesukaannya.

Sudah hampir tiga minggu Surin tidak menikmati akhir pekannya di luar rumah dan hari ini, kekasihnya itu mungkin sudah tidak ingin lagi mentolerir berbagai macam alasan Surin menolak ajakan kencan akhir pekan bersamanya selama tiga minggu terakhir hingga akhirnya siang tadi kekasihnya yang bernama lengkap Oh Sehun itu menghampirinya ke apartmentnya tanpa lebih dulu memberitahu bahwa ia akan datang. Surin yang saat itu sedang asik menonton drama tanpa keberatan langsung mengajak Sehun untuk turut menonton bersama, dan saat itu sepertinya kekasihnya itu mengetahui alasan yang sebenarnya mengapa Surin menolak ajakan Sehun untuk kencan di akhir pekan selama tiga minggu terakhir.

Tapi ketika sekarang ini ia melihat kekasihnya itu memasukan bola basket dari jarak yang sangat jauh ke dalam ring basket, Surin tahu ia tidak menyesali keputusannya untuk keluar dari apartmentnya yang nyaman bersama dengan Sehun. Surin tidak menyesali keputusannya untuk keluar dari apartmentnya yang nyaman bersama dengan Sehun ketika semilir angin malam berhembus lembut ke arahnya yang saat ini tengah menempatkan dirinya pada sebuah kursi panjang yang berada tepat di pinggir lapangan basket terbuka untuk umum itu.

Sungai Han yang tidak jauh dari lapangan basket tempat Surin dan Sehun berada saat ini, tampak begitu tenang dan indah, membuat Surin semakin tidak menyesali keputusannya. Ya, meskipun mungkin Surin sedikit menyesal karena ia tidak sempat mengambil jaketnya karena Sehun yang langsung menariknya, sehingga saat ini ia hanya mengenakan piyama bermotif beruang dengan warna dasar biru langit.

“Nice shot!” Surin bertepuk tangan ketika lagi-lagi Sehun kembali mencetak skor dengan berhasil memasukan bola basket tersebut ke dalam ring. “Ya, Jang Surin! Siapa yang menyuruhmu hanya duduk-duduk saja disitu? Aku mengajakmu kesini karena ingin membuatmu berolah raga setelah seharian ini kau hanya diam saja di depan laptopmu itu.” Sehun memprotes lalu tanpa aba-aba langsung melemparkan bola basket yang tengah dipegangnya pada Surin. “Kemarilah. Kau harus berolah raga malam ini.” Ujar Sehun membuat Surin hanya menghela napasnya dengan malas. “Jangan bercanda, Oh Sehun. Bahkan aku hanya mengenakan sandal jepit serta piyama. Sudahlah, aku akan duduk disini dan memberimu semangat. Berteriak termasuk olah raga, kan?” Surin berujar membuat Sehun dengan tidak sabar langsung menarik tangannya ke tengah lapangan.

Sehun melepas jaket hitam yang tengah dipakainya kemudian memakaikan jaket tersebut pada Surin yang hanya sibuk memperhatikannya. “Nah, sekarang ayo coba masukan bola itu ke dalam ring.” Ujar Sehun namun Surin tidak bergerak dari tempatnya. Kini Surin merasa jauh lebih hangat dengan jaket hitam milik Sehun yang kebesaran ditubuhnya sementara laki-laki itu saat ini hanya mengenakan kaos putih polos dengan celana training berwarna hitam serta sneakers yang juga berwarna hitam. Surin hanya khawatir Sehun merasa kedinginan karena kaos putih yang sekarang ini dikenakannya itu.

“Tunggu apa lagi? Cepat masukan. Aish, dasar gadis pemalas. Sini, biar aku bantu.” Sehun langsung berdiri dibelakang Surin dan setelah itu Surin sudah tidak merasakan kakinya menapak pada tanah. Tangan Sehun yang kuat memeluk pinggangnya, menggendongnya sambil berlari sementara Surin langsung berteriak panik. “Ya! Ya! Oh Sehun! Apa yang kau lakukan?!” Surin tertawa terbahak sambil terus berteriak heboh sementara Sehun langsung berhenti ketika mereka sudah berada tidak jauh dari ring basket. Surin dengan cepat melempar bola yang sedang dipegangnya ke arah ring basket tersebut dan setelah ia berhasil memasukan bola tersebut ke dalam ring, Surin bertepuk tangan girang membuat Sehun tersenyum senang seraya menurunkan Surin dari gendongannya.

