The Birthday Girl

the birthday girl

I should’ve post this on January 30 but im just so impatient>< Enjoy the story!

**

Suasana salah satu bar ternama di Seoul itu benar-benar ramai, di dukung dengan seorang DJ yang sedari tadi tidak berhenti menyajikan musik-musik berirama cepat. Jang Surin, gadis yang kini tengah terduduk sendiri di meja terpojok bar tersebut hanya memperhatikan objek utama yang menjadi pusat perhatian para tamu bar itu dengan tidak bersemangat. Para tamu yang diundang secara sengaja dalam rangka merayakan hari bertambahnya umur seorang gadis dengan baju terusan berwarna biru gelap yang sangat elegan itu tampak bertepuk tangan meriah ketika gadis yang diketahui bernama Bae Jihyun itu meniup lilin kue ulang tahunnya. Surin pun turut bertepuk tangan dengan pikiran bahwa setidaknya ia harus menunjukan sikap sopannya sebagai tamu undangan walaupun rasanya ia benar-benar ingin pulang sekarang juga.

Setelah acara tiup lilin dan potong kue, Bae Jihyun mempersilahkan tamu undangannya untuk menikmati acara ulang tahunnya dengan menyantap makanan dan minuman yang tersedia. Semua orang langsung sibuk dengan kelompoknya masing-masing dan mulai menempati meja-meja yang ada di bar tersebut. “Ya, Jang Surin! Rupanya sedari tadi kau disini? Kami mencarimu kemana-mana. Ya, ada apa dengan wajahmu? Kita ini tengah berada berpesta. Seharusnya kau tidak sedih seperti ini. Bagaimana kalau Jihyun melihatmu dan berpikir bahwa kau tidak menyukai pestanya?” Cheonsa berujar seraya menempatkan kursi kosong yang berada di hadapan Surin sementara Taerin sudah lebih dulu menempatkan diri di sebelah Surin.

“Betul itu. Memangnya, ada apa denganmu? Kau sedang ada masalah?” Surin menepis pelan tangan Taerin dari bahunya lalu tersenyum singkat. “Tidak, aku baik-baik saja. Mana pendamping kalian?” Surin buru-buru mengalihkan pembicaraan. “Itu disana.” Cheonsa menunjuk ke arah Junmyeon dan Minseok yang ternyata tengah berbicara dengan Bae Jihyun, gadis yang hari ini tengah merayakan ulang tahunnya. Surin hanya tersenyum hambar sambil terus mengaduk jus jeruknya ketika Jihyun melambai ke arah mereka bertiga.

“Oh, sekarang aku tahu mengapa wajahmu mendung seperti ini. Kau sedih karena tidak ada pendamping, kan? Coba saja Oh Sehun hari ini bisa hadir. Kau pasti tidak sesedih ini sekarang.” Cheonsa berujar sementara raut wajah Surin semakin muram dibuatnya. Tidak, Surin tidak sedih karena hal sepele seperti itu. Surin tidak sedih karena ia tidak memiliki pendamping seperti Taerin yang memiliki Junmyeon sebagai pendampingnya, ataupun Cheonsa yang memiliki Minseok sebagai pendampingnya. “Aha, atau kau sedih karena kau harus datang sendiri ke acara ulang tahun Bae Jihyun, orang yang digosipkan sangat menyukai Oh Sehun, kekasihmu itu sejak kita duduk di bangku sekolah menengah pertama?” Taerin menambahkan membuat Surin ingin menangis ditempat saat itu juga.

Pada kenyataannya, Surin tidak sedih karena hal yang disebutkan Taerin barusan. Ia juga tidak peduli jika Bae Jihyun masih menyukai kekasihnya, Oh Sehun sampai detik ini. Ya, meskipun mungkin lima persen kesedihannya hari ini bisa dibilang juga karena hal tersebut. Tapi, sembilan puluh lima persen penyebab kesedihannya hari ini adalah murni karena tidak ada satupun yang menyadari bahwa hari ini, hari Sabtu, tepatnya tanggal tiga puluh Januari bukan hanya ulang tahun gadis berbalutkan gaun elegan itu tetapi juga ulang tahun Surin. Surin bersumpah, rasanya ia ingin mengutuk Taerin dan Cheonsa saat itu juga. Surin tidak tahu apakah kedua sahabat dari sekolah dasarnya itu hanya berpura-pura tidak ingat atau benar-benar tidak ingat sama sekali. Tapi sepertinya Surin dapat menyimpulkan bahwa mereka benar-benar tidak ingat ketika beberapa menit yang lalu mereka malah melontarkan candaan yang berhasil membuat hari Surin semakin buruk.

Mungkin sekarang Surin benar-benar terlihat menyedihkan dan patut dikasihani. Ia harus menghadiri pesta ulang tahun orang yang tidak mengharapkan kehadirannya. Ya, Surin tahu gadis yang sedari tadi memperhatikannya dengan sinis itu tidak mengharapkan kehadirannya melainkan mengharapkan kehadiran kekasihnya, Oh Sehun, mengingat undangan yang diterimanya dari Sehun bertuliskan ‘Oh Sehun dan kekasih.’ Surin bersumpah, jika bukan karena Sehun yang memintanya untuk datang, ia benar-benar tidak akan menginjakan kakinya di tempat ini.

Bicara soal Oh Sehun, kesedihannya hari ini juga disebabkan oleh laki-laki bertubuh tinggi itu. Laki-laki yang sudah menjadi kekasih Surin selama hampir empat tahun itu terpaksa melewatkan ulang tahun Surin kali ini disebabkan karena ia harus melakukan kunjungan terhadap salah satu keluarga ayahnya yang tinggal di Jepang. Surin tidak bisa melakukan apapun selain berusaha mengerti karena kepergian Sehun menyangkut soal keluarga. Tapi tetap saja Surin merasa kosong. Ditambah lagi dengan teman-temannya yang sepertinya tidak ada satupun yang ingat dengan hari spesialnya ini. Surin rasanya ingin menangis dan berteriak sekeras-kerasnya, memberitahu semua orang bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Hari kelahirannya. Hari yang seharusnya menjadi hari yang istimewa baginya. Tapi Surin tidak sanggup sehingga ia hanya terduduk, menikmati acara ulang tahun orang yang bahkan tidak mengharapkan kehadirannya ditemani dengan teman-teman yang Surin sendiri tidak tahu dapat disebut sebagai ‘teman’ lagi atau tidak.

