Vitamin S

vitamins

 

Hello! Its been a while! Enjoy this simple ff!

 

 

**

 

Malam itu hujan turun begitu deras, membuat seorang gadis yang baru saja menyelesaikan semua artikel-artikel majalah yang harus di selesaikannya dalam satu malam itu hanya berdiri di depan lobby kantornya sambil memandangi air hujan yang terus turun dengan begitu deras tanpa sekalipun mendengarkan permintaan gadis itu yang sedari tadi memohon pada air hujan tersebut untuk dapat segera berhenti. Gadis dengan rambut hitam pekat itu hanya ingin segera kembali ke rumah dan langsung beristirahat karena esok hari, ia akan jauh lebih sibuk dari hari ini mengingat kantor majalah tempatnya bekerja sebentar lagi akan merilis majalah edisi spesial awal musim panas.

 

Jang Surin, begitulah nama lengkap yang tertulis pada kartu tanda pengenal yang tergantung di lehernya. Semua orang menjulukinya gadis perfeksionis yang ingin semua pekerjaan yang dilakukannya lebih dari sekedar cukup. Itulah mengapa hari ini gadis itu memilih untuk lembur dan bekerja lebih lama daripada rekan-rekannya yang lain. Surin mengecek ulang semua artikel yang sudah ditulisnya, mengeditnya berkali-kali sampai ia sendiri puas dengan hasil kerjanya yang nantinya akan muncul pada majalah edisi spesial tersebut.

 

Tidak hanya berkutat dengan komputernya saja, seharian ini Surin juga mundar-mandir mengurusi pemotretan model pakaian khusus musim panas yang nantinya juga akan menjadi rubrik spesial pada majalah tersebut. Surin benar-benar mengontrol semua pekerjaan kantor yang memang tengah padat-padatnya hari ini. Surin sampai baru menyadari beberapa menit yang lalu bahwa heels tiga centi yang dikenakannya patah. Pantas saja Surin tidak merasa nyaman dengan sepatunya sedari tadi ia bekerja.

 

Surin menghela napas sembari memijat tengkuknya yang terasa sakit karena terlalu lama berkutat pada komputernya. Belakangan ini Surin memang jauh lebih sibuk dari biasanya, sampai-sampai ia hampir benar-benar lupa pada seseorang yang selama empat tahun terakhir sudah menjadi kekasihnya. Oh Sehun, seorang arsitek handal sekaligus calon pewaris perusahaan property milik keluarga Oh. Surin mengambil ponselnya dari dalam tas selempang berwarna hitamnya dan mendengus kecil ketika mendapati tidak ada satupun panggilan masuk ataupun pesan singkat dari kekasihnya itu.

 

Ya, Sehun jauh lebih sibuk dengan setumpuk pekerjaan dan tanggung jawab yang harus ditanganinya sehingga gadis itu mencoba untuk memahami keadaan Sehun. Sudah dua minggu mereka tidak berkomunikasi karena keduanya sangat sibuk. Surin bahkan tidak sempat mengecek ponselnya ketika ia bekerja, dan Surin rasa Sehun juga berada di situasi yang sama dengannya, sampai-sampai keheningan tercipta diantara mereka selama dua minggu lamanya. Tidak ada yang berusaha menghubungi, ataupun menemui. Mereka benar-benar hilang kontak selama dua minggu membuat Surin tiba-tiba merasa sedih.

 

Perasaan sedih sekaligus rindu perlahan mulai memenuhi lubuk hati Surin membuat gadis itu memutuskan untuk mengirimi laki-laki itu pesan singkat melewati aplikasi Kakao Talk yang Surin yakin tidak akan membuahkan jawaban apapun.

 

Jang Surin : Hi

Oh Sehun : Hi

 

Surin langsung memandang layar ponselnya dengan tidak percaya. Bagaimana bisa pesannya masuk bersamaan seperti itu? Apa Sehun juga baru saja akan menghubunginya? Seketika sebuah senyum mengembang begitu saja di wajah Surin.

 

Oh Sehun : Mengapa bisa bersamaan seperti ini, ya? Ehem. Hehe.

