Mommy’s Day

WM6s7836

Mommy’s time hahaha! (ps : Makasih Vena buat poster yang super unyu ini!)

~~

“Jadi, rencana kejutan hari Valentine yang sudah kita rundingkan ini harus dimulai dari mana?” Minseok bertanya sambil sesekali menyesap lemon teanya. Ia juga tampak sibuk memotong daging steak milik anak laki-laki berusia empat tahun yang kini tengah menatap ayahnya dengan ekspresi tidak sabar. Anak laki-laki itu menatap lekat-lekat piring berisi daging steak tersebut melalui kedua mata sipit dan berbinarnya itu.

Minseok mengacak rambut anak laki-laki bernama lengkap Kim Minjoon itu sambil tertawa kecil. Minseok tahu bahwa sifat Minjoon yang juga gemar makan itu menuruni sifatnya dan sifat Cheonsa hingga kini ia hanya dapat menatap Minjoon sambil menahan tawanya. Minseok juga tidak mengerti mengapa ia selalu ingin tertawa setiap melihat Minjoon makan dengan lahap seperti saat ini. Mungkin karena sosok Minjoon yang seperti itu mengingatkan Minseok akan sosok Cheonsa yang selalu menyerah dengan makanan dan memutuskan untuk mengundur-undur jadwal dietnya.

“Bagaimana dengan membelikan hadiah? Kurasa Taerin akan merasa senang jika aku membelikannya beberapa kaset film sejenis pembunuhan atau film horror. Siapa tahu bisa jadi referensi yang bagus untuknya, karena kalian tahu? Belakangan ini wanita itu bahkan jauh lebih garang dari biasanya.” Kris mendengus kesal mengingat pertengkaran kecil yang terjadi tadi pagi. Taerin menimpuk Kris dengan sendok nasi hanya karena menyuruh wanita itu untuk berdiet mengingat berat badannya yang semakin hari semakin bertambah. Ralat, Kris tidak ‘menyuruhnya’ tetapi hanya ‘menyarankannya’ untuk berdiet. Kris hanya tidak ingin terus dicecar pertanyaan seperti ‘Apakah aku terlihat lebih gemuk?’ ‘Apakah perutku akan baik-baik saja jika aku memakan makanan itu?’ ‘Mengapa lenganku bisa mirip seperti guling? Apa ini karena makan malam tadi?’ setiap harinya. Maka sebab itu Kris menyarankan sebuah cara yang tidak disangka-sangka malah membuat Taerin menimpuknya dengan sendok nasi.

Kris menatap anak laki-laki berusia lima tahun yang kini duduk disebelahnya. Ia tampak tengah sibuk dengan game yang ada pada tablet keluaran terbaru miliknya itu sambil terus menyantap makan siangnya tanpa bersuara. Anak laki-laki itu memiliki paras tampan ditambah lagi dengan gaya pakaiannya yang sangat modis. Tidak heran lagi jika mengingat kedua orangtuanya yang sangat memperhatikan penampilan sehingga anak itu pun menuruni sifat mereka tersebut. Kris tertawa samar mengingat bagaimana anak laki-laki bernama lengkap Dennis Wu itu memilih sendiri pakaian mana yang akan dipakainya setiap hari. Ia bahkan juga mengoleksi berbagai macam sepatu dengan merk dan model yang berbeda-beda, persis seperti yang dilakukan Kris dan Taerin.

“Aku ingin sesuatu yang berbeda. Jika hanya membelikan hadiah, sudah terlalu biasa. Bagaimana kalau masing-masing dari kita membuatkan kue tart cokelat? Kurasa mereka akan sangat terkesan apalagi kita membuatnya bersama anak-anak kita sendiri. Setelah itu kalau kalian mau membelikan pasangan kalian hadiah, silahkan saja. Justru itu akan mempermanis rencana ini. Rencananya aku akan membelikan Jimi alat perangkat karaoke dan memasangnya dikamar kami.”

Baekhyun berujar serius membuat yang lain segera menatapnya dengan keheranan. Tentu saja mereka keheranan. Mereka jarang sekali mendengar seorang Byun Baekhyun berbicara dengan nada serius ditambah sosok kebapakan yang terlihat sangat jelas kala ia menyuapi anaknya sambil bertutur demikian. Teman-temannya bahkan dapat menghitung kapan saja tepatnya Baekhyun berujar dengan nada serius-nya yang langka itu. Yaitu hanya pada saat ia melamar Jimi, mengucapkan sumpah pernikahan, dan menamai anaknya. Setelah itu, mereka tidak tahu lagi. Ya, meskipun mereka juga menyayangkan kalimat Baekhyun yang terakhir tentang alat perangkat karaoke. Mereka tidak bisa membayangkan betapa gaduhnya rumah keluarga kecil itu setelah Baekhyun benar-benar menjalankan rencana pemasangan alat perangkat karaoke tersebut. Mendadak mereka merasa kasihan dengan tetangga yang tinggal tepat disebelah kanan dan kiri rumah kedua pasangan paling berisik itu.

Yang lain masih menatap Baekhyun dengan tatapan terpana sementara Baekhyun terus menyuapi anak laki-laki usia tiga tahun bernama lengkap Byun Baekjoo itu dengan hati-hati. Baekjoo tampak sangat ceria. Anak itu bahkan kini bernyanyi sambil menarikan kedua tangannya yang mungil dengan sangat riang membuat Baekhyun juga harus ikut menarikan kedua tangannya ketika anak yang berusia paling kecil diantara anak yang lain itu menarik tangannya seolah menyuruh ayahnya itu untuk turut menari bersamanya. Sifat riang yang tidak sinkron dengan paras yang terkesan tidak bersahabat itu benar-benar menuruni Baekhyun dan Jimi.