Surin membaca pesan singkat yang diterimanya tepat pukul 00:00 dini hari itu sebagai penawar rasa sakit yang kini benar-benar terasa penuh mengisi seluruh sudut hatinya. Pesan singkat yang berisikan ucapan selamat dari orang yang paling ia sayangi itu berhasil membuat hari ulang tahunnya yang sudah muram berubah menjadi semakin muram sampai-sampai rasanya Surin ingin mengundur hari ulang tahunnya jika saja ia bisa melakukannya. Surin membaca pesan itu sekali lagi sambil menghela napas. Kali ini ia tidak bisa menghentikan air matanya yang jatuh begitu saja tanpa aba-aba. Ia tidak peduli dengan tatapan bingung kedua temannya yang mengarah padanya. Ia hanya ingin sang pengirim pesan itu ada disini sekarang juga. Ia hanya ingin satu-satunya orang yang setidaknya ingat bahwa hari ini adalah hari kelahirannya berada disampingnya pada hari yang seharusnya menjadi hari spesialnya ini.

From : Hun

00:00! Selamat berulang tahun, Jang Surin! Kita beruntung sekali karena waktu di Tokyo dan Seoul tidak ada jarak perbedaan. Maaf karena aku harus membatalkan janjiku untuk kembali ke Seoul dua hari yang lalu hingga akhirnya kita tidak bisa merayakan ulang tahunmu ini bersama. Semua ini karena keluarga ayahku yang berada di Jepang, meminta kami untuk menetap lebih lama sehingga ibuku akhirnya menyetujui. Meskipun ibuku sudah menyuruhku pulang sendiri agar aku dapat merayakan ulang tahunmu bersama, tapi aku tetap tidak enak dengan keluarga paman Oh. Aku sudah memesan tiket pesawat dengan jadwal penerbangan pagi pada tanggal 31 jadi kau tenang saja. Habiskanlah hari ulang tahunmu dengan bersenang-senang. Jangan malah dihabiskan untuk menangis karena aku tidak bisa merayakan hari spesialmu ini bersamamu, ya! Sekali lagi, selamat ulang tahun! Aku merindukanmu, Jang Surin. Kau pasti lebih merindukanku, kan? Sampai jumpa di tanggal 31!

Setidaknya Tuhan masih sangat baik karena membiarkan kekasihnya itu mengingat hari ulang tahunnya ketika semua orang yang Surin panggil ‘teman’ seakan benar-benar lupa ingatan akan hari yang seharusnya bagi Surin sangat spesial ini. Surin bersyukur karena setidaknya Sehun mengingat ulang tahunnya meskipun sebenarnya dalam hati ia tetap turut ingin mengutuk Sehun karena laki-laki itu benar-benar tidak menghubunginya setelah pesan singkat yang dikirimkannya pada Surin tepat pada pukul dua belas dini hari itu. Seharian ini Surin sampai harus terus mengecek ponselnya, berharap Sehun menghubunginya melalui sambungan telepon ataupun melalui video call, tapi sepertinya keberuntungannya sedang hilang entah kemana hari ini sehingga yang Surin dapatkan hanyalah sebuah harapan belaka.

Padahal satu hari sebelum hari ini tiba, Surin benar-benar sudah membayangkan apa yang akan dilakukan Sehun pada hari ulang tahunnya. Surin sudah berharap bahwa tiba-tiba Sehun ada di depan pintu apartmentnya di pagi hari, atau jika memang laki-laki itu tidak bisa kembali ke Seoul, setidaknya ia menghubungi Surin melalui video call dengan kue serta lilin yang sudah disiapkan sehingga mereka dapat merayakan hari ulang tahun Surin melalui video call dan Surin tetap dapat meniup lilin ulang tahunnya bersama dengan laki-laki itu. Tapi sekali lagi, sepertinya keberuntungannya sedang hilang entah kemana hari ini sehingga yang Surin dapatkan hanyalah sebuah harapan dan khayalan belaka.

Surin juga sudah membayangkan apa yang akan dilakukan Taerin dan Cheonsa untuknya di hari spesialnya. Surin benar-benar menaruh ekspektasi besar terhadap kejutan yang akan diberikan Taerin dan juga Cheonsa, terutama ketika kedua teman dekatnya itu datang ke apartmentnya sore hari tadi. Surin pikir Taerin dan Cheonsa sengaja tidak mengucapkannya selamat ulang tahun selama seharian ini karena mereka berdua akan memberikan kejutan di sore harinya. Ternyata kedatangan Taerin dan Cheonsa adalah hanya untuk mengingatkan Surin untuk datang ke acara ulang tahun Bae Jihyun dan memberitahu Surin bahwa mereka tidak bisa berangkat bertiga karena Taerin akan berangkat bersama Junmyeon, dan Cheonsa akan berangkat bersama Minseok. Bahkan Surin sendiri hampir menangis ditempat saat itu juga. Surin tidak percaya dan ia masih tidak ingin mempercayai bahwa kedua sahabatnya sejak dari sekolah dasar itu benar-benar melupakan hari ulang tahunnya.

Memang tidak semua orang melupakan hari ulang tahunnya, contohnya kekasihnya, Sehun, beserta kedua orang tuanya yang datang pagi-pagi sekali ke apartment Surin untuk membawakan berbagai macam makanan dan kue ulang tahun untuknya. Setiap Surin memikirkan hal ini, rasa-rasanya hari ulang tahunnya tidaklah sekejam yang ia pikirkan. Namun kenyataan bahwa semua temannya melupakan hari ulang tahunnya, kenyataan bahwa ia harus menghadiri acara ulang tahun orang lain tepat di hari ulang tahunnya, apalagi sang empunya acara seperti seakan tidak menginginkan kehadirannya, juga kenyataan bahwa Sehun yang tidak berada disampingnya untuk merayakan hari spesialnya seperti tahun-tahun sebelumnya, benar-benar membuat hati Surin sesak sampai-sampai ia ingin menangis sekeras-kerasnya jika ia bisa.

“Bagaimana pestanya? Semoga kalian menikmatinya, ya.” Surin segera menoleh ke arah suara sementara sang empunya suara sudah lebih dulu memperhatikannya. “Tentu saja kami menikmatnya. Selamat ulang tahun, Bae Jihyun!” Ujar Cheonsa seraya menjabat tangannya sambil tertawa kecil begitu pula dengan Taerin. Surin hanya tersenyum sambil mengangguk-angguk sopan. Tiba-tiba Junmyeon beserta teman-temannya, Minseok, Jongdae, Chanyeol, Jongin, Yixing, dan Kyungsoo datang menghampiri mereka. Ketujuh orang itu pun segera mengucapkan selamat ulang tahun pada Jihyun secara bergantian sementara wajah gadis itu langsung berubah jauh lebih sumringah dari biasanya. “Ah, terima kasih banyak karena kalian sudah mau hadir di acara ulang tahunku ini. Sayang sekali ya, Sehun tidak bisa hadir hari ini.” Ujarnya sambil melirik ke arah Surin yang langsung mengedarkan pandangannya ketika ia menyadari suasana berubah menjadi beku untuk sekejap.

