Secret Admirer

aaaaaaaaaaaaaaas

xoxo!

~~

Suasana Daewoon High School sore itu benar-benar sudah sangat sepi. Ya, memangnya siapa yang mau berlama-lama di sekolah sampai sore hari? Kalaupun ada pasti orang itu ada pelajaran tambahan atau ekstrakurikuler yang harus di jalankan sampai-sampai orang itu harus menetap di sekolah lebih lama dari jam pulang sekolah. Namun ternyata ada satu orang siswi yang mau berlama-lama di sekolah sampai sekolah itu benar-benar sepi setiap harinya. Ku tekankan sekali lagi, setiap harinya. Padahal ekstrakurikuler dan pelajaran tambahan hanya diadakan dua kali seminggu. Lalu apa yang membuatnya mau berlama-lama di sekolah sampai matahari turun dari puncaknya dan akan menenggelamkan dirinya?

“Jang Surin sudah ku bilang jangan melakukan hal bodoh! Kau tahu tidak kalau kau hanya membuang-buang waktumu?!” Gadis yang tengah menempelkan beberapa buah sticky note bertuliskan kata-kata manis pada pintu salah satu locker dari sederetan locker yang terletak di ujung koridor lantai dua sekolahnya itu terlihat sangat senang sampai-sampai ia tidak menghiraukan ocehan Hwang Taerin, sahabatnya sejak dari sekolah dasar.

“Aku tidak membuang-buang waktuku, Hwang Taerin. Aku senang melakukan ini semua. Ternyata menjadi secret admirer itu mengasyikan juga ya.” Surin menggenggam kedua tangan sahabatnya itu, meyakinkan bahwa ia benar-benar senang dengan kegiatan yang selama satu tahun ini ia jalankan.

“Aku tidak mengerti lagi jalan pikiranmu.” Taerin memandangi wajah sahabatnya itu penuh amarah. “Disaat aku dan yang lain ingin pulang cepat kau malah sengaja berlama-lama di sekolah hanya untuk mengirimkan surat cinta bodoh itu setiap harinya selama satu tahun terakhir ini. Sadarlah, laki-laki itu bahkan tidak pernah satu kalipun membalas! Apa kau tidak lelah?!” Surin hanya tersenyum mendengarkan omelan Taerin karena Surin tahu gadis itu mengomelinya sampai seperti ini karena ia khawatir dan tidak mau Surin membuang-buang waktu hanya untuk menjadi penggemar rahasia yang bahkan tidak sekalipun pernah di respon.

“Aku sungguh tidak apa-apa Hwang Taerin. Tolong tetap rahasiakan hal ini dari yang lain. Hanya kau yang aku percayai.” Surin berujar seraya tersenyum sendu. Kalau ia pikir-pikir apa yang dikatakan Taerin ada benarnya. Surin memang lelah dengan semua ini sampai-sampai terkadang rasanya ia sangat ingin menulis namanya di surat tersebut agar orang itu mengetahui keberadaannya dan mencarinya. Namun semuanya terasa begitu sulit. Atau mungkin nyali Surin saja yang sangat kecil.

“Jangan tersenyum seperti itu. Semua orang juga tahu kalau itu adalah senyum palsu. Baiklah aku tidak akan memberitahunya pada siapapun. Meskipun rasanya ingin sekali aku membeberkannya pada Kris dan teman-temannya agar mereka sadar dan tahu kalau orang yang membuatmu seperti sekarang ini adalah salah satu personil kelompok sok terkenal mereka yang bernama EXO atau apalah itu namanya aku tidak peduli lagi.”

“Tidak perlu. Aku tidak ingin mengganggu pertemanan mereka, Taerin-a.” Surin tersenyum lagi sementara Taerin hanya menatapnya dengan tatapan kesal.

“Ya, mungkin ini balasan dari Tuhan karena kau juga tidak pernah berniat mencari tahu siapa penggemar rahasia yang sering mengirimi bunga mawar beserta surat ke lockermu itu.” Taerin menghela napas. Kali ini tatapannya terlihat seperti mengasihani Surin.

“Aku sama seperti dirinya. Aku juga menyukai seseorang dan aku sangat mengerti perasaan itu. Tidak mungkin aku mencarinya dan menyuruhnya untuk berhenti mengirimiku surat dan mawar itu begitu saja.” Surin memeluk sketch book yang selalu dibawanya kemana-mana sambil terus berujar. “Ah, terserahlah. Kau ini terlalu rumit. Yang pasti sampai kapanpun aku tidak akan menyetujui hubunganmu dengan pemilik locker sialan ini. Aku tidak akan menyetujui kau dengan laki-laki bersifat dingin yang mempunyai ratusan penggemar bernama Oh Sehun itu!”

Taerin melangkah pergi meninggalkan Surin yang masih berdiri menghadap locker berpalangkan nama ‘Oh Sehun’ itu. Laki-laki itu adalah kapten basket yang memiliki ratusan penggemar mulai dari angkatan kelas satu sampai kelas tiga. Bahkan beberapa alumni perempuan pun juga ada yang datang ke sekolah untuk melihat Sehun latihan basket setiap hari sabtu. Surin benar-benar merasa bodoh telah menyukai laki-laki itu. Setelah mendengar perkataan Taerin barusan, Surin baru benar-benar sadar kalau tindakannya sekarang ini hanya membuang-buang waktunya. Surin baru benar-benar sadar kalau bagi Sehun ia hanyalah salah satu dari ratusan penggemarnya, dan seharusnya Surin tidak boleh mengharapkan sesuatu yang lebih dari itu.

Surin melangkah menjauh sambil menarikan jari-jarinya pada layar sentuh ponselnya. Ia tengah membaca beberapa komentar pada post yang baru saja di unggahnya di akun instagram miliknya.

large (29)

@surinjjang : “I’ve wasted my time. I should know that.”

124 person likes this photo.

Comments :

@justcheonsa_ : “Kau melakukannya lagi? Baboya!!”

@chocolattaerin : “Aku sudah memperingatkan dia tetapi dia tidak mau mendengarkan!”

@naeunson94 : “Ya! Kalau kau terus melukai perasaanmu seperti itu, sudahi saja pertemanan kita!”

@kjungxox : “Surin-aaa~ Hwaiting! Jangan bersedih lagi. Let’s hang out with Taerin, Naeun, me and Cheonsa this weekend. Refreshing time~ just forget all about those stupid boy who never notice you!!”

