Diet

large (40)edit

Happy reading!

**

Baekhyun merasa ada yang berbeda dengan kekasihnya belakangan ini. Alisnya bertaut, berusaha memikirkan hal apa yang sudah menyebabkan ia sampai berpikir bahwa seorang Park Jimi yang ada dihadapannya kini bukanlah seorang Park Jimi yang selama ini ia kenal. Baekhyun mengetukan jemarinya pada meja yang ada dihadapannya sambil terus memandangi Jimi yang kini sibuk dengan laptopnya, mengerjakan tugas kelompoknya bersama Baekhyun yang hanya tinggal diperbaiki sedikit lagi.

“Byun Baekhyun jangan memperhatikanku terus dan cepat kerjakan bagianmu. Masih ada beberapa artikel koran lagi yang belum kau potong. Cepat potong!” Sahut Jimi tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada dihadapannya membuat Baekhyun tertawa kecil sembari membetulkan posisi duduknya. Kini mereka tengah duduk dilantai ruang tamu apartment Jimi yang mendadak berubah seperti kapal pecah. Buku catatan disana-sini, gunting, lem, dan alat-alat yang berhubungan dengan tugas makalah dari dosen mereka yang galak itu berceceran diseluruh sudut ruang tamu yang hanya berisikan dua orang itu. Untungnya Jimi hanya tinggal sendiri di apartment ini. Ia tidak tahu bagaimana nasibnya jika ibunya tiba-tiba datang menjenguknya saat ini juga. Jimi yakin ia harus menyiapkan earphone agar telinganya tidak pecah karena diceramahi.

Baekhyun meletakan kertas koran dan gunting yang tengah dipegangnya lalu malah melipat tangannya diatas meja tamu tersebut. Ia memangku dagunya dengan telapak tangan kanannya dan mulai memperhatikan Jimi dengan kedua mata bulatnya itu, berusaha mencari tahu jawaban atas rasa penasarannya akan pertanyaan yang sedari tadi masih memenuhi pikirannya. Ada yang berubah dari Jimi. Dan Baekhyun harus segera mengetahuinya.

“Ah, aku rasa aku sudah mengetahui jawabannya.” Baekhyun berujar membuat Jimi segera menatap kekasihnya itu dengan tatapan heran, tidak mengerti maksud ucapan laki-laki itu barusan. “Park Jimi, aku kan sudah sering memperingatkanmu untuk tidak melakukan diet lagi.”

“Apa? Aku tidak diet. Ini memang badanku saja yang sudah kurus dari sananya.”  Jimi berdalih membuat Baekhyun terkekeh pelan. “Jangan kira aku tidak memperhatikan bekalmu yang belakangan ini berubah menjadi makanan kambing itu, ya.” Jimi berdeham. Ia tahu maksud ucapan Baekhyun yang menyebut bekalnya belakangan ini berubah menjadi makanan kambing. Dua minggu ini Jimi hanya membawa sayur-sayuran hijau serta satu buah apel sebagai bekal makan siangnya demi menjaga berat badannya. Jimi melakukan hal ini juga karena sebuah alasan yang memaksanya. Dan alasan itu tentu saja berhubungan dengan laki-laki yang kini tengah menatapnya tidak suka itu.

“Lihatlah pipimu yang sekarang seakan menciut itu. Aku tidak mau kau melakukan hal semacam ini lagi, arra?” Baekhyun berujar dengan suara seriusnya. Ia benar-benar tidak suka dengan sikap Jimi yang satu ini. Kejadian ini pun bukan hanya terjadi satu atau dua kali, tetapi sudah seringkali dan Baekhyun tidak dapat mentolerirnya lagi kali ini.

Baekhyun bangkit berdiri dan berjalan menuju dapur yang tidak jauh dari ruang tamu tersebut. Ia mengecek persediaan bahan makanan di kulkas milik Jimi dan segera mengambil beberapa bahan untuk dimasak. “Ibumu mempersiapkan semua bahan makanan ini dan kau malah menyiakannya.” Baekhyun mulai mengiris daging yang baru dicucinya dengan perlahan. Ia terus melakukan kegiatannya sementara Jimi kini menghampirinya dan hanya memperhatikan sosoknya dari samping.