Oh Sehun : Bagaimana harimu? Apakah berjalan baik?

Oh Sehun : Sedang apa kau?

Oh Sehun : Sedang dimana kau?

Oh Sehun : Bersama siapa?

Oh Sehun : Ah, sekarang sudah pukul sembilan malam. Pasti kau sudah dirumah sekarang.

Oh Sehun : Apa kau sudah makan malam?

Oh Sehun : Ah iya, sekarang sudah pukul sembilan malam. Pasti kau juga sudah makan.

Oh Sehun : Sekarang hujan turun sangat deras, jadi minumlah susu hangat agar tubuhmu juga merasa hangat.

Oh Sehun : Maaf karena aku baru menghubungimu sekarang. Proyek pembangunan pusat perbelanjaan di daerah Ilsan mengharuskanku untuk lembur akhir-akhir ini.

Oh Sehun : Aku

Oh Sehun : Merindukanmu.

 

Ponsel Surin terus bergetar seiring dengan masuknya pesan singkat dari Sehun yang seakan tidak mau berhenti. Surin tersenyum sambil terus membaca pesan-pesan tersebut. Surin merasa senang karena ternyata Sehun juga merasakan hal yang sama dengannya. Surin senang karena ternyata Sehun juga merindukannya.

 

Hujan terus turun begitu deras membuat Surin memutuskan untuk duduk pada tangga tempatnya berdiri sekarang ini. Sesekali Surin memijat tumitnya yang terasa sangat sakit sambil terus membaca pesan dari Sehun. Surin mulai menarikan jari-jarinya pada layar sentuh ponselnya dengan cepat.

 

Jang Surin : Dasar bawel. Berhenti menghujaniku dengan pesan berentet seperti itu.

Jang Surin : Hariku berjalan sangat padat. Semua ini karena majalah edisi spesial awal musim panas yang akan di rilis minggu depan. Tapi aku menikmatinya. Bagaimana denganmu?

Jang Surin : Hm, aku juga jadi merindukan anak anjingmu, Vivi.

 

Surin tertawa kecil ketika mengetikan pesannya yang terakhir. Dalam hitungan detik balasan dari Sehun pun sampai pada ponselnya.

 

Oh Sehun : Ya! Bagaimana bisa kau malah merindukan anak anjingku dan bukannya denganku?

Oh Sehun : Lalu kau juga belum membalas pertanyaanku. Sedang dimana dan sedang apa kau saat ini?

 

Sambil terus memijat tumitnya yang sakit, Surin mulai mengetikan balasannya. Surin meringis ketika ia tidak sengaja memijat tumitnya dengan kuat. Sungguh, Surin berharap ia bisa pulang sekarang juga. Kakinya sakit, perutnya terasa sangat lapar, dan ia benar-benar merasa lelah sekarang ini.

 

Jang Surin : Memangnya aku dimana lagi? Tentu saja sekarang aku tengah berbaring nyaman di kasurku yang hangat. Baiklah, aku juga merindukanmu. Sana beristirahatlah. Aku tahu kau sangat lelah saat ini jadi jangan buang-buang energimu lagi dan cepatlah tidur.

 

Surin menghela napasnya dengan panjang. Gadis itu hanya tidak ingin Sehun merasa khawatir padanya. Surin juga ingin Sehun segera beristirahat karena Surin sendiri yakin laki-laki itu baru saja melewati hari yang panjang di kantornya. Meskipun ia masih ingin bercakap-cakap dengan Sehun, namun Surin tidak ingin memaksakan kehendaknya dan membuat waktu istirahat laki-laki itu berkurang hanya karena mengobrol dengannya.

 

Oh Sehun : Bagaimana bisa mengobrol dengan kekasihku sendiri adalah kegiatan yang membuang-buang energi? Jadi sekarang kau benar-benar ada di apartment-mu? Bagaimana kalau aku mampir sebentar ke sana?

Jang Surin : Jangan! Aku kan sudah bilang padamu kalau kau butuh istirahat!

Oh Sehun : Memangnya kalau ke apartment-mu aku akan berolahraga? Aku kan bisa beristirahat disana.