@_jimiyya : “Unnie jangan melakukan hal bodoh lagi! T-T”

@kaikiim : “Kau seharusnya cerita padaku dan teman-temanku yang lain Surin-a. Biar kami yang membereskannya. Memangnya kau tidak tahu kami ini adalah EXO, kelompok paling berkuasa dan terkenal satu sekolahan? Jujur saja, kepalaku hampir pecah karena Jimi terus menyuruhku untuk membantumu padahal ia juga tidak tahu siapa laki-laki yang kau sukai itu. Jadi cepat beritahu kami!”

@real__pcy : “Aku akan menghabisi laki-laki yang tidak meresponmu itu kalau aku sampai tahu siapa orangnya! Lihat saja!”

@dokyungsoo93 : “Sudah berkali-kali aku memperingatkanmu. Jangan melakukan sesuatu yang merugikan dirimu sendiri. Apa sekarang kau baik-baik saja? Cepat balas pesan singkatku sekarang.”

@baekhyunee_exo : “Sudahlah Jang Surin. Buka matamu! Lihat komentar Kyungsoo di atas. Ia sepertinya benar-benar mengkhawatirkanmu. Kau dan Kyungsoo sebaiknya memulai sesuatu yang baru lagi saja! Ku rasa Kyungsoo masih menyukaimu. Ya, memang sulit sih memulai lagi sesuatu yang sudah kandas. Aku juga sangat ingin memulainya lagi namun gadis itu kini sudah bersama orang lain. Hancur hatiku hancur!”

@kaikiim : “Maksudmu, gadis itu adalah Jimi-ku? Byun Baekhyun ku tunggu kau di lapangan sekolah besok pagi!”

@guardian_suho : “Apa perlu EXO mengadakan rapat khusus untuk membahas masalahmu ini? Kami berdua belas kan pakar cinta. Kau bisa meminta tolong pada kami, Surin-a!”

@galaxy_fanfan : “Aku setuju untuk mengadakan rapat dan penelusuran! Taerin seringkali memarah-marahiku tanpa alasan dan memintaku untuk mencekik laki-laki itu tetapi ia sendiri tidak mau memberitahu siapa orangnya. Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran para gadis.”

@kjong_dae : “Setuju!!! Kami akan membantumu jadi jangan sungkan-sungkan, Jang Surin! Seriously, who is the stupid boy?!”

@exoxiumin : “Kami tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja! Kau harus memberitahu kami, Surin-a!”

@hztttao : “Aku sangat mengerti bagaimana jelasnya perasaanmu sekarang ini, Surin-a. Kau harus menjauhi benda-benda tajam! Jangan sampai kau melukai dirimu sendiri! Rasanya aku ingin mencekik laki-laki tidak berperasaan itu sekarang! Kita harus cari tahu siapa orangnya, guys!”

@7_luhan_m : “Akan ku tendang sampai masuk ke gawang kalau aku tahu siapa orangnya! Berani-beraninya mengganggu teman perempuan seorang kapten futsal!!”

@zyxzjs : “Surin-a, tenang saja kami berdua belas pasti akan memberi pelajaran pada orang itu!!!!”

@oohsehun : “Terkadang orang yang terlalu banyak mendapat surat cinta juga berada di tempat yang sulit! Memangnya hanya kau yang mengirim? Bisa saja ia terlalu banyak mendapat surat dan bingung harus mulai membaca dari surat yang mana. Itu bukan berarti ia tidak menggubrismu. Itu hanya semata-mata karena terlalu banyak surat yang ia terima. Bisa saja kan? Jadi dari pada surat-suratmu itu berujung dibuang, akan lebih baik kalau kau berhenti melakukan hal bodoh ini.”

@chocolattaerin : “Oh Sehun jangan membuatku marah dan tutup saja mulutmu itu! Aku tahu kau tidak pernah menjadi penggemar rahasia! Aku tahu kau itu justru dikelilingi oleh para penggemar yang terus mengusikmu dengan surat-surat cintanya! Tapi tidak bisakah kau menghargai sedikit saja orang-orang yang sudah menyukaimu dengan tulus sampai mau-maunya menjadi penggemar rahasiamu?! Mulai sekarang kalian berdua belas tidak usah ikut campur dengan urusanku ataupun urusan teman-temanku!!!”

@oohsehun : “Kau salah. Aku salah satu dari mereka. Maka sebab itu aku tidak mau Surin merasakan hal yang sama dengan perasaan yang tidak akan kau mengerti ini.”

Surin tersenyum getir. Komentar Sehun yang terakhir itu benar-benar seakan menampar perasaannya yang sudah tertampar. Sekarang apa lagi? Sehun ingin memberitahunya secara langsung kalau perasaan gadis itu selama satu tahun ini hanya bertepuk sebelah tangan? Sehun ingin memberitahunya secara langsung kalau ia menyukai gadis lain? Sehun ingin memberitahu dan menyuruhnya secara langsung untuk berhenti menyampah di locker laki-laki itu? Surin benar-benar merasa di tolak secara langsung. Harusnya Surin memang menghentikan perasaannya dari dulu seperti yang dikatakan teman-temannya.

Karena mungkin sampai kapanpun perasaannya hanya akan tetap menjadi perasaan seorang penggemar yang terlalu berharap pada idolanya, yang sama sekali tidak akan pernah menggubrisnya.

**

Seperti biasa, pagi-pagi sekali Sehun sudah sampai di sekolah. Bahkan Sehun yakin teman-temannya belum ada yang bangun di jam sepagi itu. Ia sengaja datang pagi-pagi sekali untuk melakukan sebuah misi yang selama ini sudah ia jalankan. Ia memasukan sebuah gelang berbentuk bunga pada salah satu locker dari antara locker-locker yang berada disebelah kanan dan kirinya.

“Semoga kau menyukainya.” Sehun berujar lalu membetulkan letak tas selempang berwarna cokelatnya. Ia menghela napas sembari terus memandangi sebuah nama yang terpampang pada pintu locker tersebut. Meskipun ia tahu perasaannya tidak mungkin terbalaskan karena Sehun pun sudah tahu dari lama bahwa gadis pemilik locker itu sendiri sudah memiliki orang yang ia sukai, Sehun tidak ingin menyerah. Kini Sehun tahu betul perasaan Surin yang juga merupakan seorang penggemar rahasia seperti dirinya. Rasanya seakan kau mau berhenti tetapi sesuatu dalam hatimu tetap memerintahkanmu untuk melakukan hal itu. Hal yang justru akan menyakiti dirimu sendiri.

