All Your Little Things

ALLYOURLITTLETHINGS

Hello! Oh Sehun said “Happy reading!”

**

“Sunbaenim, penampilanmu tadi benar-benar mengagumkan! Ah ya, selamat juga karena kau telah resmi membuka café ini. Aku benar-benar salut pada kerja kerasmu.”

Jang Surin yang kini mengenakan pakaian terusan berwarna hitam itu langsung menyalami Kyungsoo ketika ia melihat laki-laki itu sudah selesai berbincang dengan para tamu undangan lain yang sedari tadi menyalaminya sebagai tanda ucapan selamat atas peresmian café pribadi milik laki-laki berperawakan tenang dan dewasa yang tidak lain tidak bukan adalah seorang Do Kyungsoo itu. Tidak disangka, Kyungsoo, seniornya di kampus itu kini sudah membuka café pribadi bahkan sebelum ia menyelesaikan kuliahnya. Kyungsoo memang pernah bercerita pada Surin bahwa selain ia sangat gemar bernyanyi, ia juga gemar memasak. Dua hobinya itulah yang membuatnya memutuskan untuk membuka sebuah café. Selain Kyungsoo bisa mengekspresikan kegemaran memasaknya itu dalam menu makanan café tersebut, ia juga dapat mengekspresikan kegemaran bernyanyinya seperti apa yang ia lakukan sekitar lima belas menit lalu. Ya, menyanyi di depan para pelanggan yang dengan senang hati mendengarkan suara merdu seorang Do Kyungsoo. Kyungsoo itu benar-benar inspirasi Surin dalam hal akademis dan karir. Laki-laki itu sangat pintar dan juga dapat menciptakan inovasi-inovasi baru yang membuatnya maju selangkah dibanding orang lain. Contohnya seperti sekarang ini. Ia berhasil membuka café pribadi padahal teman-teman kampusnya yang lain—termasuk Surin—masih bingung dengan urusan klasik para mahasiswa yaitu skripsi. Kyungsoo memang patut diacungi jempol.

“Ah, kau datang rupanya. Terima kasih banyak, Surin-a.” Kyungsoo melirik orang yang berada disebelah Surin membuat gadis itu langsung menyadari maksud lirikan tersebut. “Ini kekasihku. Oh Sehun.” Surin berujar sementara kini Kyungsoo hanya mengangguk-angguk. “Jadi kau sudah memiliki kekasih? Aku pikir tidak ada yang mau dengan gadis berisik sepertimu.” Kyungsoo bermaksud meledek Surin sementara yang diledek hanya tertawa kecil sembari menggandeng lengan kekasihnya itu. “Annyeong haseyo. Namaku Oh Sehun.” Laki-laki bertubuh tinggi yang bernama lengkap Oh Sehun itu kemudian menyapa Kyungsoo yang langsung dibalas ramah oleh Kyungsoo. “Do Kyungsoo. Senang bertemu denganmu.”

Tanpa laki-laki bermata besar itu mengatakan namanya tentu saja Sehun sudah lebih dulu mengetahuinya. Walaupun Sehun tidak berada di kampus yang sama dengan Kyungsoo maupun Surin, tapi Sehun sudah cukup banyak mendengar tentang Kyungsoo yang tentu saja dari Surin. Ya, walaupun yang Sehun ingat tidaklah banyak, tapi Sehun ingat kalau Surin pernah mengatakan bahwa Kyungsoo adalah seniornya yang paling pintar dan berbakat di kampusnya. Sehun juga tahu bahwa Kyungsoo adalah salah satu inspirasi bagi Surin.

Sehun bahkan sudah sering melihat Kyungsoo yaitu pada saat Sehun menjemput Surin pulang dari kampus. Biasanya Sehun melihat Surin tengah mengobrol asik dengan Kyungsoo di depan gerbang kampus saat gadis itu menunggunya datang. Sehun sebenarnya berniat untuk keluar dari mobil dan menghampiri Surin, namun gadis itu pasti selalu lebih cepat. Surin pasti akan langsung masuk ke dalam mobil sebelum Sehun sempat melangsungkan niatannya itu. Jadi Sehun pikir wajar saja kalau Kyungsoo tidak mengenalinya. Ya, wajar saja.

Walaupun Sehun sebenarnya bertanya-tanya mengapa Surin tidak pernah menceritakan tentang dirinya pada Kyungsoo seperti gadis itu menceritakan Kyungsoo padanya. Mungkin sekarang kau berpikir bahwa Sehun tengah cemburu. Tidak, Sehun tidak cemburu apalagi marah. Ia juga tidak menyalahkan gadis itu yang tidak menceritakan tentang dirinya dan hubungan mereka pada orang lain seperti Kyungsoo.

Justru Sehun kini tengah menyalahkan dirinya sendiri karena ia merasa ia tidak memiliki apapun untuk dapat gadisnya itu ceritakan pada orang lain mengenai dirinya.

“Kyungsoo sunbae, maaf aku tidak bisa berlama-lama menikmati pesta pembukaan café-mu ini. Aku harus segera pulang karena tadi aku baru saja mendapat tugas dari dosen pembimbing yang harus aku selesaikan malam ini juga. Sekali lagi selamat untuk café-mu ini.” Surin berujar panjang sementara Kyungsoo hanya memandanginya dengan sikap tenang dan senyuman ramahnya. “Baiklah, terima kasih karena kalian sudah datang. Ah ya, tunggu sebentar disini Surin-a, aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu.” Kyungsoo berjalan dengan terburu-buru ke arah dapur café tersebut meninggalkan Sehun dan Surin yang kini hanya bertatapan.