Jang Surin : Aish, kalau aku bilang jangan ya berarti jangan.

Oh Sehun : Mengapa? Kau takut ketahuan kalau sekarang ini kau sedang berbohong?

 

Surin langsung membelakan kedua matanya seraya mengedarkan pandangannya. Bagaimana Sehun tahu kalau Surin tengah berbohong saat ini? Apa jangan-jangan laki-laki itu tengah berada di dekatnya sekarang ini?

 

Oh Sehun : Hei, bodoh. Aku berada di toko sepatu olahraga tepat diseberang kantormu.

 

Surin langsung bangkit berdiri dan kemudian ia mendapati seorang laki-laki bertubuh tinggi tengah melambaikan tangannya dengan senang. Sehun, yang saat itu tengah mengenakan kemeja putih dengan lengan kemeja yang digulung sebatas siku segera berlari menghampiri Surin sembari menutupi kepalanya dengan satu tangannya agar tidak basah terkena air hujan.

 

“Bodoh.” Surin segera memukul lengan Sehun setibanya laki-laki itu dihadapan Surin. Gadis itu merogoh tasnya untuk mengambil sapu tangan, kemudian segera mengelap rambut serta kemeja Sehun yang tampak sedikit basah karena air hujan. “Bagaimana bisa kau tahu kalau aku masih ada di kantor, sih? Lalu, untuk apa juga kau kesini?”

 

Bukannya menjawab pertanyaan Surin barusan, Sehun malah menahan tangan Surin yang masih mengelap kemejanya itu kemudian mendudukan Surin di tangga yang sedari tadi menjadi tempat duduk Surin.

 

Sehun segera melepas heels tiga centi yang sudah patah itu kemudian mengeluarkan sebuah kotak dari dalam paper bag berukuran lumayan besar yang sedari tadi dibawanya. Surin dapat melihat nama toko sepatu yang berada di seberang kantornya itu tertera pada paper bag tersebut. Sehun memijat tumit Surin dengan perlahan. Alisnya bertaut serius membuat Surin tersenyum kecil.

 

“Apa tumitmu baik-baik saja? Aku lihat sedari tadi kau terus memijatnya dan bahkan sesekali meringis kesakitan. Dasar gadis bodoh, bagaimana bisa kau tetap memakai sepatu yang sudah rusak itu?” Sehun membuka kotak berisi sepatu olahraga itu dan dengan cepat ia memakaikan sepatu olahraga berwarna merah muda itu pada kedua kaki Surin dengan bergantian. “Sekarang apa sudah jauh lebih baik?” Sehun berujar dengan suara yang terdengar khawatir membuat Surin langsung mengangguk dengan senyuman senang.

 

Surin menangkup kedua pipi Sehun kemudian mencubitnya dengan gemas. “Jadi, sedari tadi kau memperhatikanku? Sejak kapan? Sejak aku keluar dari kantor? Tidak tahukah kau bahwa ini adalah hal termanis yang pernah kau lakukan?”

 

“Ya! Ya! Sakit! Tidak, aku tidak menunggumu keluar dari kantor untuk mengajak pulang bersama.” Sehun langsung menepuk dahinya sendiri ketika tanpa sadar ia malah membeberkan tujuannya ke kantor Surin. Gadis itu kemudian memekik girang seraya kembali mencubit kedua pipi Sehun dengan gemas. “Jadi kau memang berencana untuk mengajakku pulang bersama tanpa menghubungiku terlebih dahulu? Tidak tahukah kau bahwa hari ini kau benar-benar sudah berhasil menjadi kekasih yang sangat manis?”

 

“Aish, itu menjijikan. Aku hanya terlalu merindukanmu.” Ujar Sehun dan sedetik kemudian rona merah menghiasi kedua belah pipi Surin. “Maafkan aku yang akhir-akhir ini jarang sekali menghubungimu. Aku terlalu sibuk sampai-sampai aku sendiri tidak dapat memikirkan apapun selain setumpuk pekerjaan yang tidak ada habisnya itu. Bagaimanapun, aku merasa aku memang harus meminta maaf karena kesannya aku malah mengesampingkanmu dua minggu terakhir ini. Maafkan aku, Jang Surin.” Sehun mengacak rambut Surin dengan lembut sementara Surin hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya.