“Aku rasa ini yang pertama kalinya aku berhasil memasukan bola basket ke dalam ring dengan sangat mudah. Tadi itu benar-benar seru.” Surin tertawa terbahak sementara kini Sehun kembali menyerahkan bola basket itu pada Surin yang langsung menerimanya. “Sekarang, bagaimana kalau kita bermain game? Siapa yang berhasil mencetak skor terlebih dahulu, ia adalah pemenangnya dan yang kalah harus menuruti semua permintaan sang pemenang. Tenang saja, tidak ada peraturan dalam permainan ini jadi kau dapat melakukan cara apapun untuk mencetak skor. Bagaimana?” Surin langsung memeluk bola basket yang kini dipegangnya seraya menatap Sehun dengan garang.

“Baiklah. Memangnya siapa takut? Jangan kira karena kau bertubuh tinggi kau akan memenangkan permainan ini semudah yang kau kira. Rebut bola ini kalau kau bisa!” Surin langsung berlari menjauhi Sehun sambil memeluk bola basket tersebut dengan erat sementara Sehun hanya tertawa terbahak seraya mulai mengejar Surin. Surin berusaha mempercepat larinya mengelilingi lapangan basket tersebut ketika Sehun semakin dekat dengannya. Sehun langsung memeluk Surin dari belakang sementara gadis itu berusaha sekuat mungkin untuk lepas dari pelukan erat Sehun.

“Hahaha, rasakan ini. Sekarang kau tidak bisa kemana-mana lagi.” Ujar Sehun seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh Surin yang jauh lebih kecil darinya. Tiba-tiba Surin berlari menuju ring basket membuat Sehun yang masih memeluknya tertarik begitu saja. Belum sempat Surin melempar bola tersebut ke dalam ring yang berada di hadapannya, Surin merasakan sepasang bibir Sehun mendarat sempurna pada pipi sebelah kanannya membuat Surin langsung membeku dengan seketika. Sehun tersenyum puas lalu segera merebut bola basket yang masih Surin peluk dan tidak lama setelah itu ia bertepuk tangan dan tertawa heboh ketika ia berhasil memasukan bola tersebut pada ring basket sementara Surin langsung memukul lengan laki-laki itu tanpa ampun ketika gadis itu berhasil menyadarkan diri dari rasa terkejutnya.

“Ya! Kau benar-benar curang, Oh Sehun!” Surin mengejar Sehun yang sudah berlari pelan menjauhi gadis itu. Wajah Surin memerah seperti tomat matang membuat Sehun tidak bisa menahan tawanya. “Mau kemana kau? Sekarang kau tidak bisa kemana-mana lagi, Oh Sehun!” Surin memukuli Sehun yang sekarang ini tengah menyandarkan punggungnya pada salah satu tiang besar ring basket yang berada di lapangan tersebut seraya berusaha sekeras mungkin untuk menghentikan tawanya. “Aku kan sudah bilang dari awal bahwa kita boleh melakukan berbagai cara untuk memenangkan permainan.” Sehun langsung memeluk Surin yang kini masih memukulinya membuat pukulan gadis itu perlahan menjadi lebih pelan.

“Curang!” Surin mendongakan kepalanya, menatap wajah Sehun yang kini sudah penuh dengan keringat. “Tidak apa yang penting aku menang.” Sehun berujar sambil berusaha mengatur napasnya yang tersengal-sengal akibat terlalu banyak berlari juga tertawa. “Baiklah. Meskipun kau sudah curang, aku akan tetap mengikuti perjanjiannya. Cepat katakan apa permintaanmu.” Surin berujar seraya menghapus keringat yang membasahi pelipis Sehun dengan kedua ibu jarinya sementara Sehun masih memeluk pinggang gadis itu.

“Permintaanku adalah aku hanya ingin kau mengurangi hobi tidak sehatmu itu. Aku bukannya melarangmu menonton drama, karena aku tahu itu adalah caramu untuk melepas rasa stress. Aku hanya ingin kau tidak lagi duduk di kasurmu dan berkutat pada laptop sepanjang hari sampai kau lupa waktu. Aku hanya ingin kau tidak lagi melewati makan siang ataupun makan malammu hanya untuk sebuah drama. Tidak tahukah bahwa kau juga sudah menyiksa matamu ketika kau seharian penuh berkutat pada layar laptop?”

Surin tersenyum ketika mendengar nada cemas dari rentetan ucapan Sehun barusan. Surin hanya merasa senang karena laki-laki itu tanpa ia sadari sudah memberikan perhatian padanya. Ucapan Sehun memang benar adanya. Surin memang harus mengurangi hobinya berkutat pada laptop untuk menonton drama dari pagi sampai pagi lagi. Surin rasa ia sudah tahu bagaimana cara agar ia dapat dengan mudah melakukan hal tersebut.

“Kau bisa mengabulkan permintaanku itu, kan?” Ujar Sehun membuat Surin tersenyum seraya menganggukan kepalanya, membuat Sehun seketika membentuk lengkungan serupa pada wajahnya. “Terima kasih sudah membawaku kemari. Aku rasa ini adalah yang pertama kalinya aku lebih suka berolah raga daripada menonton drama sepanjang hari.” Surin tersenyum seraya berjinjit untuk mengecup dahi Sehun dengan singkat.