Surin berdeham, menyadari tatapan intimidasi dari Sehun ditambah perubahan posisi berdiri laki-laki itu yang kini menghadap tepat ke arah Surin. “Kenapa kau melihatku seperti itu?” Surin mau tidak mau turut mengubah posisi berdirinya jadi menghadap Sehun lalu berdongak menatap kedua bola mata berwarna cokelat pekat itu. Sehun mengarahkan pandangannya ke arah lain sambil terkekeh. “Tidak apa-apa. Kemana dia? Mengambil hadiah saja lama sekali.” Komentar Sehun sementara Surin hanya tertawa kecil. Surin menarik dasi hitam Sehun lalu merapikan letak dasi tersebut tanpa memandang Sehun yang kini sudah menatapnya. “Cemburu itu tidak baik.” Ledek Surin ketika ia selesai melakukan kegiatannya merapikan letak dasi hitam milik Sehun. Baru saja Sehun akan menyangkalnya, Kyungsoo datang dengan sebuah kotak makan dan langsung menyodorkan kotak makan itu pada Surin.

“Kotak makan itu berisi menu utama café ini. Aku khusus membuatkannya untukmu karena aku mau kau yang pertama mencobanya.” Surin menatap Kyungsoo tidak percaya. Keheningan sempat tercipta diantara Kyungsoo, Surin, maupun Sehun yang kini hanya menatap mereka berdua dengan tatapan datarnya. “A-ah, terima kasih. Maaf karena aku yang sebagai tamu malah tidak memberikanmu apa-apa.” Kyungsoo mengangguk, masih dengan senyuman ramahnya. “Kedatanganmu kesini sudah membalas semuanya.” Sehun yang sedari menahan dirinya akhirnya merasa tidak tahan mendengar ucapan Kyungsoo barusan. Apa katanya? ‘Kedatanganmu’? Memangnya ia tidak melihat bahwa disebelah Surin ada manusia juga? Mengapa ia menggunakan kata ‘kedatanganmu’ dan bukannya ‘kedatangan kalian’? Sehun berdeham berkali-kali membuat Surin langsung menggandeng lengannya erat, berusaha menghentikan sikap Sehun yang tiba-tiba aneh itu. “Kyungsoo sunbae, kami harus segera kembali. Terima kasih banyak dan sampai bertemu besok.” Surin berbungkuk sopan lalu segera menarik lengan Sehun secara paksa.

Seiring dengan berjalannya mobil Sehun meninggalkan café tersebut, Surin mulai berceloteh mengenai kejadian tadi. Kejadian dimana Sehun berdeham berkali-kali yang berhasil membuat Surin merasa tidak enak pada Kyungsoo. “Jadi kau mau aku diam saja melihat laki-laki itu seakan terus mendekatimu padahal ia sudah tahu bahwa aku, kekasihmu ini tepat berdiri disebelahmu? Begitu?” Sehun melirik gadis yang tiba-tiba diam itu. Laki-laki berkulit putih susu itu langsung mencuri kotak makan yang ada di pangkuan Surin dengan satu tangannya. “Lalu apa katanya? Ia ingin kau yang pertama mencicipi masakan buatannya?” Sehun terkekeh sembari meletakan kotak makan itu pada dashboard mobilnya. Ia membuka tutup kotak makan itu dengan tangan kanannya lalu segera mengambil isi dari kotak makan tersebut yang ternyata adalah macaron. Sehun buru-buru memakannya membuat Surin yang sedari tadi sudah heboh, berusaha mencegahnya memakan makanan buatan Kyungsoo itu langsung memukul lengannya berkali-kali ketika Sehun berhasil menelan satu macaron rasa cokelat tersebut.

“Beritahu pada Kyungsoo bahwa aku yang pertama mencobanya, bukan kau. Rasanya lumayan juga.” Surin langsung memukuli Sehun yang kini sibuk mengaduh itu. “Kau benar-benar menyebalkan Oh Sehun! Kau selalu seperti ini. Menyebalkan dan sangat kekanakan!” Surin berseru sementara Sehun langsung terdiam. Ia diam bukan karena ia kesal dengan ucapan Surin barusan. Ia diam juga bukan karena ia marah pada gadis itu.

Melainkan karena ia baru saja menyadari bahwa selama ini gadisnya itu hanya melihatnya sebagai sosok yang menyebalkan dan kekanakan. Pantas saja jika Surin tidak pernah menceritakannya atau pun sekedar memberitahu orang-orang yang berada di dekat gadis itu seperti Kyungsoo mengenai dirinya. Karena mungkin bagi Surin, yang ada pada diri seorang Oh Sehun hanyalah sikap menyebalkan dan kekanakan.

Surin yang menyadari perubahan ekspresi Sehun itu terbungkam, ia benar-benar tidak bermaksud berkata demikian pada Sehun. Semua hanyalah sebuah emosi yang tiba-tiba meledak dan tidak bisa ia kontrol. Surin buru-buru menarik satu tangan Sehun yang tadi laki-laki itu gunakan untuk mengambil macaron cokelat tersebut lalu membersihkan jemari-jemari milik Sehun dengan tisu basah yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya.

“Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu kesal. Tapi harusnya kau tidak perlu bertingkah seperti tadi. Kyungsoo memang sangat baik padaku tapi percayalah, tidak ada maksud lebih dibalik sikap baiknya itu.” Surin menghela napas ketika Sehun tidak menggubris ucapannya barusan. Ia tetap fokus menyetir dengan satu tangannya karena Surin masih menahan tangan Sehun dengan dalih membersihkannya padahal jemari-jemari Sehun sudah sedari tadi bersih dari remah-remah macaron rasa cokelat itu.