“Aku rasa aku sudah memberitahumu kalau aku menyukai perempuan berisi.” Baekhyun mencicipi bumbu yang baru diramunya itu dengan kelingkingnya tanpa memandang Jimi yang kini masih menatapnya. “Bohong. Kau kira karena siapa aku melakukan hal ini?” Jimi mengambil alih pisau ditangan Baekhyun dan mulai membantunya memasak. Baekhyun tertawa kecil kemudian beralih ke kompor yang sudah ia nyalakan.

“Yang pasti kau melakukan hal ini bukan untuk menarik perhatian Kim Jongin, kan?” Baekhyun berujar jahil sementara Jimi hanya mendengus. “Ya, sebagian untuk itu mungkin.” Baekhyun mengercutkan bibirnya tidak suka. Ia menghampiri Jimi yang kini tengah mencuci sayuran setelah meniriskan daging yang baru digorengnya. Baekhyun meletakan dagunya pada bahu Jimi membuat gadis itu berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dengan terus mencuci sayuran yang sebenarnya sudah bersih itu.

“Awas saja kalau sampai kau berani mendekati laki-laki itu.” Jimi tertawa kecil sementara Baekhyun membetulkan letak dagunya pada bahu Jimi. “Kalau kau kurus aku jadi tidak nyaman meletakan daguku disini. Jadi, jangan kurus ya.” Baekhyun memeluk Jimi yang kini hanya tersenyum simpul. Gadis itu mati-matian menahan debaran jantungnya yang seakan memaksa untuk keluar. Ia hanya berharap agar Baekhyun tidak dapat mendengarnya.

Jimi memang sedang dalam masa tahap pengurusan badan. Ia hanya memakan sayuran dan buah-buahan untuk menjaga berat badannya. Ia juga berolah raga tiap pagi meskipun itu hanya sit up atau sekedar senam biasa.

Hobinya memang makan. Setiap berkencan dengan Baekhyun, laki-laki itupun juga seakan mengerti kesukaan Jimi. Ia seakan mengajak Jimi untuk berwisata kuliner dengan mendatangi beberapa restaurant hanya dalam satu hari. Awalnya Jimi sangat senang namun lama-kelamaan apalagi ketika menyadari kalau semua teman perempuan Baekhyun memiliki badan yang ramping, Jimi memutuskan untuk tidak melakukan hal itu lagi. Jimi yakin Baekhyun pun bingung karena setiap laki-laki itu mengajaknya makan diluar, Jimi malah akan meminta Baekhyun untuk menemaninya lari sore atau sekedar bersepeda dipinggir sungai Han.

Ia hanya tidak mau Baekhyun sampai melirik gadis lain oleh sebab itu ia melakukan hal ini. Memang terkesan kekanakan namun percayalah, ketika kau berada diposisi Jimi, kau juga pasti akan melakukannya.

Mereka menikmati makan malamnya sambil terus mengerjakan tugas yang tidak kunjung selesai. Jimi sesekali memotong beberapa artikel dan menempelkannya pada sebuah kertas, begitupun dengan Baekhyun. Baekhyun menyumpit daging yang ada dipiringnya lalu mengopernya pada piring Jimi. “Makanlah, jangan malah dipisahkan seperti itu. Aku tahu kau paling suka daging buatanku.” Jimi mau tidak mau akhirnya menuruti juga. “Itu baru pacarku.”

“Memangnya kau benar tidak masalah kalau aku gemuk? Awas ya kalau setelah ini malah melirik gadis lain yang berbadan ramping.” Ancam Jimi membuat Baekhyun tertawa. “Jadi itu yang kau khawatirkan sampai-sampai diet seperti ini?” Jimi mendengus, merasa kesal. Laki-laki itu sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu. Dasar menyebalkan.