“Surin-a, tapi sadarkah kau bahwa kegiatan kita bermain basket di lapangan yang berada di daerah sungai Han ini benar-benar seperti sebuah adegan yang ada di drama-drama bergenre romance yang sering kau tonton itu?” Seketika Sehun dan Surin tertawa akibat ucapan Sehun barusan.

“Aku tidak merasa keberatan kalau kedepannya kau mau melakukan adegan-adegan romantis di drama-drama yang sering kau tonton. Aku siap jadi pemeran utama laki-lakinya.” Ujar Sehun lagi membuat tawa Surin semakin tidak terkendali. “Karena kegiatan kita hari ini sudah terlanjur seperti sebuah potongan adegan yang ada di dalam sebuah drama, aku rasa kita harus mengakhirinya persis seperti yang ada pada adegan romantis sebuah drama.” Sehun mendaratkan sebuah kecupan singkat pada bibir Surin kemudian berlari menjauhi gadis itu, sementara Surin masih belum sadar dari rasa terkejutnya ketika ia merasakan permukaan bibirnya itu bersentuhan dengan bibir berwarna merah muda natural milik Sehun.

“Ya! Oh Sehun! Kau benar-benar menyebalkan!” Surin langsung memukuli lengan Sehun ketika ia berhasil menangkap kekasihnya itu namun dalam waktu singkat Sehun berhasil membuat Surin menghentikan pukulannya, ketika lagi-lagi Sehun memeluk gadis itu dengan erat membuat Surin tanpa sadar langsung tersenyum senang sambil membalas pelukan erat dari Sehun.

Surin rasa ia sudah tahu bagaimana cara agar ia dapat dengan mudah mengurangi hobinya menonton drama sampai ia lupa waktu. Caranya adalah menghabiskan waktunya dengan pemeran utama laki-lakinya yang nyata, Oh Sehun.

Dan mungkin berolah raga malam hari di sekitar daerah sungai Han bersama dengan Sehun adalah salah satu cara yang paling Surin sukai.

-FIN.

Soooooo simple but hope you guys liked it! Ya, berawal dari celana training Sehun di Monster dance practice, lahirlah imajinasi tidak jelas ini. (Kemaren kemeja, sekarang celana. Terus besok apa?!) HAHAHA salahkan celana training dia yang keliatannya bener-bener pas di kaki dia yang panjang itu ya. Bawaannya kalo liat Sehun pake celana training begitu pengen bawa dia ngedate di pinggiran sungai Han malem-malem cuma buat liatin aer mancur yang dari jembatan itu(?)

Tapi aku rasa aku harus minta maaf karena ff ini sangat simple huaaa. Sedang dalam mood liburan soalnya. (alasan)

Semoga ff simple ini bisa ngasih rasa manis(?) buat liburan kalian ya! Selamat berlibur! Terima kasih sudah mau membaca ff simple ini huaaaa. See you on the next ff!

(Ps: ini nih celana training Sehun yang bikin dia makin asdfghjkl.)

CmMhOFgUsAEfsrY

Advertisements

13 comments

  1. junmyunni · July 5, 2016

    kalo sehun sebenernya pake apapun tetep ganteng2 aja, hahahahaha
    btw, rambut pendeknya itu bikin dia kayak anak kecil. kangen rambutnya yg agak panjang, kliatan sexy gmana gitu, hahahahahahaha. duh seneng banget akhirnya updateeeee
    ya ampyuuuuuuuuun ><
    selamat liburan!

    • Oh Marie · July 6, 2016

      Iya bener banget Sehun emang ganteng pake apa aja HUWAAAAA. Kalo rambut sih aku suka semua mau pendek atau agak panjang asal dianya ngerasa nyaman><
      AAAAAAA Makasih ya kamu udah mau mampir, baca, dan ninggalin komen!! Seneng banget liat kamu komen lagi HUHUUUUU.
      Selamat liburan juga ya! See you on the next ff!<3

  2. nurulaini · July 5, 2016

    ya ampun kisahnya aq banget, hehehe….
    aq juga gitu kalau udh nonton drama korea suka lupa waktu….
    sampe dimarahin misua krna gk tidur semaleman cuma buat nonton drakor ampe selesai 🙂
    apalagi kalau pemainnya lee min ho, bisa begadang berhari” cuma buat nyelesein nonton dramanya, eh sorry malah curhat 🙂
    ceritanya keren bgt deh….
    sehun tau banget kelemahan surin,,
    dia pasti langsung mmbeku kalau udh dicium sama sehun,, bikin greget deh ^_^