“Kau tahu? Aku malah senang melihatmu cemburu seperti ini. Aku jadi tahu kalau kau sangat menyayangiku.” Surin menggenggam tangan Sehun dengan erat. Gadis itu tersenyum senang kala merasakan Sehun membalas genggaman tangannya. “Aku meyayangimu. Sangat.” Ujar Surin dengan volume suara yang sangat kecil seraya menatap Sehun yang kini dengan spontan tersenyum kecil. “Kalau mau senyum, senyum saja. Jangan ditahan-tahan.” Surin melepas genggaman tangan Sehun lalu mencubit pipi Sehun dengan satu tangannya bermaksud ingin mengubah senyuman kecil Sehun tadi menjadi sebuah senyuman lebar sementara Sehun hanya mengaduh kesakitan.

Dari awal Sehun sudah bilang pada dirinya sendiri bahwa ia tidaklah cemburu. Ya, walaupun tadi ia sempat merasakan rasa itu sedikit. Tapi sebenarnya, ia tidak benar-benar merasa cemburu karena ia merasa bahwa ia sudah sangat percaya pada gadis itu. Hanya saja, ada satu hal yang sedari tadi betah bertengger di pikirannya, membuatnya merasa tidak tenang.

Sehun ingin memiliki sesuatu yang dapat Surin banggakan seperti saat Surin bercerita tentang Kyungsoo padanya. Sehun ingin Surin dapat bercerita seperti itu juga mengenai sesuatu yang spesial yang ada pada dirinya kepada orang lain.

Dan Sehun akan berusaha untuk mewujudkannya walaupun ia sendiri tidak yakin apakah ia bisa melakukannya atau tidak.

**

“Astaga, bukan seperti itu cara menggulung kimbab. Aish, kau ini benar-benar.”

Sehun rasa kalimat ‘Aish, kau ini benar-benar’ itu sudah lebih dari lima puluh kali keluar dari mulut ibu kandungnya sendiri yang kini tengah sibuk mengarahkan serta mengajarkannya membuat sebuah bekal makan siang. Sehun kira membuat bekal makan siang yang hanya berisikan kimbab dan telur dadar adalah menu makanan yang paling mudah dan sederhana untuk dimasak, ternyata sama saja sulitnya dengan membuat makanan lain. Wortelnya tidak boleh terlalu tebal, nasi yang diletakan diatas rumput laut itu tidak boleh terlalu banyak, menggulung rumput laut yang sudah berisi nasi serta wortel dan irisan ikan salmon untuk menjadi sebuah kimbab utuh itu juga ternyata bukan sekedar hanya menggulung. Telur dadarnya pun harus diperhatikan. Tidak boleh terlalu tebal dan warnanya harus benar-benar kuning. Memasak itu memang rumit.

“Lagi pula, memangnya kenapa kau tiba-tiba meminta Eomma mengajarimu membuat bekal makan siang, sih? Bukankah Surin sudah setiap hari membuatkanmu bekal makan siang?” Ibunya bertanya membuat Sehun hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.  “Ah, pasti kau juga ingin membuatkannya makan siang ya? Astaga, rupanya anakku ini adalah laki-laki yang romantis ya.” Sehun terkekeh mendengar tawa ibunya yang sudah memenuhi ruangan itu. “Kalau begitu, kau harus membuatkannya makanan yang spesial. Jangan hanya kimbab dan telur dadar ini saja.” Ibunya mulai berjalan ke arah kulkas dan mengeluarkan semua bahan makanan yang ada di dalam sana. “Nah, sekarang bantu Eomma memotong daging ini.” Sehun menurut lalu mengambil alih pisau yang berada di tangan ibunya. Ia berkali-kali berusaha memotong daging tersebut namun tidak kunjung berhasil. “Eomma, ini mengapa susah sekali?” Sehun berujar tanpa menatap ibunya yang kini menghampirinya. “Jelas saja. Itu pisaunya terbalik.” Komentar ibunya dan seketika tawa keduanya pecah memenuhi dapur tersebut.

“Setelah itu kau cuci yang bersih dan langsung panggang diatas panggangan ini. Jangan lupa olesi mentega dulu dan berikan bumbu.” Ibu kandung Sehun itu kini tengah menumis sayur-sayuran yang akan menjadi pendamping dari daging yang rencananya akan dipanggang itu. “Eomma, boleh aku bertanya?” Sehun yang kini tengah mencuci daging itu berujar tanpa memandang ibunya yang sudah mempersilahkannya untuk bertanya. “Dulu saat Eomma dan Appa masih dalam tahap berpacaran, apa ada hal spesial dari Appa yang membuat Eomma bangga? Mungkin tepatnya adalah hal spesial yang membuat Eomma bangga menyebut Appa sebagai kekasih sekaligus calon pendamping hidup Eomma kelak kepada orang-orang banyak. Apakah Appa memilikinya?”

“Tentu saja. Jangankan menceritakannya pada orang banyak, kalau Appa-mu tidak memiliki hal spesial itu bagaimana Eomma akan jatuh cinta padanya?” Sehun terdiam, berusaha mencerna kata-kata yang baru saja ibunya ucapkan itu. “Mungkin Appa-mu sendiri tidak dapat melihat hal spesial yang ada di dirinya, tapi Eomma tentu dapat melihat dan merasakannya sehingga akhirnya Eomma dapat merasakan sebuah rasa. Rasa cinta itu tadi.” Eommanya menjelaskan sembari memberikan potongan-potongan daging yang sudah di cuci oleh Sehun itu dengan berbagai macam bumbu sementara Sehun hanya memperhatikan tangan ibunya yang kini tengah meracik bumbu pada potongan-potongan daging itu dengan raut yang tengah sedang berpikir keras.