Setelah melakukan misinya, ia berjalan menuju lockernya. Ia tersenyum melihat beberapa sticky notes tertempel pada pintu locker tersebut. Sebagian hatinya merasa bersalah karena ia sangat mengerti perasaan gadis yang sudah menempelkan sticky notes itu. Perasaan seorang penggemar rahasia. Sehun membuka lockernya secara perlahan dan beberapa surat cinta berjatuhan ke permukaan lantai koridor tersebut. Ia memungutnya kemudian memasukan surat-surat itu ke dalam tas selempangnya.

Sehun tahu surat dan bunga yang dikirimnya kepada gadis yang sudah disukainya sejak pertama masuk SMA itu sama seperti surat-surat yang kini ada di dalam tasnya. Surat-surat penuh harapan tanpa nama yang tidak mungkin terbalaskan. Semakin terasa tidak akan terbalaskan ketika kau mengetahui kalau orang yang sering kau kirimi surat dan kau puja dalam diam itu malah menyukai orang lain. Sehun tersenyum hambar kemudian mengambil ponsel yang terletak di dalam sakunya lalu memotret pintu locker yang dihiasi beberapa sticky notes itu, dan segera mengunggahnya ke akun instagram miliknya.

large (8)

@oohsehun : “Thanks for doing this.”

@surinjjang likes this photo.

Sehun mengernyit melihat pemberitahuan ponselnya. Surin baru saja menyukai foto yang baru di unggahnya beberapa detik yang lalu. “Masih pagi-pagi buta tetapi sudah membuka instagram? Memangnya ia tidak punya pekerjaan lain selain mengurusi instagram?”

Sehun tersenyum singkat melihat komentar gadis itu pada post terbarunya. Kemudian buru-buru membalasnya.

Comments :

@surinjjang : “Senangnya yang mempunyai banyak fans. Tulisan gadis itu bagus sekali ya pasti di buatnya dengan perasaan yang benar-benar tulus. Sayang sekali kalau tidak dibalas dan hanya berakhir masuk ke tempat sampah.”

@oohsehun : “@surinjjang Aku tidak akan membuangnya. Kecuali kalau isinya adalah terror. Sebaiknya kau segera mengecek lockermu karena aku lihat tadi ada seseorang yang menaruh sesuatu disana.”

Sehun menghela napasnya. Ia jadi ingat akan komentarnya kemarin pada foto yang Surin publikasikan. Komentarnya memang terkesan marah-marah, namun ia hanya ingin Surin tidak melakukan hal yang akan menyakiti dirinya sendiri, persis yang dengan yang ia lakukan belakangan ini—atau mungkin lebih tepatnya Sehun tidak ingin tahu apapun tentang laki-laki yang disukai Surin karena itu sungguh sangat menyesakkan.

**

Surin membenamkan wajahnya pada buku tulis yang ada di hadapannya. Waktu istirahat sudah berjalan dua puluh menit dan berarti sepuluh menit lagi bel yang dikategorikan siswa-siswi Daewoon High School sebagai bel kematian itu berbunyi. Surin benar-benar tidak berminat untuk makan padahal Taerin sudah membelikan beberapa makanan ringan favoritnya.

“Mau sampai kapan kau akan seperti ini terus?” Cheonsa menghela napas, pasrah dengan temannya yang terlihat sangat menyedihkan. Cheonsa merasa harus setuju dengan ucapan Baekhyun yang seringkali mengatakan bahwa ‘cinta masa SMA itu memang sangat rumit’ setelah melihat keadaan Surin saat ini.

“Seharusnya kau bersyukur masih ada orang yang mau jadi penggemar rahasiamu sampai-sampai mengirimimu gelang cantik seperti ini.” Taerin menasehati sementara Surin hanya menatap gelang hitam dengan hiasan bunga mawar itu dengan tatapan kosong.

“Aku bodoh sekali karena sempat berharap dan percaya kalau dia lah yang mengirimi semua surat dan bunga-bunga itu. Ternyata sama sekali bukan. Dia malah melihat seseorang memasukan gelang ini ke dalam lockerku.” Surin merasa pandangannya mulai kabur. “Seharusnya aku tidak berharap seperti itu. Seharusnya aku sadar akan posisiku.” Taerin dan Cheonsa saling berpandangan kemudian buru-buru menghibur Surin dengan menepuk-nepuk pundaknya pelan. Mereka berdua mengerti perasaan Surin. Mereka tidak bisa menyuruh gadis itu untuk menghentikan perasaannya semudah itu.

“Dan seharusnya aku sadar kalau hatinya sudah tidak mungkin lagi aku dapatkan. Ia menyukai gadis lain. Aku merasa sangat bodoh telah melakukan hal sia-sia semacam ini.” Surin menyembunyikan wajahnya yang sudah basah. Nada suaranya terdengar sangat parau. Cheonsa yang hendak bertanya tentang identitas laki-laki itu segera mengurungkan niatnya karena Cheonsa tahu itu hanya akan memperburuk suasana hati Surin.

“Mulailah sesuatu yang baru. Dengan laki-laki yang tengah memandangimu dari pintu kelas ini contohnya.” Surin segera mendongak setelah beberapa detik mencerna perkataan Taerin. Ia melihat Kyungsoo tengah tersenyum ke arahnya. Kyungsoo tampak tengah menarikan jari-jarinya pada layar sentuh ponselnya. Tidak lama setelah itu sebuah pesan baru muncul di layar ponsel Surin. Ia segera membukanya dan membaca pesan yang ternyata dari Kyungsoo itu.

From : Dyo

Jangan bersedih. Aku benci melihatmu seperti itu. Cepat periksa laci mejamu. Ada sesuatu yang dapat membuat perasaanmu jauh lebih baik di dalam sana.

Surin segera meraba laci mejanya dan mengeluarkan sebuah kotak cokelat dari dalam sana. Gadis itu tersenyum simpul ke arah Kyungsoo yang kini sudah beranjak dari tempatnya. Surin sadar selama ini ia benar-benar telah melewatkan satu pilihan yang sangat baik bagi dirinya hanya karena memilih satu pilihan yang buruk. Dan ia ingin memperbaiki pilihannya sekarang.

“Kyungsoo is the best.” Ujar Taerin kemudian membuka kotak cokelat tersebut dan memakan isinya bersama dengan Cheonsa.