“Itu ide yang sangat bagus.” Sehun memukul meja makan itu membuat yang lain terkejut sementara ia tersenyum tidak bersalah. “Aku setuju dengan ide membuat kue itu. Aku yakin mereka akan bertekuk lutut pada kita setelah melihat kejutan ini. Kalau begitu lebih baik kita jangan buang-buang waktu. Aku tahu dimana toko kue tart yang memperbolehkan pembelinya membuat sendiri kue yang ia mau.” Sehun berujar bangga membuat yang lain segera menatapnya. Temasuk anak laki-laki berusia lima tahun, bernama lengkap Oh Rei yang kini tengah menatap ayahnya dengan serius itu. “Toko roti milik nenek?” Sambar Rei membuat senyum Sehun semakin melebar. “Kau pintar sekali seperti ayahmu.” Ia mengacak rambut Rei dengan gemas.

“Yasudah, kalau begitu bagus. Kita tidak usah repot-repot melihat resep yang rumit itu karena disana pasti sudah ada yang mengarahkan kita untuk membuat kue tart cokelat tersebut.” Kris berujar seraya menghabiskan cola favoritnya itu.

“Nenek pasti senang karena banyak teman Rei yang main kesana. Aku yakin nanti nenek juga akan menyediakan berbagai macam jenis roti untuk kita!” Rei berseru riang dengan ekspresi wajah yang berhasil membuat orang-orang disekitarnya kebingungan. Anak itu berekspresi datar dan dingin, sama sekali tidak sinkron dengan nada suaranya yang sangat ceria dan antusias itu. Yang lain sempat memandanginya dengan tatapan heran dalam beberapa saat, namun sekitar sepuluh detik kemudian mereka dapat memaklumi hal tersebut. Ya, pasti anak laki-laki itu menuruni dua sifat dari masing-masing orang tuanya yang sangat bertolak belakang.

“Cool! I loves bread. Rei, nanti berikan aku yang cokelat ya.” Ucap Dennis santai kemudian ia melanjutkan game yang ada pada tabletnya. Minjoon kini sudah menghampiri Rei dan duduk disebelahnya. Minjoon mengintrograsi Rei tentang berbagai jenis roti yang nanti akan mereka makan di toko roti neneknya itu. “Rei hyung, nanti Minjoon minta yang cokelat campur keju parut, campur choco chips, dan campur selai vanilla itu ya!” Minjoon berbinar sementara Rei mengangguk kemudian melanjutkan penjelasannya dengan antusias. Sedangkan satu anak yang lain yaitu Byun Baekjoo masih menyanyi dan menari tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya. Bahkan kini ia menggunakan sedotan sebagai microphonenya.

Baekjoo menunjuk sedotan milik Dennis, seolah mengajak anak laki-laki itu untuk bernyanyi bersama. Dennis tertawa lalu mau tidak mau ia mengambil sedotan yang ada pada gelas berisi jus jambu miliknya itu dan ikut menyanyi. “Twinkle twinkle little star~” Dennis mulai menyanyi membuat Baekjoo semakin bersemangat. Kris tertawa mendengar suara datar dan tidak bernada milik Dennis. Kris menyayangkan dirinya dan Taerin yang tidak dapat bernyanyi dengan baik sehingga kini anaknya juga harus menerima hal yang serupa dengan kedua orangtuanya. Namun selama Dennis menuruni ketampanannya itu, semua tidak masalah. Suara penyanyi yang tidak terlalu bagus pasti akan termaafkan jika melihat wajah sang penyanyi yang tampan dan menawan.

Rei dan Minjoon yang tadinya sibuk berbincang mengenai roti segera mengalihkan perhatian mereka dan memutuskan untuk bergabung sehingga suara gaduh keempat anak tersebut memenuhi seluruh penjuru ruangan café yang tidak terlalu ramai itu. “Oooh~ Staaaar! Little staaar!” Teriak Baekjoo seakan-akan melakukan titik klimaks dari lagu tersebut, membuat orang-orang disekitar mereka langsung sibuk menonton dan tertawa, sedangkan Ayah dari anak-anak itu dengan segera meminta maaf atas keributan yang terjadi. Semua memang berawal dari bocah berusia tiga tahun yang kini masih menyanyi layaknya penyanyi terkenal yang sedang menggelar konser itu. Sepertinya Baekjoo memang benar-benar menuruni sifat Baekhyun yang tidak bisa diam dan sangat hobi menyanyi.

Sehun yang kini memperhatikan anaknya, Rei yang masih saja bernyanyi sambil tertawa itu, hanya tersenyum hangat. Rei memang mirip sekali dengannya. Bahkan hampir sembilan puluh delapan persen orang mengatakan bahwa mereka sangat mirip. Tulang rahang yang tajam disertai dagu lancip, bibir berwarna merah jambu yang khas, alis mata tegas, hidung mancung, ekspresi datar dan galak, kulit putih susu, dan tinggi badannya pun semua mewarisi yang ada pada Sehun. Bagi anak umur lima tahun Rei memiliki tinggi badan yang semampai, jauh dibawah batas ideal tinggi anak seumurannya.

Yang membedakan Rei dengan Sehun hanya kedua manik matanya yang berwarna hitam pekat dan berukuran lebih besar, serta sifatnya yang hangat dan ceriwis. Sehun pun tahu kalau kedua manik mata dan sifat hangat yang dimiliki Rei, ia dapatkan dari ibunya, Surin. Sehun ingat kalau seringkali Surin marah dan iri karena banyak sekali orang yang mengatakan bahwa Rei memang lebih mirip dengannya. Tetapi Sehun hanya menanggapinya dengan candaan seperti mengajaknya untuk memiliki anak lagi. Siapa tahu kalau anak mereka yang kedua perempuan, anak itu akan lebih mirip dengan Surin. Sehun selalu ingat bagaimana reaksi spontan Surin setiap ia melontarkan candaan tersebut yang entah mengapa menjadi hiburan tersendiri baginya. Surin pasti langsung gugup kemudian buru-buru menginjak kaki suaminya itu dengan kesal membuat Sehun semakin semangat untuk menjahilinya.

