Moonlight

aeaeaeaae

Song-fict pertama! Moonlight by EXO (English cover by Silver Tear) Enjoy xoxo.

~~

As the day falls into darkness, you come up to me quietly
You save me from a nightmare, but before I’m aware you seem to fade away (as if you were never there)

Jimi menatap langit-langit kamarnya, sendu. Ia meneteskan air matanya ketika menyadari bahwa itu semua hanya mimpi. Sosoknya. Sosok itu tidak ada disana. Sosok itu tidak ada di sana untuk menggenggam tangannya. Sosok itu tidak ada disana untuk mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Sosok itu tidak ada disana untuk mengatakan bahwa itu semua hanya sebatas mimpi buruk.

Jimi sadar sosok yang tadi menggenggam tangannya itu hanyalah sebuah ilusi dari bunga tidurnya. Jimi sadar sosok itu memang tidak pernah ada di sebelahnya, sama seperti sebelum-sebelumnya.

Ya, pada kenyataannya sesosok yang selalu membuat hari-harinya menjadi tenang itu telah menghilang. Menghilang seperti angin malam yang dingin.

It’s just as if I’ve lost you, you, you
The night sky’s empty, silent out there nothing moves
So, baby, hold on
I need to be with you, but the distance between us is so vast that I don’t know what to do

Jimi menenggelamkan kepalanya pada kedua lututnya. Semua masih sama. Malam itu masih sepi dan dingin, seperti malam-malam sebelumnya. Jimi benci semua itu. Jimi membencinya karena tidak ada yang bisa mengubah keadaan itu menjadi seperti sedia kala.

Jimi membutuhkannya. Membutuhkan sosok hangatnya yang selalu membuatnya tertawa dengan celotehan-celotehan konyolnya. Membutuhkan sosok hangatnya yang selalu membuat hari-harinya menjadi lebih berwarna di setiap detik dan menitnya.

Namun Jimi sadar, kini keadaannya sudah berbeda. Jarak diantara mereka kini semakin besar. Jimi bahkan tidak bisa melampauinya.

Gadis itu ingin bertahan, namun semuanya terasa begitu menyesakkan.

You’re showered by the glow of the moonlight
It’s so enchanting can’t get you out of my mind
Frozen like an image barely in sight, but there forever

Jimi membuka buku hariannya, menatap semua foto-foto yang ia tempelkan disana. Ia terlarut dalam foto-foto kenangan itu. Satu persatu ia perhatikan dengan jeli, membuatnya terperangkap dalam kenangan yang tidak bisa ia hapus meskipun ia sangat ingin.

Laki-laki itu bukanlah sesosok yang ia kenal dulu. Laki-laki itu kini bersinar. Laki-laki itu kini dikenal oleh semua orang. Bahkan orang-orang itu mengelu-elukan dan memujanya.

Jimi seharusnya senang. Laki-laki itu kini berhasil mewujudkan impiannya.

Namun Jimi tidak bisa meskipun ia ingin. Karena Jimi tahu itulah yang membuat jarak ini tercipta. Jimi tahu ia telah egois, namun itu semua hanya karena kepayahan hatinya yang tidak bisa merelakan laki-laki itu begitu saja.

Laki-laki itu tidak pernah ada lagi disisinya seperti dulu. Ia tidak pernah lagi menghubungi Jimi seperti dulu.

Jimi tahu bahwa laki-laki itu kini sudah melupakan dirinya. Melupakan semua tentang dirinya. Melupakan gadis yang bahkan tidak akan pernah bisa menghapus sosok itu dari pikiran dan hatinya.

Can’t reach out to touch you
or to hold you in my arms
Even if I close my eyes, I can never dream of you
‘Cause you’re not here with me; you’re not in my story
It only hurts, the more I try to get to you

Jimi memeluk buku hariannya itu dengan erat kemudian memejamkan matanya. Ia menaikan selimut yang menutupi setengah badannya itu kemudian menangis sejadi-jadinya.

Ia sendiri sadar bahwa menangis tidak ada gunanya lagi. Karena sampai kapanpun ia tidak akan bisa merubah keadaan.

Ia tidak bisa lagi menyentuh laki-laki itu. Ia tidak bisa lagi memeluk lengannya seperti dulu.

Jimi memejamkan kedua matanya. Ia sadar laki-laki itu kini sudah menghilang. Menghilang dari lembaran cerita hidupnya.

Semua akan terasa semakin menyakitkan jika ia terus berharap.