Surin memperhatikan gelang tersebut, lama. Mendadak ia merasa harus mengucapkan terima kasih kepada pengirimnya. Surin memotret gelang tersebut dan mengunggahnya pada akun instagram miliknya.

large (40)

@surinjjang : “Thanks a lot to who ever that gave me this beautiful bracelet. But seriously, who’s the sender?”

“Kemungkinan Kyungsoo yang mengirimimu surat dan bunga serta gelang itu sembilan puluh sembilan persen tidak diragukan lagi.” Taerin bertutur seolah menjawab pertanyaan Surin barusan.

Surin mengangguk menyetujui. Ia merasa bodoh masih harus mempertanyakan hal itu lagi. Surin melihat pemberitahuan ponselnya kemudian membaca satu-satu komentar yang baru masuk pada post terbaru instagramnya.

12 person likes this photo.

Comments :

@kjong_dae : “Definitely its Kyungsoo!! Jangan kira aku tidak melihat adegan romantis yang Kyungsoo lakukan di depan kelasmu tadi hahaha.”

@baekhyunee_exo : “Jadi tadi juga ada adegan romantis Kyungsoo dan Surin?! Aku baru saja melihat Jimi dan Jongin berpacaran di kantin dan ini benar-benar membuatku muak!!! Mengapa semua orang di sekolah ini terus saja menebar kemesraan sih?!”

@real__pcy : “Definitely Byun Baekhyun mendambakan kasih sayang. Surin-a, kau lihat kan banyak yang menyukaimu? Jadi pilih saja salah satu dari mereka dan jangan buang-buang waktumu menyukai laki-laki bodoh itu!”

@oohsehun : “Pasti penasaran sekali ya?”

Surin mendengus membaca komentar terakhir yang tidak lain tidak bukan dari sang kapten basket pujaan para remaja, Oh Sehun. Ia membuang pandangannya dari layar ponselnya ke jendela kelas yang sialnya malah menghadap ke lapangan basket. Di sana terdapat Sehun yang sedang memegang bola basketnya dan satu tangan yang lain memegang ponselnya. Surin dapat menebak kalau laki-laki itu pasti tengah membuka instagram mengingat komentarnya yang baru saja sampai pada kolom pemberitahuan ponsel Surin.

“Oh Sehun itu meledekmu atau apa sih?” Cheonsa menyodorkan ponselnya pada Surin untuk memberitahu sesuatu. Surin memperhatikan foto yang baru saja diunggah oleh Sehun kemudian mendengus pelan. Taerin yang juga melihat post tersebut hanya berdeham.

large (36)

@oohsehun : “Stay Curious.”

130 person likes this photo.

Rupanya Sehun memotret dinding lapangan basket tersebut. Mengapa Surin merasa post Sehun barusan itu benar-benar ditujukan untuk dirinya?

“Aku tidak ingin berharap maka tolong jangan buat aku berharap.” Surin masih memandang jendela kelas yang mengarah ke lapangan basket. Kini Sehun tampak tengah memasukan bola ke dalam ring basket tersebut. Sesekali ia mengacak rambutnya yang sudah basah dengan keringat itu sambil meminum air mineralnya. Surin mengacak rambutnya, frustasi.

Seandainya saja ia bisa menghapus laki-laki berperawakan tinggi bernama lengkap Oh Sehun itu, ia pasti sudah melakukannya sedari dulu.

Surin kemudian memotret salah satu tulisannya pada buku catatannya dan segera mengunggahnya. Kali ini ia benar-benar memaknai postingannya barusan. Ia benar-benar meminta tolong pada seorang Oh Sehun agar berhenti menjeratnya ke dalam pesona tidak berujung itu.

large (44)

@surinjjang : “I meant it. So please, boy.”

10 person likes this photo.

Comments :

@guardian_suho : “Kau sedang perang post dengan Sehun ya?”

@baekhyunee_exo : “Sudahlah berhenti menebar kemesraan di depanku!!!”

@_jimiyya : “(((block saja @baekhyunee_exo)))”

**

Hari ini Surin ada pelajaran tambahan dan itu artinya ia harus berlama-lama disekolah sampai sore hari, mendengarkan ocehan guru yang tidak ada habisnya. Surin memandangi surat yang ada di hadapannya saat ini dengan ragu. Ia sangat ingin mengirimkan surat itu ke loker Sehun. Namun bayangan bahwa suratnya akan berakhir di tempat sampah membuatnya mengurung niat tersebut dan hanya memandangi surat itu dengan ragu.

Ia menghela napas kemudian mulai membuka akun instagramnya. Tepat saja, dua puluh lima menit yang lalu Sehun baru memposting sesuatu pada akun instagramnya. Surin mendadak seakan di timpuki batu. Seharusnya Surin tahu kalau sampai kapanpun juga ia tidak akan bisa menempati hati yang sudah di tempati itu. Ia merasa sangat iri dengan gadis yang membuat seorang Oh Sehun sampai memposting foto tersebut.

large (52)

@oohsehun : “Mengapa aku selalu teringat padamu setiap kali aku menggambar bunga ini?”

1230 person likes this photo.

Comments :

@real__pcy : “Aku bahkan tidak percaya kalau itu gambarmu. Kau pasti mengambilnya dari Google, kan?!”

@baekhyunee_exo : “Setuju dengan Chanyeol! Memangnya siapa gadis itu Sehun-a? Kau tidak akan memberitahunya pada kami?”

@kaikiim : “Kenapa belakangan ini banyak sekali penggemar rahasia sih? Oh Sehun nyatakan saja perasaanmu langsung pada gadis itu! Jangan menjadi seorang pengecut seperti ini!”

@guardian_suho : “Betul itu! Kita ini EXO, memangnya siapa yang berani menolak deretan laki-laki tampan seperti kita?!”

@dokyungsoo93 : “Bukannya pengecut. Sebagian penggemar rahasia itu mempunyai alasannya masing-masing. Mungkin saja gadis yang disukai Sehun juga menyukai orang lain sehingga ia tidak bisa menyatakan perasaannya begitu saja.”

@kjong_dae : “Kyungsoo kau terlihat berpengalaman sekali. Apa jangan-jangan orang yang mengirimi Surin gelang, bunga, serta surat itu adalah kau?! Kalau begitu, tetap semangat Do Kyungsoo!”