“Memangnya mengapa kau bertanya begitu? Kau merasa dirimu tidak memiliki hal spesial apapun yang dapat Surin banggakan? Begitu?” Ibunya melayangkan pertanyaan yang sangat tepat membuat Sehun hanya diam tidak bergeming sama sekali. “Kau itu benar-benar persis seperti ayahmu. Kau memang tidak bisa melihat hal spesial apa yang ada pada dirimu, tapi percayalah bahwa Surin pasti melihatnya. Ia merasakannya maka sebab itu ia mencintaimu.” Ibunya menepuk bahu Sehun sembari mengelus rambut laki-laki yang jauh lebih tinggi darinya itu. “Aigu, padahal dulu kau hanya bertanya tentang bagaimana caranya mengirim surat cinta pada orang yang kau sukai. Kau sudah benar-benar dewasa sekarang.” Ibunya tertawa sementara Sehun hanya terkekeh lalu beralih pada alat panggangan yang sudah ia olesi mentega itu.

“Nah, hanya tinggal dipanggang saja dagingnya. Nanti kau tata sendiri kimbab, telur dadar, dan daging itu di kotak makan ini. Eomma harus buru-buru ada arisan sebentar lagi.” Ibu kandung Sehun itu melepas celemeknya dan segera meninggalkan Sehun sendiri di dapur tersebut setelah Sehun bertanya tentang cara memanggang daging tersebut dan mengucapkan kata terima kasihnya. Sambil membulak-balik daging yang ada dipanggangan tersebut Sehun berpikir, mungkin yang dikatakan ibunya benar. Surin pasti melihat sesuatu yang ada pada dirinya sehingga gadis itu dapat mencintainya. Sehun kini merasa perasaannya menjadi lebih baik karena pemikirannya barusan. Bagaimanapun, Sehun tetap harus menunjukan pada Surin bahwa kini ia tengah berusaha untuk menujukan sisi spesialnya itu. Walaupun sebenarnya Sehun kini sudah tahu bahwa tanpa ia berusaha seperti ini, gadis itu pasti sudah mengetahui dan merasakan hal spesial yang ada di dirinya, seperti apa yang dikatakan ibunya tadi.

Sehun kemudian menata daging, kimbab, beserta telur dadar yang sudah susah payah ia masak itu pada kotak makan yang tadi disiapkan oleh ibunya. Sehun terkekeh ketika tanpa sadar kini ia sudah meletakan guntingan rumput laut berbentuk hati di atas telur dadar tersebut. Ia menutup kotak makan tersebut sambil tersenyum puas lalu merogoh saku celana panjangnya itu untuk mengambil ponselnya. Ia mengetikan sesuatu pada grup chattingnya dan ketiga teman semasa SMA-nya dulu, Baekhyun, Chanyeol, dan Jongin.

Oh Sehun : Aku butuh bantuan kalian. Kita kumpul di studio rekaman Chanyeol lima belas menit dari sekarang.

Park Chanyeol : Ya! Oh Sehun! Sopan sekali kau main menentukan tempat pertemuan begitu saja di studio rekamanku bahkan sebelum meminta ijin dariku.

Kim Jongin : Tidak bisa, aku ada kelas siang hari ini. Memangnya kalian tidak kuliah?

Byun Baekhyun : Wah, kebetulan aku memang ingin membolos kelas dosen galak yang akan mulai sepuluh menit lagi. Aku jalan ke studio Chanyeol sekarang, ya. Tapi tidak bisa sampai jam makan siang nanti, aku ada janji bertukar bekal dengan Jimi.

Oh Sehun : Aku benar-benar membutuhkan bantuan kalian. Ajari aku cara bernyanyi. Aku ingin merekam sebuah lagu untuk Surin.

Park Chanyeol : Apa?!

Kim Jongin : Kau tidak sakit kan, Oh Sehun?

Byun Baekhyun : Astaga, Oh Sehun dari mana kau dapat ide seperti ini?!

Oh Sehun : Aish, berisik. Aku hanya bisa hari ini karena kebetulan aku tidak ada kelas hari ini. Mau bantu tidak? Sebagai imbalannya aku akan mentraktir makan siang kalian selama seminggu kedepan.

Park Chanyeol : Kalau begitu cepat datang kesini. Kebetulan aku sedang ada di studio. Lagipula, lumayan makan siang gratis selama seminggu.

Kim Jongin : Aku tidak mau traktiran darimu, Sehun-a. Aku ingin bekal Byun Baekhyun.

Byun Baekhyun : Aku sudah dalam perjalanan menuju studio Chanyeol. Hahaha, tentu saja aku tidak akan melewatkan kesempatan emas ini. Ya, Kim Jongin! Apa maksudmu menginginkan bekalku? Bekal ini akan aku tukar dengan bekal Jimi saat makan siang nanti. Tidak bisa.

Oh Sehun : Aish, berisik sekali. Jadi, bagaimana? Mau bantu tidak? Aku sudah di dalam mobil.

Kim Jongin : Baiklah, baiklah. Aku hanya bercanda. Sebentar lagi aku akan segera kesana. Jatah makan siang selama semingguku tetap ya.

Oh Sehun : Siap! Kalian memang nomor satu.