“Tidak hanya Sehun saja, Baekhyun dan juga kekasihnya, Jimi pun tidak bisa hadir hari ini karena mereka berdua masih ada di Busan.” Jongdae berusaha memecahkan suasana sementara yang lain langsung menanggapinya dengan sahutan ‘oh’ bersamaan. “Biasalah, mereka liburan gratis bersama lagi untuk yang entah keberapa kalinya. Byun Baekhyun memang ahli dalam soal kuis. Ku dengar liburannya dengan Jimi ke Busan kali ini karena Baekhyun berhasil memenangkan kuis berhadiah liburan romantis ke Busan yang diadakan salah satu saluran radio.” Chanyeol menambahkan membuat yang lain langsung tertawa, namun tidak dengan Surin yang hanya mengaduk jus jeruknya tanpa berminat untuk mengeluarkan suara sedikitpun.

“Ya, Jang Surin, selamat ulang tahun juga untukmu.” Kyungsoo tiba-tiba berujar ketika suara tawa sudah mulai mereda membuat suasana langsung hening seketika. Surin yang juga baru sadar akan ucapan Kyungsoo barusan hanya memperhatikan semua orang yang kini tengah menatapnya dengan tatapan yang dapat Surin kategorikan sebagai tatapan terkejut. “Maaf karena aku baru mengucapkannya sekarang. Aku ingin menghubungimu dari pagi hari tadi hanya saja aku pikir akan lebih baik jika mengucapkan secara langsung seperti ini. Sekali lagi, selamat ulang tahun.” Kyungsoo yang berdiri di samping kursi Surin pun mengacak rambut gadis itu dengan sebuah senyuman hangat.

“Ini untukmu. Semoga kau menyukai kalungnya.” Kyungsoo merogoh saku celana panjang hitamnya lalu mengeluarkan sebuah kotak bludru dari dalam sana, dan dengan segera ia menyodorkan kotak tersebut pada Surin. Surin segera menerimanya ragu sementara yang lain masih memperhatikan Surin dengan tatapan terkejut membuat gadis itu merasa tidak nyaman. “Terima kasih banyak, Do Kyungsoo.” Ujar Surin akhirnya.

“Ah, jadi ternyata kita memiliki tanggal lahir yang sama? Bangkit berdirilah, Jang Surin. Astaga, mengapa semuanya jadi diam seperti ini? Sepertinya kalian lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Surin, ya? Surin-a, selamat ulang tahun. Kalau dari awal aku tahu kau memiliki tanggal lahir yang sama denganku, pasti tadi aku akan mengajakmu meniup lilin bersama agar kau tidak sedih seperti sekarang ini karena tidak ada yang mengingat hari ulang tahunmu selain Kyungsoo. Benar, kan?” Jihyun menggandeng tangan Surin sementara Surin hanya dapat memperhatikan ujung sepatunya.

“Hey, apalagi yang kalian tunggu? Ayo segera ucapkan selamat ulang tahun pada Surin. Kasihan sekali kan, yang mengingat ulang tahunnya hanya Kyungsoo seorang.” Jihyun berujar sambil masih menggandeng lengan Surin dan seketika itu juga yang lain langsung menjabat tangan Surin sembari memberikan ucapan selamat ulang tahun yang sama sekali tidak ingin Surin dengar.

Rasanya Surin ingin menghilang saat itu juga. Surin benar-benar terlihat seperti orang bodoh sekarang. Ia benar-benar terlihat seperti orang yang dikasihani. Surin tidak menyangka ia akan menerima ucapan selamat ulang tahun seperti sekarang ini. Surin tidak juga menyangka bahwa ia akan dipermalukan seperti sekarang ini, tepat di hari ulang tahunnya. Air mata Surin menetes begitu saja ketika semua orang yang ada di bar itu menyanyikannya lagu selamat ulang tahun. Sungguh, Surin merasa benar-benar tidak berdaya. Ia ingin berlari sejauh yang ia bisa, namun kakinya yang tidak berguna hanya dapat terdiam, seolah merantai dirinya sendiri. Surin tidak ingin jauh lebih di permalukan dari ini. Semuanya sudah cukup membuat Surin merasa ingin mati ditempat saat itu juga.

Surin dapat melihat beberapa orang yang berbisik dengan teman-temannya sambil memandang Surin penuh pencelaan. Bahkan ada beberapa dari mereka yang tertawa ke arah Surin di tengah lagu selamat ulang tahun yang masih melantun itu. Surin melirik Jihyun yang kini juga tengah bernyanyi sambil terus menggandeng tangannya itu dengan mata berair. Ia pun berganti melirik teman-temannya yang juga masih bernyanyi sambil bertepuk tangan untuknya. Surin benar-benar tidak mempercayai semua yang dilihatnya. Ia benar-benar tidak ingin mempercayainya. Surin yang merasa sudah tidak tahan akhirnya melepas tangan Jihyun, lalu segera meninggalkan tempat itu dengan sangat tergesa.

Mungkin dalam seumur hidupnya, ini adalah yang pertama kalinya Surin membenci tanggal tiga puluh.

**

“Ya! Jang Surin! Bersemangatlah sedikit di hari ulang tahunmu.” Suara berisik Byun Baekhyun terdengar dari speaker ponselnya sementara Surin hanya mendengus sambil terus memperhatikan kedua orang yang kini tengah duduk bersebelahan seraya memegang kue ulang tahun di layar ponselnya. Ya, Byun Baekhyun dan Park Jimi yang kini berada di Busan tengah menghubunginya melalui video call. Mereka berdua menyiapkan kue tart kecil dengan satu lilin yang beberapa menit lalu baru Surin tiup melalui layar ponselnya.