“Daddy, ayo cepat kita ke toko roti neneknya Rei. Aku tidak sabar ingin membuatkan kue tart untuk Mommy.” Dennis menatap wajah ayahnya yang tengah tersenyum itu. Kris menatap yang lain kemudian mengangguk menyetujui ucapan Dennis setelah ia juga mendapat persetujuan dari teman-temannya.

“Byun Baekjoo, ayo cepat jangan menyanyi terus. Kita harus bekerja sama membuat kue tart untuk Eomma-mu! Aish, anak ini. Untung saja kau tampan dan cute seperti aku.” Baekhyun masih sibuk memisahkan Baekjoo dengan sedotan yang digunakannya sebagai microphone itu dengan susah payah, sementara yang lain hanya menatap pasangan ayah dan anak itu sambil tertawa pelan. Pasalnya tawa tersebut tidak hanya disebabkan oleh ucapan Baekhyun barusan tetapi juga karena mereka baru menyadari bahwa penampilan pasangan ayah dan anak itu jika diperhatikan lagi sangat lucu dan kompak. Mereka sama-sama memakai kaos Polo berkerah berwarna abu gelap dengan celana jeans hitam, serta sepatu yang juga berwarna abu-abu. Mereka bahkan juga memakai mantel berwarna hitam panjang selutut yang modelnya sama persis. Benar-benar pasangan ayah dan anak yang paling kompak.

“Appa, nanti kue tart cokelatnya ditambahkan ice cream lima tingkat diatasnya, ya!”

“Dad, I remembered that Mommy’s prefer dark chocolate than the sweet one. Apa kita akan tetap membuat kue tart cokelat dengan dark chocolate yang pahit itu? Dark chocolate is not my style!”

“Appa, kita minta Nenek saja yang membuatkan kue tart cokelat untuk Eomma. Rasanya pasti akan jauh lebih enak dibandingkan dengan kita yang membuatnya. Aku sangat meragukan kemampuan Appa. Bisa-bisa kue itu malah akan berakhir seperti plastisin.”

“Appa, aku ingin membuatkan Eomma kue tart cokelat yang dapat mengeluarkan suara nyanyian Pororo.”

Keempat pria yang berstatus sebagai Ayah dari masing-masing anak tersebut benar-benar tidak tahu bagaimana akhir dari rencana yang telah disusun sebagai kejutan dalam rangka peringatan hari Valentine untuk para istri tersayang mereka itu setelah mendengar ocehan anak-anaknya yang sepertinya malah akan menghambat jalannya rencana ini. Namun keempat pria tadi tetap berpikir positif mengingat rencana ini memang sengaja mengikut sertakan anak-anak mereka itu guna bersama-sama memberikan kejutan tersebut kepada sang Ibu. Semoga saja berhasil sesuai dengan kemauan para Ayah itu. Ya, semoga.

**

“Ah, jadi Eomma pergi dengan teman-temannya hari ini?” Sehun bertanya sekali lagi kepada manager toko roti yang sangat dipercayai Ibunya itu. Manager Kim mengangguk seraya mengiyakan pertanyaan Sehun dengan sopan. Tidak salah jika Ibunya menjadikan Manager Kim sebagai orang yang sangat ia percayai mengingat laki-laki berumur empat puluhan itu selalu melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Selain itu kemampuannya mengolah adonan menjadi berbagai macam inovasi roti yang menarik dan kaya rasa itu memang patut diacungi jempol.

“Bagaimana kalau saya saja yang membantu anda membuat kue tart cokelat tersebut?” Manager Kim tersenyum puas ketika Sehun dan ketiga temannya sangat senang dengan idenya barusan.

Tidak lama setelah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, kini keempat pasangan ayah dan anak itu sudah siap untuk membuat kue tart cokelat dengan arahan Manager Kim serta resep yang mereka pegang masing-masing. Keempat pasangan ayah dan anak itu mulai menempati meja mereka. Mereka kini sudah memakai celemek berwarna putih, topi koki, juga disertai dengan sarung tangan plastik. Dihadapan mereka, Manager Kim juga sudah siap untuk menunjukan langkah pertama yang harus dilakukan.

“Oke, langsung saja kita membuat bahan pertama. Campur enam butir Telur, satu sendok teh emulsifier, dan gula pasir lalu aduk rata dengan mixer selama sepuluh menit.” Jelas Manager Kim membuat keempat pasangan ayah dan anak itu mulai mengikuti instruksi tersebut.

“Appa, Jangan gunakan alat itu. Nanti Pororo-nya juga ikut teraduk. Kalau nanti suaranya rusak dan ia tidak bisa bernyanyi lagi bagaimana? Kalau Pororo-nya nanti kesakitan bagaimana?” Baekjoo mengercutkan bibirnya, matanya mulai berair namun anak laki-laki itu menahannya. Ia duduk pada kursi sejajar dengan meja tersebut sambil memperhatikan ayahnya yang mulai menyalakan mesin itu setelah puas tertawa mendengar pertanyaan polos anaknya.

“Pororo yang teraduk ini seperti Appa. Rela berkorban, rela kesakitan asalkan ibumu dapat tersenyum dengan bahagia.” Sehun, Kris dan Minseok yang mendengar ucapan Baekhyun langsung menyoraki laki-laki itu dengan tawa yang sudah memenuhi ruangan tersebut. Bahkan Manager Kim kini menahan tawanya.