I know this needs to stop, stop, stop, stop, yeah
I know I need to stop, stop, stop, stop, yeah
I let you go without calling out to you
‘cause I’m scared my tears, baby, will only get your wings wet

Jimi tahu ia harusnya berhenti. Berhenti menyakiti dirinya sendiri seperti ini. Jimi tahu ia harusnya tidak lagi berpura-pura kuat. Jimi tahu ia harusnya kembali melanjutkan perjalanan hidupnya tanpa harus melihat kenangan-kenangannya dengan laki-laki itu.

Jimi merasa bodoh melihat dirinya selama ini. Ia bahkan bersih kukuh untuk bertahan ketika ribuan pisau itu terus menusuk dirinya, membuatnya menjadi sangat lemah. Ia terus memaksa untuk dapat bertahan.

Bertahan ketika ia harus melihat laki-laki yang sangat di cintainya itu bersama dengan wanita lain.

Laki-laki itu pernah memberitahu dirinya jika ia sangat menyukai wanita itu. Wanita itu adalah idolanya sejak lama.

Awal dari ketakutannya terjadi. Jimi tidak bisa apa-apa lagi.

Kini wanita itu bukanlah hanya sekedar idola laki-laki itu saja.

Jimi tahu ia harusnya bahagia. Seperti yang banyak orang bilang, jika itu yang di pilih orang yang kau cintai, maka seharusnya kau turut bahagia dengannya.

Selama ini Jimi terus bertahan. Ia menyembunyikan airmatanya. Menyembunyikan kepedihan hatinya agar laki-laki itu dapat berbahagia.

Karena Jimi tahu, airmatanya hanya akan memberatkan langkah laki-laki itu.

No matter what I say to you, you don’t hear me
And you’re with someone else now already
Why are you doing this to me?
(If your heart is hurting) that’s not what you should do
You’re still the one that’s in my heart, so if you’re hurting, I am too

Sekarang laki-laki itu sudah bersama orang lain. Jimi ingin berbahagia bersamanya, Jimi tidak ingin orang lain menyalahkan laki-laki itu atas pilihan hatinya. Jimi tidak ingin laki-laki itu bersedih karena orang-orang melarangnya untuk menentukan pilihannya.

Karena bagaimanapun, laki-laki itu akan selalu menempati tempat pertama di hatinya meskipun laki-laki itu tidak mengetahuinya sama sekali.

You hide your pain underneath a smile
even though you’ve been hurting for a long while
I see the trembling of your fragile wings
I can tell you’re suffering
I’m telling you
You can stay here, right by my side
I’ll keep you safe with me, you’ll be fine
I’ll hold you ’til dawn, and following the moon, you can fly to tomorrow
Don’t look back, yeah

Kini di luar sana laki-laki itu tengah dalam perbincangan besar karena kasusnya bersama wanita itu.

Jimi tahu laki-laki itu pasti tersakiti. Jimi tahu laki-laki itu kini sedang berpura-pura tersenyum di depan para penggemarnya. Jimi tahu laki-laki itu menyembunyikan pedihnya dalam kurva tipis berbentuk bulan sabit itu.

Jimi ingin memberitahunya. Memberitahunya bahwa ia akan selalu mencintai laki-laki itu. Memberitahunya bahwa ia ingin melindungi laki-laki itu dari semua hal yang menyakitinya seperti sekarang ini. Ia ingin memeluknya dan memberitahunya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Meskipun pada kenyataannya, seharusnya ia yang mendapatkan semua itu.

Can’t reach out to touch you
or to hold you in my arms
Even if I close my eyes, I can never dream of you
‘Cause you’re not here with me; you’re not in my story
It only hurts, the more I try to get to you (I swear I cannot stop loving)
I know this needs to stop, stop, stop, stop, yeah
I know I need to stop, stop, stop, stop, yeah (tonight, yeah)
I let you go without calling out to you
‘cause I’m scared my tears, baby, will only get your wings wet

Jimi meremas selimut yang ia kenakan lalu kembali menangis.

Jimi tahu ia harus berhenti. Berhenti mencintai laki-laki bernama Byun Baekhyun itu.

Berhenti, atau ia akan terus menyakiti dirinya sendiri.

-fin.

Advertisements

One comment

  1. realljo · December 14, 2014

    MENANGIS AQ KAK SAKIT BANGET HATI INI TU YA INGET BAEKHYUN YA TQ AUTHOR DAH BUAT Q GALAU NI, NYAKITIN DAN PERSIS BANGET YA MA CERITA AQ UH MEMBUKA LUKA LAMA FIX.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s