@zyxzjs : “Ternyata percintaan anak remaja baru beranjak dewasa memang seru untuk di tonton ya. Sehun-a, kirimkan sebuah lagu untuknya! Dia pasti akan langsung menerimamu.”

@exoxiumin : “Tidak kau, tidak Surin, sama-sama memusingkan! Mari hapus gerakan penggemar rahasia dari sekolahan ini!”

@7_luhan_m : “Dari pada mengurusi cinta yang memusingkan lebih baik main futsal sampai kakimu patah!”

@hztttao : “Jika seseorang sudah benar-benar terlibat dengan urusan cinta yang suci dan sakral itu maka akan sulit untuk mencari jalan keluar. Hati-hati, Oh Sehun!”

@galaxy_fanfan : “Memang siapa gadis itu? Aku harap ia adalah gadis yang lembut karena aku tidak mau kau seperti aku yang selalu disiksa oleh seorang gadis galak!”

Surin menahan tawanya melihat komentar yang terakhir. Setidaknya melihat komentar konyol anak-anak itu dapat menghibur sedikit duka di hatinya sekarang ini. Ia menatap kolom komentar itu dengan ragu kemudian mengetikan sesuatu di sana.

@surinjjang : “Bunganya cantik sekali pasti gadis itu juga cantik.”

Surin merasa bodoh telah memutuskan untuk mengirimnya. Hatinya benar-benar sesak sampai-sampai tangisnya akan meledak jika saja ia tidak ingat kalau ia sedang di tengah-tengah jam pelajaran tambahan. Surin memotret amplop berwarna pink yang ada di hadapannya kemudian mengunggahnya.

large (56)

@surinjjang : “Mulai sekarang aku berjanji untuk benar-benar berhenti melakukan hal bodoh ini.”

**

Terhitung tiga hari setelah ia memutuskan untuk tidak mengirimi laki-laki itu surat lagi. Dan itu berarti sudah terhitung tiga hari pula ia tidak masuk sekolah. Ketidak hadirannya di sekolah bukan karena semata-mata ia menghindari laki-laki itu, semua karena sesuatu hal yang belakangan ini terus memburuk sehingga saat ini ia dan Ayahnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit ternama.

Ayah Surin kini tengah berkonsultasi dengan Dokter spesialis mengenai masalah penyakit yang ternyata sudah bersarang di tubuh gadis itu selama enam bulan lamanya. Surin memang merasa bahwa kesehatannya semakin hari semakin melemah, namun selama ini ia berpikir bahwa itu semua hanya di sebabkan oleh kurangnya istirahat yang cukup. Surin tidak pernah menduga bahwa penyakit yang selama ini ia idap separah itu.

large (61)

@surinjjang : “Am I okay?”

11 person likes this photo.

Comments :

@chocolattaerin : “Ya! Terhitung tiga hari kau tidak masuk. Mengapa tidak membalas pesan-pesanku?! Kau sedang dimana? Apa ini di rumah sakit? Ada apa denganmu, Surin-a?!”

@justcheonsa_ : “What’s wrong with you?  Kami semua mengkhawatirkanmu!”

@dokyungsoo93 : “Kau baik-baik saja, kan? Get well very soon.”

Surin tersenyum hambar melihat komentar yang sangat cepat itu, padahal ia baru saja mengunggah fotonya. Surin merasa bodoh karena ia sempat berharap Sehun akan mengomentari postingannya, ketika ia malah melihat postingan baru Sehun yang di unggah tepat dua menit di atas postingannya. Sehun mengunggah sebuah foto yang bagi Surin sangat menyesakkan. Ia lebih baik tidak melihatnya dari pada harus merasakan hal ini. Tidak hanya kepalanya yang semakin berdenyut sakit, tetapi hatinya juga. Rasanya kini Surin ingin sekali berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.

large (18)

@oohsehun : “You turn my bad days good and my good days better. So please be alright. I miss you.”

1210 person likes this photo.

Comments :

@real__pcy : “Ah, sekarang aku tahu siapa orang yang kau sukai. Jadi gadis yang kau tolong kemarin itu adalah orangnya? Hebat juga dia bisa membuat seorang Oh Sehun jatuh cinta sampai seperti ini. Tetapi tidak heran juga, sih. Perempuan itu cantik sekali!”

@baekhyunee_exo : “Tidak ada yang bisa menandingi cantiknya mantanku, Chanyeol-a! Ya! Oh Sehun! Kau benar-benar tidak mau cerita pada kami soal perempuan yang di katakan Chanyeol itu?!”

@kaikiim : “Mantanmu itu sekarang adalah pacarku. Awas kau kalau berani-berani dengannya! Perempuan yang berambut cokelat panjang dan lurus itu? Aku pernah melihatnya tetapi tidak tahu namanya. Dia jarang kelihatan di antara murid-murid yang lain pantas saja Sehun menyukainya.”

@guardian_suho : “Ku pikir tadinya postingan ini untuk Surin. Habisnya tepat sekali. Surin tidak masuk selama tiga hari dan sekarang sedang di rumah sakit. ‘So please be alright’ yang di tulis Sehun terlihat sangat tepat mengingat keadaan gadis itu sekarang. Ternyata bukan, ya?”

@real__pcy : “Anniya. Aku yakin postingan ini bukan untuk Surin melainkan untuk gadis itu. Kemarin aku melihat Sehun tengah menggendong seorang gadis yang sepertinya mengalami cidera kaki. Ia terlihat berlari kecil, membawa gadis itu ke ruang UKS. Kabarnya hari ini gadis itu tidak masuk karena cidera yang dia alami cukup parah.”

@dokyungsoo93 : “Tidak usah membawa-bawa Surin.”

@zyxzjs : “Kyungsoo, kau terlalu serius jika sudah membicarakan gadis itu. Sudahlah masa lalu hanya akan menjadi masa lalu. (ku pikir Baekhyun juga akan tersindir dengan ini.) Hahahaha percintaan kalian memang cocok di buatkan film!”

@kjong_dae : “Aku setuju!! Oh ya, kemarin aku memang melihat Sehun menggendong gadis itu sampai ke UKS. Kata beberapa teman perempuanku, gadis itu adalah salah satu dari ratusan penggemar rahasia yang sering mengirimkan Sehun surat cinta! Hahahaha. Ini bahkan semakin menarik!”