Byun Baekhyun : Bohong! Nomor satu bagimu itu sampai kapanpun adalah Surin. Jangan coba-coba merayu kami dengan kata-kata seperti itu.

Park Chanyeol : Aish, berhentilah mengoceh dan cepat datang kemari!

Mungkin ini memang ide yang gila, bahkan teman-temannya saja tidak percaya. Tapi Sehun akan mencobanya untuk Surin. Walaupun ia sendiri tidak tahu semua ini akan memberikan hasil yang baik atau tidak.

**

Saat ini ketiga orang yang merupakan teman dekat Sehun itu tengah berusaha mengajarkan Sehun bernyayi. Sehun berdiri sendiri diruangan rekaman, sedangkan ketiga orang yang diketahui bernama Chanyeol, Jongin, dan Baekhyun itu melihatnya dari ruang kontrol suara. Mereka memberikan masukan-masukan melalui sebuah microphone yang menjadi penghubung mereka dengan Sehun.

Berkali-kali Chanyeol menghentikan nyayian Sehun karena suara Sehun yang benar-benar tidak bisa sesuai dengan melodi lagu yang Sehun pilih sendiri itu. Chanyeol bingung mengapa Sehun tidak memilih lagu yang sudah ia kuasai saja seperti lagu-lagu berisi rap. “Sehun-a, kau tetap mau melakukannya?” Chanyeol memastikan membuat Jongin dan Baekhyun langsung mendorong bahunya. “Ya, Park Chanyeol. Jangan bicara seperti itu. Oh Sehun, kau pasti bisa menyelesaikan lagu ini.” Jongin berujar sementara Sehun mulai menghela napas. Ia tidak tersinggung dengan ucapan Chanyeol tadi. Sehun malah membenarkan ucapan laki-laki itu. Jika ia tetap memaksa maka hasilnya tidak akan bagus dan hanya akan menghabiskan waktu mereka. Sehun berencana untuk memberikan kejutan ini saat jam makan siang nanti pada Surin. Ia tidak bisa berlama-lama lagi. Tapi sedari tadi, Sehun bahkan tidak dapat menyanyikan dua bait dari lagu tersebut dengan baik dan benar padahal ia sudah mencobanya selama sekitar dua jam.

“Ah, begini saja. Bagaimana kalau semua bagian rap kau yang mengisi dan lirik lainnya kau serahkan pada kami bertiga?” Baekhyun memberi saran membuat Chanyeol dan Jongin langsung bertepuk tangan, kagum sekaligus setuju pada ide emas dari Baekhyun barusan. Sehun pun terlihat kembali bersemangat dengan tanpa berpikir panjang menyetujui saran dari Baekhyun.

“Baiklah ayo langsung saja. Sehun-a, cepat lakukan semua rap yang ada pada lagu itu. Aku akan segera merekamnya. 1, 2, Go!” Chanyeol memberi arahan dan Sehun langsung menyanyikan seluruh bagian rap yang ada pada lagu itu dengan sangat baik membuat ketiga temannya itu bertepuk tangan girang, merasa ide Baekhyun barusan benar-benar berjalan dengan baik.

Jarum jam terus berjalan sehingga tidak mereka sadari waktu makan siang dua puluh menit lagi sudah akan tiba. Mereka sudah menyelesaikan rekaman tersebut selama kurang lebih tiga jam dan merasa sangat puas dengan hasilnya. Chanyeol yang memang cerdas dalam hal musik itu tidak hanya menempatkan Sehun pada bagian rap saja, ia juga memodifikasi rekaman pertama yang tadi Sehun lakukan itu sehingga suara nyanyian Sehun tadi tidak terbuang begitu saja. “Ini rekamannya sudah ada di ponselmu.” Chanyeol mengembalikan ponsel milik Sehun pada sang empunya yang kini menatap ponsel tersebut dengan senyuman puas sekaligus senangnya. “Dan juga sebuah CD, hadiah dari Park Chanyeol, calon composer musik terkenal.” Sehun mengambil CD yang sudah Chanyeol bungkus dalam amplop cokelat itu membuat Sehun langsung menepuk bahu laki-laki itu sambil mengucapkan terima kasih.

“Aku benar-benar berterima kasih pada kalian bertiga. Kalau butuh apapun, telepon aku saja langsung.” Chanyeol, Baekhyun, dan Jongin langsung merangkul Sehun sambil tertawa. “Tenang saja, memang sudah seharusnya begitu dengan teman.” Jongin mendorong kepala Sehun pelan seperti yang sering ia lakukan sementara Sehun hanya tertawa. “Aku yakin kau akan berhasil membuat Surin meleleh dengan rekaman itu. Apalagi ada suara tiga orang tampan yang lainnya. Pasti melelehnya bukan hanya sekedar meleleh.” Chanyeol mengeratkan rangkulannya sementara yang lain mulai tertawa lagi.

“Benar kata Chanyeol tadi. Eh, aku harus segera kembali ke kampus. Jimi pasti sudah tidak sabar bertukar bekal denganku. Sampai jumpa. Semoga kau sukses, Oh Sehun!” Baekhyun langsung meraih tasnya dan pergi meninggalkan ruangan studio milik Chanyeol itu beriringan dengan suara seruan terima kasih dari Sehun yang hanya dibalasnya dengan acungan jempol. “Aku juga harus kembali ke kampus. Jam tidur siangku di perpustakaan kampus sudah tiba. Annyeong!” Jongin menepuk bahu Chanyeol dan Sehun kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.