“Bagaimanapun juga, terima kasih karena kalian telah mengingat hari ulang tahunku. Setidaknya luka ku hari ini dapat sedikit terobati.” Surin tertawa renyah sementara wajah Baekhyun dan Jimi langsung berubah khawatir. “Memangnya kau kenapa hari ini? Ceritakan saja pada kami, Surin-a! Jangan bilang, Sehun melupakan ulang tahunmu? Aish, lihat saja anak itu!” Ujar Jimi yang langsung di ikuti anggukan dari Baekhyun. “Bukan itu. Ia malah yang pertama mengucapkanku selamat ulang tahun. Hanya saja, melewati ulang tahun sendiri hari ini terasa lebih berat. Mungkin aku hanya terlalu merindukan Oh Sehun.” Surin menghela napas sementara Baekhyun dan Jimi hanya dapat menatapnya iba.

“Ya, Surin-a. Jangan putus harapan. Aku rasa aneh sekali jika Sehun tidak melakukan apapun di hari ulang tahunmu sementara kalian saja selalu merayakan hari-hari tidak penting seperti hari jadi yang ke seratus, dua ratus, tiga ratus, dan bahkan seribu, lalu kalian juga merayakan hari pasangan sedunia, hari mawar sedunia, hari pepero, kiss day, valentine day, white day, atau apalah yang mungkin hanya kau dan Sehun saja yang tahu. Sekarang ini baru pukul delapan malam. Siapa tahu saja dalam beberapa menit lagi Sehun akan tiba di depan rumahmu. Anak itu kan selalu penuh dengan kejutan.” Baekhyun berujar sementara Surin hanya tersenyum kecil.

“Sudahlah, aku tidak mau berharap apapun. Aku mengantuk. Terima kasih untuk kue dan ucapannya. Nikmatilah liburan kalian berdua di Busan dan jangan lupa kembali dengan oleh-oleh untukku.” Surin menekan tombol merah pada layar ponselnya setelah ia, Baekhyun dan juga Jimi saling mengucapkan selamat tidur. Surin tersenyum kecil seraya menaikan selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Keadaan hati Surin saat ini mulai membaik setelah menerima ucapan selamat dari Baekhyun dan Jimi tadi. Setidaknya, Surin jadi tahu bahwa masih ada dua temannya yang lain, yang tidak melupakan hari spesialnya ini.

Surin menatap fotonya dan Sehun yang menjadi lock screen ponselnya sambil menghela napas. Seandainya saja laki-laki itu berada bersamanya sekarang ini, mungkin Surin tidak menghabiskan hari ulang tahunnya di kasur dengan suasana hati yang sangat buruk seperti sekarang ini. Jika Sehun berada bersamanya sekarang ini, laki-laki itu pasti akan mengajak Surin makan di berbagai restaurant enak yang ia tahu meskipun Surin sudah berkata padanya berkali-kali bahwa perutnya sudah penuh. Jika Sehun berada bersamanya sekarang ini, mungkin Surin tidak berada di bawah selimut dengan mata berkaca-kaca seperti sekarang ini. Laki-laki itu pasti akan mengajaknya jalan-jalan di sekitar daerah Hongdae dan mereka pun pasti akan mampir di café yang menjual patbingsoo terenak di Seoul kesukaan Surin sebelum akhirnya Sehun mengantarnya kembali ke apartmentnya.

Tiba-tiba ponselnya berdering nyaring, menampilkan nama ‘Park Chanyeol’ di layar ponselnya. Surin sempat ragu untuk mengangkatnya, namun beberapa detik kemudian ia sudah menekan tombol hijau pada layar ponselnya. “Ada apa malam-malam menelpon—”

“Jang Surin! Gawat!”

Chanyeol berseru panik sementara Surin langsung bangkit dari tidurnya. “Ada apa?” Tanyanya tidak sabar sementara Chanyeol terdengar sibuk mengatur napasnya. “Oh Sehun! Oh Sehun sedang dalam keadaan yang gawat!” Chanyeol berujar membuat jantung Surin terasa berhenti seketika. “Aku bersumpah, Park Chanyeol. Ada apa sebenarnya? Ada apa dengan Sehun? Mengapa ia tengah berada di keadaan yang gawat?” Surin langsung menghujani teman baik Sehun itu dengan serentetan pertanyaan. Seketika Surin merasa perasaannya tidak enak akan informasi yang hendak diberitahukan Chanyeol.

“Sehun baru saja mengalami kecelakaan dalam perjalanannya dari Incheon menuju apartmentmu.”

Surin dapat merasakan tangannya yang melemas, kakinya yang gemetar, dan jantungnya yang seakan berhenti berdetak seiring dengan ucapan Chanyeol barusan. Surin menahan air mata yang kini sudah memenuhi kedua matanya. “Ka-kau tidak bohong, kan? A-apa yang sebenarnya telah terjadi? Bagaimana keadaan Sehun sekarang? Apa ia baik-baik saja? Dimana ia sekarang, Park Chanyeol? Cepat beritahu aku!” Surin berseru panik. “Sehun tidak baik-baik saja, Jang Surin. Aku tidak akan memberitahumu bagaimana keadaannya sekarang agar kau tidak semakin panik. Sekarang aku dan yang lain sudah ada di instalasi gawat darurat Korea University Hospital. Lebih baik kau tenangkan dulu dirimu.” Surin menghapus air matanya cepat. Surin benar-benar kalut sampai-sampai ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang selain berjalan kesana dan kemari sambil memegang dahinya dengan satu tangannya.

“Aku akan segera kesana.” Surin segera meraih mantelnya dan berjalan keluar apartment dengan langkahnya yang gontai. “Kau tunggu saja di lobby, Kyungsoo sekarang dalam perjalanan untuk menjemputmu. Surin-a, sekarang aku juga harus memberitahu keluarga Sehun di Jepang. Kalau begitu, aku tutup dulu.” Ujar Chanyeol namun Surin menahannya. “Beritahu dulu keadaan Sehun padaku, Park Chanyeol! Aku bahkan tidak dapat berjalan dengan benar sebelum aku tahu bagaimana keadaannya sekarang ini!” Surin berujar dengan suara gemetar sementara Chanyeol terdiam sejenak sebelum kemudian ia menjawab pertanyaan Surin yang berhasil membuat Surin hampir pingsan ditempat.

“Sehun mengalami koma. Taksi yang ditumpanginya dari Incheon dengan arah tujuan menuju apartmentmu menabrak truk bermuatan besar yang hilang kendali dikarenakan rem truk tersebut bermasalah. Sang supir taksi meninggal ditempat sementara Sehun yang duduk dibelakang masih dapat terselamatkan meskipun keadaannya sekarang benar-benar parah. Sehun ingin memberikanmu kejutan ulang tahun dengan mengambil penerbangan sore dari Jepang.” Surin tidak dapat bersuara. Tenggorokannya terasa tercekat dan seketika ia merasa tidak ada oksigen yang dapat ia hirup di lift tersebut. Seketika itu juga air mata Surin mengalir membasahi pipinya. Surin terus menangis dalam diam sambil menunggu lanjutan cerita Chanyeol.