    • Oh Marie · July 6, 2016

      NAH YA! Lain kali gaboleh gitu nanti diomelin Sehun loh:p
      Siapa juga yang gak beku kalo dicium makhluk Tuhan paling tampan itu?! HUAHAHA.
      Makasih banyak ya udah mau baca dan ninggalin komen>< wajib stay tune terus buat next project! Sekali lagi terima kasih banyak, nurulaini!<3

  3. izzatuljannah1404 · July 5, 2016

    wkwkwk, gara2 treningnya sehun?! BAhaahahhaha 😀 pengen ketawa ngakak hahaha. boleh tuh next nya ngmongin sepatu converse nya sehun yang bikin dia makin KECE abis >,,< ngebayangin nya aja udah bikin senyum2, gimana kalo ngerasain langsung dehh -___- bisa melting gue hahahaha
    next next!! ditunggu kopel ini, kopel yg paling romantis banget :D, ga cheesy, tapi feelnyaa dapeeet banget. ditunggu ya next nyaa, gomapta 😀

    • Oh Marie · July 6, 2016

      IYA HAHAHAHA ini semua semata hanya karena trainingnya dia buahaha ada-ada aja ya. ide bagus tuh! Aku juga seneng banget kalo liat dia pake converse jadi keak anak-anak muda gaul gimana gitu(?)
      Huaaaaa harusnya aku yang bilang gomapta. Makasih ya udah mau baca, bahkan ninggalin komen lagi>< wajib ditunggu ya next projectnya! Sekali lagi terima kasih!!

  4. rahsarah · August 3, 2016

    sehun itu emang laki2 idaman para drama addict.. tau bnget suka lupa waktu klo udh nntn drama haha apalagi drmanya si abang joongki duh kelar deh idup (?)

    satu lagi emang yg buat aku ke pincut sehun itu cepana trainingnyaaa itu loh gantenggg bnget dah

    emang bener kata sehun adegan mereka main basket berdua itu kaya di drma2 banget aaaaaaaa hun hun bisa ga si dikontrol kadar kemanisan kamu

    • Oh Marie · August 3, 2016

      BUAHAHAHA kalo aku jadi Surin, gausah jauh-jauh Joongki yang ada di drama, itu disampingnya aja alias si Sehun hahahh.

      Iya bener banget kayak drama asdfghjkl huhuhu Sehun bener-bener pengen banget dibawa pulang ya.

      Makasih ya kak untuk komen yang gak kalah manis dari Sehun ini><

  5. byunbaek · January 10, 2017

    AKU GA MAU KOMEN TENTANG FFNYA AKU CUMA MAU BILAANGG…. KAAAA KANGEN AKU GAAAA???? WKWK AKU BARU TAU TERNYATA KAMU SUKA BALESIN KOMEN AKU WKWK DAN AKU NGAKAK BACA BALESAN KAMU SUMPAH WKWK, KANGEN AKU KAN YA PASTI? UDH LAMA GA BACA FF NIH SUMPAH KANGEN SEHUN SURIN PARAH INI. BRP BULAN AKU GA CEK WP INI? BERBULAN BULAN HAHAHA. KNGN BANGET SUMPAAAAAH, OKE SEKIAN BACOTAN/? DARI SAYA WKWK AKU MAU BACA FF YG LAIN OKE TUNGGU KOMENAN AKU YA

    • Oh Marie · January 11, 2017

      BYUNBAEEEEEEEEEK KEMANA AJA KAMU NAK BUNDO RINDU(?) HAHAHAHHAHAHA.
      KANGEN BANGET BANGET BANGEEEEEEET ASTAGA. TAU GAK SIH BETAPA SENENGNYA LIAT KAMU LAGI DI NOTIF KOMEN?:”))))))
      POKOKNYA SENENG ABIS!!!!

      • byunbaek · January 12, 2017

        BUNDDOOOOOOO, AKU LAGI MERANTAU KAN :(.gg CIEEE KAMU PENS AKU WKWKWK

  6. oohsehunfangirls · March 30, 2017

    SEHUUUN BAKSO MALANG HUN TAHU BULAT (izin bukalapak). Yah itu sih seriusan deh surin mirip aku (dibaca raisa), kalo nonton ekspresi random. Ya Allah semoga Sehun cepet pulang kerumah dan inget kalo punya istri yang menunggumu di sini (tijel), sumpah kalo liat ff di wp ini kerjaannya bafer wafer. Kalo sehun pake celana training sih bawaannya mau cepet cepet di bawa ke KUA, izin baca ya kak!! 😁

    • Oh Marie · March 31, 2017

      HAHAHAHAHHAHA. Asli ih ini reader satu kenapa komennya ngakakin banget:”)))))
      Seneng deh bisa bikin kamu bafer waferrrrr. Wajib sering-sering mampir dan tinggalin komen yaaaa<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s