“Kau juga tampak kurusan.” Jimi memperhatikan Baekhyun yang masih asik makan itu. “Ini semua karena kau. Belakangan ini tidak ada lagi yang tiba-tiba menelponku larut malam hanya untuk mengajakku makan kue ikan atau tteokbeoki di pinggir jalan. Kau harus meminta maaf.” Tuduh Baekhyun membuat Jimi menatapnya dengan tatapan tidak setuju.

Baru saja Jimi mau membantah perkataan Baekhyun barusan, bel apartmentnya berbunyi, pertanda ada tamu diluar pintu utama itu yang menunggu sang empunya rumah untuk segera membukakan pintunya.

Jimi beranjak dari tempatnya lalu segera membukakan pintu tersebut. Ia terkejut ketika seorang pengantar pizza tengah berdiri di hadapannya sambil tersenyum ramah. Baekhyun yang menyadari kalau pesanannya sudah datang itu langsung berhambur menuju pintu tersebut. Baekhyun buru-buru mengambil alih dua box besar pizza itu setelah membayarnya.

“Surprise!” Baekhyun mengangkat dua box pizza tersebut sambil tersenyum senang. Ia langsung merangkul Jimi dan menuntun gadis itu kembali ke ruang tamu dengan antusias.

Jimi rasa besok pagi timbangannya akan kacau lagi.

**

“Aku naik tiga kilogram karena pizza semalam, Byun Baekhyun kurang ajar!” Baekhyun masih asik tertawa sementara Jimi hanya mengaduk jus apelnya dengan tidak berselera. Suasana kantin kampus saat itu tidak terlalu ramai mengingat jam makan siang masih dua jam lagi.

“Tidak apa, kau terlihat lebih lucu kalau seperti ini.” Baekhyun mencubit kedua pipi Jimi sambil tertawa sementara gadis itu berusaha melepaskan diri darinya. Diam-diam Jimi menahan senyuman yang rasanya ingin segera mengembang diwajahnya mendengar Baekhyun berujar demikian.

“Berat badanku juga sepertinya naik.” Baekhyun menangkup pipinya sendiri dengan kedua telapak tangannya membuat Jimi tidak bisa untuk tidak gemas melihatnya. “Berarti sekarang kita chubby couple?” Baekhyun bertanya membuat Jimi mau tidak mau tertawa. Baekhyun mengacak rambut Jimi dengan penuh kasih sayang.

“Jangan pernah menyiksa dirimu lagi. Jadilah kau yang apa adanya. Lagipula aku suka kau yang bagaimana pun. Mau kau bulat, kotak, segitiga, prisma sekalipun aku tidak peduli. Aku tetap akan menyukaimu dan sampai kapanpun akan begitu.” Jimi tidak bisa lagi menahan senyumnya. Meskipun ucapannya yang terakhir itu malah terdengar seperti gurauan, bagi Jimi serentetan kalimat barusan itu adalah kalimat paling manis yang Baekhyun rangkaikan untuknya.

Baekhyun menyodorkan satu potong roti bakar yang sengaja disiapkannya untuk Jimi itu sambil tersenyum. “Aaaa~” Ujar Baekhyun membuat Jimi terbahak sebentar lalu segera memakan roti bakar itu masih sambil menahan tawanya kala Baekhyun terus memperhatikannya.

“Aku bisa semakin gemuk kalau seperti ini terus.” Ujar Jimi sembari masih berusaha memasukan potongan roti bakar yang lumayan besar itu kedalam mulutnya.

“Kalau begitu makannya berdua saja.” Jimi menatap Baekhyun yang sudah tersenyum jahil itu dengan penuh tanya. Baekhyun tiba-tiba mendekat dan langsung menggigit sisi roti bakar yang belum masuk kedalam mulut Jimi itu cepat.

“Byun Baekhyun!” Jimi menangkup pipinya yang seketika memerah itu sementara Baekhyun sudah tertawa terbahak-bahak.

Baekhyun harap Jimi tidak lagi melakukan hal yang dirinya sendiri tidak sukai karena bagi Baekhyun, apapun yang gadis itu sukai adalah hal yang akan ia sukai juga.

-fin.

Yeay! Thanks for reading!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s