@hztttao : “Jinjjayo? Jangan-jangan gadis yang selama ini Sehun kirimi surat cinta adalah gadis itu juga. Astaga kalau itu benar, maka kita harus mendukung dan membantu hubungan mereka berdua agar keduanya saling tahu kalau mereka itu sama-sama menyukai, bukannya hanya bertepuk sebelah tangan seperti yang pasti mereka pikirkan satu sama lain!!!”

@galaxy_fanfan : “Aku tidak ikut-ikutan. Beberapa detik yang lalu Taerin baru saja mencekik aku dan memaksaku untuk memberitahu siapa gadis yang dimaksud Sehun. Apa jangan-jangan kekasihku itu juga merupakan salah satu dari ratusan penggemar rahasia seorang Oh Sehun?!”

@7_luhan_m : “Kalau apa yang dikatakan Tao itu benar, kasihan sekali mereka berdua. Selama ini keduanya tidak mengetahui perasaan satu sama lain padahal sudah sama-sama saling menyukai. Oh Sehun kau harus bercerita pada kami agar kami bisa membantumu!”

@exoxiumin : “Astaga ini benar-benar memusingkan. Menjadi penggemar rahasia itu memang hanya akan memperumit persoalan, apalagi jika akhirnya akan berujung seperti ini. Jadi selama ini mereka saling bertukar surat hanya saja masing-masing dari mereka berpikir bahwa itu dari orang lain? Ah, ini benar-benar cerita cinta tidak berujung.”

Surin semakin lemas ketika membaca komentar-komentar tersebut. Jika semua itu memang benar maka Surin harusnya senang karena pada akhirnya perasaan Sehun terbalaskan. Ya, seharusnya.

Benang ini sudah kusut dan berbelit, sampai-sampai Surin bingung harus menguraikannya dari mana—mungkin maksud Surin tadi adalah jalan cerita hidupnya sendiri.

**

Tepat hari sabtu setelah pemeriksaan ketiga, Surin pergi ke sekolah. Meskipun Ayahnya terus menahannya, Surin tetap bersih kukuh untuk pergi ke sekolah. Surin merasa ia harus ke sekolah hari itu untuk bertemu dengan kedua sahabatnya.

Suasana sekolah hari itu terlihat tidak terlalu ramai. Hanya di dominasi oleh anak-anak yang jadwal ekstrakurikulernya di adakan pada hari sabtu saja seperti fotografi, futsal, dan basket. Surin bahkan tidak ikut ketiganya. Ia ke sekolah hari ini memang benar-benar hanya ingin menemui kedua sahabatnya, Taerin dan Cheonsa yang mengikuti ekskul fotografi. Surin berjalan melewati lapangan utama sekolah tersebut, hendak menuju ke ruang ekskul fotografi. Ia menunduk dan mempercepat jalannya ketika pandangan matanya bertemu dengan kedua mata tajam milik Sehun. Ia tidak ingin lagi berurusan dengan laki-laki itu. Surin sudah memutuskan untuk mengakhiri perasaannya, dan Surin tidak ingin pertahanan itu hancur lebur hanya karena sepasang mata tajam yang dulu sangat dipujanya itu.

Setibanya di ruang ekskul fotografi, Surin segera menghampiri kedua temannya yang tengah sibuk mengedit foto pada laptopnya masing-masing. Taerin dan Cheonsa segera berteriak dan beranjak dari tempatnya untuk memeluk Surin begitu menyadari kehadiran gadis itu di ruangan yang hanya berisikan mereka bertiga tersebut.

“Sebenarnya ada apa denganmu, Surin-a?” Surin segera duduk di salah satu kursi panjang yang ada di ruangan itu membuat Taerin dan Cheonsa mengambil tempat di sisi kanan dan kiri Surin. Mata Surin kini berkaca-kaca melihat tatapan khawatir kedua temannya. Ia mulai bercerita tentang penyakit yang ia derita dan juga tentang kepindahannya ke Jerman untuk berobat minggu depan.

“Mengapa kau tidak periksa dari dulu?!” Taerin berujar sedih. Kini ia menahan air matanya ketika melihat Cheonsa dan Surin yang sudah menangis tersedu-sedu.

“Aku juga baru menyadari ada yang salah dari kondisiku minggu kemarin. Pantas saja aku merasa sering tidak enak badan, sakit kepala yang berlebih, dan terus mengeluarkan darah dari hidungku.” Air mata Taerin terjatuh begitu saja ketika mendengar Surin bertutur demikian. Cheonsa bahkan sudah kalut seperti tidak tahu bagaimana cara untuk memberhentikan tangisannya.

“Aku akan pergi berobat ke Jerman minggu depan sesuai dengan saran yang di berikan Dokter, agar aku mendapat pengobatan yang lebih baik. Jaga diri kalian, ya.” Surin memeluk kedua sahabatnya dan suasana ruang ekskul fotografi yang sepi itu segera di penuhi oleh suara isakan tangis mereka bertiga.

“Apa kau akan kembali lagi?” Cheonsa bertanya dengan suara yang parau. “Apa kau akan kembali bersama-sama kita lagi setelah pengobatan itu berakhir?!” Surin hanya terdiam sambil terus mengontrol dirinya. Suara tangis Cheonsa semakin terdengar jelas di seluruh penjuru ruangan.

“Maafkan aku karena selama ini aku tidak bisa menjadi teman yang baik. Aku bahkan tidak membantu dan mendukungmu mendekati orang yang sangat kau sukai itu. Aku malah memarah-marahimu padahal harusnya aku tahu kau benar-benar menyukai orang itu.” Taerin berujar membuat Surin semakin terisak.

“Jangan bicara seperti itu, Taerin-a. Aku bersyukur karena telah memiliki teman seperti kalian. Aku janji pasti akan kembali lagi ke sini ketika aku sudah sembuh total.” Surin mempererat pelukannya. Mereka bertiga menangis keras, menumpahkan perasaan mereka bersama-sama. Surin bersyukur memiliki Taerin dan Cheonsa. Ia tahu ia tidak akan pernah menemukan teman seperti mereka dimanapun juga.

Surin juga sadar kalau sampai kapanpun ia tidak akan pernah lagi menemukan laki-laki seperti seorang Oh Sehun. Atau bahkan ia tidak akan pernah bertemu dengan orang itu lagi untuk selama-lamanya mengingat penyakit yang di deritanya memiliki peluang kesembuhan yang sangat minim. Ceritanya dan Sehun akan berakhir begitu saja dengan ujung yang sudah terbaca. Dan itu membuat Surin semakin sedih.