“Memangnya Eomma akan bahagia kalau Appa teraduk seperti Pororo malang itu? Appa jangan teraduk. Nanti siapa yang jadi Appa-ku lagi?” Baekjoo memeluk pinggang ayahnya. Baekhyun mati-matian menahan tawanya yang sepertinya akan meledak saat itu juga kalau saja Baekjoo tidak memeluknya sangat erat seperti sekarang ini. “Maksud Appa, meskipun Pororo yang seperti Appa itu harus teraduk sampai rata seperti sekarang ini, semua itu tidak masalah asalkan pada akhirnya ia dapat melihat Ibumu tersenyum bahagia.” Baekjoo yang masih tidak paham hanya mengangguk-angguk mendengarkan ucapan ayahnya. Bagi Baekjoo, Pororo itu sudah ke surga dengan tenang demi melihat Ibunya tersenyum. Tentu saja Ibunya akan tersenyum bahagia setelah melihat Pororo yang sudah berubah menjadi kue tart cokelat yang lezat itu nantinya. “Terima kasih Pororo.”

“Baik, selagi menunggu adonannya tercampur rata, kita buat bahan yang kedua. Setengah sendok teh baking powder, tepung terigu, susu bubuk full cream, dan cokelat bubuk. Aduk sebentar lalu campurkan dengan bahan pertama yang ada di mixer itu, kemudian aduk kembali hingga rata.” Manager Kim masih sibuk memberikan instruksi.

Keempat pasangan ayah dan anak itu juga tampak saling membantu. Seperti Dennis yang langsung mengaduk campuran bahan kedua itu dengan semangat, Rei yang kini menuangkan campuran bahan kedua itu ke dalam mixer, Minjoon yang sibuk mencoba rasa adonan yang ada di dalam mixer, ataupun Baekjoo yang masih berdoa untuk Pororo. Semua terasa sibuk untuk menciptakan kue tart yang akan diberikan kepada wanita-wanita yang spesial bagi mereka.

“Appa, tolong benarkan letak topiku.” Rei yang kesulitan karena topi koki kebesaran itu seakan menelan kepalanya, segera meminta tolong pada ayahnya yang tengah sibuk memperhatikan adonan dan mixer yang masih bekerja untuk mengaduk adonan tersebut. Sehun segera membenarkan letak topi anaknya itu sambil tersenyum.

“Aku harap Eomma menyukainya. Kami berdua memang tidak bisa memasak tetapi mister adonan, kau harus tahu kalau kami sudah bekerja keras. Akan ku sulap adonan buatanku dan Appa ini menjadi adonan super enak seperti buatan nenek. Abracadabra!” Rei berujar sambil menunjuk adonan yang masih teraduk itu dengan satu jari telunjuknya seolah benar-benar melontarkan sebuah mantra.

Sehun tidak kuasa menahan rasa haru yang tiba-tiba menjalar keseluruh sudut hatinya. Ia sendiri tidak mengerti mengapa ia jadi jauh lebih perasa, akan tetapi sorotan mata Rei yang seakan benar-benar berkata demikian membuatnya seketika mengerti akan rasanya dicintai anak sendiri. Rupanya rasanya sangat luar biasa membahagiakan. Meskipun Rei mengucapkan hal itu untuk Surin tetapi Sehun sebagai ayahnya, tidak bisa untuk tidak ikut bahagia dengan ucapan manis yang keluar dari bibir anak satu-satunya itu.

“Nah sekarang matikan mixer tersebut dan sekarang kita beralih ke bahan ketiga. Lelehkan seratus dua puluh lima gram margarin dan satu setengah sendok teh cokelat pasta. Setelah itu campurkan ke dalam adonan yang ada di mixer, kemudian aduk kembali hingga merata.” Manager Kim tersenyum senang melihat kerja sama yang lucu dan kompak dari setiap pasangan ayah dan anak tersebut.

“Dennis, cokelat pastanya kan satu setengah sendok teh. Bukan setengah.” Kris memprotes Dennis yang tampak tidak begitu menghiraukan ucapan ayahnya. “Dad, mom tidak suka dengan yang terlalu manis. Mom bahkan menyukai cokelat yang jelas-jelas pahit.” Timpal Dennis membuat Kris hanya mengangguk-angguk, pasrah kepada anak laki-lakinya itu yang memiliki sifat keras kepala yang sama dengan Taerin. Kris kini menuangkan lelehan margarin dan pasta cokelat itu pada adonan yang ada di dalam mixer. Dennis segera menekan tombol ‘on’ pada mixer tersebut hingga kini adonan tersebut mulai menyatu secara perlahan.

“Baiklah, jika sudah merata, kalian bisa langsung meletakan adonan tersebut di loyang kemudian taburkan potongan cokelat tersebut sebagai isinya. Kalian bisa langsung memanggangnya di dalam oven selama empat puluh menit dengan suhu seratus tujuh puluh derajat celcius. Bentuk loyang bisa dipilih sesuai selera. Setelah selesai memanggang, kalian bisa langsung mengoleskan cokelat yang sudah disediakan dimeja kalian dan menghias kue tart tersebut sesuai kreasi dan keinginan kalian.” Jelas Manager Kim membuat yang lain mengangguk mengerti.

“Daddy, bagaimana kalau kita buatkan cupcake saja? Kurasa enam buah cupcake saja sudah cukup. Lalu hiasan di atas cupcake-cupcake tersebut adalah berbagai macam hal yang sangat disukai Mommy.” Ide cemerlang dari anaknya itu langsung disambut antusias oleh Kris. Ternyata kreatifitas anak ini sangat luar biasa. Kris yakin pasti jiwa kreatifitas yang tinggi itu ia dapatkan dari Ibunya yang luar biasa dalam mencetuskan ide-ide cemerlang yang selalu membuahkan hasil baik. Sekarang Kris sadar kalau yang diturunkannya kepada anak sematawayangnya itu hanyalah bentuk fisik saja. Dennis sangat tampan meskipun diumurnya yang baru lima tahun. Dan Kris yakin hal itu adalah murni dari gen miliknya.