“Bahkan Sehun masih memegang sebuah kotak kado berukuran kecil yang sepertinya isinya adalah sebuah kotak cincin saat ia akan diangkut ke ambulans. Kotak kadonya sekarang aku yang pegang. Kau dapat mengambilnya setelah kau tiba disini. Saat ini aku dan yang lain hanya dapat berdoa agar ia dapat melewati keadaan kritisnya. Surin-a, jangan panik dan berdoalah juga agar Sehun dapat segera tersadar dari komanya, mengerti?” Surin menurunkan ponsel yang tengah ia tempelkan di telinganya dengan tidak percaya. Surin masih tidak dapat mempercayai apa yang baru ia dengarnya. Surin pun terjongkok dan langsung menangis dengan keras. Ia memeluk kedua lututnya sambil terus menangis sekeras yang ia bisa.

Surin bersumpah ia tidak ingin hadiah apapun. Ia tidak ingin kejutan. Ia tidak ingin Sehun kembali ke Seoul hanya untuk memberikannya kejutan ulang tahun jika akhirnya seperti ini. Surin lebih memilih menghabiskan hari ulang tahunnya sendiri jika semuanya akan berujung seperti ini. Surin merasa ia telah egois dan bersikap bodoh. Seharusnya ia tidak mengharapkan kehadiran Sehun. Seharusnya ia merasa puas dengan ucapan selamat ulang tahun dari Sehun yang tepat laki-laki itu kirimkan pada pukul dua belas. Surin benar-benar tidak menyangka semuanya akan seburuk ini. Surin benar-benar tidak menyangka ulang tahunnya malah berakhir dengan seburuk ini.

Surin tidak ingin ulang tahun. Surin tidak ingin tanggal tiga puluh Januari. Surin tidak ingin kejutan. Surin juga tidak ingin ucapan ataupun hadiah apapun. Ia hanya ingin semuanya kembali seperti semula. Kembali seperti sebelum tanggal tiga puluh Januari tiba dan mengacaukan semuanya.

**

Surin membuka matanya yang terasa berat dengan perlahan. Ia mengerjap, berusaha memfokuskan matanya pada objek yang kini ia lihat. Seketika Surin membuka matanya lebar-lebar setelah matanya berhasil menangkap jelas sesosok laki-laki yang kini tengah tersenyum hangat ke arahnya.

“Selamat pagi.” Ujar laki-laki itu membuat Surin langsung memperhatikan ruangan disekitarnya. Sekarang ia tengah berada dikamarnya, dibawah selimut tebal berwarna merah mudanya yang terasa nyaman, dan tepat berada disebelah laki-laki yang kini tengah dalam posisi telungkup dengan memangku dagunya pada satu tangannya sementara tangannya yang lain kini beralih ke kepala Surin dan mengacak rambut gadis itu dengan gemas sementara Surin langsung tersadar sepenuhnya. “Oh Sehun!” Surin berhambur memeluk laki-laki itu sementara yang dipeluk hanya tertawa. Tawanya terdengar meledek, namun Surin tidak mempedulikan hal itu. Ternyata semua hal buruk itu hanyalah sebuah mimpi dan Surin tidak tahu lagi harus mengatakan apa selain memeluk Sehun dengan sangat erat sambil menahan tangisnya.

Sehun menangkup sebelah pipi Surin dengan satu tangannya. “Hey, nona. Selamat ulang tahun. Aku sudah menyaksikanmu tertidur selama kurang lebih tiga jam. Bagaimana bisa seorang gadis tertidur sampai jam sepuluh pagi apalagi dihari ulang tahunnya sendiri?” Sehun menyindir sementara Surin hanya terdiam sambil terus memeluk Sehun. Sehun menatap Surin cemas ketika kedua mata mereka akhirnya bertemu. “Ada apa denganmu? Pasti kau mimpi buruk, ya? Tadi aku perhatikan sepertinya tidurmu kurang nyenyak karena kedua alismu yang terus bertaut.” Surin mengangguk dan seketika air matanya menggenang dikedua pelupuk matanya.

“Aku tidak butuh ucapan selamat ulang tahun, ataupun hadiah. Cukup melihatmu pagi ini berada disampingku saja aku sudah benar-benar senang.” Surin berujar sambil mengeratkan pelukannya sementara Sehun sudah tertawa mendengar ucapan dramatis Surin barusan. Jika Sehun tahu dan mengalami sendiri mimpi yang dialami oleh Surin, pasti laki-laki itu tidak akan tertawa meledek seperti sekarang ini. Namun Surin tidak mempermasalahkannya karena hanya dari mendengar tawanya, Surin merasa rasa senangnya begitu berlipat ganda.

“Kau benar-benar tidak mau hadiah? Sayang sekali. Padahal aku sudah sengaja tidak masuk kerja hari ini hanya untuk datang pagi-pagi kesini dan menyiapkan sebuah kejutan kecil untukmu. Ah ya, kau tidak mengajar hari ini?” Surin melepas pelukannya kemudian terduduk di kasur berukuran king size-nya sementara Sehun pun mengikuti. Sehun tersenyum melihat gadis itu menguap berkali-kali dengan mata yang berair. Entah mengapa gadis yang tengah berulang tahun itu menjadi lebih menggemaskan pagi ini bagi seorang Oh Sehun.

“Hari ini hari sabtu. Taman kanak-kanak mana yang mewajibkan muridnya hadir pada akhir pekan seperti ini? Lagipula, memangnya masih ada orang yang bekerja pada hari sabtu? Mungkin peraturan bekerja pada hari Sabtu itu hanya berlaku bagi seorang arsitek handal saja.” Surin berujar sambil memicingkan matanya kemudian setelah itu mereka berdua pun tertawa bersama.

“Surin-a, aku punya sesuatu untukmu.” Sehun tampak mengambil sesuatu dari atas meja rias Surin. Surin tertawa kecil ketika ia melihat laki-laki itu sibuk menyalakan lilin pada kue tart yang baru saja ia keluarkan dari sebuah kotak yang berukuran lumayan besar. Sehun menghampiri Surin dengan berhati-hati sementara Surin sudah lebih dulu duduk di pinggir kasur sambil menatap laki-laki yang kini tengah menyanyikannya lagu selamat ulang tahun itu dengan senyuman senangnya.