“Kau juga harus pergi. Cepat temui Surin. Jam makan siang akan tiba lima belas menit lagi.” Saran Chanyeol sambil melirik jam tangannya. “Baiklah, sekali lagi terima kasih Park Chanyeol. Kau memang nomor satu. Sampai jumpa!” Sehun buru-buru berlari keluar ruangan dengan senang sambil memegang CD yang diberikan Chanyeol itu dengan erat. “Nomor satumu hanya Jang Surin, jangan coba-coba membohongiku!” Seru Chanyeol membuat Sehun tertawa terbahak.

Sehun hanya berharap Surin akan menyukai kejutannya ini.

**

“Ya, Jang Surin!”

Surin yang kini tengah menyantap makan siangnya di kantin kampus itu tersedak makanannya sendiri ketika seorang laki-laki yang sudah menjadi kekasihnya selama hampir tiga tahun itu menepuk bahunya, membuatnya terkejut setengah mati. “Aish, apa-apaan kau ini! Mengapa kau ke kampusku?” Surin segera memarahi Sehun yang kini langsung menempatkan dirinya di kursi yang berada di hadapan Surin. Sehun terus memandangi Surin dengan senyumannya membuat Surin hanya menatapnya bingung. “Apa?” Tanyanya sementara Sehun masih tersenyum penuh arti.

Sehun mengambil alih bekal Surin dan meletakan kotak makan itu dihadapannya. “Ya, Oh Sehun itu makananku. Aku tidak membuatkanmu makanan karena kemarin kau bilang kau tidak ada kelas hari ini. Kembalikan.” Surin baru saja akan merebut kotak makannya kembali namun Sehun dengan cepat mengeluarkan sebuah kotak makan dari dalam tasnya dan meletakannya dihadapan Surin. Surin memandang kotak makan itu dengan tatapan tidak mengerti. Gadis itu langsung membukanya dan terkejut melihat makanan lezat yang ada di dalam kotak makan tersebut.

“Aku khusus membuatkannya untukmu. Ya, walaupun ibuku banyak membantu, sih. Makanlah, maaf karena sudah dingin.” Sehun menyiapkan sumpit untuk Surin sementara gadis itu kini sudah menatapnya dengan tatapan haru. “Kau serius? Kau sedang tidak sakit kan? Atau jangan-jangan kau sedang menyogokku sebelum kau minta sesuatu padaku?” Selidik Surin membuat Sehun langsung mendengus. “Tentu saja tidak. Aku hanya sedang berusaha menjadi kekasih yang baik.” Tanggapnya membuat Surin lagi-lagi menatapnya dengan tatapan haru, tatapan yang membuat Sehun malah ingin tertawa dibuatnya. “Terima kasih banyak. Jalmokhaesseubnida!” Ujar Surin dan langsung menyantap makanan tersebut.

“Enak sekali! Rumput laut berbentuk hati yang ada ditelur dadar ini membuat rasa telur dadar ini menjadi lebih enak.” Surin tertawa seraya menyumpit satu kimbab yang ada di dalam tempat makan itu lalu menyodorkannya pada Sehun yang langsung memakannya. “Aku senang kau menyukainya.” Ujar Sehun membuat Surin tersenyum gembira. Bagi Surin kejadian seperti ini memang kejadian yang benar-benar langka, bahkan mungkin tidak pernah. Sehun memang satu-satunya orang yang tidak dapat Surin tebak. Ia selalu melakukan semuanya secara tiba-tiba dan mengejutkan, membuat Surin semakin jatuh hati pada sosoknya.

“Surin-a, aku punya hadiah lain selain ini.” Surin langsung mendongak, menatap Sehun yang kini tengah memasangkan headset pada kedua telinga Surin. Surin yang bingung hanya menunggu apa yang akan Sehun lakukan selanjutnya. Sehun mulai menekan tombol ‘play’ pada layar sentuh ponselnya, memutarkan rekaman yang sudah susah payah ia dan teman-temannya buat itu untuk Surin yang kini menutup mulutnya tidak percaya. Surin terus menatap Sehun sambil mendengarkan musik yang mengalun pada headset tersebut. Kedua bola matanya yang mulai basah itu masih saja betah menatap kedua mata Sehun yang seolah tersenyum padanya. Lagu favorit Surin, My Girl dari BTOB dengan versi Sehun dan teman-temannya yang Surin tahu betul adalah Chanyeol, Jongin, dan Baekhyun itu benar-benar berhasil menyentuh hatinya, membuatnya tidak kuasa untuk menahan tangisan harunya.

[Baekhyun] ♪ Baby neoreul wihan promise jal deureobwa 

(Baby, listen carefully to this promise I made for you)

♪Niga wonhamyeon da hal su isseo nan 

(If you want it, I can do anything)

 Nuni busin neoneun namanui style,  my beautiful girl 

(You are dazzling and you’re just my style, my beautiful girl)

[Chanyeol] ♪ Naege dagaomyeon geudaero stop geudaero nan fall in love with you♪

(When you’re coming toward me, just stop right there
I fall in love with you just like that)

♪Nae mameul algenni nan niga jeongmal joheun geol 

(Do you know my heart? I really like you)

[Sehun] ♪ (step by step) nae soneul jababwa♪

((step by step) hold my hand)

 (day by day) ireoke love is forever♪

((day by day) Like this, love is forever)

 (nae mamsok) maeil neoman boyeo 

((In my heart) I only see you every day)

[Baekhyun] ♪Ije naman barabwajwo nae modeun geol julgeyo ♪ 

(Now only look at me and I’ll give you everything)

[All] ♪ My sweety girl you’re my heart you’re my girl 
(My sweety girl You’re my heart You’re my girl)

[Jongin] ♪ Geudaeman barabogo itjyo nae mameul anayo my girl 

(I’m only looking at you, do you know my heart, my girl?)