Empat puluh menit berlalu cepat hingga kini tiba saatnya mereka untuk menghias kue tart yang sudah siap memasuki tahap penyelesaian itu. Bentuk kue tart milik Minseok dan Minjoon adalah bulat sempurna dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Bentuk kue tart milik Sehun dan Rei adalah hati dengan ukuran sama seperti milik Minseok dan Minjoon. Bentuk kue tart milik Baekhyun dan Baekjoo adalah bintang dengan ukuran yang lumayan besar. Lalu bentuk kue tart milik Kris dan Dennis berbeda sendiri yaitu bentuk cup dengan enam buah cup yang berukuran sedang. Masing-masing dari mereka mulai menyalurkan ide kreatifitas mereka pada kuenya masing-masing.

“Appa, kue ini terlalu kecil. Aku bahkan juga dapat menghabiskannya dalam sekejap. Lebih baik kita buat satu lagi lalu tumpuk di atasnya. Bagaimana?” Minjoon memperhatikan ayahnya yang tampak sedang serius mengolesi kue tart tersebut dengan lelehan cokelat vanilla. Sesekali Minjoon mencelupkan roti tawar yang kini berada di masing-masing tangan mungilnya itu kedalam mangkuk berisi cokelat vanilla tersebut dan memakannya sambil tersenyum senang.

“Seperti ini sudah bagus, Minjoon-a. Sekarang bantu Appa menghias kue ini. Cepat oleskan cokelat strawberry tersebut pada bagian yang belum Appa olesi dengan cokelat vanilla. Nantinya kue ini akan ada dua rasa yaitu vanilla dan strawberry.” Minseok menoleh kea rah Minjoon yang tengah asik mengunyah rotinya. “Aigu, rupanya kau masih saja asik makan. Ayo cepat olesi.” Minjoon segera menurut dan mulai menghias kue tart tersebut dengan hati-hati.

Minseok juga menaburkan buah-buah cherry diatas kue tart yang sudah terolesi dua jenis cokelat tersebut, untuk mempercantik. Kemudian ia menuliskan ‘Happy Valentine’s Day – by : MS & MJ – pada papan cokelat vanilla berukuran sedang yang memang disediakan untuk menuliskan pesan. Minseok meletakan papan cokelat yang dihiasi tulisan tangannya itu diantara buah-buah cherry sehingga kue tart tersebut kini terlihat jauh lebih manis. Manager Kim, Sehun, Kris, Baekhyun serta anak-anak mereka memandang kue yang sudah seratus persen jadi itu dengan decakan kagum. “Tinggal di dinginkan saja di dalam mesin pendingin.” Ujar Manager Kim.

Kris mulai memilih cokelat berbagai bentuk yang ada di hadapannya untuk meletakannya di atas masing-masing cupcake tersebut sebagai hiasannya setelah mengolesi enam buah cupcake tersebut dengan lelehan cokelat berbagai warna yang juga sudah disediakan Manager Kim di dalam beberapa mangkuk.

“Jadi untuk cupcake pertama, cokelat bentuk apa yang harus kita letakan diatasnya?” Tanya Kris sementara Dennis memperhatikan cokelat-cokelat berbagai bentuk dengan ukuran tidak terlalu besar itu sambil menimbang idenya. “Mommy suka membeli sepatu. Jadi kita gunakan cokelat bentuk sepatu ini untuk cupcake pertama.” Dennis mengambil cokelat berbentuk sepatu tersebut dan meletakan di atas cupcake pertama kemudian tersenyum senang pada ayahnya yang kini tengah mengacak rambutnya.

“Cupcake kedua, kita gunakan cokelat berbentuk ayah dan anak ini. Eomma tentu menyukai laki-laki tampan seperti kita, kan.” Kris tertawa kemudian mengatur tata letak cokelat berbentuk seorang laki-laki yang tampak tengah menggandeng seorang anak kecil disebelahnya. “Lalu untuk cupcake ketiga, kita gunakan cokelat berbentuk kamera ini, Dad! Mom sangat suka memotret!” Seru Dennis antusias.

“Untuk yang keempat, kita letakan cokelat berbentuk sisir dan hair dryer ini. Ibumu itu sangat peduli terhadap penampilannya.” Kris tidak kalah antusias. Kini tinggal dua buah cupcake lagi. “Yang kelima, tentu saja cokelat berbentuk shopping bag ini. Mom sering menghabiskan uangnya sendiri untuk berbelanja pakaian dan alat kosmetik.” Ingat Dennis membuat Kris tertawa menyetujui ucapan anaknya. “Untuk cupcake yang terakhir, cokelat berbentuk ‘K’ dan ‘D’ ini. Dari semua hal yang disukai Mom, tentu kita yang paling disukainya.” Kris meletakan cokelat inisial itu sambil tersenyum puas kemudian mengecup puncak kepala Dennis yang kini sibuk bertepuk tangan gembira. Mereka segera memasukan keenam cupcake tersebut ke kotak berwarna merah jambu yang diberikan Manager Kim.

Sehun dan Rei berpikir keras dengan kue berbentuk hati yang sudah mereka olesi dengan cokelat strawberry hingga kini permukaan kue tart tersebut berwarna pink sempurna dan terlihat sangat menggugah selera meskipun belum ada hiasan apapun diatasnya.

Sehun mengambil piring yang diberikan Manager Kim. Piring tersebut penuh berisikan dengan cokelat-cokelat berbentuk kartun Larva dengan berbagai ekspresi yang lucu. “Kita bertiga terutama kau dan Eomma-mu kan sangat menyukai kartun ini, maka ayo kita letakan cokelat-cokelat Larva ini pada permukaan kue tart buatan kita itu.” Sehun mulai meletakan cokelat-cokelat berbentuk karakter kartun Larva yang berwarna kuning dan merah itu ke permukaan kue tart tersebut bersama Rei. Rei sesekali memakan cokelat-cokelat tersebut dan tertawa bersama ayahnya.