Taerin dan Cheonsa berpamitan diri dengan wajah sedih tiga puluh menit yang lalu karena mereka harus melakukan hunting foto di Busan bersama anak-anak ekskul fotografi yang lain. Surin memutuskan untuk berkeliling sekolah yang memberinya banyak kenangan itu. Tidak lama lagi ia harus berhenti sekolah dan itu membuatnya semakin larut dalam kesedihan yang tidak berujung itu.

Surin berdiri di taman belakang sekolah itu lalu menangis dalam diam. Surin ingat ia, Taerin dan Cheonsa pernah menanam pohon disini yang dengan konyolnya mereka namai pohon itu dengan nama pohon persahabatan. Ia juga ingat setiap jam istirahat, mereka bertiga akan saling bertukar bekal dan makan bersama sambil bergosip ataupun bercakap-cakap dengan topik pembicaraan yang tidak jelas lalu tertawa terbahak bersama di taman ini. Surin mungkin akan merindukan taman belakang ini nantinya.

Ia mengambil ponselnya kemudian mengunggah foto terakhir liburan musim panas tahun lalu. Liburan musim panas yang mungkin tidak akan terulang pada tahun ini.

large (65)

@surinjjang : “Thanks for being my unbiological sister.”

Setelah itu tangisan Surin semakin menjadi-jadi. Ia tidak peduli dengan kepalanya yang berdenyut dan hidungnya yang mulai mengeluarkan darah sedikit demi sedikit. Surin menutupi wajahnya dengan tangan dan rambutnya agar tidak ada yang melihat kondisinya sekarang ini.

Bunga yang sudah layu itu bahkan kini kehilangan setiap kelopaknya—dan Surin tidak tahu bagaimana cara memperbaiki dirinya sendiri.

**

Hari minggu sudah akan berakhir beberapa jam lagi dan Surin masih saja membenamkan dirinya pada selimut tebalnya. Keadaan tubuhnya semakin memburuk membuat rencana berobatnya ke Jerman harus di percepat. Besok Surin akan berangkat dan ia tidak bisa tidak sedih dengan kabar ini.

Hari-harinya yang tersisa beberapa jam lagi di Korea terasa begitu kelabu. Surin ingat kejadian dua hari yang lalu, saat ia mengurusi pemberhentian sekolahnya. Teman-temannya memandang Surin dengan tatapan sedih dan itu memperburuk kekalutan dalam hatinya. Di tambah lagi Taerin yang sudah memberitahu kelompok paling terkenal satu sekolahan itu mengenai penyakit dan kepindahannya, membuat mereka juga memperlakukan Surin seperti orang yang esok hari akan meninggalkan dunia ini. Akhirnya ia memutuskan untuk langsung pulang ke rumah setelah Ayahnya selesai mengurusi urusan sekolahnya. Ia mematikan ponselnya, bermaksud untuk menghindari semua pesan-pesan berisikan rasa kasihan yang tidak ingin Surin baca satupun.

Ia menghela napas pelan. Setelah meyakinkan dirinya sendiri ia memutuskan untuk membuka akun instagram yang sudah tidak dibukanya beberapa hari itu. Surin harap keadaan hatinya akan jauh lebih baik setelah melihat-lihat. Banyak komentar yang menumpuk di post terakhirnya. Semua rata-rata komentar yang berisi mengkhawatirkan dirinya yang seakan menghilang begitu saja.

Surin tersenyum hambar melihat foto-foto yang di tandai teman-temannya. Salah satu foto tersebut adalah foto dari Kyungsoo yang membuatnya terharu sampai kini matanya berkaca-kaca.

large (9)

@dokyungsoo93 : “Seperti orang bodoh yang tidak kunjung menemukan jawaban, aku terus mengkhawatirkan keadaanmu.”

Surin tidak pernah tahu kalau Kyungsoo pernah mengikutinya sampai ke dalam kereta. Dan ia sungguh tidak tahu kapan tepatnya foto itu di ambil. Ia sekarang benar-benar yakin kalau pengirim surat dan bunga-bunga itu selama ini adalah Kyungsoo. Surin ingin sekali mengomentari postingan itu dengan kalimat ‘aku tidak apa-apa’ tetapi rasanya sangat sulit mengingat tidak ada yang ‘tidak apa-apa’ dalam dirinya saat ini.

Setelah menimang-nimang beberapa menit, akhirnya Surin memutuskan untuk membuka profil instagram Sehun. Sehun tidak terlalu banyak mengunggah foto belakangan ini. Terdapat foto baru di sebelah foto ring basket—foto yang berhasil membuat Surin menangis semalaman—Postingan terbaru di sebelah foto ring basket itu adalah sebuah gambar yang kini berhasil membuat tangis Surin pecah.

large (49)

@oohsehun : “Aku melihatmu menangis di taman belakang sekolah, sabtu yang lalu. Aku rasa aku sudah mengetahui alasan di balik tangisanmu itu. Tidak apa. Semua akan baik-baik saja dan kau harus percaya akan hal itu, karena aku juga mempercayainya.”

Tangisan Surin semakin menjadi-jadi. Hatinya ingin mempercayai bahwa postingan itu di tujukan untuk dirinya meskipun otaknya terus menentangnya. Surin merasakan sebagian dari dirinya kembali. Apapun yang terjadi ke depannya, ia akan terus mengingat kata-kata Sehun. Semua akan baik-baik saja dan ia harus percaya akan hal itu.

Malam itu Surin baru dapat tidur dengan nyenyak setelah sekian lamanya ia tidak bisa. Surin ingin cepat-cepat berobat dan kembali lagi ke sini dengan kondisi tubuh yang sudah sehat.

Meskipun ia tidak tahu kapan dan meskipun peluang kembalinya itu kecil, tetapi Surin yakin bahwa semuanya akan berakhir dengan baik-baik saja seperti yang di katakan Sehun.

**

Sehun menghembuskan napasnya, khawatir. Ia baru saja mengetahui kalau Surin mempercepat jadwal kepindahannya ke Jerman dan hari ini adalah hari keberangkatannya. Sehun buru-buru menaiki motornya dan pergi menuju bandara ketika yang lain memberitahunya bahwa mereka sudah tiba di bandara untuk mengucapkan salam perpisahan pada Surin.