♪You’re my angel sigani meomchwo beorindaedo bol su eobseodo 
(You’re my angel – even if time stops, even if I can’t see you

[Sehun] ♪ Hanappunin my girl♪                                                                                                                           

(You’re my only my girl)

 You’re my girl, ‘cause  you’re my heart…

You’re my soul,  ‘cause  you’re my lady… 

 

[Chanyeol] ♪Baby neoreul wihan promise jal deureobwa 

(Baby, listen carefully to this promise I made for you)

 Haru jongil neoman bol su isseo nan 

(I can look at you all day)

♪Ni utneun moseube na sumeul swil su eomneun geol♪

(I can’t breathe when you start to smile)

 

[Sehun]  ♪(step by step) nae soneul jababwa♪

((Step by step) hold my hand)

 (day by day) ireoke love is forever♪

((Day by day) Like this, love is forever)

♪(nae mamsok) maeil neoman boyeo♪

((In my heart) I only see you every day)

[Baekhyun] ♪Ijen naman saranghaejwo nae modeun geol julgeyo♪

(Now only love me and I’ll give you my everything)

 

[All] ♪My sweety girl you’re my heart you’re my girl geudaeman♪

(My sweety girl You’re my heart You’re my girl)


[Jongin] ♪Barabogo itjyo nae mameul anayo my girl♪

(I’m only looking at you, do you know my heart, my girl?)

 ♪You’re my angel sigani meomchwobeorindaedo bol su eobseodo♪

(You’re my angel – even if time stops, even if I can’t see you)


[Sehun] ♪Hanappunin my girl♪

(You’re my only my girl)

Surin tak mampu berkata-kata lagi saat ia mendengar suara Sehun menyapa kedua telinganya, membuat jantungnya berdebar lebih cepat. Bukan hanya karena rekaman yang indah tersebut, tapi juga kedua bola mata Sehun yang sedari tadi masih saja betah menatap kedua bola mata milik Surin yang sudah berkaca-kaca itu. Seluruh dunia Surin serasa berhenti berputar, semua perhatian Surin benar-benar hanya terfokus pada satu titik. Hanya berpusat pada sosok seorang Oh Sehun yang masih setia duduk di hadapannya itu.

[Sehun] ♪Hello girl..

Naega deutgo sipeun myeot gaji achime ireonasseul ttae ni gallajin moksori 

(there are a few things I want to hear, your scratchy voice when you wake up in the morning)

♪Soreumi dodeul jeongdoro ippeun ni eolgure misoga beonjineun haengbokhan sori♪

(The happy sound of you laughing with your pretty face that gives me goose bumps)

 ♪Haruga wae iri gilkka hwajanggi eomneun minnat tto nunbusige bitna♪

(Why is a day so long? Even your makeup-less face dazzles)

♪Imi na neol pume neoheun chae imi na♪

(I have already placed you in my embrace)

♪Neowa hanaga doen i bami jinagaji ankil binda♪

(I pray that this night where we’ve become one won’t ever pass)

 

[Chanyeol] ♪Baby i need you baby i want you♪

(Baby I need you Baby I want you)

[Jongin] ♪Ijen mameul yeoreojwo naegeman (can’t you see) 

(Now open your heart only to me (can’t you see))

 

[Baekhyun] ♪Geunyang haneun mari anya nal mideojullae♪

(I’m not just saying this, please believe me)

♪Nae modeun geol da geolgo neol jikyeojulge♪

(I’ll protect you with everything I’ve got)

Bahkan ketika lagu tersebut hampir mendekati akhir, Surin masih tidak bisa berkata apa pun. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi menjelaskan perasaanya saat ini. Perasaan senang, terharu, terkejut, tidak percaya, semuanya bercampur jadi satu. Oh Sehun, tampaknya pria itu selalu tahu bagaimana caranya membuat jantung Surin berdetak lebih kencang dari biasanya.

[Sehun] ♪My sweety girl my girl neomu yeppeun neol my girl♪

(My sweety girl My girl, you’re so pretty and you’re my girl)


[Jongin] ♪Barabogo itjyo nae mameul arayo my girl♪

(I’m looking at you, do you know my heart, my girl?)

 

[Baekhyun] ♪You’re my angel sigani meomchwobeorindaedo bol su eobseodo♪

(You’re my angel – even if time stops, even if I can’t see you)

♪Hanappunin my girl♪

(You’re my only my girl)

[Sehun] ♪You’re my angel you’re my sweety♪

(You’re my angel You’re my sweety)

♪Nae mameul algo inni my girl♪

(Do you know my heart, my girl?)

 ♪You’re my angel you’re my sweety♪

(You’re my angel You’re my sweety)

♪Eonjena neoppunin geol♪

(It’s always been you)

 ♪Hanappunin my girl♪

(My one and only, my girl)

 You’re my girl, ‘cause  you’re my heart…

You’re my soul,  ‘cause  you’re my lady… 

Suara Sehun menutup lagu tersebut dengan sangat indah, membuat Surin hanya tertawa canggung ketika air matanya mengalir begitu saja. Surin buru-buru menghapusnya sementara Sehun kini masih setia menatapnya dengan senyuman hangat yang malahan membuat Surin semakin ingin menangis itu. Sehun kemudian menyodorkan CD rekaman tersebut pada Surin yang langsung menerimanya. “Terima kasih. Rekaman ini sangat indah. Aku benar-benar menyukainya.” Lagi-lagi satu bulir air mata jatuh begitu saja membuat Surin dengan cepat menghapusnya asal.