Kue tart berwarna dasar pink dan berbentuk hati itu kini di dominasi warna kuning dan merah diatasnya. Berbagai macam cokelat berbentuk si Larva kuning dan Merah itu kini seolah sedang bermain di taman berbentuk hati. Sehun dan Rei tersenyum puas. Sehun kini tengah menuliskan sesuatu pada papan cokelat yang nantinya akan diletakan diantara karakter kartun Larva tersebut. ‘Happy Valentine’s Day, Larva Eomma!’ Sehun terkikik geli dengan tulisannya sendiri.

“Hanya kue kita yang belum selesai rupanya.” Baekhyun berdeham kemudian memperhatikan kue tart berbentuk bintang yang kini sudah selesai diolesi dengan cokelat berwarna kuning cerah itu. Ia mengalihkan pandangannya kearah Baekjoo yang kini tengah memeluk boneka Pororo kesayangannya. “Appa, kita hias saja kue tersebut dengan foto kita. Eomma pasti akan sangat menyukainya.” Baekhyun tersenyum lebar akan ide yang sebenarnya asal saja di lontarkan anaknya itu. “Woah, kau memang menuruni sifat romantisku kepada wanita rupanya.” Baekhyun mengacak rambut Baekjoo sambil tertawa senang.

“Anda hanya perlu memberi kami foto mana yang mau dicetak pada permukaan kue tersebut. Foto yang tercetak di permukaan kue tart tersebut tentu terbuat dari bahan yang aman karena bahan dasarnya juga terbuat dari cokelat. Lalu anda tinggal menunggu selama enam puluh menit.” Baekhyun dan Baekjoo segera bertatapan senang. Baekhyun menyerahkan kue tersebut kepada Manager Kim, tidak lupa juga ia mengirim fotonya dengan Baekjoo yang paling bagus melalui perangkat ponselnya. Ia memilih satu foto dirinya dan Baekjoo yang di ambil dari hasil foto studio, yang belum lama ini ia lakukan bersama keluarga kecilnya itu.

Yang lain sudah selesai mengemas kue mereka masing-masing dan kini sibuk menuliskan surat, sementara Baekhyun dan Baejoo masih menunggu kue tart mereka. Tidak lama setelah itu, Manager Kim datang membawa kue tart tersebut. Kue tart itu sudah dikemas rapi dengan box bermotif polkadot yang di tutupnya hanya dilapisi plastik mika sehingga mereka bisa melihat bentuk kue tersebut dari luar box. Baekhyun memandangi foto dirinya dan Baekjoo yang terpampang di permukaan kue tersebut sementara yang lain tertawa setelah melihat kue buatannya itu.

“Idemu boleh juga, hyung.” Ucap Sehun masih sambil tertawa memperhatikan foto Baekhyun dan Baekjoo yang tampak close up itu. Baekhyun tampak tengah mencium pipi Baekjoo sementara anak tersebut terlihat sedang tertawa gembira. Tidak ada yang salah, malah kue tart tersebut terlihat sangat bagus. “Baekjoo yang memberikan ide ini.” Baekhyun menatap anaknya yang tengah tertawa karena melihat foto itu, akhirnya juga turut tertawa samar. Baekhyun benar-benar tidak sabar untuk memberikan kue tersebut pada Jimi. Kini ia dan Baekjoo hanya berharap Jimi akan menyukai kue buatan mereka itu.

Yang lain juga mengharapkan hal yang sama dalam hatinya masing-masing. Mereka pun segera bergegas ke rumah Kris karena pelaksanaan rencana kejutan ini akan dilaksanakan di taman belakang rumah laki-laki blasteran Cina-Kanada tersebut.

**

“Nah, semua sudah beres. Lilin sudah, balon-balon berbentuk hati juga sudah. Nanti kita hanya perlu berdiri membentuk barisan lurus menghadap ke pintu kaca ini sambil memegang kue tart yang tadi kita buat. Mereka akan keluar dari pintu tersebut dan pasti terkejut melihat taman belakang ini sudah dipenuhi lilin dan balon-balon hati.” Minseok berujar panjang sementara yang lain mulai menyiapkan kue tartnya masing-masing.

“Sekarang kita hanya perlu menelepon mereka dan menyuruhnya datang kemari. Aku akan menghubungi Surin.” Sehun berujar kemudian mengambil ponsel yang berada di saku mantel hitamnya sedangkan yang lain kini memperhatikan Sehun sambil menunggu Surin menjawab panggilan teleponnya.

“Yeoboseyo? Surin-a, kau sedang dimana? Bersama siapa? Katanya tadi kau ada acara arisan dengan Taerin, Cheonsa, dan Jimi. Apa kau masih bersama mereka?” Sehun segera mencecar Surin dengan berbagai pertanyaan. Laki-laki berkulit putih susu dan tinggi semampai itu mungkin memang memiliki kebiasaan yang tidak membiarkan orang lain sempat mengucapkan kata salam terlebih dahulu.

Sehun menekan tombol loud speaker yang ada di layar sentuh ponselnya itu sehingga kini suara Surin dapat mereka dengar bersama. “Iya, sekarang aku masih bersama mereka. Kenapa? Katanya kau juga ada acara memancing antara ayah dan anak dengan Baekhyun, Minseok, dan Kris, kan? Apa sekarang kau juga masih bersama mereka? Ada yang ingin kami bicarakan pada kalian.”

Suasana sempat hening sejenak. Baik Sehun maupun Surin tidak ada yang bersuara. Begitupun yang lainnya.

“Ajak teman-temanmu kerumah Kris hyung sekarang juga.”

“Ajak teman-temanmu kerumah Taerin sekarang juga.”

“Mwoya?!” Sehun dan yang lain tampak panik. Sehun dan Surin baru saja mengucapkan kalimat itu pada waktu yang tepat bersamaan. “Rumah Kris berarti rumah Taerin juga, kan?” Sehun memastikan dengan tampang yang bodoh. Dennis menatap para ayah itu dengan gemas kemudian segera melangkahkan kakinya lebar-lebar ke arah pintu kaca yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia menggeser pintu kaca itu dan segera masuk kedalam rumahnya.