Sehun melangkahkan kakinya dengan langkah gontai melihat Surin yang kini sudah menangis di tengah-tengah pelukan Taerin dan Cheonsa. Kesebelas temannya yang lain juga menatap Surin dengan tatapan sedih. Sehun mengeraskan rahangnya ketika pandangan Surin yang penuh air mata itu membalas pandangan matanya.

“Sehun-a, cepat kemari dan ucapkan sesuatu pada Surin.” Jongin berujar pelan, memanggil Sehun membuat laki-laki itu segera menurutinya. Ia kini berdiri tepat di hadapan Surin. Yang lain hanya terdiam sambil memperhatikan kedua sejoli itu dengan sedih. Taerin dan Cheonsa bahkan kini sudah menangis.

Sehun masih menatap kedua manik mata Surin lekat-lekat. Ia ingin memeluk gadis itu dan menghapus airmatanya namun ia tidak bisa. Sebagian dirinya terus saja memaksa untuk tidak melakukan hal itu. Sehun benci dirinya yang seperti ini.

“Berhentilah menangis.” Ucap Sehun akhirnya. Surin menghapus air matanya asal kemudian tersenyum paksa ke arah Sehun. Ia menepuk bahu Sehun berkali-kali dengan air mata yang ia tahan agar tidak keluar. “Jaga dirimu baik-baik. Semoga kau dan orang yang kau sukai itu cepat-cepat mengetahui perasaan satu sama lain. Aku akan bahagia jika aku mendapat kabar itu. Aku janji aku akan berbahagia.” Surin tidak bisa lagi menahan air matanya. Sehun tersenyum pahit mendengar hal itu.

“Ku harap pengobatanmu berjalan dengan baik. Aku akan menghabisi orang yang sudah berani-beraninya mengabaikan surat cintamu setelah kau kembali lagi ke sini. Aku berjanji.” Sehun mengacak rambut Surin membuat gadis itu menunduk dan menangis tersedu.

“Jaga dirimu. Semua akan baik-baik saja. Semua akan berakhir dengan baik-baik saja.” Sehun masih mengacak rambut gadis itu. Sehun menahan air matanya mati-matian. Ia tidak mau terlihat lemah di hadapan gadis yang sudah menempati tempat pertama di hatinya itu.

“Terima kasih, Oh Sehun. Aku pergi.” Surin melambaikan tangannya pada Sehun dan yang lain, lalu berjalan menjauh.

Sehun hanya berharap gadis itu akan kembali lagi. Ia akan menunggunya meskipun itu memakan waktu yang lama. Ketika saat itu tiba, Sehun berjanji untuk menyatakan perasaannya yang sesungguhnya.

**

large (43)

@oohsehun : “Goodbye, Love.”

Sehun mengunggahnya kemudian ia baru tersadar setelah sepuluh detik kemudian bahwa postingannya barusan benar-benar berbarengan dengan postingan Surin. Sehun tercekat melihat foto tersebut.

large (48)

@surinjjang : “Goodbye, Love.”

-FIN

Advertisements

11 comments

  1. realljo · January 21, 2015

    APA APA AN NI BELAGA LO MO BIKIN ANGST SAD ENDING HA BELAGA BANGET MENTANG MENTANG LAGI GALAUIN SEHUN Y. SIAL W KIRA BAKAL HAPPY ENDING NIH GREGET ABIS TAPI BAEKHYUN JIMI JONGIN LUCU BANGET BEREBUTAN HUHUHUHU MPE TAWA NDIRI YA TAPI INI GREGET SERIUS GA BOONG.

  2. ditasshi · January 24, 2015

    kasian kyungsoo hu:(

  3. fanfan.chan · March 6, 2015

    miaannn ikuut komeennn..
    reader baruuu…
    aku manggil nya eon aja yaa *sok akrab hihi
    ahhhh jinjja kirain bakal ada lanjutan nyaaa..
    nie ngegantung eon..
    gag ada lanjutan nya kah??
    pas sehun ktmu lagi gto ma surin..
    huhuhuhu
    pagi2 udah baca angst TT
    ijin baca postingan yg lain yaa ^.^

    • Oh Marie · March 9, 2015

      Haiiiii:) salam kenal ya huhu makasih udah mau ngunjungin wordpress aku dan komen yaaaa!

      Buat secret admirer sampe sini aja ya:p Sekali lagi makasih udah komen!

  4. oktavianiav · March 6, 2015

    Ini angst bgt plis~ nangis pundung nih. Gila author tanggung jawab dong, bikinin sequele nya yg ngefluff biar greget :’)

    • Oh Marie · March 9, 2015

      Aih makasih banget udah mau ngunjungin wordpress aku dan komen ya:”) Enjoy~

  5. rahsarah · April 18, 2016

    bener2 nyesekkk sad endingg ya ampun huhuhu
    cepet kembali surin ah

    • Oh Marie · April 19, 2016

      Iya sengaja untuk yang satu ini aku buat sad :p Makasih lagi karena udah mau mampir, baca, dan komen (bahkan disemua ff yang kamu baca huhu) terus main ke sini dan tinggalin jejak kamu ya! Sekali lagi terima kasih!

      • rahsarah · April 19, 2016

        heheh sama2 de ^^
        aku berusaha untuk menghargai karya kamu yg super duper bagusss

  6. southpole · July 10, 2016

    LHO APAAN NIH KENAPA DARI YANG FULL FLUFF JADI MENDADAK ANGST BEGINI

    Duh maaf capsloknya kelamaan kepencet

    Aduh ak stress bacanya hahahahah apaan sih SeRin menduga2 mulu deh sok2an ga mau jadi orang egois padahal kan tinggal nyatakan perasaan aja (lo pikir gampang) daripada dipendem melulu jadinya sakit beneran kan HIKSSSS SURIN
    Btw, duuuuuh komentar2 exo dan temen2nya surin lucu bgt sih hahahhaha ak bacanya senyum2 sendiri, berasa itu mereka beneran saking pasnya sama karakter masing2 wakakakkak

    Aaaah masih sedih nih ini begitu tragis hahahahah

    • Oh Marie · July 11, 2016

      HUWAAAAA BENERAN DEH BERSYUKUR BANGET KAMU MAU MAMPIR KESINI, BACA, DAN NINGGALIN KOMEN BAHKAN HAMPIR DISEMUA POST><

      sering-sering baca disini dan ninggalin komen kamu ya! Ini yang bikin aku makin semangat buat nulis! Sekali lagi terima kasih banyakkkkk. ilyyyyy! ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s