“Aku ingin memiliki sesuatu yang dapat kau banggakan pada orang-orang lain. Aku ingin memiliki sesuatu agar kau dapat menceritakan tentangku pada teman-temanmu. Sesuatu yang spesial, yang dapat membuatmu bangga padaku.” Surin langsung menggenggam kedua tangan Sehun dengan erat seraya menatapnya.

“Meskipun kau tidak melakukan semua ini, kau harus tahu bahwa aku sudah bangga padamu. Aku bangga memiliki seorang kekasih sepertimu. Kau selalu melakukan hal-hal kecil untukku yang tidak dilakukan kekasih manapun diluar sana. Kau sendiri mungkin tidak menyadarinya tapi aku dapat mengetahuinya.” Perlahan bibir Sehun mulai membentuk sebuah lengkungan bulan sabit yang tipis.

“Kau mau tahu apa hal-hal kecil itu? Kau akan tiba-tiba merapikan rambutku jika berantakan, memarahiku yang sering memakai sepatu tinggi, merangkul dan berusaha melindungiku saat kita berjalan di jalanan yang ramai, menelponku tengah malam hanya untuk mengucapkan selamat tidur, menyempatkan diri untuk menjemputku meskipun kau sendiri sedang disibukan dengan tugas-tugasmu, mengirimiku lebih dari seratus pesan dengan isi tidak penting seperti ‘abc’ ‘honey’ ‘darling’ ‘jelek’ ‘hehehe’ ‘pendek’ dan sebagainya ketika aku tidak kunjung membalas pesanmu, menemaniku mengerjakan semua tugas-tugasku, dan sekarang kau bahkan berusaha membuatkan makan siang untukku dan juga membuat rekaman ini. Semua hal kecil itulah yang membuatku bangga dan bahagia dapat bersama-sama denganmu menjalin hubungan ini.”

Sehun membalas genggaman tangan Surin lalu mengelusnya dengan perlahan. Ia mengecup tangan Surin dengan cepat lalu tersenyum. “Kau harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu, Jang Surin.”

“Kau juga harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu dan semua hal-hal kecil mengenai dirimu yang sekalipun tidak kau ketahui itu, Oh Sehun.”

Sehun benar-benar tidak bisa lebih bahagia dari ini. Ia ingin terus bersama-sama dengan Surin. Gadis yang sangat mencintainya. Mencintainya dan bahkan mencintai semua hal-hal kecil mengenai dirinya yang ia sendiri tidak ketahui.

-FIN

Terima kasih sudah membaca! Masukannya silahkan ketik dibawah ini. Xoxo.

Advertisements

12 comments

  1. byunbaek · October 18, 2015

    sehun sweet banget yaampuuuun… agak sedikit ngakak pas bagian sehun rekaman ga bisa2 wks

    • Oh Marie · October 27, 2015

      Hallo>< terima kasih sudah mau berkunjung dan menyampaikan komen huhu. Enjoy this wp, dear<3

  2. putrinada01 · October 20, 2015

    hayyy aku readers baruu kak 😁😁 salam kenal yaa 😁
    ihhh sehunnya romantis bangeett jadi pingin pacaran sama sehun (?) wkwkwk

    • Oh Marie · October 27, 2015

      Salam kenal juga putri:b Betah-betah baca disini yaaa!

  3. ongewife · October 28, 2015

    Sweet bangett sihhh, mau dong digituin juga sama sehunn, sampai bela” in rekaman lo, gak kebayang tuhh gimana cintanya sehun sama surin sampai rela keluar dari zona nyaman kaya gitu, kalo orang lagi jatuh cinta mahh gitu dapat melakukan hal” diluar kebiasaan mereka dann contoh nya sehun, gak kuat baca ini, nge fly nihh

    • Oh Marie · October 29, 2015

      Aw makasih banyak udah mau mampir, baca, dan bahkan ninggalin komen. Terharu banget sama komentarnya! Sehun emang orangnya gitu pura-pura ga peduli tapi sebenernya mikirin. pura-pura ga nunjukin kalo dia sayang tapi sebenernya sayang HUHUHU *sok tau*

      Sekali lagi makasih! Salam kenal ya!

      • ongewife · November 12, 2015

        hahaha sehun emang gitu orang nya, ya salam kenal juga

  4. Cuckoo · November 28, 2015

    kok bisa nulis komen

  5. Cuckoo · November 28, 2015

    Duh dari kemari ak tuh udh kasih komen panjang x lebar tapi gagal terus, sekarang giliran bisa komennya ilang…. yah apa boleh baut, kritik dan saranna gagal ya ._.

  6. rahsarah · April 18, 2016

    haii aku pembaca baru di ff kamuu
    mau tanya librarynya ada ga ka?
    aku penasaran sma cerita mereka berdua dri awal ka, boleh aku minta linknya?

    bagus banget kata2nya aku ikutan terharu bacanya sampe berkaca2

    • Oh Marie · April 19, 2016

      HALOOOOOO Ah seneng banget dapet reader baruuuu! Terima kasih sudah mau mampir dan baca bahkan ninggalin komen ya!
      Untuk library aku belom sempet bikin huhu. Nanti aku usahain bikin sekarang kamu scroll aja ya ke bawah hihihi. Ily!

  7. angiesuci · October 16, 2016

    Sweeeettttt
    Umm okay, maaf ya aku baru comment sekarang.

    Aku readers baru nihh.
    Dan aku bakal baca semua ff disini.
    Sumpah semua ff nya da besttttt👍👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s