“Mommy! Daddy dan aku sudah menyiapkan—” Dennis menggantung kalimatnya. Mulutnya menganga lebar melihat kondisi dapur yang tersambung dengan ruang makan yang ada di hadapannya sekarang ini tampak persis seperti kondisi di taman belakang rumahnya. Ruangan tersebut di penuh lilin dan balon-balon hati. Hanya saja balon-balon tersebut berwarna merah, berbeda dengan balon-balon hati berwarna pink yang tadi ia siapkan bersama ayahnya. Kini semua mata tertuju pada Dennis yang masih terkejut itu.

“Okay,” Dennis menarik napas sementara suasana masih mencekam. “Mom, Dad, kalian sama-sama saling menyiapkan kejutan.”

Kris, Sehun, Baekhyun, dan Minseok segera memasuki rumah tersebut setelah mendengar perkataan Dennis. Sepersekian detik kemudian mereka langsung terbahak bersama, menertawai kekonyolan dan sifat kekanakan mereka.

“Happy Valentine’s day!” Seru Kris, Sehun, Baekhyun, dan Minseok serta anak-anak mereka secara bersamaan ketika beberapa detik yang lalu Baekhyun berhitung ‘satu, dua, tiga’ guna memberi aba-aba. Pasangan ayah dan anak itu segera menghampiri para wanita yang kini tengah menatap mereka penuh rasa haru. Taerin, Surin, Cheonsa, dan Jimi sama sekali tidak menyangka kalau suami dan anak mereka sampai membuatkan kue tart khusus seperti ini. Tadinya mereka pun hanya berencana untuk memasakan makan malam sederhana bagi suami serta anak mereka guna merayakan hari kasih sayang ini, mereka sama sekali tidak mengira bahwa juga akan diberi kejutan.

“Happy Valentine’s day, Jang Surin.” Sehun tersenyum seraya menyerahkan kue tart bertemakan Larva itu pada Surin. Wanita yang tengah menutup mulutnya karena tidak percaya itu segera menerima kue tart tersebut kemudian meletakannya di meja makan yang sekarang berada di hadapannya. Ia menjajarkan tubuhnya dengan tubuh anak laki-laki yang kini berdiri di samping Sehun. Surin segera memeluk Rei kemudian mengecup pipinya dengan rasa sayang. Rei kemudian membalas pelukan ibunya lalu segera mengecup dahi ibunya itu sambil tersenyum senang. “Lalu bagianku kapan?” Sehun memprotes membuat Surin tertawa kecil.

Surin segera mengalungkan kedua lengannya pada bahu Sehun dan sedikit berjinjit untuk mengecup bibir laki-laki yang kini tengah tersenyum senang itu. “Terima kasih, aku sangat menyukainya.” Surin tersenyum manis pada Sehun yang kini masih menatapnya lembut. “Saranghae.” Sehun langsung memeluk wanita yang paling ia cintai itu sambil terus tersenyum senang. “Berpelukan!” Seru Rei kemudian ikut memeluk kedua orangtuanya.

“Terimalah tanda cinta dariku dan Baekjoo ini.” Baekhyun tersenyum kemudian menyerahkan kue tart yang pada permukaannya itu dihiasi oleh fotonya dan Baekjoo membuat Jimi seketika tertawa seraya menahan air mata haru yang seakan ingin keluar. “Eomma, Happy Val—apa ya itu namanya?” Baekjoo tampak berpikir keras sementara Jimi yang masih tersenyum segera menggendongnya dan langsung mencium kedua pipi anak laki-laki itu. Baekjoo memeluk leher Jimi erat sambil tertawa senang.

Baekhyun yang melihat adegan itu segera memeluk mereka berdua dengan lembut dan senyuman yang entah mengapa tidak mau luntur begitu saja. “Aku harap hari kasih sayang itu tidak hanya berlaku hari ini, tetapi setiap hari.” Baekhyun mempererat pelukannya pada kedua orang yang sangat ia cintai itu. “Ya, pasti.” Sahut Jimi sambil tersenyum bahagia.

“Ya! Sudahlah jangan marah lagi. Tadi pagi itu aku tidak benar-benar menyuruhmu diet. Lagipula meskipun kau berubah menjadi beruang gemuk sekalipun, hal itu tidak akan merubah statusmu sebagai istri dari seorang Kris Wu.” Kris kini menyerahkan kotak cupcake tersebut pada Taerin yang masih menatapnya garang. Sejujurnya Taerin juga merasa terharu hingga kini ia tidak dapat lama-lama menahan senyuman yang sedari tadi ia sembunyikan.

“Mom, lihatlah cupcake yang aku dan Daddy buat ini.” Dennis berujar lalu merebut kotak cupcake tersebut dan langsung membukanya. “Cupcake ini temanya adalah tentang macam-macam hal yang kau sukai.” Jelas Kris membuat Taerin segera mengambil alih kotak cupcake yang Dennis sodorkan kearahnya. Ia benar-benar terharu sampai-sampai tidak rela jika harus memakan cupcake yang sangat manis itu. Taerin segera memeluk Dennis dengan satu tangannya. Dennis segera mengelus rambut lurus ibunya itu dengan senyuman yang menawan.

“Happy Valentine’s day.” Kris memeluk bahu Taerin yang kini sedang memperhatikannya dengan mata berkaca-kaca. Ia mengecup puncak kepala Taerin dengan mata terpejam seolah berusaha menyampaikan seluruh perasaannya. “Terima kasih. Aku bersyukur mempunyai kalian.” Taerin tersenyum tulus pada Kris, lalu beralih mengacak rambut Dennis yang kini tampak asik memakan satu cupcake tersebut.

