New Year

adsadasda

Happy New Year and Happy Reading!

~~

“Sudah mendekati 2015 dan kau masih saja sering marah-marah tanpa alasan yang jelas seperti ini.”

Jang Surin, gadis yang tengah berlindung nyaman di balik selimut tebal kesayangannya itu hanya mendengus kesal mendengar sindiran yang memang ditujukan untuk dirinya itu. Gadis itu bahkan mengumpat dalam hati dan hampir saja memutuskan sambungan teleponnya dengan kekasihnya itu kalau saja laki-laki itu tidak meminta maaf setelahnya.

“Sudah mendekati 2015 dan kau masih saja menyebalkan seperti ini.” Surin membalas dan sepersekian detik kemudian terdengar helaan napas dari seberang sana. Surin tidak peduli jika laki-laki itu kini merasa kesal karenanya, toh Surin sendiri merasakan hal yang sama. Bahkan kali ini jauh lebih kesal, membuat gadis itu ingin sekali menghampiri laki-laki bermarga Oh itu dan menyiramnya dengan air panas. Untung saja Surin masih berpikir seratus atau bahkan satu juta kali lagi untuk melakukan hal itu.

“Ini sudah tanggal 31 Desember 2014. Hari terakhir di tahun ini. Berhentilah bersikap seperti anak-anak. Kau sendiri pun tahu aku tidak hanya berdua dengannya. Aku bersama teman-temanku yang lain juga, Jang Surin.”

Surin kini hanya terdiam, menatap kosong langit-langit kamarnya. Laki-laki yang tengah berbicara dengannya melalui sambungan telepon itu memang menganggap sikapnya yang sekarang ini itu terlalu kekanakan dan Surin sendiri juga sudah menyadari hal itu bahkan sebelum laki-laki itu memperjelasnya. Namun Surin rasa wajar-wajar saja jika ia bertingkah seperti sekarang ini.

Bayangkan saja, ketika kau baru saja akan mengajak kekasihmu menonton pesta kembang api guna merayakan malam tahun bersama, kekasihmu itu tiba-tiba malah sudah lebih dulu memiliki rencana lain dengan teman-temannya, tanpa ada inisiatif untuk mengajak dirimu sama sekali. Ditambah lagi salah satu dari teman-temannya itu adalah mantan pacarnya. Apa kini kau masih menganggap sifat Surin itu sangat kekanakan?

Surin benar-benar tidak percaya. Ia benar-benar menyesal telah terlebih dulu mengajak laki-laki itu pergi bersama. Ia bahkan benar-benar merasa seakan-akan ia baru saja menginjak habis harga dirinya sendiri terlebih ketika laki-laki itu meminta maaf karena tidak bisa menyanggupi ajakan pergi dengannya itu.

Surin menghela napas kesal. Ia bahkan tengah berusaha mati-matian menghalau air mata yang sepertinya sebentar lagi akan keluar. Laki-laki yang telah berstatus sebagai kekasihnya selama dua tahun itu bahkan sama sekali tidak berinisiatif terlebih dahulu mengajaknya untuk menghabiskan malam yang spesial ini.

Alhasil kini Surin hanya mengurung diri di kamarnya yang dingin dengan selimut dan boneka kesayangannya. Surin segera melempar boneka yang baru saja dikategorikan sebagai boneka kesayangannya itu, ketika menyadari bahwa boneka itu adalah pemberian dari seorang Oh Sehun, kekasihnya yang menyebalkan.

“Geurae, terserah kau saja Oh Sehun. Aku tidak mau memperpanjang masalah ini. Semoga malam tahun barumu menyenangkan.” Surin berdeham, menyembunyikan suaranya yang terdengar parau. Jika Sehun tahu ia menangis mau di apakan lagi harga diri yang sudah terinjak-injak itu?

Terdengar jeda di antara mereka. Sehun tampak terdiam sesaat membuat Surin mati-matian menahan air matanya yang benar-benar akan keluar. “Ya, semoga kau juga menikmati malam tahun barumu. Aku titip salam selamat tahun baru untuk Ayahmu ya.”

“Ya, nanti akan kusampaikan. Aku juga titip salam selamat tahun baru untuk mantan pacarmu itu ya.”