Kue tart yang berlapiskan cokelat putih itu tampak tidak begitu rapi. Krim cokelat berbentuk bunga yang berada dipinggiran kue terlihat tidak bulat sempurna menyerupai bentuk kue tersebut. Surin pun dapat menebak bahwa tulisan “Happy Birthday Surin by OSH” yang berada ditengah-tengah kue tart tersebut adalah hasil buatan Sehun sendiri. Surin juga yakin sekali tangan laki-laki itu bergetar hebat ketika mengukir tulisan tersebut sehingga garis pada huruf-huruf itu terlihat berkelok-kelok.

“Selamat ulang tahun, Jang Surin!” Sehun berseru dengan iringan tepuk tangan heboh dari Surin. Gadis itu terus tersenyum, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan yang seketika itu juga memenuhi seluruh sudut hatinya. “Make a wish dulu sebelum kau meniup lilin-lilin ini.” Surin mengangguk kemudian menutup kedua matanya seraya menyatukan kedua telapak tangannya. Surin benar-benar bersyukur bahwa semua kejadian buruk yang ia alami semalam hanyalah mimpi. Surin berdoa agar ia dapat menjadi orang yang lebih dewasa lagi diumurnya yang sekarang dan ia juga berharap agar laki-laki yang kini berada di hadapannya akan selalu bersamanya dalam keadaan yang seperti apapun. Surin benar-benar tidak ingin yang lain, ia hanya ingin agar Oh Sehun dapat selalu bersamanya seperti sekarang ini karena bagi Surin, kehadiran Sehun sudah lebih dari sekedar cukup.

Surin pun meniup lilin-lilin tersebut lalu bertepuk tangan senang, diikuti pula dengan seruan heboh dari Sehun. Sehun meletakan kue tersebut di meja kecil yang berada di sebelah kasur Surin, kemudian segera menempatkan diri disebelah gadis itu. “Selain kue tart dengan bentuk yang tidak karuan itu, aku menyiapkan satu hadiah lagi untukmu.” Surin tertawa sementara Sehun mengambil sesuatu dari dalam tas ranselnya yang ia letakan dengan sembarangan di lantai kamar Surin.

“Ini kan buku ‘Wreck This Journal’ yang aku berikan untukmu di ulang tahunmu kemarin.” Surin menerima buku Wreck This Journal karangan Keri Smith itu lalu beberapa menit kemudian, ia mengalihkan pandangannya ke arah Sehun dengan tidak percaya. “Kau berhasil menyelesaikan semua isi jurnal ini?” Sehun yang merasa tengah ditatap dengan takjub segera melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum bangga ke arah Surin. “Tentu saja. Aku kan sudah berjanji padamu akan menyelesaikan semua tantangan yang diberikan buku itu dan menyerahkannya kembali padamu tepat di hari ulang tahunmu sebagai hadiah. Dan ya, meskipun tantangan-tantangan yang ada di jurnal itu sedikit merepotkan, aku tetap dapat menyelesaikannya dengan tepat waktu. Kalau kau tidak percaya, kau bisa mengecek lembar demi lembar jurnal itu. Tidak ada satupun lembar yang tidak aku isi. Semuanya sudah penuh.”

Buku ‘Wreck This Journal’ adalah buku atau jurnal polos yang berisi perintah-perintah yang harus dilakukan oleh pemiliknya dengan tujuan untuk ‘merusak’ buku tersebut, karya Keri Smith. Mengapa tujuannya adalah merusak? Ya, karena sesuai dengan judulnya yaitu ‘Wreck This Journal’ atau dalam bahasa Indonesia artinya “Rusak buku ini”. Buku ini berisi perintah-perintah yang cukup gila seperti ‘bawa buku ini saat kalian sedang mandi’, ‘jatuhkan buku ini dan panjatlah sesuatu’, ‘tempelkanlah perangko-perangko yang pernah kalian dapat dihalaman ini’, ‘jahitlah sesuatu dihalaman buku ini’, ‘tuliskanlah satu kata secara berulang-ulang sampai buku ini penuh’, ‘warnai halaman buku ini sampai penuh’, atau ‘bawa buku ini saat kalian tidur dan gambar atau tulislah mimpi kalian semalam’, dan masih banyak lagi perintah seru namun gila yang lainnya.

Sang pemilik buku diwajibkan untuk ‘merusak’ buku tersebut berdasarkan perintah-perintah yang tertera di buku itu dengan memainkan kreatifitas otak sang pemilik. Buku ini hanya berisikan sebuah perintah dan halaman polos yang nantinya akan menjadi media sang pemilik buku untuk mengapresiasikan perintah yang disebutkan buku tersebut melalui gambar, tulisan, dan sebagainya sesuka hati sang pemilik buku. Di halaman utama setelah cover buku, ada tulisan yang isinya “Buku ini akan membuat kalian basah, kotor, lelah, dan sebagainya.” Ya, tentu saja pemilik buku dapat merasakan sensasi basah, kotor, lelah dan lain-lain itu saat sang pemilik buku melaksanakan instruksi atau perintah yang tertulis di buku tersebut.

Surin masih ingat bagaimana keadaan buku tersebut saat pertama kali ia berikan pada Sehun. Buku tersebut masih sangat bagus dan masih sangat tipis. Buku yang diberikan Sehun beberapa menit yang lalu itu terlihat jauh lebih tebal, berantakan, namun Surin yakin ia dapat melihat hal-hal seru yang telah Sehun gambarkan di dalam sana ketika ia menyelesaikan perintah buku tersebut.

Surin sendiri memberikan buku ‘Wreck This Journal’ pada Sehun sebagai hadiah ulang tahun laki-laki itu karena Surin ingat bagaimana Sehun kecil yang tergila-gila pada buku harian. Sehun pernah bercerita padanya bahwa sewaktu sekolah dasar, tidak ada satu hari pun yang Sehun pernah lewatkan tanpa menulis buku harian. Laki-laki itu selalu menuliskan apa saja yang terjadi padanya dalam satu hari yang ia lewati di dalam sebuah buku catatan kecil meskipun halnya sangat sederhana.