 

“Terima kasih karena sudah mau mengerti.” Sehun berujar lagi sementara Surin tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari wajah kekasihnya itu. Tampan, tentunya. Hanya saja Sehun terlihat jauh lebih kurus dan lingkar hitam dibawah matanya yang berusaha disembunyikan Sehun dengan kacamata yang tengah dikenakannya itu membuat Surin seketika mengkhawatirkannya. Laki-laki itu pasti benar-benar sibuk sampai-sampai ia tidak memiliki waktu untuk mengurus dirinya sendiri.

 

“Aku tidak apa jika pada kenyataannya kau memang tidak bisa menghubungiku sama sekali karena sibuk. Namun aku mau kau menyediakan waktu untuk dirimu sendiri. Lihatlah, kau pasti sering melewatkan makan malammu sampai kau terlihat kurus seperti sekarang ini. Lalu, kau pasti kurang tidur sampai-sampai lingkar hitam dibawah matamu tidak dapat lagi kau sembunyikan dengan kacamata bacamu itu. Kau harus makan tepat waktu, tidur tidak terlalu larut, dan selalu minum vitaminmu. Mengerti?”

 

“Baiklah, baiklah calon nyonya Oh yang bawel. Aku pasti akan melakukan semua itu. Ah, akhirnya aku dapat kembali mendengar ocehanmu lagi setelah dua minggu lamanya. Mulai sekarang, aku berjanji untuk selalu menghubungimu sesibuk apapun pekerjaanku. Maukah kau juga menjanjikanku hal tersebut?” Sehun mengacungkan jari kelingkingnya membuat Surin segera menyambar jari kelingking milik Sehun dengan jari kelingkingnya yang jauh lebih kecil.

 

“Janji!” Surin tertawa ketika Sehun mengecup kelingking mereka yang masih bertaut itu. Surin baru benar-benar menyadari bahwa ia sangat merindukan seorang Oh Sehun. Surin merindukan tawanya. Surin merindukan senyumnya. Surin merindukan matanya yang tajam. Surin merindukan aroma tubuhnya yang khas. Surin merindukan sosoknya yang cerewet ketika mereka mulai membicarakan anak anjingnya yang bernama Vivi. Surin merindukan seorang Oh Sehun, dan ia tahu bahwa selama dua minggu terakhir dirinya tidak merasa ‘tidak apa-apa’ karena tidak mendengar suaranya dan melihat sosoknya.

 

Pada intinya mereka berdua sudah berjanji untuk tidak membiarkan hal tersebut terjadi lagi. Sesibuk apapun mereka, mereka akan berusaha untuk saling menghubungi satu sama lain meskipun hanya sebentar.

 

“Hujannya sudah berhenti!” Ujar Surin seraya bangkit berdiri dengan paper bag berisi heels miliknya yang sudah rusak. “Ayo kita makan doenjjang sup. Restaurantnya tidak jauh dari sini, jadi kita jalan kaki saja. Aku tahu kau sudah lapar sedari tadi.” Sehun merangkul leher Surin seraya berjalan berdampingan. Surin meletakan tangannya dipinggang Sehun membuat laki-laki itu tersenyum senang.

 

“Surin-a, kau tahu mengapa aku terlihat kurus dan lingkar hitam dibawah mataku ini terlihat begitu menyeramkan? Semua bukan karena aku terlalu lelah dengan pekerjaanku maupun karena aku kurang tidur. Semua karena aku kekurangan vitamin S. Aku tidak mengkonsumsi vitamin S selama dua minggu. Itu sebabnya aku menjadi seperti sekarang ini. Kau mau tahu cara mengkonsumsi vitamin S itu seperti apa?”

 

“Jangan bilang kau mau melancarkan gombalan tidak pentingmu itu, Oh Sehun.”