“Eomma, ayo cepat potong kue tartnya! Aku benar-benar tidak sabar!” Minjoon berseru seraya menarik baju yang dikenakan Cheonsa. Minseok yang melihat itu hanya tersenyum hangat. Cheonsa dan Minseok bertatapan dalam diam. Senyuman masih tidak luntur dari wajah kedua orang tersebut. “Selamat hari kasih sayang.” Minseok memeluk Cheonsa dengan erat lalu mengelus rambut panjangnya dengan rasa sayang yang benar-benar tulus.

“Maaf kalau kue tartnya tidak sesuai dengan keinginanmu.” Ujar Minseok masih memeluk istrinya itu. “Tidak, aku malah benar-benar menyukainya. Gomawo.” Cheonsa memejamkan kedua matanya dan mempererat pelukannya. “Eomma, cherry ini enak sekali. Ayo cepat coba!” Minjoon menarik ujung baju Cheonsa membuat ia segera melepaskan pelukannya dari Minseok lalu menghampiri Minjoon yang kini duduk dengan manis di kursi makan itu. Cheonsa memakan cherry yang diberikan oleh Minjoon sambil tersenyum. “Aku sayang Eomma!” Minjoon mengecup lembut pipi Cheonsa membuat wanita itu sangat terharu.

“Sekarang, saatnya makan malam!” Seru Surin yang langsung dibalas dengan seruan gembira. Semua orang yang ada disitu segera duduk pada kursi yang mengelilingi meja makan berukuran panjang tersebut. “Oh ya, aku lupa kameraku! Sebelum makan, ayo foto bersama dulu.” Sehun mengambil kamera SLR yang tadi ia letakan ditaman belakang itu lalu mulai memasang kamera tersebut pada alat penyangganya. “Cepat bersiap. Para ayah berdiri di belakang kursi para ibu. Dan anak-anak silahkan duduk dipangkuan para ibu.” Sehun mengarahkan seolah ia adalah fotografer handal yang sedang melaksanakan sesi pemotretan. Ia mulai mengatur timer pada kamera tersebut kemudian berlari kecil menuju belakang bangku Surin. Ia memegang bahu istrinya itu lalu tersenyum.

“Say cheese!” Baekhyun berseru dan seketika itu juga blitz kamera tersebut menyala menandai bahwa foto sudah berhasil diambil. “Sekarang ayo makan!” Seru Minseok dan yang lain langsung menduduki kursinya semula. Malam itu mereka bergembira bersama, merayakan hari kasih sayang yang spesial itu.

“Twinkle twinkle little star~” Suara Baekjoo mulai mengalun ditengah suasana yang sempat hening beberapa saat tersebut dan tidak lama setelahnya, anak-anak itu sudah asik bernyanyi diiringi suara tepuk tangan orang tua mereka yang sesuai dengan ritme lagu tersebut.

-FIN.

Yeaaaaay!!! Akhirnya selesai huhu. Padahal niatnya tuh mau di publish tanggal 14 tapi karna selesainya sekarang yaudah deh publish sekarang aja. Lagipula kan hari kasih sayang gak cuma tanggal 14, tapi setiap hari ((eyak ketularan Baekhyun)) Sekali lagi thanks to Vena yang udah buatin poster unyu-unyu buat ff ini! Dan thanks juga buat yang udah baca. Maaf kalo masih banyak kekurangan ya.

Advertisements

3 comments

  1. realljo · February 7, 2015

    UHUHUHUHUHUHUHU LUCU BANGET KAK JIMI PUNYA ANAK SAMA BAEKHYUN, BAEKJOO TU GEMES BANGET APA W DOANG YANG GEMES MA TU ANAK DEMEN NYANYI GT YAAMPUN SUKA ANET DEH KAK, tapi anak baekhyun ama jimi di about us tuh cewe kan si baekji kan tapi ini unyu gt anaknya cowo(((masi mikirin about us sepanjang masa))) trus ya oh rei tu bayangin kek ceria dari mamak tapi datar nyebelin dari papah, kek masa depannya terpercaya kegantengannya trus walopun mirip papah tapi so pasti sayang mamak anak mamak banget pasti tu anak, trus minjoon omo tu anak pls berentiin makan mele gada kenyangnya lyke pasti gembul unyu putih putih keurus mamah papah banget???? kalo dennis wu itu ya kamu gedenya setampan apa nak pas dia ngomong englesh tu aja kek anak jaman sekarang yang emang jago englesh kerjaannya maen ipad mulu anak anak kaya ala gujunpyo gt tapi dia sayang bgt ama daddymommy trus dia leadernya tu anak pada gt kan. fix terunyu bikin kue ama pas dennis nyanyi ama baekjoo fix. BACA FF INI TUH JADI PENGEN PUNYA MASA DEPAN AMA OPPA UDAH GITU AJASIH HAYALAN BABU MAH TQ.

  2. aihunxoxo · March 12, 2015

    kepengen punya laki kayak mereka deh.
    romantis pisan euii..
    baekjoo emg nurunin sifat appanya.
    hobby nyanyi haha. kalo udah nyanyi b2 pasti jadi heboh tuh.
    dannis cool banget keliatannya. emg bner dia anaknya kris yg so cool banget.
    dri ke4 anak itu, emang dia yg paling gmna gtu.
    alah sehun, menghias kue tart pake kartun larva. mentang2 si kuning mirip dia haha.
    gak kebanyang kayak apa jadinya kuenya.
    anaknya minseok emg hoby makan ya.
    blum ngucapin eh malah udh nyicipin kuenya hihi.

    pada terharu nih nerima kuenya. hehe.
    seru deh ff nya thor.

  3. southpole · July 10, 2016

    Hehheheheh unyu-unyunya is back hehhehe

    Untung itu grup bapak2 dan emak2 di rumah yg sama yaa coba kalo enggak, kan rempong kalo harus “kalian yg kesini” “enggak, kalian yg kesini!” Hahhahahaha #salahfokus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s