Awalnya, Sehun menolak mentah-mentah hadiah Surin ini. Namun sepertinya, sekarang Surin tahu bahwa hobi menulis dan berkreasi yang ada di diri Sehun belum hilang sampai sekarang terbukti dengan selesainya buku ‘Wreck This Journal’ tersebut dan Surin benar-benar senang akan hal ini. Buku yang tengah dipegang Surin sekarang ini adalah buku yang menemani hari-hari Sehun dan tempat Sehun menuangkan segala kekreatifitasannya melalui gambar, ataupun tulisan. Hadiah semahal apapun tidak akan mengalahkan harga dan arti dari buku yang baru saja dihadiahkan Sehun padanya itu.

“Oh Sehun, terima kasih banyak.” Surin segera memeluk Sehun seraya memejamkan kedua matanya. “Aku menyayangimu.” Bisik Surin yang masih dapat ditangkap jelas oleh Sehun. Sehun melepas pelukan Surin dan kemudian menangkup wajah gadis itu dengan kedua telapak tangannya yang besar. “Aku juga menyayangimu.” Sehun tersenyum sambil mencubit kedua pipi Surin yang hanya mengaduh kesakitan membuat laki-laki itu semakin gemas. “Satu hadiah terakhir untuk gadis yang tengah berulang tahun. Selamat ulang tahun, Jang Surin.” Sehun segera mendaratkan bibir berwarna merah jambunya pada bibir mungil milik Surin. Surin meremas ujung baju Sehun ketika laki-laki itu memperdalam tautan bibir mereka.

Tahun ini adalah tahun keempatnya melewati tanggal tiga puluh Januari bersama dengan Sehun. Dan mulai sekarang, Surin akan terus menunggu tahun-tahun berikutnya asalkan ia selalu melewati tanggal tiga puluh Januari-nya bersama dengan seorang Oh Sehun.

**

Sehun yang kini tengah berkumpul bersama kedelapan temannya yang tidak lain tidak bukan adalah Chanyeol, Jongin, Baekhyun, Jongdae, Minseok, Kyungsoo, Yixing, dan Junmyeon dirumah Kyungsoo, tertawa terbahak sambil memperhatikan layar ponselnya sementara yang lain langsung menatapnya heran.

“Surin baru saja mengunggah dua foto di akun instagramnya dan kedua foto itu adalah tentang buku misterius yang Sehun bawa-bawa selama satu tahun terakhir ini.” Chanyeol memberikan info membuat yang lain langsung mengangguk mengerti.

“Aku juga akan mengunggah sesuatu.” Sehun berujar kemudian ia asik sendiri dengan ponselnya sementara yang lain sudah berbincang seru mengenai pertandingan bola yang kini tengah mereka tonton bersama.

zzzzzzzzzzzzzzzzzz

@oohsehun : Terima kasih karena sudah menyukai hadiah dariku ini @surinjjang (Ps: Aku sendiri tidak percaya aku dapat menyelesaikan buku gila ini.)

1230 likes.

Sehun tersenyum ketika melihat kolom notifikasinya mulai dipenuhi oleh pemberitahuan dari aplikasi Instagram. “Agar seimbang, aku juga akan mengunggah dua foto.” Ujarnya sementara kedelapan temannya yang lain terlihat sibuk dengan pertandingan bola yang semakin seru.

large (92)

@oohsehun : Fingerprints tree. Surin must be loved this tree since its red. But just for your info, the red ink that I used to draw this tree isn’t that easy to erase. I’ve lived with those red ink around my fingers for two damn weeks.

1204 likes.

Comments :

@surinjjang : I have already knew it, hahaha! Thanks for this beautiful present. I love you to the moon and back ❤

@_jimiyya : Timeline-ku penuh dengan romantika!

@baekhyunee_exo : @_jimiyya biarkanlah mereka, Jimi-ya. Dua hari yang lalu juga kita mengunggah banyak foto setelah pulang liburan dari Busan! Hahaha.

@kimkaaaaaa : @baekhyunee_exo dilarang pamer di postingan orang lain.

Sehun terbahak melihat komentar yang juga mulai masuk ke kolom pemberitahuan ponselnya. “Ya, Byun Baekhyun, liburan kalian itu hanyalah hadiah kuis radio jadi jangan dipamerkan terus.” Cibir Jongin membuat Baekhyun langsung menimpuk laki-laki yang kini tengah duduk dibawah Sehun dengan bantal sofa sementara yang lain langsung sibuk memisahkan sambil tertawa karena melihat tingkah keduanya. “Kalau kau mau liburan juga bilang saja jangan iri begitu, Kim Jongin. Tenang saja, akan aku menangkan kuis berikutnya dan memberikan hadiahnya untukmu.” Baekhyun berujar enteng diikuti dengan dengusan Jongin. “Tidak perlu. Untuk apa berlibur sendiri.” Ujarnya membuat yang lain termasuk Baekhyun tertawa terbahak-bahak bahkan kini ia sendiri pun mulai menertawai ucapannya yang malang barusan.

Satu orang yang tidak begitu mendengarkan keributan para temannya adalah Oh Sehun, laki-laki yang kini masih menatapi dua buah postingan terakhir Surin dengan senyumannya yang tidak bisa ia tahan. Sehun benar-benar senang karena Surin terlihat sangat menyukai hadiahnya. Tidak sia-sia ia berkorban banyak selama satu tahun terakhir untuk menyelesaikan buku jurnal tersebut.

zzzzzzzzzzzzzzzz

@surinjjang : Is that your tongueprints, babe? I can’t believe you really licked those book after you ate some colorful candy! HAHAHA I’m laughing so hard right now. I just can’t believe you really did all of the instructions. @oohsehun

3001 likes.

Comments :

@chocolattaerin : Ini buku Wreck This Journal, ya? Oh Sehun, kau hebat sekali bisa menyelesaikan semuanya sementara aku saja yang sudah membeli buku itu sejak dua tahun yang lalu, hampir kehabisan akal bagaimana cara mengisi buku gila itu! @oohsehun

@_jimiyya : Sehun pasti melewati satu tahun yang panjang dengan buku super ini. HAHAHA Byun Baekhyun harus mencobanya juga!

@baekhyunee_exo : @_jimiyya dari pada mengisi buku gila itu, lebih baik kita isi buku nikah kita saja cepat-cepat.

@kimkaaaaaa : @baekhyunee_exo Jimi harus mengisi buku-buku tugas kampusnya dulu sekarang sebelum nantinya ia benar-benar mengisi buku nikah. Jadi, kau jangan coba-coba untuk menghasutnya!

@justcheonsa_ : Astaga lucu sekali bukunya hahaha! Aku tidak dapat membayangkan bagaimana Sehun menjilat halaman buku itu. Mungkin kita akan mati terpingkal-pingkal kalau melihatnya langsung hahahaha!