 

“Cara mengkonsumsi vitamin S itu seperti ini!” Sehun memeluk Surin sementara mereka terus berjalan berdampingan. “Ya! Banyak orang yang memperhatikan kita, bodoh!” Surin berujar disela-sela tawanya sementara Sehun terus memeluknya.

 

“Aku tidak peduli karena sekarang aku sedang mengkonsumsi vitamin S-ku agar aku sehat kembali seperti sedia kala!”

 

Sehun dan Surin tertawa akibat perkataan tidak masuk akal laki-laki itu barusan. Namun Sehun memang benar-benar memaknai perkataannya itu. Surin adalah vitaminnya yang paling penting. Dan Sehun tidak ingin jatuh sakit karena kehilangan vitaminnya.

 

-FIN.

 

Pendek banget ya? Maafkan. Maafkan. Maafkaaaaan. Kayaknya ini juga udah lama banget gak update huhu maaf ya! Alasan pertama adalah seret akan ide. Alasan kedua adalah karena belakangan ini jarang banget dapet mood buat nulis. Nah bisa ngetik ff sehari jadi ini  karena tadi baru aja nonton V app Sehun sama Vivi, entah dari mana tiba-tiba langsung dapet ide buat nulis ya walaupun hasilnya pendek begini. Maaf ya kalau mengecewakan! Kedepannya diusahain bisa lebih baik lagi! Terima kasih karena sudah setia membaca bahkan sampai kalimat terakhir ini!

 

See you on the next ff!

Advertisements

10 comments

  1. destiany · June 10, 2016

    Ahh gilaa , sehun romantis banget, surin sama sehun samasama pasangan yang romantis

    • Oh Marie · June 12, 2016

      HALOOOOO! Terima kasih ya sudah mau menyempatkan waktunya untuk baca dan bahkan ninggalin komen>< ditunggu project romantis(?) selanjutnya ya!

  2. izzatuljannah1404 · June 13, 2016

    keren keren. sweet banget >,< jadi mau deh wkwkwk. suka banget ama couple ini. kerasa banget sweet nyaa. next yaa, di tunggu cerita2 sehun-surin lainnya 😀

    • Oh Marie · June 15, 2016

      Halo!!! terima kasih banyak ya karena sudah mau komen>< seneng banget karena liat kamu lagi di notifikasi komen! Tetep stay tune terus ya buat project-project selanjutnya! Sekali lagi terima kasih!!!

  3. rahsarah · June 13, 2016

    ahaaa kangen sama couple ini sehun surin mereka selalu manis bnget kalo ber 2..
    ditunggu cerita2 mereka ber 2 lagi yaaa de

    semangat terusss

    • Oh Marie · June 15, 2016

      HALO KAK SARAAAAAH! Makasih banyak ya kak udah mau baca dan bahkan ninggalin komen lagi!>< kak sarah juga jangan bosen-bosen ya baca disini! Wajib ditunggu project-project selanjutnya>< Sekali lagi terima kasih banyak kak sarah!

  4. byunbaek · June 17, 2016

    Kangen banget2 sama kapel termanis tergemas ter teran lah pokonya yaa aku kangen bangeettt
    .. sehun sweet banget sih elah yaampun akhir2 ini sehun bikin baper mulu di tambah ff ini jadi makin baper, serasa jadi surin ihhh kesel. jadi pen meluk oseh

    • Oh Marie · June 17, 2016

      IYA YA KOK SETIAP HARI SEHUN JADI BIKIN BAPER MULU SIH. Makasih ya kamu udah suka sama ffnya huhu aku jadi makin semangat nulis!!! Ayuk kita peluk oseh bareng-bareng *serbu oseh*

  5. nurulaini · July 5, 2016

    so sweet 🙂
    mereka berdua bener” manis dan romantis abis 🙂
    vitamin S ya??? heeeemmm….unik juga 🙂
    Nama mereka sama” S sih ya?
    Sehun-Surin ideal couple

    • Oh Marie · July 6, 2016

      AAAAAA seneng banget kalo manisnya nyampe ke kamu(?)
      Iya mentang-mentang namanya sama-sama S jadi vitamin S deh HUAHAHAHA.
      Makasih ya udah sempetin baca dan ninggalin komen><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s