Surin memutus sambungan teleponnya sebelum Sehun sempat bersuara lagi. Tiga jam lagi hari akan berganti menuju ke tahun yang baru. Surin bahkan tidak berniat sama sekali untuk merayakan pergantian hari itu. Ia memilih untuk tidur—atau yang sebenarnya adalah ia sedang berusaha memaksa dirinya untuk tertidur. Surin pikir malam ini ia dan Sehun akan menghabiskan waktu bersama. Memakan kue tart, meniup terompet, menyalakan kembang api di balkon, ataupun menulis ‘wish list’—daftar permohonan yang ingin mereka capai di tahun 2015. Namun pada kenyataannya sekarang ia benar-benar harus mengubur khayalannya itu dalam-dalam.

Jangankan Sehun, ayahnya dan kedua kakak laki-laki beserta satu adik perempuannya saja memiliki acaranya masing-masing. Mereka benar-benar menyisahkan Surin sendiri membuat gadis itu semakin terlihat kasihan. Surin mendadak merindukan ibunya yang sudah tiada sejak ia berumur sepuluh tahun itu. Surin memeluk erat gulingnya kemudian memejamkan kedua matanya yang sudah berair.

“Selamat tahun baru Appa, Eomma, Oppa-deul, Jimi, dan kau. Oh Sehun.”

**

Surin terbangun ketika ponselnya berbunyi nyaring. Ia mendengus ketika membaca sekilas nama sang pengganggu tidurnya itu. Hwang Taerin, teman yang lebih dari sekedar akrab-nya.

“Aish, kau ini berisik sekali! Kau tidak tahu betapa sulitnya aku berusaha untuk tertidur, huh?”

“Hey, ini malam tahun baru dan kau malah tidur?” Surin baru saja akan memutus sambungan telepon tersebut namun Taerin buru-buru menahannya. Surin hanya menempelkan ponsel itu pada telinganya tanpa berniat, menunggu ucapan Taerin selanjutnya.

“Keluarlah. Aku dan yang lain sudah ada di balkon rumahmu.” Surin segera terbangun sepenuhnya ketika mendengar ucapan Taerin. “Mworago?!” Dengan tergesa gadis itu mengikat rambut panjang ikalnya dan berlari kecil keluar kamar. Ia menganga ketika melihat balkon yang menghadap ke arah taman belakang rumahnya itu sudah menjadi tempat pesta kecil-kecilan.

“Ka-kalian?” Surin masih tidak percaya dengan penglihatannya sendiri. Taerin dengan kekasihnya, Kris tengah duduk di tikar lipat yang mereka gelar sambil meminum sekaleng cola. Cheonsa—yang juga merupakan teman dekatnya—tampak tengah tertawa bersama Joonmyun dan Minseok yang tidak lain tidak bukan adalah kakak kelas mereka. Ada juga adik kandungnya, Jimi yang tengah asik meniupkan terompet dengan riuhnya bersama Baekhyun, Chanyeol, dan Jongin. Lalu di bagian membakar daging panggang, terdapat Kyungsoo dan Jongdae yang tengah sibuk mengomentari masakannya masing-masing. Disisi lain Luhan, Tao dan Yixing tengah menyiapkan kembang api yang akan di luncurkan beberapa menit lagi.

Mereka semua berseru ketika Surin melangkahkan kakinya ke balkon tersebut.

“Surin-a, maaf kami kesini tanpa meminta ijin padamu terlebih dahulu. Jangan salahkan kami, salahkan saja seseorang yang sudah menyusun acara ini. Kami hanya para undangan disini.” Baekhyun bersuara sedangkan yang lain berseru, menyetujui ucapan Baekhyun.

“Sehun-a, apa yang kau lakukan? Mengapa bersembunyi dibalik pintu seperti itu? Cepat sambut kekasihmu.” Chanyeol dan Jongin menyeret Sehun ke hadapan Surin membuat gadis itu semakin berkaca-kaca. Surin hanya menatap kedua mata tajam itu dalam diam. Ia benar-benar menahan tangisnya sekarang ini.

“Dialah yang menyusun acara ini, Surin-a. Dia berbohong padamu soal rencana malam tahun baru bersama teman-teman dan mantan pacarnya itu. Padahal saat itu juga dia sedang menyiapkan semua ini.” Tao menyambar membuat yang lain tertawa sementara Surin masih saja menatap kedua bola mata yang juga tengah menatapnya serius itu.