@real__pcy : Surin-a, Sehun benar-benar bekerja keras untuk menyelesaikan buku ini. Aku ingat bagaimana bibir laki-laki itu berubah menjadi benar-benar biru setelah seharian memakan permen berwarna. Kalau kau mau lihat fotonya, aku dapat mengirimkannya sekarang! Hahahaha!

@oohsehun : @real__pcy habis kau kalau sampai berani mengirim foto itu pada Surin!

Sehun tidak mempedulikan teriakan teman-temannya yang heboh karena tim yang mereka dukung baru saja mencetak sebuah goal cantik. Sehun masih berkutat pada ponselnya, terus memperhatikan postingan Surin yang terakhir dengan sebuah senyuman senang. Sehun yakin seratus persen Surin juga sedang melakukan hal yang sama dengannya saat ini.

large (90)

@surinjjang : You always know how to melt my heart. Thanks for the present. I love it so badly. @oohsehun

3012 likes.

Comments :

@oohsehun : ❤

@dokyungsoo93 : Happy birthday, Jang Surin.

@guardian_suho : Aku tidak menyangka bahasa inggris seorang Oh Sehun sebagus itu. Pasti Sehun mencurinya dari google. Surin-a, selamat ulang tahun untukmu, ya!

@real__pcy : Surin-a, selamat ulang tahun! Aku menunggu traktiran! Discount 50% jika kau ingin merayakannya di restaurant orangtuaku! Hahaha.

@kimkaaaaaa : Jang Surin, selamat ulang tahun. Aku titip salam untuk temanmu yang berinisial J itu ya.

@baekhyunee_exo : @kimkaaaaaa tenang saja, Jongin-a, nanti aku yang sampaikan. Kebetulan aku ada kencan dengan Miss J minggu ini. Surin-a, selamat ulang tahun! Semoga Sehun cepat-cepat mengganti cincin pertunangan kalian dengan yang asli, ya!

@kjong_dae : Happy birthday, girl! Tidak kusangka guru TK ini semakin dewasa saja. Sehun harus bergerak lebih cepat!

@exoxm90 : Happy birthday, satu-satunya pengisi kepala Oh Sehun! (Ps : Sehun benar-benar pusing akan apa yang harus dilakukannya untuk ulang tahunmu sampai akhirnya ia meminta kami berdelapan untuk membantunya membuat kue tart. Bagaimana kue tartnya, Surin-a? Jangan dilihat dari penampilannya saja, rasanya juga penting!)

@zyxzjs : Betul kata Minseok hyung, Surin-a! Aku mendapat bagian memasukan kue ke dalam kotak! Hal itu benar-benar mendebarkan karena aku takut kuenya akan menyenggol kotak tersebut. Untung saja aman. Selamat ulang tahun, satu-satunya pengisi hati seorang Oh Sehun! (Ini agak menggelikan tetapi sepertinya kenyataannya memang begitu. Hahaha!) Kami tunggu traktirannya!

-FIN.

Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu kalian untuk baca ff ini! Jadi, gimana? HUHUHUHU semoga kalian suka, ya! Belakangan ini otak seret ide banget itu kenapa aku jarang update. Tapi terus dapet ide dan langsung nulis lalu jadilah ff ini hahaha! Sekali lagi, semoga kalian suka! Much love! See you on the next ff!

Advertisements

9 comments

  1. kyla · January 22, 2016

    jadi kepengen bukunya kan:( tp isinya kaya gimana ya penasaran:3

    aku beneran nangis pas denger sehun kecelakaan ih aku pikir beneran:( keren ffnya;)

    • Oh Marie · January 23, 2016

      Hallo Kyla!!!!! Aku juga jadi kepengen bukunya bangeeet hahahaha.
      Btw makasih banyak ya kamu udah nyempetin waktu buat baca dan komen>< ily Kyla!

  2. byunbaek · January 22, 2016

    masih bingung penempatan waktu sama tanggal yg pas awal2 itu loh pas mimpinya surin. apa itu gara2 mimpi jadi gitu? ._. ya pokonya ini seru wkwk… ditunggu ff selanjutnya~

    • Oh Marie · January 23, 2016

      Halooooooo>< Iya biasanya kan mimpi suka kurang jelas gitu kan bahkan dari tempat satu bisa ke tempat yang lain HAHAHA. Gak deeeng, aku yang ngetiknya kurang teliti sampe ga jelasin dulu waktu dan tanggalnya pas di awal hihi makasih ya koreksiannya!
      Makasih juga karena udah nyempetin waktu buat baca dan komen! Stay tune terus yaaa ily<3

  3. ByunLala · January 22, 2016

    Kyaa pas ngestalk wp nya kakak,tahunya ada postingan baru 7 jam yang lalu 🙂

    Yg pas ultahnya Jihyun itu,gua greget banget pengen nampol dia.Ya ampun,walaupun D.O ingat Ultahnya Surin,tpi tetap aja itu memalukan.Masa dirayain di party orang.

    Last,GUA PENGEN PUNYA PACAR YANG KAYAK SEHUN…… >_<

    • Oh Marie · January 23, 2016

      HALOOOO ByunLala<

      Btw makasih udah mampir lagi terus baca dan komen! Sering-sering mampir yaaa ily ily ily<3

  4. rahsarah · April 21, 2016

    ya ampun ternyata cuma mimpi sehun kecelakaan dan temen2nya pada lupa ultahnya surin huhuhu syukurlah
    ga kebayang surin balakan nangis kaya gmna dah itu klo jadi kenyataan

    ahaaaa bukunya beneran di jual di Gramedia ga si?
    penasarannnn,, seru banget klo bisa menyelesaikan perintah2 di buku itu.

    • Oh Marie · April 21, 2016

      HUHUHU KAK SARAHHHHH seneng banget notif wordpress penuh sama kakak ily to the moon and back kak!!
      Aku kurang tau kak tapi bukunya beneran ada wkwk dari luar negeri gitu waktu itu ada pre-ordernya tapi udah lama banget hihi. Lucu yaaaa aku juga jadi pengen!

  5. angiesuci · October 18, 2016

    Woahhhhh~~~
    Aku bener2 bingung mau comment apa hahaha aku terlalu hanyut baca iniii kkkk

    I so much loved that ig comments and photos😂😂😂

    Aku mohon banget nihh jangan pernah berhenti buat nulis dan terus bikin cerita2 indah lainnya ya eon ❤️❤️

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s