“Ah hyung, kau tidak perlu menjelaskan bagian itu.” Sehun memprotes disela-sela tawa kecilnya. “Ya! Lima menit lagi jam menunjuk ke angka 12! Ayo siap-siap!” Jongdae berseru kemudian yang lain mengambil terompetnya masing-masing. Luhan dan Yixing juga sudah menyiapkan korek api untuk menyalakan sumbu kembang api yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.

Sehun menarik tangan Surin mendekat ke arahnya kemudian menyerahkan sebuah terompet sambil tersenyum senang. Gadis itu memeluk pinggang Sehun dengan satu tangannya dan satu tangan yang lain memegang terompet warna-warni pemberian Sehun.

“Ayo hitung sama-sama!” Kyungsoo berseru nyaring membuat yang lain langsung menyahut dengan sangat antusias.

“5.”

“4.”

“3.” Sehun merangkul bahu Surin membuat gadis itu mengeratkan pelukannya pada pinggang laki-laki itu sambil tersenyum. Yang lain sudah bersiap menghadap ke langit malam yang sebentar lagi akan di hiasi oleh kerlap-kerlip kembang api.

“2.”

“1! Happy New Year!” Mereka berseru nyaring, suara terompet dimana-mana dan kembang api pun meluncur dengan indahnya membuat mereka semakin antusias menyambut tahun baru yang penuh dengan harapan itu.

Sehun memeluk Surin erat membuat gadis itu langsung membalasnya dengan tidak kalah erat. “Apa harapanmu untuk hubungan kita di tahun yang baru ini?” Tanya Sehun sembari menangkup pipi gadisnya itu.

“Aku harap kita akan bersama-sama terus seperti sekarang ini sampai kapanpun.” Surin masih melingkarkan kedua tangannya di pinggang laki-laki berperawakan tinggi itu sementara Sehun kini menatapnya dengan tatapan lembut dan senyum yang seakan tidak mau luntur dari wajahnya.

“Geurae, ayo kita berusaha bersama-sama untuk mewujudkan harapan itu.” Sehun mengelus rambut Surin perlahan ketika gadis itu mengangguk dengan sangat bersemangat.

“Selamat tahun baru, Jang Surin.” Sehun mendaratkan bibirnya pada bibir mungil milik Surin. Gadis itu tersenyum simpul ditengah-tengah ciumannya dengan Sehun dan laki-laki itu dapat merasakannya.

“Ey, Ini adegan tujuh belas tahun keatas ayo tutup matamu, Jimi-ya!” Baekhyun menutup mata Jimi membuat yang lain hanya tertawa termasuk Sehun dan Surin yang kini menyaksikan kedua sejoli yang baru saja putus itu. Namun sepertinya sekarang keduanya sudah terlihat lebih baikan? Entahlah karena hanya mereka saja yang mengetahuinya.

“Ayo kita makan!” Jongdae yang baru saja meletakan dua piring penuh berisi daging itu langsung diserbu oleh yang lain.

Sehun baru saja akan melangkahkan kakinya untuk turut menikmati daging panggang buatan Kyungsoo dan Jongdae, namun Surin dengan tiba-tiba menarik lengannya. Sehun menatapnya dengan tatapan penuh tanya. Gadis itu berjinjit kemudian mengecup lembut pipi Sehun. Laki-laki berkulit putih itu menyentuh permukaan pipinya kemudian menatap Surin tidak percaya.

“Selamat tahun baru, Oh Sehun!”

-FIN

Selamat tahun baru semuanya!

large (17)

Especially for you, happy New Year, Oh Sehun:)

Advertisements

3 comments

  1. realljo · January 3, 2015

    huhuhuhuu lucu bgt kakkkk, btw jimi nya rakus bgt yah ada chanyeol jongin ama baekhyun nya wkwk udah mana si jimi putus gt ama baekhyun padahal ff sebelomnya nikah kan ): tapi ini ff lucu daaaaaaaaa, ampe kebayang kek beneran gt pas sehun tawa ama pas dia bilang ‘Ah hyung, kau tidak perlu menjelaskan bagian itu.’ keren de kak

  2. rahsarah · April 18, 2016

    bagusss.,, ahaa sehun romantis bnget

  3. southpole · July 10, 2016

    sehun nyebelin bgt yaaa hahahahaha tapi gimana dong doi cinta bgt kayaknya sama surin sampe seniat itu mau bikin surprise wqwqwq ♥
    Dan yeay untuk akhirnya kemunculan kawan2 surin sehun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s